Doa Tarawih Witir

Nur Jannah


Doa Tarawih Witir

Doa tarawih witir adalah ibadah yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan setelah shalat Isya. Ibadah ini terdiri dari shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dan shalat witir 3 rakaat. Contohnya, pada malam pertama Ramadan, umat Islam akan melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat dan shalat witir 3 rakaat.

Ibadah tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai penggugur dosa, sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan melatih kesabaran. Sementara itu, shalat witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena dapat menyempurnakan ibadah tarawih dan menjadi penutup amalan pada setiap malam Ramadan.

Dalam sejarahnya, ibadah tarawih witir mengalami perkembangan. Pada masa Rasulullah SAW, ibadah ini dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, seiring berjalannya waktu, ibadah tarawih witir juga dilakukan secara berjamaah di rumah-rumah atau musala.

Doa Tarawih Witir

Aspek-aspek penting dalam doa tarawih witir perlu dipahami untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Berikut adalah 10 aspek kunci yang perlu diperhatikan:

  • Waktu pelaksanaan
  • Jumlah rakaat
  • Tata cara shalat
  • Niat
  • Doa yang dibaca
  • Keutamaan
  • Sunnah yang dianjurkan
  • Hal-hal yang membatalkan
  • Etika berjamaah
  • Hikmah ibadah

Memahami aspek-aspek ini akan membantu umat Islam melaksanakan ibadah tarawih witir dengan benar dan khusyuk. Selain menjalankan syariat, ibadah ini juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan doa tarawih witir memiliki kaitan erat dengan ibadah ini. Tarawih witir dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan setelah shalat Isya. Waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah pukul 22.00 atau 23.00 waktu setempat. Namun, diperbolehkan juga melaksanakannya pada waktu lain setelah shalat Isya hingga sebelum terbit fajar.

Waktu pelaksanaan yang tepat menjadi penting karena doa tarawih witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan melaksanakannya pada waktu yang tepat, umat Islam dapat memperoleh keutamaan dan keberkahan yang lebih besar. Selain itu, waktu pelaksanaan yang tepat juga akan membantu menjaga kekhusyukan dan fokus dalam beribadah.

Dalam praktiknya, waktu pelaksanaan doa tarawih witir dapat bervariasi di setiap daerah atau masjid. Hal ini biasanya disesuaikan dengan kebiasaan dan waktu shalat Isya di masing-masing tempat. Namun, yang terpenting adalah melaksanakannya pada waktu yang tepat dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Jumlah Rakaat

Jumlah rakaat dalam doa tarawih witir memiliki kaitan yang erat dengan ibadah ini. Doa tarawih witir terdiri dari dua bagian, yaitu shalat tarawih dan shalat witir. Shalat tarawih terdiri dari 8, 16, atau 20 rakaat, sedangkan shalat witir terdiri dari 3 rakaat.

Jumlah rakaat dalam doa tarawih witir merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Jumlah rakaat yang tepat akan menentukan sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan. Pelaksanaan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang kurang atau lebih dari ketentuan dapat membatalkan ibadah.

Dalam praktiknya, jumlah rakaat dalam doa tarawih witir dapat bervariasi di setiap daerah atau masjid. Hal ini biasanya disesuaikan dengan kebiasaan dan waktu yang tersedia. Namun, yang terpenting adalah melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat dan dengan jumlah rakaat yang benar.

Memahami jumlah rakaat dalam doa tarawih witir akan membantu umat Islam melaksanakan ibadah ini dengan benar dan sah. Selain itu, pemahaman ini juga akan menambah pengetahuan dan wawasan tentang ajaran Islam.

Tata Cara Shalat

Tata cara shalat merupakan aspek yang sangat penting dalam doa tarawih witir. Tata cara shalat yang benar dan sesuai dengan tuntunan syariat akan menentukan sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan. Pelaksanaan shalat tarawih witir dengan tata cara yang salah dapat membatalkan ibadah dan mengurangi pahala yang diperoleh.

Tata cara shalat tarawih witir pada dasarnya sama dengan tata cara shalat pada umumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan dan kekhususan dalam pelaksanaannya. Perbedaan tersebut terletak pada jumlah rakaat, niat, dan doa yang dibaca. Tata cara shalat tarawih witir dapat dipelajari melalui berbagai sumber, seperti buku panduan ibadah, ustaz, atau mengikuti imam di masjid.

Memahami dan melaksanakan tata cara shalat tarawih witir dengan benar memiliki banyak manfaat. Selain ibadah yang sah dan diterima, tata cara shalat yang benar juga akan membantu meningkatkan kekhusyukan dan fokus dalam beribadah. Selain itu, tata cara shalat yang benar juga akan menjadi contoh yang baik bagi orang lain, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

Dengan demikian, mempelajari dan memahami tata cara shalat tarawih witir menjadi sangat penting bagi setiap umat Islam. Melalui pemahaman yang benar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih witir dengan baik dan sesuai dengan tuntunan syariat, sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang maksimal.

Niat

Niat merupakan salah satu unsur penting dalam beribadah, termasuk dalam doa tarawih witir. Niat adalah tujuan atau kehendak hati untuk melakukan suatu ibadah. Dalam doa tarawih witir, niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan. Niat harus diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat dan harus sesuai dengan tata cara yang benar.

Niat dalam doa tarawih witir biasanya diucapkan sebagai berikut: “Ushalli sunnatal tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala.” Artinya, “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah “. Niat ini diucapkan dalam hati dengan khusyuk dan tulus.

Memahami hubungan antara niat dan doa tarawih witir memiliki banyak manfaat. Pertama, dapat membantu umat Islam untuk melaksanakan ibadah dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Kedua, dapat meningkatkan kekhusyukan dan fokus dalam beribadah. Ketiga, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan.

Dengan demikian, memahami dan melaksanakan niat dalam doa tarawih witir menjadi sangat penting bagi setiap umat Islam. Melalui pemahaman yang benar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih witir dengan baik dan sesuai dengan tuntunan syariat, sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang maksimal.

Doa yang Dibaca

Doa yang dibaca merupakan salah satu aspek penting dalam doa tarawih witir. Doa-doa ini dipanjatkan pada saat-saat tertentu dalam shalat, seperti pada rakaat pertama, rakaat terakhir, dan setelah salam. Doa-doa tersebut berisi permohonan ampunan, perlindungan, dan limpahan rahmat dari Allah SWT.

  • Doa Iftitah

    Doa iftitah dibaca pada rakaat pertama setiap shalat tarawih. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT untuk membukakan pintu rahmat dan ampunan.

  • Doa Qunut

    Doa qunut dibaca pada rakaat terakhir setiap shalat witir. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan pertolongan dan perlindungan dari segala keburukan.

  • Doa Setelah Salam

    Doa setelah salam dibaca setelah salam pada setiap shalat tarawih dan witir. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa.

Membaca doa-doa tersebut dengan benar dan khusyuk dapat meningkatkan kualitas ibadah doa tarawih witir. Selain itu, doa-doa ini juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon limpahan rahmat-Nya.

Keutamaan

Doa tarawih witir memiliki banyak keutamaan yang dapat diperoleh oleh umat Islam yang melaksanakannya. Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi umat Islam untuk senantiasa menghidupkan malam-malam Ramadan dengan doa tarawih witir.

  • Pengampunan Dosa

    Salah satu keutamaan doa tarawih witir adalah dapat menjadi penggugur dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih karena iman dan mencari pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

  • Pahala yang Berlipat Ganda

    Doa tarawih witir juga memiliki keutamaan pahala yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang shalat malam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)

  • Meningkatkan Derajat di Sisi Allah SWT

    Doa tarawih witir dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shalat malam Ramadan, maka Allah akan mengangkat derajatnya sebanyak seratus derajat pada hari kiamat nanti.” (HR. Ahmad)

  • Menjadi Bekal di Akhirat

    Doa tarawih witir dapat menjadi bekal yang berharga di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shalat malam Ramadan, maka akan diberi keutamaan oleh Allah SWT di hari kiamat dan akan diselamatkan dari api neraka.” (HR. Tirmidzi)

Dengan memahami keutamaan-keutamaan doa tarawih witir, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk melaksanakannya dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Keutamaan-keutamaan ini menjadi bukti nyata kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

Sunnah yang Dianjurkan

Sunnah yang dianjurkan merupakan amalan-amalan yang disarankan oleh Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah doa tarawih witir. Mengamalkan sunnah-sunnah ini akan menambah keutamaan dan kesempurnaan ibadah yang dilakukan.

  • Membaca Doa Iftitah

    Membaca doa iftitah pada rakaat pertama setiap shalat tarawih dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Doa iftitah berisi permohonan kepada Allah SWT untuk membukakan pintu rahmat dan ampunan.

  • Membaca Doa Qunut

    Membaca doa qunut pada rakaat terakhir setiap shalat witir juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Doa qunut berisi permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan pertolongan dan perlindungan dari segala keburukan.

  • Melakukan I’tikaf di Masjid

    I’tikaf di masjid selama bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam terakhir, merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Bersedekah

    Bersedekah di bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam doa tarawih witir, sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bersedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat memberikan pahala yang besar.

Mengamalkan sunnah-sunnah yang dianjurkan dalam doa tarawih witir dapat meningkatkan kualitas dan keutamaan ibadah yang dilakukan. Selain itu, mengamalkan sunnah-sunnah ini juga merupakan bentuk ketaatan kepada Rasulullah SAW dan kecintaan kepada Allah SWT.

Hal-hal yang Membatalkan

Dalam melaksanakan doa tarawih witir, terdapat beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah, sehingga perlu diperhatikan agar ibadah yang dilakukan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.

  • Keluar dari Masjid

    Salah satu hal yang dapat membatalkan doa tarawih witir adalah keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak. Keluar dari masjid dapat membatalkan shalat, termasuk shalat tarawih dan witir.

  • Berbicara atau Bercanda

    Berbicara atau bercanda saat shalat dapat membatalkan shalat, termasuk shalat tarawih dan witir. Hal ini karena berbicara atau bercanda dapat mengganggu kekhusyukan shalat.

  • Makan atau Minum

    Makan atau minum saat shalat juga dapat membatalkan shalat, termasuk shalat tarawih dan witir. Hal ini karena makan atau minum dapat membatalkan wudhu, yang merupakan syarat sah shalat.

  • Tertawa Terbahak-bahak

    Tertawa terbahak-bahak saat shalat dapat membatalkan shalat, termasuk shalat tarawih dan witir. Hal ini karena tertawa terbahak-bahak dapat mengganggu kekhusyukan shalat.

Dengan memahami hal-hal yang dapat membatalkan doa tarawih witir, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan khusyuk, sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang maksimal.

Etika Berjamaah

Etika berjamaah merupakan tata cara atau adab dalam beribadah secara berjamaah. Dalam doa tarawih witir, etika berjamaah sangat penting untuk dijaga agar ibadah dapat berjalan dengan baik, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan syariat. Etika berjamaah mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga ketenangan, ketertiban, hingga menghormati sesama jamaah.

Salah satu aspek penting dalam etika berjamaah adalah menjaga ketenangan dan ketertiban. Hal ini dapat dilakukan dengan menghindari berbicara atau bercanda saat shalat, tidak keluar masuk masjid tanpa keperluan yang mendesak, dan tidak membuat keributan yang dapat mengganggu kekhusyukan jamaah lain.

Selain itu, menghormati sesama jamaah juga merupakan bagian penting dari etika berjamaah. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan ruang yang cukup bagi jamaah lain, tidak mendahului imam, dan tidak bersikap sombong atau merasa lebih baik dari jamaah lainnya. Dengan menjaga etika berjamaah, maka doa tarawih witir akan menjadi ibadah yang khusyuk, nyaman, dan bernilai ibadah yang tinggi.

Hikmah Ibadah

Setiap ibadah yang dilakukan oleh umat Islam memiliki hikmah atau tujuan tertentu. Demikian juga dengan doa tarawih witir yang dilaksanakan pada bulan Ramadan. Hikmah ibadah doa tarawih witir sangat banyak, baik untuk individu maupun masyarakat.

Salah satu hikmah ibadah doa tarawih witir adalah sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui ibadah ini, umat Islam dapat lebih mendekatkan diri kepada-Nya, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat, dan memohon keberkahan serta rahmat dari-Nya.

Selain itu, doa tarawih witir juga memiliki hikmah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam. Ketika melaksanakan ibadah ini secara berjamaah, umat Islam dapat saling bertemu, bertegur sapa, dan menjalin ukhuwah islamiyah. Hal ini tentunya sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Dengan memahami hikmah ibadah doa tarawih witir, diharapkan umat Islam dapat semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh khusyuk dan ikhlas. Melalui ibadah ini, umat Islam tidak hanya dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Tanya Jawab Seputar Doa Tarawih Witir

Tanya jawab berikut akan membahas beberapa pertanyaan umum dan penting terkait doa tarawih witir, ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan.

Pertanyaan 1: Apa itu doa tarawih witir?

Jawaban: Doa tarawih witir adalah ibadah gabungan antara shalat tarawih dan shalat witir yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan setelah shalat Isya.

Pertanyaan 2: Berapa jumlah rakaat dalam doa tarawih witir?

Jawaban: Doa tarawih witir terdiri dari 23 rakaat, yaitu 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

Pertanyaan 3: Kapan waktu pelaksanaan doa tarawih witir?

Jawaban: Doa tarawih witir dilaksanakan setelah shalat Isya hingga sebelum waktu subuh.

Pertanyaan 4: Apa saja keutamaan doa tarawih witir?

Jawaban: Keutamaan doa tarawih witir antara lain mendapat pengampunan dosa, pahala yang berlipat ganda, peningkatan derajat di sisi Allah SWT, dan menjadi bekal di akhirat.

Pertanyaan 5: Apa saja sunnah yang dianjurkan dalam doa tarawih witir?

Jawaban: Sunnah yang dianjurkan dalam doa tarawih witir antara lain membaca doa iftitah, doa qunut, melakukan i’tikaf di masjid, dan bersedekah.

Pertanyaan 6: Apa saja hal yang membatalkan doa tarawih witir?

Jawaban: Hal-hal yang membatalkan doa tarawih witir antara lain keluar dari masjid tanpa keperluan mendesak, berbicara atau bercanda, makan atau minum, dan tertawa terbahak-bahak.

Dengan memahami tanya jawab di atas, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah doa tarawih witir dengan baik dan benar, sehingga dapat memperoleh keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Selanjutnya, kita akan membahas mengenai hikmah atau manfaat ibadah doa tarawih witir bagi individu dan masyarakat.

Tips dalam Melaksanakan Doa Tarawih Witir

Berikut ini adalah beberapa tips dalam melaksanakan doa tarawih witir agar menjadi ibadah yang berkualitas dan bermakna:

Niatkan dengan ikhlas: Niatkan ibadah tarawih witir semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dilihat atau dipuji orang lain.

Berwudhu dengan sempurna: Pastikan berwudhu dengan sempurna sebelum melaksanakan shalat tarawih witir, karena wudhu merupakan syarat sah shalat.

Datang ke masjid lebih awal: Datang ke masjid lebih awal untuk mendapatkan saf yang lebih dekat dengan imam, sehingga dapat mengikuti gerakan dan bacaan imam dengan baik.

Khushu’ dan fokus: Beribadahlah dengan khusyuk dan fokus, hindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan, seperti berbicara atau bermain handphone.

Tadarus Al-Qur’an: Sempatkan waktu untuk membaca atau mendengarkan tadarus Al-Qur’an sebelum atau sesudah melaksanakan shalat tarawih witir.

Berdoa dan berzikir: Perbanyak doa dan zikir setelah selesai shalat, baik doa yang terdapat dalam sunnah maupun doa pribadi.

Jaga etika berjamaah: Jaga etika berjamaah dengan tidak mengganggu jamaah lain, seperti berbicara atau bercanda saat shalat.

Manfaatkan waktu dengan baik: Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah dan meningkatkan kualitas keimanan.

Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan doa tarawih witir dengan baik dan benar, sehingga dapat memperoleh keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Melaksanakan doa tarawih witir dengan ikhlas dan khusyuk merupakan salah satu wujud rasa syukur kita atas datangnya bulan yang suci ini.

Tips-tips di atas juga menjadi bekal penting untuk mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadan. Dengan memahami dan mengamalkan tips-tips ini, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memperoleh keberkahan yang melimpah di bulan yang penuh berkah ini.

Kesimpulan

Doa tarawih witir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan, dengan berbagai keutamaan dan hikmah bagi pelakunya. Pemahaman yang benar tentang aspek-aspek ibadah ini, seperti waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, tata cara shalat, niat, doa yang dibaca, sunnah yang dianjurkan, hal-hal yang membatalkan, etika berjamaah, dan hikmah ibadah, sangat penting untuk melaksanakannya dengan baik dan khusyuk.

Beberapa poin utama yang saling terkait dalam ibadah doa tarawih witir antara lain:

  1. Doa tarawih witir terdiri dari shalat tarawih 20 rakaat dan shalat witir 3 rakaat, dengan waktu pelaksanaan setelah shalat Isya hingga sebelum subuh.
  2. Ibadah ini memiliki keutamaan berupa pengampunan dosa, pahala yang berlipat ganda, peningkatan derajat di sisi Allah SWT, dan menjadi bekal di akhirat.
  3. Dalam pelaksanaannya, terdapat sunnah yang dianjurkan seperti membaca doa iftitah dan doa qunut, serta etika berjamaah yang harus dijaga agar ibadah berjalan dengan baik dan khusyuk.

Ibadah doa tarawih witir menjadi salah satu sarana penting untuk meningkatkan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya, semoga kita dapat memperoleh keberkahan dan pahala yang melimpah di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru