Batasan Sholat Tarawih

Nur Jannah


Batasan Sholat Tarawih

Batasan sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada bulan Ramadan setelah sholat Isya. Sholat ini dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushala, dan biasanya terdiri dari 8, 12, atau 20 rakaat.

Sholat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan pahala, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, sholat tarawih juga memiliki sejarah yang panjang, dan pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan tahun ke-2 Hijriah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang batasan sholat tarawih, tata cara pelaksanaannya, serta keutamaan dan sejarahnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Batasan Sholat Tarawih

Batasan sholat tarawih merupakan aspek penting yang perlu dipahami untuk melaksanakan ibadah ini dengan benar. Berikut adalah 9 aspek penting yang perlu diperhatikan:

  • Waktu pelaksanaan
  • Jumlah rakaat
  • Tata cara pelaksanaan
  • Niat
  • Tempat pelaksanaan
  • Hukum
  • Keutamaan
  • Sejarah
  • Sunnah yang dianjurkan

Dengan memahami aspek-aspek tersebut, kita dapat melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan khusyuk. Insya Allah, ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita.

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan merupakan salah satu aspek penting dalam batasan sholat tarawih. Sholat tarawih dilaksanakan pada bulan Ramadan, setelah sholat Isya dan sebelum masuk waktu sholat Subuh. Waktu pelaksanaan sholat tarawih dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Awal waktu

    Awal waktu sholat tarawih adalah setelah selesai sholat Isya. Waktu ini disebut juga dengan waktu fadhilah, karena pahalanya lebih besar dibandingkan dengan waktu lainnya.

  • Akhir waktu

    Akhir waktu sholat tarawih adalah sebelum masuk waktu sholat Subuh. Batas akhir waktu sholat tarawih adalah ketika fajar telah terlihat di ufuk timur.

  • Waktu utama

    Waktu utama sholat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir. Waktu ini dianggap sebagai waktu yang paling mustajab untuk berdoa.

  • Waktu sunnah

    Selain waktu utama, sholat tarawih juga dapat dilaksanakan pada waktu sunnah, yaitu pada sepertiga malam pertama dan kedua.

Dengan memahami waktu pelaksanaan sholat tarawih, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan khusyuk. Insya Allah, ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita.

Jumlah rakaat

Jumlah rakaat merupakan salah satu aspek penting dalam batasan sholat tarawih. Jumlah rakaat yang dilakukan dalam sholat tarawih dapat bervariasi, tergantung pada kebiasaan dan tradisi masing-masing daerah. Namun, secara umum, jumlah rakaat yang dilakukan dalam sholat tarawih adalah antara 8 hingga 20 rakaat.

  • 8 rakaat

    Sholat tarawih dengan 8 rakaat merupakan jumlah rakaat yang paling sedikit. Sholat tarawih dengan 8 rakaat biasanya dilakukan pada malam-malam pertama bulan Ramadan.

  • 12 rakaat

    Sholat tarawih dengan 12 rakaat merupakan jumlah rakaat yang cukup umum dilakukan. Sholat tarawih dengan 12 rakaat biasanya dilakukan pada malam-malam pertengahan bulan Ramadan.

  • 20 rakaat

    Sholat tarawih dengan 20 rakaat merupakan jumlah rakaat yang paling banyak dilakukan. Sholat tarawih dengan 20 rakaat biasanya dilakukan pada malam-malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam Lailatul Qadar.

Jumlah rakaat dalam sholat tarawih mempengaruhi lama waktu pelaksanaan sholat tarawih. Semakin banyak jumlah rakaatnya, maka semakin lama waktu pelaksanaan sholat tarawih tersebut. Oleh karena itu, dalam menentukan jumlah rakaat sholat tarawih, perlu mempertimbangkan waktu yang tersedia dan kemampuan fisik masing-masing.

Tata cara pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan merupakan salah satu aspek penting dalam batasan sholat tarawih. Tata cara pelaksanaan yang benar akan membuat sholat tarawih menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT. Adapun tata cara pelaksanaan sholat tarawih adalah sebagai berikut:

  1. Niat di dalam hati
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat pendek
  5. Ruku’
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kembali
  10. Duduk istirahat
  11. Mengerjakan rakaat selanjutnya dengan cara yang sama
  12. Salam

Tata cara pelaksanaan sholat tarawih tersebut merupakan tata cara yang umum dilakukan. Namun, perlu diketahui bahwa tata cara pelaksanaan sholat tarawih dapat bervariasi tergantung pada kebiasaan dan tradisi masing-masing daerah. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti tata cara pelaksanaan sholat tarawih yang berlaku di daerah tempat tinggal masing-masing.

Dengan memahami tata cara pelaksanaan sholat tarawih, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan khusyuk. Insya Allah, ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita.

Niat

Dalam Islam, niat merupakan hal yang sangat penting dalam setiap ibadah yang dilakukan. Niat adalah kehendak hati untuk melakukan sesuatu ibadah dengan mengharapkan ridha Allah SWT. Niat juga menjadi pembeda antara ibadah dan perbuatan biasa. Begitu juga dalam sholat tarawih, niat memegang peranan yang sangat penting.

Niat dalam sholat tarawih haruslah ikhlas karena Allah SWT, semata-mata untuk mendapatkan pahala dari-Nya. Niat yang ikhlas akan membuat sholat tarawih menjadi lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT. Selain itu, niat juga menentukan sah atau tidaknya sholat tarawih yang kita lakukan.

Contoh niat sholat tarawih adalah sebagai berikut:

“Saya niat sholat tarawih delapan rakaat karena Allah SWT.”

Niat ini diucapkan dalam hati sebelum memulai sholat tarawih. Dengan memahami pentingnya niat dalam sholat tarawih, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan khusyuk. Insya Allah, ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita.

Tempat pelaksanaan

Tempat pelaksanaan merupakan salah satu aspek penting dalam batasan sholat tarawih. Tempat pelaksanaan sholat tarawih yang paling utama adalah masjid. Hal ini dikarenakan masjid merupakan tempat yang paling baik dan paling sesuai untuk melaksanakan ibadah sholat. Selain itu, sholat tarawih yang dilaksanakan di masjid akan lebih khusyuk dan berjamaah, sehingga pahalanya akan lebih besar.

Namun, dalam kondisi tertentu, sholat tarawih juga dapat dilaksanakan di tempat lain, seperti di rumah, mushola, atau lapangan. Hal ini diperbolehkan jika memang tidak memungkinkan untuk melaksanakan sholat tarawih di masjid. Misalnya, karena jarak masjid yang jauh, atau karena masjid sudah penuh sesak.

Jadi, meskipun tempat pelaksanaan sholat tarawih yang paling utama adalah masjid, namun dalam kondisi tertentu sholat tarawih juga dapat dilaksanakan di tempat lain. Yang terpenting adalah tempat tersebut bersih, suci, dan kondusif untuk melaksanakan ibadah.

Hukum

Hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Hukum ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

“Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini menunjukkan bahwa sholat tarawih memiliki keutamaan yang besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat tarawih pada bulan Ramadan.

Hukum sholat tarawih juga terkait dengan batasan sholat tarawih. Batasan sholat tarawih meliputi waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, tata cara pelaksanaan, niat, dan tempat pelaksanaan. Hukum sholat tarawih yang sunnah muakkadah mengharuskan umat Islam untuk melaksanakan sholat tarawih sesuai dengan batasan-batasan tersebut.

Dengan memahami hukum dan batasan sholat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan khusyuk. Insya Allah, ibadah sholat tarawih kita akan diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita.

Keutamaan

Keutamaan merupakan salah satu aspek penting dalam batasan sholat tarawih. Keutamaan sholat tarawih dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Berikut adalah beberapa keutamaan sholat tarawih:

  • Penghapus dosa

    Sholat tarawih dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

  • Pahala yang besar

    Sholat tarawih memiliki pahala yang besar. Pahala tersebut akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, karena sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT

    Sholat tarawih merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan sholat tarawih, kita dapat memperbanyak ibadah dan dzikir kepada Allah SWT.

  • Mempererat ukhuwah Islamiyah

    Sholat tarawih yang dilaksanakan secara berjamaah dapat mempererat ukhuwah Islamiyah. Sholat tarawih berjamaah juga dapat menjadi sarana untuk silaturahmi antar sesama umat Islam.

Keutamaan-keutamaan sholat tarawih tersebut dapat menjadi motivasi bagi kita untuk melaksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan memahami keutamaan sholat tarawih, kita dapat semakin semangat dan ikhlas dalam melaksanakan ibadah ini. Insya Allah, ibadah sholat tarawih kita akan diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi kita.

Sejarah

Sejarah merupakan aspek penting dalam memahami batasan sholat tarawih. Sejarah sholat tarawih memberikan gambaran tentang asal-usul, perkembangan, dan praktik sholat tarawih dari masa ke masa.

  • Asal-usul

    Sholat tarawih pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan tahun ke-2 Hijriah. Pada awalnya, sholat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid dengan jumlah rakaat yang bervariasi, antara 8 hingga 20 rakaat.

  • Perkembangan

    Setelah masa Nabi Muhammad SAW, sholat tarawih terus berkembang dan mengalami perubahan. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sholat tarawih ditetapkan menjadi 20 rakaat dan dilakukan secara berjamaah di masjid-masjid besar.

  • Tradisi

    Seiring berjalannya waktu, sholat tarawih berkembang menjadi tradisi yang dipraktikkan oleh umat Islam di seluruh dunia. Tradisi sholat tarawih bervariasi di setiap daerah, mulai dari jumlah rakaat, bacaan surat, hingga doa-doa yang dibaca.

  • Pengaruh

    Sejarah sholat tarawih juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, budaya, dan politik. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari perbedaan tradisi sholat tarawih di berbagai negara dan mazhab.

Dengan memahami sejarah sholat tarawih, kita dapat lebih menghargai ibadah ini dan melaksanakannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Sejarah sholat tarawih juga memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana tradisi dan praktik keagamaan dapat berkembang dan berubah seiring berjalannya waktu.

Sunnah yang Dianjurkan

Sunnah yang dianjurkan merupakan salah satu aspek penting dalam batasan sholat tarawih. Sunnah yang dianjurkan adalah amalan-amalan yang tidak wajib dilakukan, namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena dapat menambah pahala dan kesempurnaan dalam melaksanakan sholat tarawih. Berikut adalah beberapa sunnah yang dianjurkan dalam sholat tarawih:

  • Membaca Surat Al-Ikhlas

    Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali setelah membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat sholat tarawih merupakan sunnah yang dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

  • Mengangkat Kedua Tangan Saat Takbir

    Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram dan takbir pindah rakaat merupakan sunnah yang dianjurkan dalam sholat tarawih. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

  • Duduk Istirahat di Antara Dua Sujud

    Duduk istirahat sejenak di antara dua sujud merupakan sunnah yang dianjurkan dalam sholat tarawih. Hal ini dilakukan setelah sujud pertama dan sebelum sujud kedua pada setiap rakaat.

  • Mengerjakan Sholat Witir

    Mengerjakan sholat witir setelah selesai sholat tarawih merupakan sunnah yang dianjurkan. Sholat witir merupakan sholat sunnah yang terdiri dari satu rakaat atau tiga rakaat.

Selain sunnah-sunnah yang disebutkan di atas, masih banyak sunnah-sunnah lain yang dianjurkan dalam sholat tarawih, seperti membaca doa qunut, membaca doa setelah sholat tarawih, dan melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah. Dengan memahami dan melaksanakan sunnah-sunnah yang dianjurkan dalam sholat tarawih, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Tanya Jawab tentang Batasan Sholat Tarawih

Tanya jawab berikut ini disusun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum dan memberikan klarifikasi mengenai batasan sholat tarawih. Pertanyaan-pertanyaan yang dibahas mencakup berbagai aspek penting terkait dengan ibadah sholat tarawih.

Pertanyaan 1: Apa saja batasan waktu pelaksanaan sholat tarawih?

Jawaban: Sholat tarawih dilaksanakan pada bulan Ramadan, setelah sholat Isya dan sebelum masuk waktu sholat Subuh. Waktu utama pelaksanaan sholat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

Pertanyaan 2: Berapa jumlah rakaat sholat tarawih yang dianjurkan?

Jawaban: Jumlah rakaat sholat tarawih yang dianjurkan adalah antara 8 hingga 20 rakaat. Namun, jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang tersedia.

Pertanyaan 3: Di mana sholat tarawih sebaiknya dilaksanakan?

Jawaban: Tempat pelaksanaan sholat tarawih yang paling utama adalah masjid. Namun, sholat tarawih juga dapat dilaksanakan di tempat lain seperti mushola atau rumah jika terdapat alasan yang menghalangi.

Pertanyaan 4: Apakah sholat tarawih termasuk ibadah wajib?

Jawaban: Sholat tarawih termasuk ibadah sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Sholat tarawih memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa kecil dan mendapatkan pahala yang besar.

Pertanyaan 5: Apa saja sunnah yang dianjurkan dalam sholat tarawih?

Jawaban: Beberapa sunnah yang dianjurkan dalam sholat tarawih antara lain membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali setelah Surat Al-Fatihah, mengangkat kedua tangan saat takbir, dan duduk istirahat sejenak di antara dua sujud.

Pertanyaan 6: Apakah boleh mengerjakan sholat tarawih secara sendirian?

Jawaban: Sholat tarawih boleh dikerjakan secara sendirian, namun lebih utama jika dikerjakan secara berjamaah di masjid. Sholat tarawih berjamaah memiliki keutamaan mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Demikianlah tanya jawab tentang batasan sholat tarawih. Semoga tanya jawab ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas dan membantu dalam melaksanakan ibadah sholat tarawih dengan baik dan benar.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang keutamaan dan hikmah melaksanakan sholat tarawih, serta tata cara pelaksanaan sholat tarawih yang sesuai dengan sunnah.

Tips Melaksanakan Sholat Tarawih

Melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan benar dapat meningkatkan kekhusyukan dan pahala yang diperoleh. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Menjaga Kebersihan dan Kesucian
Pastikan untuk berwudhu dengan sempurna sebelum melaksanakan sholat tarawih. Berpakaianlah dengan rapi dan bersih sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT.

Tip 2: Membaca Niat dengan Jelas
Ucapkan niat sholat tarawih dengan jelas dan benar sebelum memulai sholat. Niat yang jelas akan menentukan sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan.

Tip 3: Mengikuti Tata Cara dengan Benar
Perhatikan tata cara sholat tarawih sesuai dengan sunnah, mulai dari takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, hingga salam. Ikuti gerakan dan bacaan dengan tenang dan tuma’ninah.

Tip 4: Berjamaah di Masjid
Utamakan untuk melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah di masjid. Sholat tarawih berjamaah memiliki keutamaan lebih besar dan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah.

Tip 5: Memperhatikan Waktu Pelaksanaan
Sholat tarawih dilaksanakan pada bulan Ramadan, setelah sholat Isya dan sebelum masuk waktu sholat Subuh. Usahakan untuk melaksanakan sholat tarawih pada waktu utama, yaitu pada sepertiga malam terakhir.

Tip 6: Memperbanyak Doa dan Dzikir
Manfaatkan waktu sholat tarawih untuk memperbanyak doa dan dzikir. Mohon ampunan, rezeki, dan kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah SWT.

Tip 7: Menjaga Kekhusyukan
Hindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan dalam sholat tarawih, seperti pikiran yang melayang atau berbicara dengan orang lain. Fokus pada ibadah dan hadirkan hati untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Tip 8: Menjaga Kesehatan
Jaga kesehatan dengan cukup istirahat dan konsumsi makanan yang sehat. Hindari bergadang berlebihan yang dapat mengurangi kekhusyukan dan mengganggu kesehatan.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan ibadah sholat tarawih yang kita lakukan menjadi lebih berkualitas dan bermakna. Sholat tarawih yang dilaksanakan dengan baik dan benar dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, menghapus dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah dan keutamaan melaksanakan sholat tarawih, serta beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama bulan Ramadan.

Kesimpulan

Batasan sholat tarawih merupakan aspek penting yang perlu dipahami untuk melaksanakan ibadah ini dengan baik dan benar. Artikel ini telah mengulas berbagai aspek batasan sholat tarawih, mulai dari waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, tata cara, hingga sunnah-sunnah yang dianjurkan.

Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari pembahasan batasan sholat tarawih adalah:

  • Sholat tarawih hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan Ramadan.
  • Waktu pelaksanaan sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh, dengan waktu utama pada sepertiga malam terakhir.
  • Jumlah rakaat sholat tarawih dapat bervariasi, namun yang dianjurkan antara 8 hingga 20 rakaat, dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Dengan memahami batasan sholat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih optimal dan mendapatkan manfaat serta keutamaan yang terkandung di dalamnya. Sholat tarawih menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, menghapus dosa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru