Panduan Lengkap Hukum Salat Tarawih di Rumah untuk Ramadan Berkah

Nur Jannah


Panduan Lengkap Hukum Salat Tarawih di Rumah untuk Ramadan Berkah

Hukum solat tarawih di rumah adalah hukum boleh atau sunnah. Solat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan. Hukum solat tarawih di rumah ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat tarawih pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Solat tarawih di rumah memiliki banyak manfaat, di antaranya: lebih khusyuk dan tenang, dapat dilakukan kapan saja, tidak perlu berdesak-desakan, dan dapat menghemat waktu dan tenaga. Selain itu, solat tarawih di rumah juga memiliki sejarah yang panjang. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, solat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, solat tarawih mulai dilakukan di rumah-rumah karena khawatir akan terjadi fitnah dan kemaksiatan.

Dalam perkembangannya, hukum solat tarawih di rumah tetap diperbolehkan dan menjadi salah satu pilihan bagi umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah sunnah ini. Solat tarawih di rumah dapat dilakukan secara individu atau berjamaah bersama keluarga. Namun, perlu diperhatikan bahwa solat tarawih di rumah tidak mengurangi pahala dan keutamaan dari solat tarawih yang dilakukan di masjid.

hukum solat tarawih di rumah

Hukum solat tarawih di rumah memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek ini meliputi:

  • Waktu pelaksanaan
  • Tempat pelaksanaan
  • Jumlah rakaat
  • Tata cara pelaksanaan
  • Niat
  • Keutamaan
  • Hukum bagi wanita
  • Hukum bagi musafir
  • Hukum bagi orang sakit
  • Hikmah

Waktu pelaksanaan solat tarawih di rumah adalah pada malam hari di bulan Ramadan, setelah shalat Isya. Tempat pelaksanaannya dapat dilakukan di mana saja, baik di masjid, musala, maupun di rumah. Jumlah rakaat solat tarawih minimal 2 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Tata cara pelaksanaannya sama dengan shalat sunnah pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat, kemudian takbiratul ihram, membaca surah Al-Fatihah dan surah-surah lainnya, rukuk, sujud, dan diakhiri dengan salam. Niat solat tarawih adalah untuk menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah salat sunnah. Keutamaan solat tarawih di rumah adalah dapat dilakukan dengan lebih tenang dan khusyuk, sehingga pahalanya lebih besar.

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan solat tarawih di rumah memiliki kaitan erat dengan hukum solat tarawih di rumah. Solat tarawih hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Waktu pelaksanaan solat tarawih adalah pada malam hari di bulan Ramadan, setelah shalat Isya. Waktu ini dipilih karena pada malam hari, suasana lebih tenang dan khusyuk, sehingga lebih kondusif untuk beribadah.

Solat tarawih dapat dilaksanakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. Jika dilaksanakan secara berjamaah, maka waktu pelaksanaannya biasanya dimulai setelah shalat Isya berjamaah. Namun, jika dilaksanakan sendiri-sendiri, maka waktu pelaksanaannya dapat lebih fleksibel, yaitu setelah shalat Isya hingga menjelang waktu imsak.

Bagi sebagian orang, waktu pelaksanaan solat tarawih di rumah menjadi pertimbangan penting. Hal ini karena pada bulan Ramadan, biasanya banyak kegiatan yang harus dilakukan, seperti buka puasa bersama, tadarus Al-Qur’an, dan lain-lain. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan solat tarawih yang fleksibel menjadi solusi bagi mereka yang ingin tetap melaksanakan ibadah sunnah ini di tengah kesibukan.

Tempat pelaksanaan

Tempat pelaksanaan solat tarawih memiliki kaitan erat dengan hukum solat tarawih di rumah. Hukum solat tarawih di rumah adalah hukum boleh atau sunnah. Artinya, solat tarawih boleh dilakukan di rumah atau di masjid. Namun, lebih utama dilakukan di masjid karena memiliki keutamaan yang lebih besar.

Jika solat tarawih dilakukan di rumah, maka harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu:

  1. Dilakukan dengan tertib dan teratur.
  2. Tidak mengganggu orang lain.
  3. Tidak dilakukan dengan riya’ (pamer).

Tempat pelaksanaan solat tarawih di rumah dapat dilakukan di ruang tamu, kamar tidur, atau tempat lain yang bersih dan tenang. Yang terpenting, tempat tersebut memungkinkan untuk melaksanakan solat dengan khusyuk dan nyaman.

Dalam praktiknya, banyak umat Islam yang memilih untuk melaksanakan solat tarawih di rumah karena berbagai alasan, seperti:

  • Lebih nyaman dan tenang.
  • Tidak perlu berdesak-desakan di masjid.
  • Lebih fleksibel dalam mengatur waktu.
  • Dapat dilakukan bersama keluarga.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa keutamaan solat tarawih di masjid tetap lebih besar daripada di rumah. Hal ini karena solat tarawih di masjid memiliki nilai sosial dan kebersamaan yang lebih tinggi.

Jumlah rakaat

Jumlah rakaat dalam solat tarawih di rumah memiliki kaitan erat dengan hukum solat tarawih di rumah. Hukum solat tarawih di rumah adalah hukum boleh atau sunnah. Artinya, solat tarawih boleh dilakukan dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia.

  • Minimal 2 rakaat

    Jumlah rakaat solat tarawih yang paling minimal adalah 2 rakaat. Ini sesuai dengan jumlah rakaat pada solat sunnah pada umumnya.

  • Maksimal 20 rakaat

    Jumlah rakaat solat tarawih yang paling maksimal adalah 20 rakaat. Ini sesuai dengan jumlah rakaat solat tarawih yang dilakukan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

  • Dianjurkan 8 rakaat

    Jumlah rakaat solat tarawih yang dianjurkan adalah 8 rakaat. Ini sesuai dengan jumlah rakaat solat tarawih yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

  • Kelipatan 2 rakaat

    Jumlah rakaat solat tarawih harus selalu kelipatan 2 rakaat. Ini karena solat tarawih pada dasarnya adalah solat sunnah yang dilakukan secara berpasangan.

Dengan demikian, jumlah rakaat dalam solat tarawih di rumah dapat disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang tersedia. Namun, perlu diingat bahwa jumlah rakaat yang lebih banyak akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Tata cara pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan solat tarawih di rumah memiliki kaitan erat dengan hukum solat tarawih di rumah. Hukum solat tarawih di rumah adalah hukum boleh atau sunnah. Artinya, solat tarawih boleh dilakukan dengan tata cara yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia.

Namun, ada beberapa tata cara pelaksanaan solat tarawih yang disunnahkan, antara lain:

  • Dilakukan secara berjamaah.
  • Dimakmumkan oleh imam yang hafal Al-Qur’an.
  • Membaca surah-surah yang panjang pada rakaat-rakaat awal.
  • Melakukan i’tikaf di masjid pada malam-malam terakhir Ramadan.

Tata cara pelaksanaan solat tarawih yang benar akan mempengaruhi keabsahan solat tarawih itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui dan memahami tata cara pelaksanaan solat tarawih yang benar.

Berikut ini adalah beberapa contoh nyata tata cara pelaksanaan solat tarawih di rumah:

  • Seorang muslim melaksanakan solat tarawih secara sendiri-sendiri di rumahnya. Ia membaca surah-surah pendek dan melakukan sujud tilawah pada setiap rakaat.
  • Sebuah keluarga melaksanakan solat tarawih secara berjamaah di rumah mereka. Mereka dimakmumi oleh ayah mereka yang hafal Al-Qur’an. Pada rakaat-rakaat awal, mereka membaca surah-surah yang panjang, seperti surah Al-Baqarah dan surah Ali Imran.
  • Seorang kelompok pemuda melaksanakan solat tarawih di masjid pada malam-malam terakhir Ramadan. Mereka melakukan i’tikaf di masjid dan melaksanakan solat tarawih secara berjamaah hingga menjelang waktu imsak.

Dari beberapa contoh di atas, dapat dilihat bahwa tata cara pelaksanaan solat tarawih di rumah dapat bervariasi sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia. Namun, yang terpenting adalah melaksanakan solat tarawih dengan benar dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Niat

Niat memiliki kaitan yang sangat erat dengan hukum solat tarawih di rumah. Niat merupakan salah satu rukun solat yang harus dipenuhi agar solat menjadi sah. Hukum solat tarawih di rumah adalah hukum boleh atau sunnah, artinya solat tarawih boleh dilakukan di rumah dengan niat yang benar.

Niat dalam solat tarawih di rumah haruslah ikhlas karena Allah SWT. Kita harus berniat untuk menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah salat sunnah. Niat ini harus diucapkan dalam hati sebelum memulai solat tarawih. Berikut ini adalah contoh niat solat tarawih di rumah:

“Saya niat salat tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat yang benar akan mempengaruhi keabsahan solat tarawih di rumah. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui dan memahami niat yang benar dalam solat tarawih.

Dalam praktiknya, niat dalam solat tarawih di rumah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Misalnya, ada yang berniat untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT, ada yang berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, ada yang berniat untuk memperbaiki diri, dan ada juga yang berniat untuk memohon ampunan dari Allah SWT. Apapun niatnya, yang terpenting adalah niat tersebut ikhlas karena Allah SWT.

Keutamaan

Keutamaan solat tarawih di rumah memiliki kaitan erat dengan hukum solat tarawih di rumah. Keutamaan solat tarawih di rumah terletak pada kemudahan dan kenyamanan yang didapatkan oleh seorang muslim ketika melaksanakannya. Dengan melaksanakan solat tarawih di rumah, seorang muslim dapat terhindar dari berbagai gangguan dan kesibukan yang mungkin dijumpai jika melaksanakan solat tarawih di masjid.

Selain itu, solat tarawih di rumah juga memberikan kesempatan bagi seorang muslim untuk lebih fokus dan khusyuk dalam ibadahnya. Hal ini dikarenakan suasana di rumah yang lebih tenang dan tidak ramai dibandingkan dengan suasana di masjid. Dengan demikian, seorang muslim dapat lebih mudah meraih kekhusyukan dalam solatnya, sehingga dapat memperoleh pahala yang lebih besar.

Dalam praktiknya, keutamaan solat tarawih di rumah dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Misalnya, bagi seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak kecil, solat tarawih di rumah dapat menjadi pilihan yang tepat karena dapat dilakukan sambil menjaga anak-anaknya. Bagi seorang pekerja yang memiliki kesibukan tinggi, solat tarawih di rumah dapat menjadi solusi untuk tetap dapat melaksanakan ibadah sunnah ini tanpa harus terkendala waktu dan jarak.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keutamaan solat tarawih di rumah terletak pada kemudahan, kenyamanan, dan kekhusyukan yang didapatkan oleh seorang muslim ketika melaksanakannya. Keutamaan ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat hukum solat tarawih di rumah menjadi boleh atau sunnah, sehingga seorang muslim dapat memilih untuk melaksanakan solat tarawih di rumah atau di masjid sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Hukum bagi wanita

Hukum bagi wanita dalam melaksanakan solat tarawih di rumah merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Solat tarawih hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

  • Waktu pelaksanaan

    Waktu pelaksanaan solat tarawih bagi wanita sama dengan laki-laki, yaitu pada malam hari di bulan Ramadan, setelah shalat Isya. Wanita boleh melaksanakan solat tarawih di rumah atau di masjid, sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

  • Tempat pelaksanaan

    Wanita boleh melaksanakan solat tarawih di rumah jika merasa lebih nyaman dan khusyuk. Namun, jika ingin melaksanakan solat tarawih di masjid, wanita harus memperhatikan adab dan etika, seperti berpakaian sopan, menjaga aurat, dan tidak mengganggu jamaah laki-laki.

  • Jumlah rakaat

    Jumlah rakaat solat tarawih bagi wanita sama dengan laki-laki, yaitu minimal 2 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Wanita dapat memilih jumlah rakaat sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia.

  • Tata cara pelaksanaan

    Tata cara pelaksanaan solat tarawih bagi wanita sama dengan laki-laki. Wanita dapat melaksanakan solat tarawih secara sendiri-sendiri atau berjamaah, baik di rumah maupun di masjid.

Secara umum, hukum bagi wanita dalam melaksanakan solat tarawih di rumah tidak berbeda dengan laki-laki. Wanita memiliki kebebasan untuk memilih tempat, waktu, dan jumlah rakaat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Yang terpenting adalah melaksanakan solat tarawih dengan khusyuk dan ikhlas karena Allah SWT.

Hukum bagi musafir

Hukum bagi musafir dalam melaksanakan solat tarawih di rumah merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan. Musafir adalah orang yang sedang dalam perjalanan jauh, biasanya menempuh jarak minimal 81 kilometer. Dalam konteks solat tarawih, hukum bagi musafir memiliki beberapa perbedaan dengan hukum bagi orang yang menetap.

  • Waktu pelaksanaan

    Musafir boleh mengakhirkan waktu pelaksanaan solat tarawih hingga sepertiga malam. Hal ini karena musafir biasanya merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh, sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat.

  • Jumlah rakaat

    Musafir boleh mengurangi jumlah rakaat solat tarawih menjadi minimal 2 rakaat atau 4 rakaat. Hal ini karena musafir biasanya memiliki keterbatasan waktu dan tenaga.

  • Tempat pelaksanaan

    Musafir boleh melaksanakan solat tarawih di rumah atau di tempat lain yang dianggap lebih nyaman dan aman. Musafir tidak diwajibkan untuk melaksanakan solat tarawih di masjid.

  • Tata cara pelaksanaan

    Tata cara pelaksanaan solat tarawih bagi musafir sama dengan tata cara pelaksanaan solat tarawih pada umumnya. Musafir dapat melaksanakan solat tarawih secara sendiri-sendiri atau berjamaah.

Dengan memahami hukum bagi musafir dalam melaksanakan solat tarawih di rumah, musafir dapat melaksanakan ibadah sunnah ini dengan lebih mudah dan sesuai dengan kondisi mereka. Musafir tidak perlu merasa terbebani untuk melaksanakan solat tarawih dengan jumlah rakaat yang banyak atau pada waktu yang panjang. Yang terpenting adalah melaksanakan solat tarawih dengan ikhlas dan sesuai dengan kemampuan.

Hukum bagi orang sakit

Dalam konteks solat tarawih, hukum bagi orang sakit memiliki kekhususan tersendiri. Islam memberikan keringanan bagi orang sakit untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan kemampuan mereka. Orang sakit diperbolehkan untuk tidak melaksanakan solat tarawih atau mengurangi jumlah rakaatnya. Hal ini dikarenakan solat tarawih hukumnya sunnah, sehingga tidak menjadi kewajiban bagi orang yang sakit.

Keringanan ini diberikan karena orang sakit biasanya memiliki kondisi fisik yang lemah dan membutuhkan waktu untuk istirahat. Dengan demikian, mereka tidak dibebani dengan kewajiban melaksanakan solat tarawih yang dapat memberatkan kondisi mereka. Selain itu, Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Pengampun, sehingga tidak akan menuntut hamba-Nya yang sakit untuk melaksanakan ibadah di luar batas kemampuan mereka.

Dalam praktiknya, hukum bagi orang sakit dalam solat tarawih dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Misalnya, seorang pasien yang baru saja menjalani operasi dan masih dalam kondisi lemah, diperbolehkan untuk tidak melaksanakan solat tarawih sama sekali. Sementara itu, pasien yang kondisinya sudah membaik tetapi masih merasa lemah, dapat mengurangi jumlah rakaat solat tarawih sesuai dengan kemampuan mereka.

Dengan memahami hukum bagi orang sakit dalam solat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan kondisi mereka. Orang sakit tidak perlu merasa terbebani untuk melaksanakan solat tarawih jika kondisi mereka tidak memungkinkan. Yang terpenting adalah tetap berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Hikmah

Hikmah merupakan salah satu aspek penting dalam hukum solat tarawih di rumah. Hikmah adalah kebijaksanaan atau pelajaran yang dapat diambil dari suatu peristiwa atau pengalaman. Dalam konteks solat tarawih di rumah, hikmah memiliki hubungan yang erat dengan hukumnya yang sunnah.

Hukum sunnah pada solat tarawih memberikan keringanan dan kemudahan bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Dengan adanya hikmah, keringanan dan kemudahan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperoleh manfaat ibadah solat tarawih. Misalnya, hikmah dari diperbolehkannya solat tarawih di rumah adalah untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kesibukan atau keterbatasan fisik untuk tetap dapat melaksanakan ibadah ini.

Selain itu, hikmah juga menjadi pengingat bahwa ibadah tidak harus selalu dilakukan di tempat yang ramai atau dengan cara yang berlebihan. Solat tarawih di rumah justru dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kekhusyukan dan kedekatan dengan Allah SWT. Di rumah, umat Islam dapat lebih fokus dalam beribadah tanpa terganggu oleh faktor eksternal yang mungkin mengurangi kekhusyukan.

Memahami hikmah di balik hukum solat tarawih di rumah dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan beragama umat Islam. Dengan memahami hikmah ini, umat Islam dapat melaksanakan ibadah solat tarawih dengan lebih bermakna dan sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pertanyaan Umum tentang Hukum Solat Tarawih di Rumah

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya mengenai hukum solat tarawih di rumah:

Pertanyaan 1: Bolehkah solat tarawih dilakukan di rumah?

Jawaban: Ya, solat tarawih boleh dilakukan di rumah karena hukumnya sunnah.

Pertanyaan 2: Apa saja syarat solat tarawih di rumah?

Jawaban: Syarat solat tarawih di rumah antara lain dilakukan dengan tertib, tidak mengganggu orang lain, dan tidak dilakukan dengan riya.

Pertanyaan 3: Berapa jumlah rakaat solat tarawih yang dianjurkan?

Jawaban: Jumlah rakaat solat tarawih yang dianjurkan adalah 8 rakaat.

Pertanyaan 4: Bagaimana tata cara solat tarawih di rumah?

Jawaban: Tata cara solat tarawih di rumah sama dengan solat sunnah pada umumnya, dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca surah Al-Fatihah dan surah-surah lainnya, rukuk, sujud, dan diakhiri dengan salam.

Pertanyaan 5: Apa hikmah solat tarawih di rumah?

Jawaban: Hikmah solat tarawih di rumah antara lain untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kesibukan atau keterbatasan fisik untuk tetap dapat melaksanakan ibadah ini dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Pertanyaan 6: Apakah hukum solat tarawih di rumah sama dengan di masjid?

Jawaban: Hukum solat tarawih di rumah sama dengan di masjid, yaitu sunnah. Namun, keutamaan solat tarawih di masjid lebih besar karena memiliki nilai sosial dan kebersamaan yang lebih tinggi.

Demikian beberapa pertanyaan umum dan jawabannya mengenai hukum solat tarawih di rumah. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya, kita akan membahas keutamaan solat tarawih di rumah dan cara melaksanakannya dengan khusyuk.

Tips Melaksanakan Solat Tarawih di Rumah dengan Khusyuk

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk melaksanakan solat tarawih di rumah dengan khusyuk:

Tip 1: Bersihkan diri dan berpakaian sopan sebelum solat.

Tip 2: Pilih tempat yang tenang dan nyaman untuk solat.

Tip 3: Pastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan baik.

Tip 4: Niatkan solat tarawih dengan ikhlas karena Allah SWT.

Tip 5: Baca ayat-ayat Al-Qur`an dengan tartil dan tadabbur.

Tip 6: Rukuk dan sujud dengan tuma’ninah.

Tip 7: Berdoa di antara dua sujud dengan khusyuk.

Tip 8: Akhiri solat dengan salam dengan sempurna.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan solat tarawih yang kita lakukan di rumah dapat menjadi lebih khusyuk dan bermakna. Solat yang khusyuk akan memberikan ketenangan hati dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Tips-tips ini juga dapat menjadi bekal kita dalam melaksanakan ibadah-ibadah lainnya, baik yang wajib maupun sunnah, agar senantiasa dikerjakan dengan penuh kekhusyukan.

Kesimpulan

Hukum solat tarawih di rumah memberikan keringanan dan kemudahan bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah ini di tengah kesibukan dan keterbatasan. Dengan memahami syarat, tata cara, dan hikmah solat tarawih di rumah, umat Islam dapat melaksanakannya dengan lebih khusyuk dan bermakna.

Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam artikel ini adalah:

  1. Hukum solat tarawih di rumah adalah sunnah, artinya dianjurkan namun tidak wajib.
  2. Solat tarawih di rumah memiliki beberapa keutamaan, seperti kemudahan, kenyamanan, dan kekhusyukan.
  3. Untuk melaksanakan solat tarawih di rumah dengan khusyuk, diperlukan persiapan diri, pemilihan tempat yang tenang, dan fokus dalam beribadah.

Dengan memahami hukum dan hikmah solat tarawih di rumah, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan keringanan ini untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru