Pahami Konsep Contoh Sila ke-4 Pancasila untuk Referensi yang Tepat

Nur Jannah


Pahami Konsep Contoh Sila ke-4 Pancasila untuk Referensi yang Tepat

Contoh Sila ke-4 Pancasila merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang menekankan pada hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Prinsip ini menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat. Dengan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, sila ini mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis dan demokratis. Sejarawan mencatat bahwa nilai ini sudah tertanam dalam budaya Indonesia sejak masa kerajaan Hindu-Buddha, di mana keputusan penting diambil melalui musyawarah.

Pembahasan mendalam mengenai Contoh Sila ke-4 Pancasila akan disajikan dalam artikel ini, mengulas aspek-aspek penting seperti penerapannya dalam kehidupan bernegara, manfaat bagi masyarakat, dan tantangan yang dihadapi dalam mewujudkannya.

Contoh Sila ke-4 Pancasila

Contoh Sila ke-4 Pancasila merupakan cerminan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam menjalankan musyawarah dan perwakilan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memahami contoh sila ini meliputi:

  • Partisipasi aktif
  • Musyawarah mufakat
  • Keputusan bersama
  • Suara terbanyak
  • Kepentingan bersama
  • Toleransi
  • Gotong royong
  • Kekeluargaan
  • Demokratis
  • Keseimbangan

Dalam praktiknya, contoh Sila ke-4 Pancasila diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Misalnya, dalam pengambilan keputusan di lembaga legislatif, pemilihan umum, dan penyelesaian konflik sosial. Dengan mengutamakan nilai-nilai tersebut, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera.

Partisipasi Aktif

Partisipasi aktif merupakan salah satu aspek krusial dalam contoh Sila ke-4 Pancasila. Hal ini dikarenakan musyawarah dan perwakilan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa keterlibatan aktif dari seluruh pihak yang berkepentingan.

Partisipasi aktif mendorong terciptanya keputusan yang lebih komprehensif dan representatif. Ketika setiap individu berpartisipasi secara aktif, berbagai perspektif dan kepentingan dapat terakomodasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan cenderung lebih adil dan dapat diterima oleh seluruh pihak.

Dalam praktiknya, partisipasi aktif dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti menghadiri rapat, menyampaikan pendapat, dan memberikan masukan. Contoh nyata partisipasi aktif dalam contoh Sila ke-4 Pancasila dapat dilihat dalam mekanisme pemilihan umum, di mana setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi dalam memilih wakil rakyat. Selain itu, partisipasi aktif juga terlihat dalam proses penyusunan peraturan daerah, di mana masyarakat dapat memberikan masukan dan saran kepada pemerintah daerah.

Memahami hubungan antara partisipasi aktif dan contoh Sila ke-4 Pancasila sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. Dengan mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, kita dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat yang menjadi dasar bagi keharmonisan bangsa Indonesia.

Musyawarah Mufakat

Musyawarah mufakat merupakan salah satu aspek krusial dalam contoh Sila ke-4 Pancasila. Melalui musyawarah mufakat, masyarakat Indonesia berupaya mencapai kesepakatan bersama melalui proses diskusi dan pertukaran pendapat yang mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan.

  • Partisipasi aktif

    Setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan mempertimbangkan pendapat orang lain dalam proses pengambilan keputusan.

  • Toleransi dan saling menghormati

    Musyawarah mufakat menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati, di mana setiap pendapat dihargai dan dipertimbangkan secara objektif.

  • Pencarian solusi terbaik

    Tujuan utama musyawarah mufakat adalah untuk menemukan solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.

  • Keputusan yang mengikat

    Keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah mufakat bersifat mengikat dan harus dijalankan oleh seluruh pihak yang terlibat.

Dengan memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan demokrasi yang menjadi dasar bagi keharmonisan bangsa Indonesia. Musyawarah mufakat menjadi sarana yang efektif untuk menyelesaikan konflik, mengambil keputusan yang adil, dan membangun masyarakat yang sejahtera.

Keputusan Bersama

Keputusan bersama merupakan salah satu aspek krusial dalam contoh Sila ke-4 Pancasila. Melalui keputusan bersama, masyarakat Indonesia berupaya mencapai mufakat dan kesepakatan bersama melalui proses musyawarah dan pertukaran pendapat yang mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan.

  • Konsensus

    Keputusan bersama harus didasarkan pada konsensus, di mana semua pihak yang terlibat menyetujui dan menerima keputusan tersebut.

  • Kompromi

    Dalam mencapai keputusan bersama, seringkali diperlukan kompromi dari semua pihak yang terlibat untuk menemukan titik temu dan solusi yang dapat diterima bersama.

  • Saling Menghormati

    Proses pengambilan keputusan bersama harus dilandasi sikap saling menghormati, di mana setiap pendapat dihargai dan dipertimbangkan secara objektif.

  • Kepentingan Bersama

    Keputusan bersama harus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Dengan memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip keputusan bersama dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan demokrasi yang menjadi dasar bagi keharmonisan bangsa Indonesia. Keputusan bersama menjadi sarana yang efektif untuk menyelesaikan konflik, mengambil keputusan yang adil, dan membangun masyarakat yang sejahtera.

Suara Terbanyak

Dalam konteks contoh sila ke-4 Pancasila, suara terbanyak merupakan salah satu mekanisme pengambilan keputusan yang digunakan ketika musyawarah mufakat tidak mencapai kesepakatan. Suara terbanyak melibatkan penghitungan suara dari seluruh anggota yang terlibat untuk menentukan pilihan yang memperoleh dukungan paling banyak.

  • Mayoritas

    Suara terbanyak biasanya dikaitkan dengan prinsip mayoritas, di mana keputusan diambil berdasarkan pilihan yang didukung oleh jumlah anggota terbanyak.

  • Demokratis

    Pengambilan keputusan melalui suara terbanyak dianggap demokratis karena memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota untuk menyampaikan pendapat dan memengaruhi hasil keputusan.

  • Potensi Dominasi

    Namun, suara terbanyak juga memiliki potensi dominasi oleh kelompok mayoritas, sehingga perlu diimbangi dengan mekanisme lain untuk melindungi hak-hak kelompok minoritas.

  • Konsensus

    Dalam praktiknya, suara terbanyak sering kali dikombinasikan dengan upaya mencapai konsensus terlebih dahulu melalui musyawarah mufakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengambilan keputusan yang terlalu didasarkan pada perhitungan matematis dan mengutamakan kebersamaan.

Dengan memahami aspek suara terbanyak dalam contoh sila ke-4 Pancasila, kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai demokrasi dan musyawarah mufakat diimplementasikan dalam pengambilan keputusan di Indonesia. Suara terbanyak menjadi salah satu mekanisme yang digunakan untuk mencapai kesepakatan bersama, namun tetap perlu diimbangi dengan prinsip-prinsip lain untuk memastikan keadilan dan kebersamaan.

Kepentingan Bersama

Dalam konteks contoh sila ke-4 Pancasila, kepentingan bersama merupakan nilai fundamental yang menjadi dasar pengambilan keputusan dan tindakan. Kepentingan bersama mengutamakan kesejahteraan dan kebaikan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Kepentingan bersama memiliki hubungan erat dengan contoh sila ke-4 Pancasila, yang menekankan pada hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Musyawarah dan perwakilan merupakan mekanisme untuk mencapai keputusan yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat. Dengan mengutamakan kepentingan bersama, keputusan yang dihasilkan lebih adil, berimbang, dan dapat diterima oleh seluruh anggota masyarakat.

Contoh nyata kepentingan bersama dalam contoh sila ke-4 Pancasila dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan bernegara, seperti pengambilan keputusan di lembaga legislatif, kebijakan pemerintah, dan penyelesaian konflik sosial. Dalam pengambilan keputusan di lembaga legislatif, misalnya, anggota DPR harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau partai politik. Begitu pula dalam kebijakan pemerintah, kepentingan bersama menjadi pertimbangan utama dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Memahami hubungan antara kepentingan bersama dan contoh sila ke-4 Pancasila sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Dengan mengutamakan kepentingan bersama, kita dapat mengurangi konflik, memperkuat persatuan, dan membangun bangsa yang lebih adil dan makmur.

Toleransi

Dalam konteks contoh sila ke-4 Pancasila, toleransi memiliki peran krusial dalam menciptakan suasana musyawarah yang harmonis dan produktif. Toleransi merupakan sikap menghargai dan menghormati perbedaan pendapat, keyakinan, dan latar belakang yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat.

  • Penerimaan Perbedaan

    Toleransi dalam contoh sila ke-4 Pancasila berarti menerima dan menghargai perbedaan pendapat, suku, agama, ras, dan golongan yang ada di masyarakat.

  • Sikap Saling Menghormati

    Toleransi juga berarti bersikap saling menghormati antar sesama anggota masyarakat, meskipun memiliki pandangan atau keyakinan yang berbeda.

  • Mengedepankan Kesamaan

    Dalam musyawarah, toleransi mendorong anggota untuk mengedepankan kesamaan sebagai warga negara Indonesia, di atas perbedaan yang ada.

  • Mencari Titik Temu

    Dengan sikap toleran, anggota musyawarah dapat mencari titik temu dan solusi bersama yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Dengan menjunjung tinggi toleransi, musyawarah dan perwakilan dapat berjalan secara efektif dan menghasilkan keputusan yang adil dan berimbang. Toleransi menjadi pilar penting dalam memperkuat persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia yang majemuk.

Gotong Royong

Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang menekankan pada semangat kebersamaan, kerja sama, dan tolong-menolong. Nilai ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan contoh sila ke-4 Pancasila, yaitu hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Hubungan antara gotong royong dan contoh sila ke-4 Pancasila sangat erat. Gotong royong menjadi landasan dalam pelaksanaan musyawarah dan perwakilan yang efektif. Dengan semangat gotong royong, setiap anggota masyarakat dapat berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat, dan menghormati pendapat orang lain. Hal ini akan menghasilkan keputusan yang lebih komprehensif, adil, dan dapat diterima oleh seluruh pihak.

Dalam praktiknya, gotong royong dapat kita lihat dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Misalnya, dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, gotong royong menjadi sarana untuk mencapai tujuan bersama, yaitu lingkungan yang bersih dan sehat. Dalam konteks pengambilan keputusan di lembaga legislatif, gotong royong tercermin dalam semangat kebersamaan dan saling menghormati antar anggota dewan, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Memahami hubungan antara gotong royong dan contoh sila ke-4 Pancasila sangat penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang harmonis dan demokratis. Dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong, kita dapat memperkuat kebersamaan, mengurangi konflik, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk permusyawaratan dan pengambilan keputusan yang adil dan bijaksana.

Kekeluargaan

Kekeluargaan merupakan nilai luhur budaya Indonesia yang menekankan pada hubungan kekeluargaan yang erat, rasa kebersamaan, dan saling tolong-menolong. Nilai ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan contoh sila ke-4 Pancasila, yang menjunjung tinggi hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Kekeluargaan menjadi landasan penting dalam pelaksanaan musyawarah dan perwakilan yang efektif. Dengan semangat kekeluargaan, setiap anggota masyarakat merasa memiliki hubungan persaudaraan dan saling menghormati. Hal ini mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat secara terbuka, dan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian, tercipta suasana musyawarah yang kondusif, di mana setiap anggota merasa dihargai dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Dalam praktiknya, nilai kekeluargaan dapat kita lihat dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Misalnya, dalam pengambilan keputusan di lembaga adat, nilai kekeluargaan menjadi pedoman utama dalam mencapai mufakat. Para anggota adat bermusyawarah dengan semangat kekeluargaan, saling menghargai pendapat, dan mencari titik temu untuk menghasilkan keputusan yang adil dan bijaksana.

Memahami hubungan antara kekeluargaan dan contoh sila ke-4 Pancasila sangat penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang harmonis dan demokratis. Dengan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kita dapat memperkuat kebersamaan, mengurangi konflik, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk permusyawaratan dan pengambilan keputusan yang adil dan bermartabat.

Demokratis

Demokratis merupakan salah satu nilai fundamental yang terkandung dalam contoh sila ke-4 Pancasila. Nilai ini menekankan pada prinsip pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat secara setara dan adil.

Keterkaitan antara demokrasi dan contoh sila ke-4 Pancasila sangat erat. Demokrasi menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan musyawarah dan perwakilan yang efektif. Melalui mekanisme demokrasi, setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Hal ini menciptakan suasana musyawarah yang inklusif, di mana seluruh aspirasi dan kepentingan masyarakat dapat terakomodasi.

Dalam praktiknya, nilai demokrasi tercermin dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya, dalam sistem pemilihan umum, prinsip demokrasi diterapkan untuk memberikan hak pilih yang sama kepada seluruh warga negara. Selain itu, dalam pengambilan keputusan di lembaga legislatif, mekanisme demokrasi diterapkan melalui sistem suara terbanyak, di mana keputusan diambil berdasarkan pilihan yang didukung oleh mayoritas anggota.

Memahami hubungan antara demokrasi dan contoh sila ke-4 Pancasila sangat penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang harmonis dan demokratis. Dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, kita dapat menciptakan sistem pengambilan keputusan yang adil, berimbang, dan mengakomodasi kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

Keseimbangan

Dalam konteks contoh sila ke-4 Pancasila, keseimbangan merupakan prinsip penting yang harus dijaga dalam proses musyawarah dan perwakilan. Keseimbangan ini meliputi berbagai aspek, antara lain:

  • Keseimbangan Kepentingan

    Dalam musyawarah, setiap peserta harus mempertimbangkan kepentingan pihak lain secara seimbang. Keputusan yang diambil tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak saja, melainkan harus mengakomodasi kepentingan seluruh pihak yang terlibat.

  • Keseimbangan Pendapat

    Setiap pendapat yang dikemukakan dalam musyawarah harus dihargai dan dipertimbangkan secara seimbang. Tidak boleh ada pendapat yang didominasi atau diabaikan, sehingga semua pihak merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

  • Keseimbangan Hak dan Kewajiban

    Dalam proses musyawarah dan perwakilan, setiap peserta memiliki hak dan kewajiban yang seimbang. Hak untuk menyampaikan pendapat harus diimbangi dengan kewajiban untuk menghormati pendapat orang lain. Begitu pula kewajiban untuk mengikuti keputusan yang diambil harus diimbangi dengan hak untuk memberikan masukan dalam proses pengambilan keputusan.

  • Keseimbangan Kekuasaan

    Dalam sistem perwakilan, kekuasaan harus dibagi secara seimbang antara lembaga-lembaga negara. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan bahwa semua lembaga negara dapat menjalankan fungsinya secara efektif.

Dengan menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek tersebut, musyawarah dan perwakilan dapat menghasilkan keputusan yang adil, bijaksana, dan mengakomodasi kepentingan seluruh pihak yang terlibat. Keseimbangan menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan contoh sila ke-4 Pancasila yang menjunjung tinggi hikmat kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.

Tanya Jawab Contoh Sila ke-4 Pancasila

Berikut adalah beberapa tanya jawab terkait contoh Sila ke-4 Pancasila untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya:

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan contoh Sila ke-4 Pancasila?

Jawaban: Contoh Sila ke-4 Pancasila adalah cerminan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam menjalankan musyawarah dan perwakilan, yang mengedepankan hikmat kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.

Pertanyaan 2: Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam contoh Sila ke-4 Pancasila?

Jawaban: Nilai-nilai yang terkandung dalam contoh Sila ke-4 Pancasila meliputi partisipasi aktif, musyawarah mufakat, keputusan bersama, suara terbanyak, kepentingan bersama, toleransi, gotong royong, kekeluargaan, demokratis, dan keseimbangan.

Pertanyaan 3: Bagaimana penerapan contoh Sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat?

Jawaban: Contoh Sila ke-4 Pancasila diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, seperti pengambilan keputusan di lembaga legislatif, pemilihan umum, dan penyelesaian konflik sosial.

Pertanyaan 4: Apa peran musyawarah mufakat dalam contoh Sila ke-4 Pancasila?

Jawaban: Musyawarah mufakat merupakan salah satu nilai penting dalam contoh Sila ke-4 Pancasila, di mana keputusan diambil melalui proses diskusi dan pertukaran pendapat yang mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan.

Pertanyaan 5: Bagaimana prinsip suara terbanyak digunakan dalam contoh Sila ke-4 Pancasila?

Jawaban: Suara terbanyak digunakan sebagai mekanisme pengambilan keputusan ketika musyawarah mufakat tidak mencapai kesepakatan. Keputusan diambil berdasarkan pilihan yang didukung oleh jumlah anggota terbanyak.

Pertanyaan 6: Apa manfaat menerapkan contoh Sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

Jawaban: Menerapkan contoh Sila ke-4 Pancasila membawa banyak manfaat, seperti menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan demokrasi di Indonesia.

Demikianlah beberapa tanya jawab terkait contoh Sila ke-4 Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman penting dalam pengambilan keputusan dan tindakan kita, baik sebagai individu maupun sebagai warga negara.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang penerapan contoh Sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tips Menerapkan Contoh Sila ke-4 Pancasila

Untuk mengimplementasikan nilai-nilai contoh Sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Hadiri Musyawarah Secara Aktif
Berpartisipasilah secara aktif dalam musyawarah dengan menyampaikan pendapat dan mempertimbangkan pendapat orang lain secara objektif.

Tip 2: Utamakan Kepentingan Bersama
Dalam pengambilan keputusan, dahulukan kepentingan masyarakat atau kelompok di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Tip 3: Hargai Perbedaan Pendapat
Hormati dan hargai perbedaan pendapat yang muncul dalam musyawarah, meskipun tidak sesuai dengan pendapat pribadi.

Tip 4: Cari Titik Temu
Upayakan untuk menemukan solusi atau keputusan yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak yang terlibat.

Tip 5: Patuhi Keputusan Musyawarah
Setelah keputusan diambil melalui musyawarah, laksanakan keputusan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Dengan menerapkan tips tersebut, kita dapat mewujudkan nilai-nilai contoh Sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tantangan dan hambatan dalam menerapkan contoh Sila ke-4 Pancasila, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai contoh Sila ke-4 Pancasila telah memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Partisipasi aktif, musyawarah mufakat, dan pengutamaan kepentingan bersama menjadi pilar utama dalam pengambilan keputusan yang adil dan bijaksana. Nilai-nilai ini saling berkaitan dan memperkuat satu sama lain, membentuk landasan bagi masyarakat yang harmonis dan demokratis.

Meski demikian, penerapan contoh Sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan nyata masih menghadapi tantangan. Perbedaan pendapat, kepentingan pribadi, dan ego sektoral terkadang dapat menghambat proses musyawarah dan perwakilan. Untuk mengatasinya, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan mengutamakan kepentingan bersama.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru