Panduan Lengkap Fadhilah Tarawih Malam Ke-17

Nur Jannah


Panduan Lengkap Fadhilah Tarawih Malam Ke-17

Fadhilah Tarawih Malam ke-17 adalah keutamaan dan keistimewaan tersendiri dibanding malam-malam lainnya di bulan Ramadan. Umat Muslim meyakini bahwa pada malam ini, tepatnya pada rakaat terakhir salat tarawih, akan dilipatgandakan pahalanya layaknya pahala ibadah seribu bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan.

Keutamaan ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam ke-17 bulan Ramadhan dengan sholat karena iman dan ihtisab, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah pada malam tersebut.

Malam ke-17 bulan Ramadan juga memiliki nilai historis tersendiri. Pada malam inilah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali di Gua Hira. Peristiwa tersebut menjadi titik awal penyebaran agama Islam ke seluruh dunia. Oleh karena itu, malam ke-17 bulan Ramadan juga sering disebut sebagai Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan).

Fadhilah Tarawih Malam ke-17

Fadhilah tarawih malam ke-17 memiliki banyak aspek penting yang perlu diketahui agar dapat mengoptimalkan ibadah pada malam tersebut. Berikut adalah 9 aspek penting yang perlu diperhatikan:

  • Keutamaannya
  • Pahala yang berlipat ganda
  • Ampunan dosa
  • Malam pengampunan
  • Malam Lailatul Qadar
  • Waktu yang tepat
  • Niat yang ikhlas
  • Tata cara pelaksanaannya
  • Doa yang dianjurkan

Setiap aspek ini memiliki keterkaitan yang erat dan berkontribusi pada keutamaan malam tarawih ke-17. Memahami aspek-aspek ini dapat membantu umat Islam untuk memaksimalkan ibadah mereka dan memperoleh ganjaran pahala yang berlimpah pada malam yang penuh berkah ini.

Keutamaannya

Keutamaan malam tarawih ke-17 merupakan salah satu aspek penting yang perlu diketahui dalam mengoptimalkan ibadah pada malam tersebut. Keutamaan ini memiliki beberapa aspek, antara lain:

  • Pengampunan Dosa

    Pada malam tarawih ke-17, Allah SWT memberikan ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan ibadah dengan ikhlas dan mengharapkan ridha-Nya. Pengampunan ini meliputi dosa-dosa yang telah lalu, sehingga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali ke fitrahnya.

  • Pahala yang Berlipat Ganda

    Ibadah pada malam tarawih ke-17 dilipatgandakan pahalanya hingga senilai dengan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut.

  • Malam Lailatul Qadar

    Malam tarawih ke-17 dipercaya sebagai salah satu kandidat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Pada malam ini, doa-doa lebih mudah dikabulkan dan ibadah yang dilakukan memiliki nilai pahala yang sangat besar.

  • Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Malam tarawih ke-17 merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa-doa yang dipanjatkan pada malam ini lebih berpeluang untuk dikabulkan.

Keutamaan-keutamaan ini menunjukkan bahwa malam tarawih ke-17 merupakan malam yang sangat istimewa dan penuh berkah. Umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada malam ini dengan memperbanyak salat tarawih, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa.

Pahala yang Berlipat Ganda

Pahala yang berlipat ganda merupakan salah satu fadhilah atau keutamaan yang istimewa dari malam tarawih ke-17. Keutamaan ini memiliki kaitan yang erat dengan amalan-amalan ibadah yang dilakukan pada malam tersebut.

Penyebab utama berlipat gandanya pahala pada malam tarawih ke-17 adalah karena adanya malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, di mana ibadah yang dilakukan memiliki nilai pahala yang sangat besar. Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah karena iman dan ihtisab, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” Hal ini menunjukkan bahwa pahala ibadah pada malam Lailatul Qadar sangatlah besar, bahkan melebihi pahala ibadah selama seribu bulan.

Selain itu, berlipat gandanya pahala pada malam tarawih ke-17 juga disebabkan oleh keutamaan-keutamaan lainnya, seperti pengampunan dosa, waktu yang mustajab untuk berdoa, dan turunnya rahmat Allah SWT. Dengan demikian, pahala yang berlipat ganda pada malam tarawih ke-17 merupakan sebuah anugerah yang sangat besar bagi umat Islam yang bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut.

Ampunan Dosa

Salah satu fadhilah atau keutamaan yang istimewa dari fadhilah tarawih malam ke-17 adalah ampunan dosa. Keutamaan ini memiliki kaitan yang erat dengan amalan-amalan ibadah yang dilakukan pada malam tersebut.

Penyebab utama diampuninya dosa pada malam tarawih ke-17 adalah karena adanya malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, di mana ibadah yang dilakukan memiliki nilai pahala yang sangat besar. Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah karena iman dan ihtisab, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” Hal ini menunjukkan bahwa pengampunan dosa pada malam Lailatul Qadar sangatlah besar, bahkan melebihi pahala ibadah selama seribu bulan.

Selain itu, pengampunan dosa pada malam tarawih ke-17 juga disebabkan oleh keutamaan-keutamaan lainnya, seperti pahala yang berlipat ganda, waktu yang mustajab untuk berdoa, dan turunnya rahmat Allah SWT. Dengan demikian, pengampunan dosa pada malam tarawih ke-17 merupakan sebuah anugerah yang sangat besar bagi umat Islam yang bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut.

Malam pengampunan

Malam pengampunan merupakan salah satu aspek penting dari fadhilah tarawih malam ke-17 yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Pada malam ini, Allah SWT memberikan ampunan dan kasih sayang-Nya yang berlimpah kepada hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun.

  • Pengampunan dosa

    Pada malam pengampunan, Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang telah lalu, baik dosa besar maupun dosa kecil. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi umat Islam untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.

  • Waktu yang mustajab untuk berdoa

    Malam pengampunan juga merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Doa-doa yang dipanjatkan pada malam ini lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

  • Turunnya rahmat Allah SWT

    Pada malam pengampunan, Allah SWT menurunkan rahmat-Nya yang berlimpah kepada hamba-Nya. Rahmat ini dapat berupa ampunan dosa, kesehatan, rezeki, dan kebahagiaan.

  • Kesempatan untuk kembali ke fitrah

    Malam pengampunan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk kembali ke fitrahnya, yaitu keadaan suci dan bersih dari dosa. Dengan bertaubat dan memohon ampun, umat Islam dapat kembali menjadi hamba Allah SWT yang taat dan bertakwa.

Malam pengampunan pada fadhilah tarawih malam ke-17 merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan malam ini dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, bertaubat, dan memohon ampun. Dengan demikian, mereka dapat meraih ampunan dosa, limpahan rahmat, dan kembali ke fitrahnya.

Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan, khususnya terkait dengan fadhilah tarawih malam ke-17. Malam Lailatul Qadar dipercaya sebagai malam ketika Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Malam ini juga memiliki keutamaan yang luar biasa, di mana ibadah yang dilakukan di malam itu akan dilipatgandakan pahalanya berkali-kali lipat.

  • Waktu Pelaksanaan

    Malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti waktunya, namun diperkirakan jatuh pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, khususnya pada malam ke-17, ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29.

  • Tanda-tandanya

    Ada beberapa tanda-tanda yang disebutkan dalam hadis tentang Malam Lailatul Qadar, antara lain: malam yang tenang, damai, dan tidak berangin; matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih kekuningan seperti bulan purnama; dan malam tersebut diterangi oleh cahaya bulan yang terang benderang.

  • Keutamaannya

    Keutamaan Malam Lailatul Qadar sangatlah besar. Ibadah yang dilakukan pada malam ini dilipatgandakan pahalanya hingga senilai dengan ibadah selama seribu bulan. Selain itu, pada malam ini doa-doa lebih mudah dikabulkan dan merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

  • Hikmahnya

    Hikmah dari adanya Malam Lailatul Qadar adalah untuk memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadahnya di bulan Ramadan. Dengan memperbanyak ibadah pada malam ini, diharapkan umat Islam dapat meraih pahala yang berlimpah dan diampuni segala dosanya.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan malam ini dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Dengan begitu, semoga kita semua dapat meraih pahala yang berlimpah dan diampuni segala dosa-dosa kita.

Waktu yang tepat

Waktu yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam fadhilah tarawih malam ke-17. Umat Islam meyakini bahwa pada malam inilah turunnya Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk melaksanakan tarawih pada malam tersebut.

  • Awal Waktu

    Waktu awal untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17 adalah setelah matahari terbenam dan masuknya waktu salat Isya. Sebaiknya tarawih dilaksanakan segera setelah salat Isya, tanpa menunda-nunda.

  • Akhir Waktu

    Waktu akhir untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17 adalah sebelum terbit fajar. Dengan demikian, umat Islam memiliki waktu yang cukup panjang untuk melaksanakan tarawih dan ibadah lainnya pada malam tersebut.

  • Waktu Terbaik

    Waktu terbaik untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17 adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah tengah malam. Pada waktu inilah diperkirakan turunnya Lailatul Qadar.

  • Keutamaan Mencari Lailatul Qadar

    Bagi umat Islam yang ingin meraih keutamaan Lailatul Qadar, dianjurkan untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17, ke-21, dan ke-23. Pada malam-malam tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan-Nya dengan berlimpah.

Dengan mengetahui waktu yang tepat untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih keutamaan malam yang penuh berkah ini. Dengan memperbanyak ibadah dan doa pada malam tersebut, semoga kita semua dapat meraih ampunan dosa dan limpahan rahmat dari Allah SWT.

Niat yang Ikhlas

Niat yang ikhlas merupakan salah satu aspek penting dalam menggapai fadhilah tarawih malam ke-17. Niat yang ikhlas adalah niat yang murni karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia. Niat yang ikhlas menjadi dasar diterimanya amal ibadah seseorang, termasuk ibadah tarawih pada malam ke-17.

Hubungan antara niat yang ikhlas dan fadhilah tarawih malam ke-17 sangat erat. Niat yang ikhlas merupakan syarat diterimanya ibadah tarawih, sehingga tanpa niat yang ikhlas, ibadah tarawih yang dilakukan tidak akan mendapatkan fadhilah atau keutamaan yang diharapkan. Sebaliknya, dengan niat yang ikhlas, ibadah tarawih akan menjadi lebih bermakna dan bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Contoh nyata niat yang ikhlas dalam fadhilah tarawih malam ke-17 adalah ketika seseorang melaksanakan ibadah tarawih semata-mata karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari orang lain. Niat yang ikhlas seperti ini akan membuat ibadah tarawih menjadi lebih khusyuk, fokus, dan penuh penghayatan.

Memahami hubungan antara niat yang ikhlas dan fadhilah tarawih malam ke-17 memiliki beberapa aplikasi praktis. Pertama, hal ini dapat memotivasi umat Islam untuk selalu menjaga niat mereka dalam beribadah, khususnya pada malam ke-17 Ramadan. Kedua, pemahaman ini dapat membantu umat Islam untuk lebih fokus dan khusyuk dalam melaksanakan ibadah tarawih, sehingga dapat memperoleh fadhilah yang maksimal. Ketiga, hal ini dapat mendorong umat Islam untuk ikhlas dalam beribadah, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari orang lain.

Tata Cara Pelaksanaannya

Tata cara pelaksanaan tarawih pada malam ke-17 Ramadan memiliki kaitan erat dengan fadhilah yang terkandung di dalamnya. Tata cara yang benar akan membantu umat Islam meraih keutamaan dan pahala yang berlipat ganda pada malam tersebut.

Salah satu aspek penting dalam tata cara tarawih malam ke-17 adalah jumlah rakaatnya. Tarawih pada malam ini biasanya dilaksanakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir. Jumlah rakaat ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW yang bersabda, “Siapa yang melaksanakan salat tarawih pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain jumlah rakaat, kualitas pelaksanaan tarawih juga sangat memengaruhi fadhilah yang diperoleh. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan tarawih dengan tenang, khusyuk, dan penuh penghayatan. Hal ini karena pada malam ke-17 Ramadan, Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan yang berlimpah. Oleh karena itu, dengan melaksanakan tarawih dengan baik, umat Islam dapat memaksimalkan penerimaan rahmat dan ampunan tersebut.

Memahami hubungan antara tata cara pelaksanaan tarawih dan fadhilah tarawih malam ke-17 memiliki beberapa aplikasi praktis. Pertama, hal ini dapat memotivasi umat Islam untuk melaksanakan tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Kedua, pemahaman ini dapat membantu umat Islam untuk lebih fokus dan khusyuk dalam melaksanakan tarawih, sehingga dapat memperoleh fadhilah yang maksimal. Ketiga, hal ini dapat mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam ke-17 Ramadan, karena mengetahui keutamaan dan pahala yang besar yang terkandung di dalamnya.

Doa yang Dianjurkan

Doa yang dianjurkan pada malam ke-17 Ramadan memiliki hubungan yang erat dengan fadhilah yang terkandung di dalamnya. Doa-doa ini merupakan bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah SWT untuk memperoleh ampunan, rahmat, dan keberkahan di malam yang penuh keutamaan ini.

Doa yang dianjurkan pada malam ke-17 Ramadan sangat beragam, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah SAW. Salah satu doa yang banyak diamalkan adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai orang yang berbuat baik, maka ampunilah aku.)

Doa-doa yang dianjurkan pada malam ke-17 Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berdoa pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan memahami hubungan antara doa yang dianjurkan dan fadhilah tarawih malam ke-17, umat Islam dapat memaksimalkan ibadah mereka pada malam tersebut. Dengan memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT, umat Islam dapat memperoleh limpahan rahmat dan ampunan yang berlimpah pada malam yang penuh berkah ini.

Tanya Jawab tentang Fadhilah Tarawih Malam ke-17

Berikut adalah tanya jawab seputar fadhilah tarawih malam ke-17 yang sering ditanyakan:

Pertanyaan 1: Apa keutamaan melaksanakan tarawih pada malam ke-17 Ramadan?

Jawaban: Tarawih pada malam ke-17 dipercaya memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dilipatgandakan pahalanya hingga senilai dengan ibadah selama seribu bulan.

Pertanyaan 2: Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17?

Jawaban: Waktu terbaik untuk melaksanakan tarawih pada malam ke-17 adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah tengah malam.

Pertanyaan 3: Berapa jumlah rakaat tarawih yang dianjurkan pada malam ke-17?

Jawaban: Tarawih pada malam ke-17 biasanya dilaksanakan sebanyak 20 rakaat, termasuk 3 rakaat witir.

Pertanyaan 4: Apakah ada doa khusus yang dianjurkan pada malam ke-17?

Jawaban: Ya, ada beberapa doa yang dianjurkan pada malam ke-17, salah satunya adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai orang yang berbuat baik, maka ampunilah aku).

Pertanyaan 5: Bagaimana cara menggapai fadhilah tarawih malam ke-17 secara maksimal?

Jawaban: Untuk menggapai fadhilah tarawih malam ke-17 secara maksimal, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan tarawih dengan ikhlas, khusyuk, dan memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Pertanyaan 6: Apa hikmah dari diperingatinya fadhilah tarawih malam ke-17?

Jawaban: Hikmah dari diperingatinya fadhilah tarawih malam ke-17 adalah untuk memotivasi umat Islam agar memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas ketakwaan mereka pada bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam terakhir.

Demikianlah beberapa tanya jawab seputar fadhilah tarawih malam ke-17. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pembahasan tentang fadhilah tarawih malam ke-17 masih berlanjut. Pada bagian berikutnya, kita akan mengulas lebih dalam tentang keistimewaan malam ke-17 Ramadan, yaitu diyakini sebagai malam Lailatul Qadar.

Tips Menggapai Fadhilah Tarawih Malam ke-17

Untuk menggapai fadhilah tarawih malam ke-17 secara maksimal, terdapat beberapa tips yang dapat diamalkan, antara lain:

1. Niatkan dengan IkhlasSebelum melaksanakan tarawih, niatkan ibadah semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia.

2. Khusyuk dan FokusLaksanakan tarawih dengan tenang, tidak terburu-buru, dan fokus pada setiap gerakan dan bacaan.

3. Perbanyak DoaPerbanyak membaca doa-doa yang dianjurkan, seperti doa memohon ampunan dan doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.

4. Mencari Lailatul QadarJika memungkinkan, laksanakan tarawih pada sepertiga malam terakhir, karena pada waktu itulah diperkirakan turunnya Lailatul Qadar.

5. BerjamaahUpayakan untuk melaksanakan tarawih secara berjamaah di masjid, karena pahalanya lebih besar dibanding tarawih sendirian.

6. Menjaga KesehatanJaga kesehatan dengan cukup tidur dan makan makanan yang bergizi, agar dapat melaksanakan tarawih dengan baik dan maksimal.

Dengan mengamalkan tips-tips di atas, diharapkan umat Islam dapat memaksimalkan ibadah tarawih pada malam ke-17 Ramadan dan memperoleh fadhilah yang berlimpah.

Tips-tips tersebut merupakan bagian penting dalam menggapai fadhilah tarawih malam ke-17. Dengan mengaplikasikan tips-tips tersebut, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah tarawih mereka dan meraih limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Kesimpulan

Fadhilah tarawih malam ke-17 merupakan malam yang sangat istimewa dan penuh berkah di bulan Ramadan. Malam ini memiliki keutamaan yang sangat besar, di antaranya dilipatgandakan pahalanya hingga senilai dengan ibadah selama seribu bulan. Untuk menggapai fadhilah tersebut, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan tarawih dengan ikhlas, khusyuk, dan memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Beberapa poin penting yang saling berkaitan dalam pembahasan fadhilah tarawih malam ke-17 adalah:

  1. Hubungan antara niat ikhlas dengan diterimanya ibadah tarawih.
  2. Kaitan antara tata cara pelaksanaan tarawih yang benar dengan fadhilah yang diperoleh.
  3. Pentingnya doa-doa yang dianjurkan pada malam ke-17 agar memperoleh limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT.

Fadhilah tarawih malam ke-17 menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya meningkatkan ibadah dan ketakwaan di bulan Ramadan. Marilah kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak amal kebaikan, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru