Berapa Rakaat Sholat Tarawih

Nur Jannah


Berapa Rakaat Sholat Tarawih

Sholat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Sholat ini dilakukan pada malam hari setelah sholat Isya dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Banyak orang yang bertanya-tanya, “Berapa rakaat sholat Tarawih?”

Menurut jumhur ulama, sholat Tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir. Sholat ini dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. Pelaksanaan sholat Tarawih memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, melatih kesabaran dan keikhlasan, serta sebagai sarana untuk memohon ampunan dosa.

Secara historis, sholat Tarawih pertama kali dikerjakan oleh Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Pada awalnya, sholat ini dilakukan secara berjamaah dengan jumlah rakaat yang masih sedikit. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah rakaat sholat Tarawih hingga menjadi 20 rakaat seperti yang kita kenal sekarang.

Berapa Rakaat Sholat Tarawih

Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Jumlah rakaat sholat Tarawih menjadi salah satu aspek penting yang perlu diketahui umat Islam. Berikut adalah 9 aspek penting terkait “berapa rakaat sholat Tarawih”:

  • 20 Rakaat
  • 8 Rakaat
  • 12 Rakaat
  • 3 Rakaat Witir
  • Sunnah Muakkadah
  • Dikerjakan di Malam Hari
  • Setelah Sholat Isya
  • Berjamaah atau Sendiri
  • Dianjurkan Berjamaah

Dari aspek-aspek tersebut, dapat kita tarik beberapa kesimpulan. Pertama, sholat Tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir. Kedua, sholat ini dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya, baik secara berjamaah maupun sendiri. Ketiga, sholat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Terakhir, dianjurkan untuk mengerjakan sholat Tarawih secara berjamaah karena memiliki (keutamaan) yang lebih besar.

20 Rakaat

Dalam konteks “berapa rakaat sholat Tarawih”, jumlah 20 rakaat menempati posisi sentral. Angka ini menjadi acuan utama dalam pelaksanaan sholat sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan ini.

  • Jumlah Keseluruhan
    20 rakaat merupakan jumlah keseluruhan sholat Tarawih, termasuk 3 rakaat witir. Jumlah ini telah menjadi kesepakatan mayoritas ulama.
  • Pembagian Rakaat
    20 rakaat sholat Tarawih dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu 8 rakaat sholat Tarawih dan 12 rakaat sholat witir. Pembagian ini juga telah menjadi praktik yang umum dilakukan.
  • Keutamaan 20 Rakaat
    Mengerjakan sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat memiliki keutamaan yang besar. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk mengerjakan sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat.
  • Syarat Sah
    Meskipun 20 rakaat menjadi jumlah yang dianjurkan, namun sholat Tarawih tetap sah jika dikerjakan kurang dari 20 rakaat. Namun, tentu saja pahala yang diperoleh akan berkurang.

Dengan demikian, jumlah 20 rakaat dalam sholat Tarawih menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Mengerjakan sholat Tarawih sesuai dengan jumlah yang dianjurkan akan memberikan pahala yang lebih besar dan lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

8 Rakaat

Dalam konteks “berapa rakaat sholat Tarawih”, jumlah 8 rakaat memiliki posisi yang penting. Angka ini merupakan bagian dari pembagian sholat Tarawih secara umum yang menjadi acuan dalam pelaksanaannya.

  • Bagian Pertama
    8 rakaat merupakan bagian pertama dari sholat Tarawih, sebelum dilanjutkan dengan 12 rakaat sholat witir. Pembagian ini telah menjadi praktik yang umum dilakukan.
  • Contoh Pelaksanaan
    Dalam praktiknya, 8 rakaat sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan 4 salam atau 2 salam. Masing-masing rakaat dikerjakan dengan 2 kali gerakan, yaitu rukuk dan sujud.
  • Keutamaan 8 Rakaat
    Mengerjakan sholat Tarawih sebanyak 8 rakaat memiliki keutamaan tersendiri. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk mengerjakan sholat Tarawih sebanyak 8 rakaat.
  • Syarat Sah
    Meskipun 8 rakaat merupakan bagian dari sholat Tarawih, namun sholat Tarawih tetap sah jika dikerjakan kurang dari 8 rakaat. Namun, tentu saja pahala yang diperoleh akan berkurang.

Dengan demikian, jumlah 8 rakaat dalam sholat Tarawih menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Mengerjakan sholat Tarawih sesuai dengan jumlah yang dianjurkan akan memberikan pahala yang lebih besar dan lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

12 Rakaat

Dalam konteks “berapa rakaat sholat Tarawih”, jumlah 12 rakaat memiliki kedudukan yang penting. Angka ini merupakan bagian dari pembagian sholat Tarawih yang menjadi acuan dalam pelaksanaannya.

  • Bagian Kedua
    12 rakaat merupakan bagian kedua dari sholat Tarawih, setelah 8 rakaat sholat Tarawih. Bagian ini juga dikenal sebagai sholat witir.
  • Jumlah Ganjil
    Sholat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, yaitu 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Dalam sholat Tarawih, sholat witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat.
  • Keutamaan Sholat Witir
    Sholat witir memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengerjakan sholat witir, meskipun hanya satu rakaat.
  • Syarat Sah
    Sholat Tarawih tetap sah jika dikerjakan kurang dari 12 rakaat, namun pahala yang diperoleh akan berkurang.

Dengan demikian, jumlah 12 rakaat dalam sholat Tarawih menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Mengerjakan sholat Tarawih sesuai dengan jumlah yang dianjurkan akan memberikan pahala yang lebih besar dan lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

3 Rakaat Witir

Dalam konteks “berapa rakaat sholat Tarawih”, 3 rakaat witir memiliki keterkaitan yang erat. Sholat witir merupakan bagian (tak terpisahkan) dari sholat Tarawih, dan menjadi salah satu faktor penentu jumlah rakaat sholat Tarawih secara keseluruhan.

Secara bahasa, witir berarti ganjil. Sholat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Dalam sholat Tarawih, sholat witir dikerjakan setelah 8 rakaat sholat Tarawih, dengan jumlah 3 rakaat. Pembagian ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk mengerjakan sholat witir sebanyak 3 rakaat pada malam hari.

Jadi, 3 rakaat witir merupakan komponen penting dalam sholat Tarawih. Tanpa adanya sholat witir, maka sholat Tarawih tidak dianggap sah. Oleh karena itu, dalam menghitung “berapa rakaat sholat Tarawih”, 3 rakaat witir harus selalu disertakan. Dengan demikian, jumlah rakaat sholat Tarawih secara keseluruhan menjadi 20 rakaat, yaitu 8 rakaat sholat Tarawih dan 12 rakaat sholat witir (3 rakaat).

Sunnah Muakkadah

Dalam konteks “berapa rakaat sholat Tarawih”, Sunnah Muakkadah menempati posisi penting. Sunnah Muakkadah merupakan salah satu jenis hukum dalam syariat Islam yang menunjukkan suatu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, namun tidak wajib. Sholat Tarawih termasuk dalam kategori Sunnah Muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan untuk dikerjakan, meskipun tidak wajib.

  • Dianjurkan Rasulullah SAW
    Sholat Tarawih termasuk Sunnah Muakkadah karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan sholat Tarawih karena iman dan ihtisab, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Dikerjakan Secara Berjamaah
    Meskipun sholat Tarawih dapat dikerjakan secara sendiri-sendiri, namun lebih dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Sholat Tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar daripada sholat Tarawih sendirian.
  • Dikerjakan di Bulan Ramadhan
    Sholat Tarawih hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Subuh.
  • Jumlah Rakaat
    Jumlah rakaat sholat Tarawih yang dianjurkan adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir. Namun, sholat Tarawih tetap sah jika dikerjakan kurang dari 20 rakaat.

Dengan demikian, Sunnah Muakkadah yang berkaitan dengan sholat Tarawih menunjukkan bahwa sholat Tarawih sangat dianjurkan untuk dikerjakan, baik secara sendiri-sendiri maupun berjamaah, pada bulan Ramadhan, dengan jumlah rakaat yang dianjurkan adalah 20 rakaat. Mengerjakan sholat Tarawih sesuai dengan Sunnah Muakkadah akan memberikan pahala yang besar dan keutamaan yang lebih tinggi.

Dikerjakan di Malam Hari

Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaan sholat Tarawih dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Subuh. Pelaksanaan sholat Tarawih pada malam hari memiliki kaitan yang erat dengan jumlah rakaat sholat Tarawih.

Salah satu alasan sholat Tarawih dikerjakan pada malam hari adalah karena pada saat itu suasana lebih tenang dan khusyuk. Malam hari merupakan waktu yang tepat untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, pada malam hari tidak ada kesibukan yang dapat mengganggu kekhusyukan dalam beribadah.

Jumlah rakaat sholat Tarawih yang dianjurkan adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir. Pembagian ini didasarkan pada praktik Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Sholat Tarawih dikerjakan dalam beberapa bagian, yaitu 8 rakaat sholat Tarawih, 12 rakaat sholat witir, dan 3 rakaat sholat witir penutup.

Dengan demikian, mengerjakan sholat Tarawih pada malam hari memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah rakaat sholat Tarawih. Waktu pelaksanaan sholat Tarawih yang tepat pada malam hari memungkinkan umat Islam untuk melaksanakan sholat Tarawih dengan tenang dan khusyuk, sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang lebih besar.

Setelah Sholat Isya

Pelaksanaan sholat Tarawih memiliki keterkaitan yang erat dengan waktu sholat Isya. Sholat Tarawih dikerjakan setelah sholat Isya, yaitu pada malam hari di bulan Ramadhan. Aspek “Setelah Sholat Isya” menjadi salah satu faktor penentu dalam menentukan “berapa rakaat sholat Tarawih”.

  • Waktu Pelaksanaan
    Sholat Tarawih dikerjakan setelah waktu sholat Isya berakhir, hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh. Waktu pelaksanaan sholat Tarawih yang tepat akan mempengaruhi jumlah rakaat yang dikerjakan.
  • Sunnah Muakkadah
    Mengerjakan sholat Tarawih setelah sholat Isya termasuk dalam kategori Sunnah Muakkadah, yaitu sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk mengerjakan sholat Tarawih setelah sholat Isya.
  • Khufyu dan Tarawih
    Pada zaman Nabi Muhammad SAW, sholat Tarawih dikerjakan secara berjamaah pada sepertiga malam terakhir, setelah sholat witir. Namun, seiring berjalannya waktu, sholat Tarawih dikerjakan setelah sholat Isya karena alasan kemudahan dan kekhawatiran akan kesiangan.
  • Jumlah Rakaat
    Jumlah rakaat sholat Tarawih yang dianjurkan adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir. Pembagian ini didasarkan pada praktik Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang mengerjakan sholat Tarawih setelah sholat Isya.

Dengan demikian, aspek “Setelah Sholat Isya” memiliki dampak yang signifikan terhadap “berapa rakaat sholat Tarawih”. Selain menentukan waktu pelaksanaan, aspek ini juga menjadi dasar penetapan jumlah rakaat sholat Tarawih yang dianjurkan. Mengerjakan sholat Tarawih setelah sholat Isya sesuai dengan Sunnah Muakkadah dan akan memberikan pahala yang besar.

Berjamaah atau Sendiri

Saat membicarakan “berapa rakaat sholat tarawih”, aspek “berjamaah atau sendiri” menjadi pertimbangan penting. Pelaksanaan sholat tarawih dapat dilakukan secara berjamaah (bersama-sama) atau sendiri-sendiri (munfarid).

  • Pelaksanaan Berjamaah
    Sholat tarawih secara berjamaah memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan sholat sendiri. Pelaksanaan sholat tarawih berjamaah dapat dilakukan di masjid atau mushola, dengan dipimpin oleh seorang imam.
  • Pelaksanaan Sendiri
    Meskipun dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, sholat tarawih juga dapat dilakukan sendiri-sendiri di rumah atau tempat lainnya. Pelaksanaan sholat tarawih sendiri tetap sah dan mendapat pahala, namun lebih utama jika dikerjakan secara berjamaah.
  • Jumlah Rakaat
    Jumlah rakaat sholat tarawih tidak dipengaruhi oleh cara pelaksanaannya, baik secara berjamaah maupun sendiri. Jumlah rakaat sholat tarawih tetap 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir.
  • Keutamaan Berjamaah
    Sholat tarawih berjamaah memiliki beberapa keutamaan, antara lain pahala yang lebih besar, kekhusyukan yang lebih tinggi, dan mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Dengan demikian, aspek “berjamaah atau sendiri” dalam sholat tarawih tidak memengaruhi jumlah rakaat yang dikerjakan. Namun, sholat tarawih secara berjamaah lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan yang lebih besar. Umat Islam dapat memilih untuk mengerjakan sholat tarawih secara berjamaah atau sendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Dianjurkan Berjamaah

Dalam konteks “berapa rakaat sholat tarawih”, aspek “dianjurkan berjamaah” memiliki kaitan yang erat. Sholat tarawih sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, meskipun dapat juga dikerjakan secara sendiri-sendiri (munfarid).

Pelaksanaan sholat tarawih secara berjamaah memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Pahala yang lebih besar.
  • Kekhusyukan yang lebih tinggi.
  • Mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, sholat tarawih yang dikerjakan secara berjamaah pahalanya lebih besar dibandingkan sholat tarawih yang dikerjakan sendiri. Hal ini karena dalam sholat tarawih berjamaah terdapat unsur kebersamaan dan persatuan yang dapat meningkatkan kekhusyukan dan ketaatan dalam beribadah.

Meskipun jumlah rakaat sholat tarawih tidak dipengaruhi oleh cara pelaksanaannya, namun mengerjakan sholat tarawih secara berjamaah lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan yang lebih besar. Umat Islam dapat memilih untuk mengerjakan sholat tarawih secara berjamaah atau sendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Pertanyaan Umum tentang “Berapa Rakaat Sholat Tarawih”

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai “berapa rakaat sholat tarawih” beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Berapa rakaat sholat tarawih?

Jawaban: Sholat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir.

Pertanyaan 2: Kapan waktu pelaksanaan sholat tarawih?

Jawaban: Sholat tarawih dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh.

Pertanyaan 3: Apakah sholat tarawih bisa dikerjakan sendiri?

Jawaban: Sholat tarawih dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri, namun lebih utama jika dikerjakan secara berjamaah.

Pertanyaan 4: Berapa rakaat sholat tarawih jika dikerjakan sendiri?

Jawaban: Jumlah rakaat sholat tarawih tidak dipengaruhi oleh cara pelaksanaannya, baik berjamaah maupun sendiri, tetap 20 rakaat termasuk 3 rakaat witir.

Pertanyaan 5: Apa keutamaan sholat tarawih berjamaah?

Jawaban: Sholat tarawih berjamaah memiliki beberapa keutamaan, antara lain pahala yang lebih besar, kekhusyukan yang lebih tinggi, dan mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Pertanyaan 6: Apakah sah jika sholat tarawih dikerjakan kurang dari 20 rakaat?

Jawaban: Sholat tarawih tetap sah jika dikerjakan kurang dari 20 rakaat, namun pahalanya akan berkurang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sholat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat termasuk 3 rakaat witir, dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri, dan memiliki keutamaan yang besar, terutama jika dikerjakan secara berjamaah.

Selanjutnya, kita akan membahas aspek-aspek penting lainnya terkait sholat tarawih, seperti tata cara pelaksanaannya, keutamaan dan manfaatnya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengerjakan sholat tarawih.

Tips Penting Seputar “Berapa Rakaat Sholat Tarawih”

Berikut adalah beberapa tips penting yang dapat membantu umat Islam dalam memahami dan melaksanakan sholat tarawih dengan baik:

Pahami Jumlah Rakaat: Pastikan untuk memahami bahwa sholat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir.

Kerjakan Secara Berjamaah: Dianjurkan untuk mengerjakan sholat tarawih secara berjamaah karena memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan sholat sendiri.

Khufyu dan Tarawih: Sholat tarawih dapat dikerjakan setelah sholat Isya atau pada sepertiga malam terakhir, tergantung pada kebiasaan dan kondisi masing-masing.

Perhatikan Waktu Pelaksanaan: Perhatikan waktu pelaksanaan sholat tarawih, yaitu setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh.

Niat Sholat Tarawih: Niatkan sholat tarawih dengan benar, yaitu untuk melaksanakan sholat sunnah tarawih pada bulan Ramadhan.

Ikuti Tata Cara dengan Benar: Ikuti tata cara sholat tarawih dengan benar, termasuk gerakan rukuk, sujud, dan doa-doa yang dibaca.

Berdoa dengan Sungguh-Sungguh: Panjatkan doa-doa dengan sungguh-sungguh pada saat sholat tarawih, terutama memohon ampunan dan keberkahan.

Jaga Kekhusyukan: Jagalah kekhusyukan dalam sholat tarawih, hindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan, seperti berbicara atau melamun.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, umat Islam dapat melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan optimal, sehingga memperoleh pahala dan manfaat yang besar.

Selanjutnya, kita akan membahas keutamaan dan manfaat sholat tarawih, serta hal-hal yang dapat membatalkan sholat tarawih. Pemahaman yang komprehensif tentang sholat tarawih akan membantu umat Islam dalam meningkatkan kualitas ibadah dan meraih keberkahan di bulan Ramadhan.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai “berapa rakaat sholat tarawih” telah memberikan beberapa poin penting, antara lain:

  • Sholat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir.
  • Sholat tarawih dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri, namun lebih utama secara berjamaah.
  • Waktu pelaksanaan sholat tarawih adalah setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh.

Poin-poin tersebut saling berkaitan dan menjadi aspek penting dalam memahami dan melaksanakan sholat tarawih dengan baik. Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan, dengan keutamaan dan manfaat yang besar. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya melaksanakan sholat tarawih dengan khusyuk dan sesuai dengan sunnah yang telah diajarkan, agar dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang melimpah.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru