Panduan Lengkap: Besaran Zakat Fitrah yang Wajib Diketahui

Nur Jannah


Panduan Lengkap: Besaran Zakat Fitrah yang Wajib Diketahui

Besarnya zakat fitrah adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang mampu pada bulan Ramadhan untuk diberikan kepada fakir miskin. Besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah 2,5 kilogram makanan pokok (beras, gandum, kurma, atau yang lainnya) atau senilai harga dari 2,5 kilogram makanan pokok tersebut.

Zakat fitrah memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk membersihkan harta dan jiwa dari kekikiran, menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama, serta membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokoknya. Zakat fitrah juga memiliki sejarah yang panjang, di mana kewajiban mengeluarkan zakat fitrah telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak awal masa Islam.

Pembahasan mengenai besarnya zakat fitrah ini akan dilanjutkan pada artikel ini, di mana kita akan mengupas lebih dalam tentang ketentuan, tata cara pembayaran, dan hikmah di balik kewajiban mengeluarkan zakat fitrah.

Besarnya Zakat Fitrah

Besarnya zakat fitrah adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang mampu pada bulan Ramadhan untuk diberikan kepada fakir miskin. Besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harga dari 2,5 kilogram makanan pokok tersebut, berikut aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan:

  • Waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah
  • Syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah
  • Jenis makanan pokok yang dapat dijadikan zakat fitrah
  • Ketentuan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang
  • Hikmah dan manfaat zakat fitrah
  • Golongan yang berhak menerima zakat fitrah
  • Tata cara penyaluran zakat fitrah
  • Hukum tidak mengeluarkan zakat fitrah
  • Zakat fitrah bagi mualaf dan anak-anak

Memahami aspek-aspek ini sangat penting untuk memastikan bahwa zakat fitrah yang kita tunaikan sesuai dengan ketentuan syariat. Pembayaran zakat fitrah yang tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan akan menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan kita dan membawa keberkahan bagi diri kita dan orang lain.

Waktu Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

Waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak terbenam matahari pada malam Hari Raya Idul Fitri hingga sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri. Waktu ini sangat penting karena berkaitan dengan besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan.

Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harga dari 2,5 kilogram makanan pokok tersebut. Makanan pokok yang dimaksud adalah makanan yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat, seperti beras, gandum, kurma, atau yang lainnya.

Jika zakat fitrah tidak dikeluarkan pada waktunya, maka zakat tersebut dianggap tidak sah dan wajib diqadha (diganti). Hal ini karena zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan tepat waktu agar dapat diterima oleh Allah SWT.

Contoh nyata hubungan antara waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah dan besarnya zakat fitrah adalah sebagai berikut:

  • Jika seseorang mengeluarkan zakat fitrah sebelum waktu wajib, maka zakat tersebut tidak sah dan harus dikeluarkan kembali pada waktu yang telah ditentukan.
  • Jika seseorang mengeluarkan zakat fitrah setelah waktu wajib, maka zakat tersebut dianggap tidak sah dan wajib diqadha.
  • Jika seseorang mengeluarkan zakat fitrah tepat waktu, maka zakat tersebut sah dan diterima oleh Allah SWT.

Dengan memahami hubungan antara waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah dan besarnya zakat fitrah, kita dapat memastikan bahwa zakat fitrah yang kita tunaikan sesuai dengan ketentuan syariat dan membawa keberkahan bagi diri kita dan orang lain.

Syarat Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

Syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah merupakan aspek penting dalam menentukan besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan. Berikut adalah beberapa syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah yang perlu diperhatikan:

  • Beragama Islam
    Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah beragama Islam. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan.
  • Merdeka
    Syarat selanjutnya adalah merdeka. Artinya, zakat fitrah tidak wajib dikeluarkan oleh budak atau hamba sahaya.
  • Mampu
    Syarat wajib berikutnya adalah mampu. Mampu dalam hal ini berarti memiliki harta yang lebih dari kebutuhan pokoknya dan kebutuhan keluarganya.
  • Menemui waktu wajib
    Syarat terakhir adalah menemui waktu wajib. Waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak terbenam matahari pada malam Hari Raya Idul Fitri hingga sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Memahami syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah sangat penting untuk memastikan bahwa zakat fitrah yang kita tunaikan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, maka zakat fitrah yang kita keluarkan akan sah dan diterima oleh Allah SWT.

Jenis Makanan Pokok yang Dapat Dijadikan Zakat Fitrah

Jenis makanan pokok yang dapat dijadikan zakat fitrah sangat berpengaruh terhadap besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan. Hal ini disebabkan karena besarnya zakat fitrah diukur berdasarkan jumlah makanan pokok yang dibayarkan.

Dalam syariat Islam, makanan pokok yang dapat dijadikan zakat fitrah adalah makanan yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat. Di Indonesia, makanan pokok yang umum digunakan untuk zakat fitrah adalah beras. Namun, di negara lain, makanan pokok yang digunakan bisa berbeda-beda, seperti gandum, kurma, atau jagung.

Contoh nyata hubungan antara jenis makanan pokok yang digunakan dan besarnya zakat fitrah adalah sebagai berikut:

  • Jika makanan pokok yang digunakan adalah beras, maka besarnya zakat fitrah adalah 2,5 kilogram beras atau senilai harga 2,5 kilogram beras.
  • Jika makanan pokok yang digunakan adalah gandum, maka besarnya zakat fitrah adalah 2,5 kilogram gandum atau senilai harga 2,5 kilogram gandum.
  • Jika makanan pokok yang digunakan adalah kurma, maka besarnya zakat fitrah adalah 2,5 kilogram kurma atau senilai harga 2,5 kilogram kurma.

Dengan memahami hubungan antara jenis makanan pokok yang digunakan dan besarnya zakat fitrah, kita dapat memastikan bahwa zakat fitrah yang kita tunaikan sesuai dengan ketentuan syariat dan membawa keberkahan bagi diri kita dan orang lain.

Ketentuan Mengeluarkan Zakat Fitrah dengan Uang

Dalam kondisi tertentu, zakat fitrah diperbolehkan untuk dikeluarkan dengan uang. Ketentuan ini memiliki pengaruh terhadap besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan. Berikut penjelasannya:

Penyebab utama diperbolehkannya mengeluarkan zakat fitrah dengan uang adalah kesulitan mendapatkan makanan pokok atau adanya alasan syar’i lainnya. Misalnya, di daerah perkotaan yang sulit menemukan beras atau gandum, maka zakat fitrah dapat dikeluarkan dengan uang senilai harga makanan pokok tersebut.

Besarnya zakat fitrah yang dikeluarkan dengan uang adalah senilai dengan harga 2,5 kilogram makanan pokok di daerah setempat. Misalnya, jika harga beras di suatu daerah adalah Rp10.000 per kilogram, maka besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan dengan uang adalah Rp25.000.

Dengan memahami ketentuan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, kita dapat memastikan bahwa zakat fitrah yang kita tunaikan sesuai dengan syariat dan membawa keberkahan bagi diri kita dan orang lain. Jika memungkinkan, mengeluarkan zakat fitrah dengan makanan pokok lebih utama. Namun, jika ada kesulitan, maka mengeluarkan zakat fitrah dengan uang diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hikmah dan manfaat zakat fitrah

Besarnya zakat fitrah adalah salah satu aspek penting dalam memahami hikmah dan manfaat zakat fitrah. Besarnya zakat fitrah, yang telah ditetapkan sebesar 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harga tersebut, memiliki makna dan hikmah tersendiri yang mencerminkan tujuan dan manfaat dari zakat fitrah.

  • Membersihkan harta dan jiwa
    Zakat fitrah berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa dari kekikiran dan sifat kikir. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, umat Islam dilatih untuk berbagi dan peduli kepada sesama, sehingga harta yang dimiliki menjadi berkah dan dijauhkan dari sifat tamak.
  • Menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian sosial
    Zakat fitrah juga menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian sosial di antara umat Islam. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, umat Islam membantu memenuhi kebutuhan pokok saudara-saudara mereka yang kurang mampu, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan saling tolong-menolong.
  • Membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokok
    Besarnya zakat fitrah yang telah ditetapkan sebesar 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harga tersebut, cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok fakir miskin selama kurang lebih satu bulan. Hal ini menunjukkan bahwa zakat fitrah memiliki peran penting dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial.
  • Menyempurnakan ibadah puasa
    Zakat fitrah juga menjadi pelengkap dan penyempurna ibadah puasa Ramadhan. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, umat Islam menutup rangkaian ibadah bulan Ramadhan dengan berbagi kepada sesama dan menyucikan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin diperbuat selama berpuasa.

Hikmah dan manfaat zakat fitrah yang besar ini menjadikan zakat fitrah sebagai kewajiban yang sangat penting bagi setiap muslim yang mampu. Besarnya zakat fitrah yang telah ditetapkan merupakan cerminan dari tujuan dan manfaat zakat fitrah, yaitu untuk membersihkan harta dan jiwa, menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian sosial, membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokok, serta menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.

Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Besarnya zakat fitrah adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang mampu pada bulan Ramadhan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Golongan yang berhak menerima zakat fitrah merupakan komponen penting dalam menentukan besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan karena menjadi dasar perhitungan jumlah penerima dan kebutuhan mereka.

Golongan yang berhak menerima zakat fitrah telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, yaitu fakir, miskin, amil zakat, mualaf, budak, gharim (orang yang berutang), fisabilillah (pejuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Besarnya zakat fitrah yang diberikan kepada masing-masing golongan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mereka.

Sebagai contoh, jika dalam suatu daerah terdapat 100 orang fakir miskin yang berhak menerima zakat fitrah dan besarnya zakat fitrah yang ditetapkan adalah 2,5 kilogram beras per orang, maka total zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah 250 kilogram beras. Memahami golongan yang berhak menerima zakat fitrah dan memperhitungkan jumlah mereka merupakan hal penting dalam memastikan bahwa zakat fitrah yang dikeluarkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi yang membutuhkan.

Tata Cara Penyaluran Zakat Fitrah

Tata cara penyaluran zakat fitrah memiliki hubungan erat dengan “besarnya zakat fitrah adalah”. Hal ini disebabkan karena tata cara penyaluran zakat fitrah akan menentukan besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan. Dalam syariat Islam, zakat fitrah dapat disalurkan melalui dua cara, yaitu langsung kepada penerima yang berhak atau melalui lembaga amil zakat.

Jika zakat fitrah disalurkan langsung kepada penerima yang berhak, maka besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah senilai dengan harga 2,5 kilogram makanan pokok di daerah setempat. Misalnya, jika harga beras di suatu daerah adalah Rp10.000 per kilogram, maka besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah Rp25.000. Sementara itu, jika zakat fitrah disalurkan melalui lembaga amil zakat, maka besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga amil zakat tersebut.

Memahami tata cara penyaluran zakat fitrah dan pengaruhnya terhadap besarnya zakat fitrah sangat penting untuk memastikan bahwa zakat fitrah yang kita tunaikan sesuai dengan syariat dan membawa keberkahan bagi diri kita dan orang lain. Selain itu, penyaluran zakat fitrah yang tepat juga akan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat.

Hukum tidak mengeluarkan zakat fitrah

Menurut hukum Islam, tidak mengeluarkan zakat fitrah merupakan perbuatan yang berdosa dan memiliki konsekuensi yang serius. Besarnya zakat fitrah yang tidak dikeluarkan akan menjadi tanggungan bagi orang yang tidak mengeluarkannya dan akan ditagih pada hari kiamat kelak.

Tidak mengeluarkan zakat fitrah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelalaian, kesengajaan, atau ketidakmampuan. Jika seseorang tidak mengeluarkan zakat fitrah karena kelalaian atau ketidakmampuan, maka ia wajib segera mengeluarkan zakat tersebut setelah mampu. Namun, jika seseorang tidak mengeluarkan zakat fitrah dengan sengaja, maka ia berdosa besar dan wajib bertaubat kepada Allah SWT.

Contoh nyata dari hukum tidak mengeluarkan zakat fitrah adalah ketika seseorang memiliki harta yang lebih dari kebutuhan pokoknya dan kebutuhan keluarganya, namun ia tidak mengeluarkan zakat fitrah. Dalam kasus ini, orang tersebut berdosa besar dan wajib segera mengeluarkan zakat fitrahnya.

Memahami hukum tidak mengeluarkan zakat fitrah dan besarnya zakat fitrah yang tidak dikeluarkan sangat penting untuk menyadarkan umat Islam akan kewajiban mereka dalam mengeluarkan zakat fitrah. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, umat Islam dapat membersihkan harta dan jiwa mereka, serta membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokoknya.

Zakat fitrah bagi mualaf dan anak-anak

Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu untuk mengeluarkan sebagian dari hartanya untuk diberikan kepada fakir miskin. Dalam hal ini, terdapat kelompok tertentu yang juga diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, yaitu mualaf dan anak-anak. Besarnya zakat fitrah bagi mualaf dan anak-anak sama dengan besarnya zakat fitrah bagi orang dewasa, yaitu sebesar 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harganya.

Kewajiban mengeluarkan zakat fitrah bagi mualaf dan anak-anak didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar. Dalam hadis tersebut, Nabi SAW bersabda, “Setiap muslim merdeka ataupun hamba sahaya, laki-laki atau perempuan, wajib mengeluarkan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum sebagai zakat fitrah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, zakat fitrah bagi mualaf dan anak-anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kewajiban zakat fitrah secara keseluruhan. Besarnya zakat fitrah bagi mualaf dan anak-anak yang sama dengan besarnya zakat fitrah bagi orang dewasa menunjukkan bahwa Islam tidak membedakan antara kelompok masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama, termasuk dalam hal mengeluarkan zakat fitrah.

Tanya Jawab Seputar Besaran Zakat Fitrah

Berikut kami sajikan beberapa tanya jawab seputar besaran zakat fitrah yang perlu Anda ketahui:

Pertanyaan 1: Berapakah besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan setiap jiwa?

Jawaban: Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan setiap jiwa adalah sebesar 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harganya. Makanan pokok yang dimaksud adalah makanan yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat, seperti beras, gandum, kurma, atau yang lainnya.

Pertanyaan 2: Apakah boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan uang?

Jawaban: Boleh, zakat fitrah boleh dikeluarkan dengan uang tunai. Besarnya zakat fitrah yang dikeluarkan dengan uang adalah senilai dengan harga 2,5 kilogram makanan pokok di daerah setempat.

Pertanyaan 3: Bagaimana jika saya tidak mampu mengeluarkan zakat fitrah dengan makanan pokok atau uang?

Jawaban: Jika Anda tidak mampu mengeluarkan zakat fitrah dengan makanan pokok atau uang, Anda dapat mengeluarkannya dengan barang lain yang bermanfaat, seperti pakaian atau peralatan rumah tangga. Namun, disunnahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah dengan makanan pokok atau uang tunai.

Pertanyaan 4: Apakah ada perbedaan besarnya zakat fitrah antara laki-laki dan perempuan?

Jawaban: Tidak ada perbedaan besarnya zakat fitrah antara laki-laki dan perempuan. Setiap jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, wajib mengeluarkan zakat fitrah dengan besaran yang sama, yaitu 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harganya.

Pertanyaan 5: Apakah anak-anak juga wajib mengeluarkan zakat fitrah?

Jawaban: Ya, anak-anak juga wajib mengeluarkan zakat fitrah. Besarnya zakat fitrah untuk anak-anak sama dengan besarnya zakat fitrah untuk orang dewasa, yaitu 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harganya.

Pertanyaan 6: Kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah?

Jawaban: Waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak terbenam matahari pada malam Hari Raya Idul Fitri hingga sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan.

Demikian beberapa tanya jawab seputar besaran zakat fitrah yang perlu Anda ketahui. Dengan memahami ketentuan-ketentuan ini, semoga Anda dapat menunaikan kewajiban zakat fitrah dengan baik dan benar.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Mari simak penjelasannya pada bagian berikut.

Tips Memastikan Besaran Zakat Fitrah yang Tepat

Memastikan besaran zakat fitrah yang tepat sangat penting untuk menunaikan kewajiban dengan baik. Berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

Tip 1: Ketahui Jenis Makanan Pokok Daerah
Besaran zakat fitrah diukur berdasarkan makanan pokok setempat. Pastikan Anda mengetahui makanan pokok di daerah Anda, seperti beras, gandum, atau kurma.

Tip 2: Gunakan Satuan yang Benar
Besaran zakat fitrah adalah 2,5 kilogram makanan pokok. Gunakan satuan kilogram yang tepat untuk memastikan jumlah yang dikeluarkan sesuai.

Tip 3: Perhatikan Waktu Pengeluaran
Zakat fitrah wajib dikeluarkan sejak terbenam matahari pada malam Hari Raya Idul Fitri hingga sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan.

Tip 4: Hitung Jumlah Tanggungan
Setiap jiwa yang menjadi tanggungan wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. Hitung jumlah anggota keluarga dan orang lain yang menjadi tanggung jawab Anda.

Tip 5: Pertimbangkan Kondisi Fakir Miskin
Besaran zakat fitrah yang Anda keluarkan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fakir miskin di daerah Anda. Pastikan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Tip 6: Keluarkan dengan Ikhlas
Zakat fitrah adalah bentuk ibadah. Keluarkan zakat dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan karena terpaksa.

Tip 7: Salurkan Melalui Lembaga Terpercaya
Jika kesulitan menyalurkan zakat fitrah secara langsung, Anda dapat menyalurkannya melalui lembaga amil zakat yang terpercaya.

Tip 8: Jangan Lupa Niat
Saat mengeluarkan zakat fitrah, niatkan karena Allah SWT dan untuk menyucikan diri dari dosa-dosa kecil.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat memastikan bahwa besaran zakat fitrah yang Anda keluarkan tepat sesuai ketentuan syariat. Dengan menunaikan zakat fitrah dengan baik, semoga kita semua memperoleh keberkahan dan pahala dari Allah SWT.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Memahami golongan yang berhak menerima zakat fitrah akan membantu kita menyalurkan zakat fitrah kepada orang-orang yang tepat.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai “besarnya zakat fitrah adalah” dalam artikel ini memberikan beberapa insights penting, di antaranya:

  • Besarnya zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 kilogram makanan pokok atau senilai harganya.
  • Besaran zakat fitrah tidak berbeda antara laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa.
  • Waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak terbenam matahari pada malam Hari Raya Idul Fitri hingga sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan.

Memahami besarnya zakat fitrah dan ketentuan-ketentuan terkait merupakan kewajiban setiap muslim. Dengan menunaikan zakat fitrah tepat waktu dan sesuai ketentuan, kita dapat menyucikan diri dari dosa-dosa kecil, membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pokoknya, dan meraih keberkahan dari Allah SWT.

Hendaknya kita semua menjadikan momentum bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial kita. Mari tunaikan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat sasaran, sehingga kita dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru