10 Ayat Penting tentang Zakat: Panduan Lengkap untuk Setiap Muslim

Nur Jannah


10 Ayat Penting tentang Zakat: Panduan Lengkap untuk Setiap Muslim

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat sendiri merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Zakat memiliki beberapa macam, di antaranya zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi.

Zakat memiliki banyak manfaat, di antaranya membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, dan membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, zakat juga memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, zakat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan negara yang digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang zakat. Ayat-ayat ini memberikan panduan tentang cara menghitung, membayar, dan mendistribusikan zakat. Salah satu ayat yang terkenal tentang zakat adalah:

10 ayat tentang zakat

Ayat-ayat tentang zakat dalam Al-Qur’an memiliki peran penting dalam memahami kewajiban dan tata cara pembayaran zakat. Ayat-ayat ini menjelaskan berbagai aspek zakat, mulai dari definisi, jenis, syarat, hingga cara pendistribusiannya.

  • Pengertian: Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu.
  • Jenis: Zakat terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi.
  • Syarat: Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar zakat wajib dikeluarkan, di antaranya beragama Islam, merdeka, dan memiliki harta yang mencapai nisab.
  • Nisab: Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati.
  • Waktu: Zakat fitrah wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal dan zakat profesi wajib dikeluarkan setiap tahun.
  • Penerima: Zakat wajib didistribusikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
  • Manfaat: Zakat memiliki banyak manfaat, di antaranya membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, dan membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan.
  • Hukum: Zakat hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu.
  • Sanksi: Bagi orang yang enggan membayar zakat, akan mendapatkan sanksi dari Allah SWT.

Ayat-ayat tentang zakat dalam Al-Qur’an memberikan panduan yang jelas tentang kewajiban zakat. Dengan memahami dan mengamalkan ayat-ayat ini, umat Islam dapat melaksanakan kewajiban zakat dengan benar dan memperoleh manfaatnya.

Pengertian

Pengertian zakat merupakan hal yang sangat mendasar dalam memahami kewajiban berzakat. Ayat-ayat tentang zakat dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu. Pengertian ini memiliki beberapa aspek penting:

  • Harta Tertentu

    Zakat tidak dikenakan pada semua jenis harta. Ada beberapa jenis harta yang wajib dizakati, di antaranya emas, perak, uang, hasil pertanian, dan hasil perniagaan.

  • Wajib Dikeluarkan

    Zakat bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu. Kewajiban ini didasarkan pada perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an.

  • Setiap Muslim yang Mampu

    Zakat wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu. Kemampuan di sini diukur berdasarkan kepemilikan harta yang mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang wajib dizakati.

Pengertian zakat ini memiliki implikasi penting bagi umat Islam. Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan juga merupakan bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Dengan memahami pengertian zakat secara benar, umat Islam dapat melaksanakan kewajiban zakat dengan lebih baik dan memperoleh manfaatnya.

Jenis

Dalam Al-Qur’an, zakat dijelaskan sebagai harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu. Zakat terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi. Pembagian jenis zakat ini memiliki implikasi penting dalam memahami kewajiban berzakat dan cara penunaiannya.

  • Zakat Fitrah

    Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan oleh setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa. Zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras atau gandum, dengan kadar tertentu.

  • Zakat Mal

    Zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang dimiliki, seperti emas, perak, uang, hasil pertanian, dan hasil perniagaan. Zakat mal dibayarkan setiap tahun jika harta tersebut telah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang wajib dizakati.

  • Zakat Profesi

    Zakat profesi adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi. Zakat profesi dibayarkan setiap tahun jika penghasilan tersebut telah mencapai nisab.

Pembagian jenis zakat ini memudahkan umat Islam dalam memahami kewajiban berzakat sesuai dengan kemampuan dan jenis harta yang dimiliki. Dengan memahami jenis-jenis zakat ini, umat Islam dapat melaksanakan kewajiban zakat dengan lebih baik dan memperoleh manfaatnya.

Syarat

Dalam pembahasan tentang zakat, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar zakat wajib dikeluarkan. Syarat-syarat ini disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa syarat wajib zakat:

  • Beragama Islam

    Syarat pertama untuk wajib mengeluarkan zakat adalah beragama Islam. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu.

  • Merdeka

    Syarat kedua adalah merdeka. Zakat tidak wajib dikeluarkan oleh budak atau hamba sahaya.

  • Memiliki Harta yang Mencapai Nisab

    Syarat ketiga adalah memiliki harta yang mencapai nisab. Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Nisab berbeda-beda untuk setiap jenis harta.

Syarat-syarat wajib zakat ini sangat penting untuk dipahami oleh umat Islam. Dengan memahami syarat-syarat ini, umat Islam dapat mengetahui apakah mereka wajib mengeluarkan zakat atau tidak. Selain itu, memahami syarat-syarat wajib zakat juga dapat membantu umat Islam dalam menghitung zakat yang harus dikeluarkan.

Nisab

Dalam pembahasan tentang zakat, nisab merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipahami. Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Dengan memahami nisab, umat Islam dapat mengetahui apakah mereka wajib mengeluarkan zakat atau tidak.

  • Jenis Nisab

    Nisab berbeda-beda untuk setiap jenis harta. Misalnya, nisab untuk zakat emas dan perak adalah 85 gram, sedangkan nisab untuk zakat pertanian adalah 520 kg gabah atau 653 kg beras.

  • Nilai Nisab

    Nilai nisab dapat berubah-ubah sesuai dengan harga pasar. Hal ini karena nisab ditetapkan berdasarkan nilai emas dan perak.

  • Implikasi Nisab

    Jika harta yang dimiliki telah mencapai nisab, maka wajib dikeluarkan zakat. Sebaliknya, jika harta yang dimiliki belum mencapai nisab, maka tidak wajib dikeluarkan zakat.

  • Pengecualian Nisab

    Terdapat beberapa pengecualian nisab, misalnya untuk zakat profesi. Zakat profesi dikenakan pada penghasilan yang diperoleh, meskipun penghasilan tersebut belum mencapai nisab.

Dengan memahami nisab dan implikasinya, umat Islam dapat melaksanakan kewajiban zakat dengan lebih baik. Nisab menjadi pedoman penting dalam menentukan apakah harta yang dimiliki wajib dizakati atau tidak. Selain itu, nisab juga dapat membantu umat Islam dalam menghitung zakat yang harus dikeluarkan.

Waktu

Dalam pembahasan tentang zakat, waktu merupakan aspek penting yang perlu dipahami. “10 ayat tentang zakat” menjelaskan waktu pengeluaran zakat yang berbeda-beda, tergantung pada jenis zakatnya.

  • Waktu Zakat Fitrah

    Zakat fitrah wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, tepatnya sebelum shalat Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kesalahan dan kekhilafan selama bulan Ramadhan.

  • Waktu Zakat Mal

    Zakat mal wajib dikeluarkan setiap tahun, pada saat harta tersebut telah mencapai nisab dan haul (telah dimiliki selama satu tahun). Zakat mal bertujuan untuk menyucikan harta dan membantu fakir miskin.

  • Waktu Zakat Profesi

    Zakat profesi wajib dikeluarkan setiap tahun, pada saat menerima penghasilan. Zakat profesi bertujuan untuk menyucikan penghasilan dan membantu fakir miskin.

Perbedaan waktu pengeluaran zakat ini memiliki implikasi penting dalam pelaksanaan kewajiban zakat. Umat Islam perlu memahami waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat sesuai dengan jenis zakatnya, agar zakat dapat ditunaikan dengan benar dan tepat waktu.

Penerima

Penyaluran zakat kepada pihak yang berhak merupakan aspek penting dalam pelaksanaan zakat, sebagaimana diatur dalam “10 ayat tentang zakat”. Al-Qur’an secara jelas menyebutkan delapan golongan yang berhak menerima zakat, sehingga penyaluran zakat harus tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

  • Fakir dan Miskin

    Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan miskin adalah orang yang memiliki harta namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kedua golongan ini merupakan penerima zakat yang paling utama.

  • Amil Zakat

    Amil zakat adalah orang yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat. Mereka berhak menerima zakat sebagai imbalan atas jasanya.

  • Mualaf

    Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam proses pengenalan dan pengamalan Islam.

  • Riqab

    Riqab adalah budak atau hamba sahaya. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam upaya memerdekakan diri.

  • Gharim

    Gharim adalah orang yang memiliki utang dan tidak mampu membayarnya. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka melunasi utangnya.

  • Fisabilillah

    Fisabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka dalam perjuangannya.

  • Ibnu Sabil

    Ibnu sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal. Mereka berhak menerima zakat untuk membantu mereka melanjutkan perjalanannya.

  • Mustahik Lain

    Selain tujuh golongan di atas, zakat juga dapat disalurkan kepada pihak lain yang membutuhkan, seperti korban bencana alam atau masyarakat yang kurang mampu.

Dengan memahami delapan golongan penerima zakat ini, umat Islam dapat menyalurkan zakatnya dengan tepat sasaran. Penyaluran zakat yang tepat sasaran akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan membantu mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih baik.

Manfaat

Zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Salah satu manfaat utama zakat adalah membersihkan harta. Dengan mengeluarkan zakat, harta yang kita miliki menjadi bersih dan terhindar dari riba dan segala bentuk keharaman. Selain itu, zakat juga dapat menumbuhkan sifat dermawan dalam diri kita. Dengan berzakat, kita terbiasa untuk memberikan sebagian harta kita kepada orang lain yang membutuhkan, sehingga sifat kikir dan tamak dapat berkurang.

Manfaat lain dari zakat adalah membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan. Zakat yang kita keluarkan akan disalurkan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir, miskin, amil zakat, dan mualaf. Dengan demikian, zakat dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat-manfaat zakat ini sangat ditekankan dalam “10 ayat tentang zakat”. Dalam ayat-ayat tersebut, Allah SWT berfirman bahwa zakat dapat membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Oleh karena itu, zakat merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam Islam, karena memiliki manfaat yang besar bagi individu dan masyarakat.

Hukum

Hukum zakat dalam Islam sangat jelas, yaitu wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Kewajiban ini ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an, salah satunya dalam surat At-Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kewajiban zakat ini memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang lima, sehingga setiap Muslim yang mengaku beriman wajib menunaikannya. Zakat juga merupakan bentuk ibadah yang sangat penting, karena memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Di antaranya adalah membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, dan membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan.

Dalam “10 ayat tentang zakat”, hukum wajib zakat ditegaskan dalam beberapa ayat. Misalnya, dalam surat Al-Baqarah ayat 43: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini menunjukkan bahwa zakat merupakan salah satu amal saleh yang sangat penting dan akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Dengan memahami hukum wajib zakat dan ayat-ayat Al-Qur’an tentang zakat, umat Islam dapat menjalankan kewajiban zakat dengan baik. Zakat yang ditunaikan dengan benar akan memberikan manfaat yang besar, baik bagi individu maupun masyarakat. Oleh karena itu, setiap Muslim yang mampu wajib menunaikan zakat sesuai dengan ajaran Islam.

Sanksi

Dalam pembahasan “10 ayat tentang zakat”, sanksi bagi orang yang enggan membayar zakat merupakan aspek penting yang perlu dipahami. Sanksi ini ditegaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban biasa, melainkan ibadah yang memiliki konsekuensi besar jika ditinggalkan.

Sanksi bagi orang yang enggan membayar zakat disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 34-35: “Adapun orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (yaitu) pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka, lalu disetrika dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan kepada mereka): ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa sanksi bagi orang yang enggan membayar zakat adalah siksa yang pedih di akhirat.

Selain sanksi di akhirat, enggan membayar zakat juga dapat berdampak negatif dalam kehidupan dunia. Zakat memiliki fungsi sosial yang penting, yaitu membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan. Jika zakat tidak ditunaikan, maka kesejahteraan masyarakat akan terganggu dan kesenjangan sosial akan semakin lebar. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, dan konflik sosial.

Dengan memahami sanksi bagi orang yang enggan membayar zakat, umat Islam dapat semakin termotivasi untuk menunaikan kewajiban zakat dengan baik. Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan ibadah yang memiliki manfaat besar bagi individu dan masyarakat. Dengan menunaikan zakat, umat Islam dapat membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan, dan menghindari sanksi dari Allah SWT di akhirat.

Pertanyaan Umum tentang “10 Ayat tentang Zakat”

Pertanyaan umum ini memberikan jawaban atas pertanyaan umum dan mengklarifikasi aspek-aspek penting dari “10 Ayat tentang Zakat”. Pertanyaan dan jawaban ini dirancang untuk mengantisipasi keraguan pembaca dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang topik tersebut.

Pertanyaan 1: Apa saja jenis-jenis zakat yang wajib ditunaikan?

Jawaban: Dalam “10 Ayat tentang Zakat”, dijelaskan bahwa terdapat tiga jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang mampu, yaitu zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi.

Pertanyaan 2: Siapa saja yang berhak menerima zakat?

Jawaban: Zakat wajib didistribusikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, yaitu fakir, miskin, amil zakat, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnus sabil.

Pertanyaan 3: Kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat?

Jawaban: Zakat fitrah wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal dan zakat profesi wajib dikeluarkan setiap tahun pada saat harta telah mencapai nisab dan haul.

Pertanyaan 4: Apa saja manfaat menunaikan zakat?

Jawaban: Menunaikan zakat memiliki banyak manfaat, di antaranya membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan, dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Pertanyaan 5: Apa sanksi bagi orang yang enggan membayar zakat?

Jawaban: Bagi orang yang enggan membayar zakat, akan mendapatkan sanksi dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat, berupa siksa yang pedih.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menghitung zakat yang harus dikeluarkan?

Jawaban: Cara menghitung zakat berbeda-beda tergantung pada jenis zakatnya. Untuk zakat mal, nisab dan kadar zakatnya telah ditentukan dalam syariat Islam. Sedangkan untuk zakat profesi, umumnya dihitung berdasarkan penghasilan tahunan.

Pertanyaan umum ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang “10 Ayat tentang Zakat”. Dengan memahami aspek-aspek penting ini, umat Islam dapat menunaikan zakat dengan baik dan memperoleh manfaatnya.

Pembahasan tentang zakat ini akan dilanjutkan pada bagian berikutnya, di mana kita akan membahas lebih dalam tentang hikmah dan dampak sosial dari zakat dalam masyarakat.

Tips Membayar Zakat

Membayar zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Berikut adalah beberapa tips untuk membayar zakat dengan baik:

1. Hitung Nisab dengan Benar
Pastikan harta yang dimiliki sudah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang wajib dizakati. Nisab berbeda-beda untuk setiap jenis harta.

2. Tentukan Jenis Zakat
Ada tiga jenis zakat yang wajib ditunaikan, yaitu zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi. Pastikan jenis zakat yang akan dibayarkan sudah sesuai.

3. Hitung Kadar Zakat
Setiap jenis zakat memiliki kadar zakat yang berbeda-beda. Hitung kadar zakat dengan benar agar jumlah zakat yang dibayarkan sesuai.

4. Pilih Lembaga Penyalur Terpercaya
Salurkan zakat melalui lembaga penyalur zakat yang terpercaya dan kredibel. Pastikan lembaga tersebut menyalurkan zakat kepada pihak yang berhak.

5. Niat yang Benar
Bayar zakat dengan niat yang benar, yaitu karena Allah SWT. Hindari membayar zakat karena terpaksa atau ingin dipuji.

6. Tepat Waktu
Bayar zakat tepat waktu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan menunda-nunda pembayaran zakat.

7. Ikhlas dan Ridha
Bayar zakat dengan ikhlas dan ridha. Yakinlah bahwa harta yang dikeluarkan akan diganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik.

8. Jadikan Zakat sebagai Kebiasaan
Biasakan diri untuk membayar zakat setiap tahun. Jadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup sebagai muslim.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, umat Islam dapat membayar zakat dengan baik dan memperoleh manfaatnya. Zakat yang ditunaikan dengan benar akan membantu membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan, dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Pembahasan tentang tips membayar zakat ini akan dilanjutkan pada bagian berikutnya, di mana kita akan membahas lebih dalam tentang dampak sosial dari zakat dalam masyarakat dan kaitannya dengan pembangunan ekonomi umat Islam.

Kesimpulan

Artikel tentang “10 ayat tentang zakat” telah mengupas tuntas berbagai aspek penting terkait zakat dalam ajaran Islam. Beberapa poin kunci yang dapat disimpulkan meliputi:

  • Zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Zakat dapat membersihkan harta, menumbuhkan sifat dermawan, membantu meringankan beban orang-orang yang membutuhkan, dan mendatangkan pahala dari Allah SWT.
  • Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Enggan membayar zakat akan mendatangkan sanksi dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.
  • Zakat memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi umat Islam. Zakat dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan memahami makna dan hikmah zakat, umat Islam diharapkan dapat menunaikan kewajiban zakat dengan baik dan memperoleh manfaatnya. Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam dan memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bertakwa.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru