Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Nur Jannah


Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Bacaan tarawih 11 rakaat merupakan salat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadan, biasanya dikerjakan setelah salat Isya. Salat ini terdiri dari 11 rakaat, yang dikerjakan dengan dua rakaat salam.

Salat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya pahala yang berlipat ganda, pengampunan dosa, dan peningkatan ketakwaan. Salat ini juga memiliki sejarah panjang, yang berawal dari masa Nabi Muhammad SAW.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang bacaan tarawih 11 rakaat, termasuk tata cara pelaksanaannya, keutamaan-keutamaannya, serta sejarah perkembangannya.

Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Bacaan tarawih 11 rakaat merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Salat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya pahala yang berlipat ganda, pengampunan dosa, dan peningkatan ketakwaan.

  • Tata cara
  • Niat
  • Rakaat
  • Waktu
  • Keutamaan
  • Sejarah
  • Dalil
  • Hukum
  • Sunnah
  • Syarat

Kesepuluh aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh dalam pelaksanaan ibadah salat tarawih 11 rakaat. Memahami aspek-aspek ini dengan baik akan membantu kita dalam melaksanakan salat tarawih dengan benar dan khusyuk, sehingga dapat meraih keutamaan-keutamaannya secara optimal.

Tata Cara

Tata cara bacaan tarawih 11 rakaat merupakan aspek penting yang harus diperhatikan agar ibadah salat tarawih dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat.

  • Niat
    Niat merupakan syarat sah salat, termasuk salat tarawih. Niat dilakukan di awal salat dengan mengucapkan lafaz niat tertentu sesuai dengan jumlah rakaat yang ingin dikerjakan.
  • Rakaat
    Salat tarawih 11 rakaat terdiri dari 11 rakaat, yang dikerjakan dengan dua rakaat salam. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kecuali rakaat terakhir.
  • Waktu
    Salat tarawih dikerjakan setelah salat Isya dan sebelum masuk waktu salat Subuh. Waktu terbaik untuk mengerjakan salat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.
  • Bacaan
    Bacaan salat tarawih sama dengan bacaan salat pada umumnya, yaitu surat Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an lainnya. Surat yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua biasanya surat yang panjang, sedangkan pada rakaat-rakaat berikutnya surat yang lebih pendek.

Dengan memahami dan melaksanakan tata cara bacaan tarawih 11 rakaat dengan benar, diharapkan ibadah salat tarawih yang kita kerjakan dapat diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Niat

Niat merupakan syarat sah salat, termasuk salat tarawih. Niat adalah kehendak hati untuk melakukan suatu ibadah, dalam hal ini salat tarawih 11 rakaat. Niat diucapkan dalam hati pada awal salat.

  • Lafal Niat

    Lafal niat salat tarawih 11 rakaat adalah sebagai berikut:”Ushalli sunnatal tarawihi ahda ‘asyrata rak’atanimaman ma’mumam lillahi ta’ala.”

  • Waktu Niat

    Niat salat tarawih dilakukan pada awal salat, sebelum takbiratul ihram.

  • Tempat Niat

    Niat salat tarawih dilakukan di dalam hati.

  • Hukum Niat

    Niat salat tarawih hukumnya fardhu ‘ain, artinya wajib bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya.

Dengan memahami dan melaksanakan niat salat tarawih dengan benar, diharapkan ibadah salat tarawih yang kita kerjakan dapat diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Rakaat

Dalam konteks bacaan tarawih 11 rakaat, rakaat merupakan satuan dasar penyusun salat tarawih. Rakaat terdiri dari beberapa gerakan dan bacaan tertentu, yang dilakukan secara berurutan. Jumlah rakaat dalam salat tarawih adalah 11 rakaat, yang dikerjakan dengan dua rakaat salam. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kecuali rakaat terakhir.

Rakaat memiliki peran yang sangat penting dalam bacaan tarawih 11 rakaat. Tanpa rakaat, salat tarawih tidak dapat dilaksanakan. Rakaat menjadi penanda awal dan akhir dari setiap gerakan dan bacaan dalam salat tarawih. Jumlah rakaat yang tepat juga menjadi syarat sah salat tarawih. Oleh karena itu, memahami dan melaksanakan rakaat dengan benar sangat penting dalam ibadah salat tarawih.

Dalam praktiknya, rakaat dalam bacaan tarawih 11 rakaat dapat dilihat pada saat seorang muslim berdiri tegak untuk memulai salat, kemudian melakukan gerakan rukuk, sujud, dan seterusnya. Setiap rangkaian gerakan tersebut merupakan satu rakaat. Dengan memahami dan melaksanakan rakaat dengan benar, seorang muslim dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk, sehingga dapat meraih keutamaan-keutamaannya secara optimal.

Waktu

Dalam konteks bacaan tarawih 11 rakaat, waktu memiliki peran yang sangat penting. Waktu menjadi penentu sah atau tidaknya pelaksanaan salat tarawih. Salat tarawih hanya boleh dikerjakan pada waktu tertentu, yaitu setelah salat Isya dan sebelum masuk waktu salat Subuh.

Waktu terbaik untuk mengerjakan salat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir. Pada waktu tersebut, umat Islam diyakini akan mendapatkan keutamaan dan pahala yang lebih besar. Selain itu, waktu sepertiga malam terakhir juga merupakan waktu yang lebih tenang dan khusyuk, sehingga lebih kondusif untuk beribadah.

Memahami dan melaksanakan waktu salat tarawih dengan benar sangat penting bagi umat Islam. Dengan melaksanakan salat tarawih pada waktu yang tepat, seorang muslim dapat meraih keutamaan-keutamaan salat tarawih secara optimal. Selain itu, melaksanakan salat tarawih pada waktu yang tepat juga merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Keutamaan

Keutamaan merupakan salah satu aspek penting dalam bacaan tarawih 11 rakaat. Keutamaan menjadi motivasi utama umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih, karena di dalamnya terdapat pahala dan keberkahan yang berlimpah.

Salat tarawih 11 rakaat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  1. Pahala yang berlipat ganda, setara dengan pahala mengerjakan salat fardhu.
  2. Pengampunan dosa, terutama bagi mereka yang mengerjakannya dengan ikhlas dan khusyuk.
  3. Peningkatan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT.
  4. Mendapat syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat.

Memahami dan menyadari keutamaan-keutamaan tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih 11 rakaat dengan baik dan khusyuk. Dengan demikian, mereka dapat meraih keutamaan-keutamaan tersebut dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Sejarah

Sejarah memiliki hubungan yang erat dengan bacaan tarawih 11 rakaat. Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang telah dilaksanakan oleh umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Sejarah perkembangannya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang asal-usul, tata cara, dan keutamaan salat tarawih.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, salat tarawih belum dikerjakan secara berjamaah dengan jumlah rakaat yang tetap. Umat Islam pada saat itu mengerjakan salat tarawih secara individual dengan jumlah rakaat yang bervariasi. Baru pada masa Khalifah Umar bin Khattab, salat tarawih mulai dikerjakan secara berjamaah dengan jumlah rakaat yang disepakati, yaitu 11 rakaat.

Sejarah perkembangan salat tarawih memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana tradisi ibadah dapat berubah dan berkembang seiring dengan waktu. Hal ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Dalil

Dalil merupakan dasar hukum yang digunakan untuk melaksanakan suatu ibadah, termasuk bacaan tarawih 11 rakaat. Dalil dapat berupa ayat Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad SAW, atau ijma’ ulama. Dalam konteks bacaan tarawih 11 rakaat, dalil yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Al-Qur’an

“Dan dirikanlah salat pada waktu matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk mendirikan salat pada malam hari, termasuk salat tarawih.

2. Hadits Nabi Muhammad SAW

“Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan (salat tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Hadits ini menjelaskan keutamaan salat tarawih, yaitu pengampunan dosa bagi yang mengerjakannya dengan ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah SWT.

Dalil-dalil tersebut menjadi dasar hukum yang kuat bagi pelaksanaan bacaan tarawih 11 rakaat. Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, memiliki keutamaan yang besar, dan dapat menjadi sarana pengampunan dosa.

Hukum

Hukum merupakan aspek penting dalam bacaan tarawih 11 rakaat. Hukum memberikan landasan dan kerangka aturan dalam pelaksanaan ibadah ini, meliputi ketetapan, tata cara, dan ketentuan lainnya.

  • Wajib ‘Ain

    Salat tarawih 11 rakaat hukumnya wajib ‘ain, artinya wajib bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya. Hal ini didasarkan pada dalil-dalil yang menganjurkan pelaksanaan salat tarawih secara umum, seperti hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

  • Jumlah Rakaat

    Jumlah rakaat dalam salat tarawih 11 rakaat telah ditetapkan secara pasti, yaitu 11 rakaat yang dikerjakan dengan dua rakaat salam. Ketetapan ini didasarkan pada praktik yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab, yang dianggap sebagai ijtihad yang kuat dan telah diamalkan oleh umat Islam secara umum.

  • Tata Cara Pelaksanaan

    Tata cara pelaksanaan salat tarawih 11 rakaat memiliki ketentuan-ketentuan tertentu, seperti niat, bacaan, dan gerakan. Ketentuan-ketentuan ini didasarkan pada tuntunan Rasulullah SAW dan harus diikuti oleh setiap muslim yang melaksanakan salat tarawih agar ibadahnya sah dan diterima oleh Allah SWT.

  • Waktu Pelaksanaan

    Salat tarawih 11 rakaat dilaksanakan pada waktu malam, setelah salat Isya dan sebelum masuk waktu salat Subuh. Waktu terbaik untuk melaksanakan salat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut umat Islam diyakini akan mendapatkan keutamaan dan pahala yang lebih besar.

Dengan memahami dan melaksanakan hukum-hukum terkait bacaan tarawih 11 rakaat dengan benar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini secara sah, sesuai dengan tuntunan syariat, dan meraih keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Sunnah

Sunnah dalam konteks bacaan tarawih 11 rakaat merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan amalan ibadah Rasulullah SAW yang tidak bersifat wajib, tetapi dianjurkan untuk dikerjakan. Sunnah tarawih 11 rakaat meliputi berbagai aspek, mulai dari tata cara pelaksanaannya hingga keutamaan yang terkandung di dalamnya.

  • Tata Cara Pelaksanaan

    Tata cara pelaksanaan salat tarawih 11 rakaat memiliki ketentuan-ketentuan tertentu yang disunnahkan untuk diikuti, seperti niat, bacaan, dan gerakan. Ketentuan-ketentuan ini didasarkan pada tuntunan Rasulullah SAW dan dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan salat tarawih agar lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat.

  • Waktu Pelaksanaan

    Waktu pelaksanaan salat tarawih 11 rakaat juga disunnahkan untuk dilakukan pada waktu tertentu, yaitu setelah salat Isya dan sebelum masuk waktu salat Subuh. Waktu terbaik untuk melaksanakan salat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut umat Islam diyakini akan mendapatkan keutamaan dan pahala yang lebih besar.

  • Keutamaan

    Salat tarawih 11 rakaat memiliki banyak keutamaan yang disunnahkan untuk diharapkan oleh setiap muslim yang melaksanakannya. Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain pengampunan dosa, peningkatan ketakwaan, dan syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat.

  • Pahala

    Pahala salat tarawih 11 rakaat juga disunnahkan untuk diniatkan oleh setiap muslim yang melaksanakannya. Pahala salat tarawih dilipatgandakan oleh Allah SWT, bahkan setara dengan pahala mengerjakan salat fardhu.

Dengan memahami dan melaksanakan sunnah-sunnah yang berkaitan dengan bacaan tarawih 11 rakaat, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih sempurna dan meraih keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, mengikuti sunnah Rasulullah SAW juga merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kepada beliau sebagai teladan terbaik bagi umat Islam.

Syarat

Syarat merupakan hal-hal yang harus dipenuhi agar suatu ibadah dapat dilaksanakan dengan sah dan sesuai dengan tuntunan syariat. Dalam konteks bacaan tarawih 11 rakaat, syarat memiliki peran yang sangat penting karena dapat menentukan sah atau tidaknya ibadah tarawih yang dikerjakan.

Salah satu syarat utama dalam bacaan tarawih 11 rakaat adalah niat. Niat merupakan kehendak hati untuk melaksanakan ibadah tarawih, yang diucapkan pada awal salat. Jika seseorang melaksanakan salat tarawih tanpa niat, maka salatnya tidak dianggap sah. Contoh nyata dari syarat niat dalam bacaan tarawih 11 rakaat adalah ketika seseorang berdiri untuk memulai salat tarawih, ia harus mengucapkan niat dalam hatinya, seperti “Ushalli sunnatal tarawihi ahda ‘asyrata rak’atanimaman ma’mumam lillahi ta’ala.”

Selain niat, syarat lainnya dalam bacaan tarawih 11 rakaat adalah jumlah rakaat. Salat tarawih 11 rakaat terdiri dari 11 rakaat, yang dikerjakan dengan dua rakaat salam. Jika seseorang mengerjakan salat tarawih kurang atau lebih dari 11 rakaat, maka salatnya tidak dianggap sah. Contoh nyata dari syarat jumlah rakaat dalam bacaan tarawih 11 rakaat adalah ketika seseorang mengerjakan salat tarawih sebanyak 10 rakaat atau 12 rakaat, maka salatnya tidak dianggap sah.

Dengan memahami dan melaksanakan syarat-syarat dalam bacaan tarawih 11 rakaat dengan benar, maka ibadah tarawih yang kita kerjakan akan lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan syariat. Selain itu, memenuhi syarat-syarat tersebut juga merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar bacaan tarawih 11 rakaat yang mungkin sering ditanyakan:

Pertanyaan 1: Apa itu bacaan tarawih 11 rakaat?

Jawaban: Bacaan tarawih 11 rakaat adalah salat sunnah yang dikerjakan pada bulan Ramadan, biasanya setelah salat Isya. Salat ini terdiri dari 11 rakaat, yang dikerjakan dengan dua rakaat salam.

Pertanyaan 2: Bagaimana tata cara pelaksanaan bacaan tarawih 11 rakaat?

Jawaban: Tata cara pelaksanaan bacaan tarawih 11 rakaat sama dengan tata cara salat pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat, kemudian takbiratul ihram, lalu membaca surah Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an lainnya, ruku’, sujud, dan seterusnya. Perbedaannya terletak pada jumlah rakaat, yaitu 11 rakaat.

Pertanyaan 3: Kapan waktu pelaksanaan bacaan tarawih 11 rakaat?

Jawaban: Waktu pelaksanaan bacaan tarawih 11 rakaat adalah setelah salat Isya dan sebelum masuk waktu salat Subuh. Waktu terbaik untuk mengerjakan salat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

Pertanyaan 4: Apa saja keutamaan bacaan tarawih 11 rakaat?

Jawaban: Bacaan tarawih 11 rakaat memiliki banyak keutamaan, di antaranya pahala yang berlipat ganda, pengampunan dosa, peningkatan ketakwaan, dan syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat.

Pertanyaan 5: Apakah bacaan tarawih 11 rakaat wajib dilaksanakan?

Jawaban: Bacaan tarawih 11 rakaat hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Namun, salat ini tidak termasuk dalam kategori salat wajib, sehingga tidak berdosa jika meninggalkannya.

Pertanyaan 6: Bagaimana jika tidak mampu mengerjakan bacaan tarawih 11 rakaat?

Jawaban: Jika tidak mampu mengerjakan bacaan tarawih 11 rakaat secara penuh, maka dapat dikerjakan sesuai dengan kemampuan. Misalnya, mengerjakan 8 rakaat, 6 rakaat, atau bahkan 2 rakaat saja. Yang terpenting adalah niat dan usaha untuk melaksanakan ibadah ini.

Demikianlah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar bacaan tarawih 11 rakaat. Semoga bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang ibadah sunnah yang utama di bulan Ramadan ini. Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang sejarah dan perkembangan bacaan tarawih 11 rakaat.

Lanjut ke: Sejarah dan Perkembangan Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Tips Melaksanakan Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Untuk mendapatkan keutamaan dan manfaat bacaan tarawih 11 rakaat secara maksimal, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Niat yang ikhlas
Niatkan salat tarawih karena (hanya karena Allah SWT), bukan karena ingin dipuji atau mendapat pengakuan dari orang lain.

2. Kerjakan dengan khusyuk dan tuma’ninah
Laksanakan salat tarawih dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Rasakan setiap gerakan dan bacaan salat dengan sepenuh hati.

3. Perhatikan bacaan dan maknanya
Bacalah surat dan ayat Al-Qur’an dalam salat tarawih dengan tartil (jelas dan sesuai tajwid). Renungkan juga makna dari bacaan tersebut.

4. Berjamaah di masjid
Salat tarawih berjamaah di masjid akan menambah kekhusyukan dan pahala. Selain itu, dapat menjalin silaturahmi dengan sesama muslim.

5. Lengkapi dengan witir
Setelah melaksanakan salat tarawih 11 rakaat, dianjurkan untuk mengerjakan salat witir sebagai penutup rangkaian salat malam.

6. Jaga kesehatan dan stamina
Salat tarawih biasanya dilaksanakan pada malam hari yang cukup panjang. Oleh karena itu, jaga kesehatan dan stamina agar dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan bacaan tarawih 11 rakaat dan meraih keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Lanjut ke: Penutup dan Kesimpulan Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Kesimpulan Bacaan Tarawih 11 Rakaat

Bacaan tarawih 11 rakaat merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Salat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya pahala yang berlipat ganda, pengampunan dosa, dan peningkatan ketakwaan. Tata cara pelaksanaan salat tarawih 11 rakaat juga telah diatur dengan jelas, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga waktu pelaksanaannya.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Niat yang ikhlas dan pelaksanaan salat dengan khusyuk menjadi kunci utama dalam meraih keutamaan salat tarawih.
  2. Melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid dapat menambah kekhusyukan dan pahala, serta mempererat tali silaturahmi sesama muslim.
  3. Salat tarawih 11 rakaat hendaknya dilengkapi dengan salat witir sebagai penutup rangkaian salat malam.

Dengan memahami dan melaksanakan bacaan tarawih 11 rakaat dengan baik, diharapkan umat Islam dapat meraih keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru