Jam Berapa Tarawih

Nur Jannah


Jam Berapa Tarawih

“Jam berapa tarawih” adalah pertanyaan umum yang dilontarkan umat Islam menjelang bulan Ramadan. Pertanyaan ini mengacu pada waktu pelaksanaan salat tarawih, yaitu salat sunah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan.

Salat tarawih memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah sebagai penggugur dosa, pahalanya berlipat ganda, dan dapat melatih kekhusyukan dalam beribadah. Secara historis, salat tarawih pertama kali dikerjakan oleh Rasulullah SAW di Masjid Nabawi pada malam ke-23 bulan Ramadan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang waktu pelaksanaan salat tarawih, tata cara pelaksanaannya, serta keutamaan dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

jam berapa tarawih

Menentukan waktu pelaksanaan salat tarawih merupakan hal penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diperhatikan:

  • Waktu mulai
  • Waktu berakhir
  • Durasi
  • Jumlah rakaat
  • Tata cara
  • Hukum
  • Tempat
  • Makmum
  • Imam
  • Niat

Setiap aspek saling berkaitan dan memengaruhi pelaksanaan salat tarawih secara keseluruhan. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, umat Islam dapat menjalankan ibadah tarawih dengan baik dan khusyuk. Misalnya, waktu mulai salat tarawih umumnya dimulai setelah salat Isya dan berakhir sebelum waktu salat Subuh. Durasi salat tarawih biasanya sekitar 1-2 jam, dengan jumlah rakaat yang bervariasi tergantung pada kebiasaan masing-masing daerah.

Waktu mulai

Waktu mulai salat tarawih merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Waktu mulai salat tarawih umumnya dimulai setelah salat Isya dan berakhir sebelum waktu salat Subuh. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait waktu mulai salat tarawih:

  • Waktu Isya
    Waktu mulai salat tarawih umumnya dimulai setelah masuknya waktu salat Isya. Hal ini dikarenakan salat tarawih termasuk dalam kategori salat malam.
  • Tradisi dan Kebiasaan
    Di beberapa daerah, terdapat tradisi atau kebiasaan tertentu dalam menentukan waktu mulai salat tarawih. Misalnya, ada yang memulai salat tarawih setelah shalat Isya berjamaah, ada pula yang memulai beberapa saat setelahnya.
  • Pertimbangan Makmum
    Waktu mulai salat tarawih juga perlu mempertimbangkan kondisi dan kesiapan jamaah atau makmum. Sebaiknya waktu mulai salat tarawih tidak terlalu malam agar tidak memberatkan makmum.
  • Durasi Salat Tarawih
    Waktu mulai salat tarawih juga perlu mempertimbangkan durasi salat tarawih yang akan dikerjakan. Hal ini agar waktu salat tarawih tidak berdekatan atau bahkan bertabrakan dengan waktu salat Subuh.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, umat Islam dapat menentukan waktu mulai salat tarawih yang tepat. Hal ini akan membantu terlaksananya salat tarawih dengan baik dan khusyuk, sesuai dengan tuntunan syariat.

Waktu berakhir

Waktu berakhir merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Waktu berakhir salat tarawih umumnya dimulai sebelum waktu salat Subuh. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait waktu berakhir salat tarawih:

  • Waktu salat Subuh
    Waktu berakhir salat tarawih umumnya berakhir sebelum masuknya waktu salat Subuh. Hal ini dikarenakan salat tarawih termasuk dalam kategori salat malam.
  • Tradisi dan Kebiasaan
    Di beberapa daerah, terdapat tradisi atau kebiasaan tertentu dalam menentukan waktu berakhir salat tarawih. Misalnya, ada yang mengakhiri salat tarawih sebelum sepertiga malam terakhir, ada pula yang mengakhirinya menjelang waktu salat Subuh.
  • Pertimbangan Makmum
    Waktu berakhir salat tarawih juga perlu mempertimbangkan kondisi dan kesiapan jamaah atau makmum. Sebaiknya waktu berakhir salat tarawih tidak terlalu mendekati waktu salat Subuh agar tidak memberatkan makmum.
  • Durasi Salat Tarawih
    Waktu berakhir salat tarawih juga perlu mempertimbangkan durasi salat tarawih yang dikerjakan. Hal ini agar waktu berakhir salat tarawih tidak berdekatan atau bahkan bertabrakan dengan waktu salat Subuh.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, umat Islam dapat menentukan waktu berakhir salat tarawih yang tepat. Hal ini akan membantu terlaksananya salat tarawih dengan baik dan khusyuk, sesuai dengan tuntunan syariat.

Durasi

Durasi atau lama waktu salat tarawih merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Durasi salat tarawih dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, antara lain jumlah rakaat, bacaan yang dilafalkan, dan kecepatan salat imam.

  • Jumlah Rakaat
    Jumlah rakaat salat tarawih dapat memengaruhi durasinya. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, maka semakin lama pula durasi salat tarawih.
  • Bacaan
    Bacaan yang dilafalkan saat salat tarawih, seperti surat pendek atau doa, juga dapat memengaruhi durasinya. Bacaan yang lebih panjang akan membuat durasi salat tarawih lebih lama.
  • Kecepatan Salat Imam
    Kecepatan salat imam juga dapat memengaruhi durasi salat tarawih. Imam yang salat dengan kecepatan sedang akan membuat durasi salat tarawih lebih lama dibandingkan dengan imam yang salat dengan kecepatan cepat.
  • Tradisi dan Kebiasaan
    Di beberapa daerah, terdapat tradisi atau kebiasaan tertentu dalam menentukan durasi salat tarawih. Misalnya, ada yang mengerjakan salat tarawih dengan durasi sekitar 1 jam, ada pula yang mengerjakannya hingga 2 jam atau lebih.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, umat Islam dapat memperkirakan durasi salat tarawih yang akan dikerjakan. Hal ini akan membantu dalam menentukan waktu mulai dan waktu berakhir salat tarawih, sehingga tidak bertabrakan dengan waktu salat wajib lainnya.

Jumlah rakaat

Jumlah rakaat merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Jumlah rakaat salat tarawih dapat memengaruhi durasi salat tarawih, yang pada akhirnya akan memengaruhi waktu dimulainya salat tarawih.

Semakin banyak jumlah rakaat yang dikerjakan, maka semakin lama pula durasi salat tarawih. Hal ini dikarenakan setiap rakaat terdiri dari beberapa gerakan, seperti rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, maka semakin banyak pula gerakan yang harus dilakukan, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Sebagai contoh, jika salat tarawih dikerjakan sebanyak 8 rakaat, maka durasi salat tarawih akan lebih lama dibandingkan dengan jika dikerjakan hanya 4 rakaat. Hal ini akan memengaruhi waktu dimulainya salat tarawih, di mana jika jumlah rakaat lebih banyak, maka salat tarawih harus dimulai lebih awal agar tidak bertabrakan dengan waktu salat wajib lainnya, seperti salat Subuh.

Oleh karena itu, dalam menentukan “jam berapa tarawih”, perlu mempertimbangkan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Dengan memahami hubungan antara jumlah rakaat dan durasi salat tarawih, umat Islam dapat menentukan waktu mulai salat tarawih yang tepat, sehingga dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk sesuai dengan tuntunan syariat.

Tata cara

Tata cara pelaksanaan salat tarawih merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Tata cara salat tarawih yang benar akan memengaruhi keabsahan dan kesempurnaan ibadah salat tarawih.

  • Niat

    Niat merupakan syarat sah salat tarawih. Niat diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram, yaitu “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“.

  • Jumlah Rakaat

    Jumlah rakaat salat tarawih minimal adalah 2 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Jumlah rakaat yang dikerjakan akan memengaruhi durasi salat tarawih, sehingga berimplikasi pada waktu dimulainya salat tarawih.

  • Rakaat Witir

    Salat tarawih diakhiri dengan rakaat witir, yaitu salat sunah yang dikerjakan sebanyak 1 rakaat atau 3 rakaat. Rakaat witir memiliki tata cara tersendiri yang berbeda dengan rakaat tarawih.

  • Bacaan

    Bacaan salat tarawih terdiri dari surat-surat pendek dari Al-Qur’an. Bacaan yang dilafalkan saat salat tarawih akan memengaruhi durasi salat tarawih, sehingga berimplikasi pada waktu dimulainya salat tarawih.

Dengan memahami tata cara salat tarawih yang benar, umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk, sesuai dengan tuntunan syariat. Tata cara salat tarawih yang benar juga akan membantu dalam menentukan waktu dimulainya salat tarawih yang tepat, sehingga tidak bertabrakan dengan waktu salat wajib lainnya.

Hukum

Aspek hukum merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Hukum dalam konteks ini mengacu pada ketentuan atau aturan yang mengatur pelaksanaan salat tarawih, termasuk waktu pelaksanaannya.

  • Waktu Pelaksanaan

    Secara hukum, salat tarawih dapat dilaksanakan setelah masuknya waktu salat Isya dan berakhir sebelum masuknya waktu salat Subuh. Ketentuan waktu ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan pelaksanaan salat tarawih pada sepertiga malam terakhir.

  • Jumlah Rakaat

    Hukum juga mengatur mengenai jumlah rakaat salat tarawih. Minimal jumlah rakaat salat tarawih adalah 2 rakaat, sedangkan maksimalnya adalah 20 rakaat. Jumlah rakaat yang dikerjakan akan memengaruhi waktu pelaksanaan salat tarawih, sehingga perlu diperhatikan agar tidak bertabrakan dengan waktu salat wajib lainnya.

  • Tata Cara Pelaksanaan

    Selain mengatur waktu dan jumlah rakaat, hukum juga mengatur tata cara pelaksanaan salat tarawih. Tata cara pelaksanaan salat tarawih meliputi niat, jumlah salam, dan bacaan-bacaan yang dilafalkan. Tata cara pelaksanaan yang benar akan memengaruhi keabsahan dan kesempurnaan salat tarawih.

  • Hukum Pelaksanaan

    Dalam hukum Islam, salat tarawih termasuk dalam kategori salat sunah muakkadah, yaitu salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Salat tarawih memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melaksanakannya secara berjamaah di masjid.

Dengan memahami aspek hukum terkait salat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat. Pemahaman tentang hukum salat tarawih juga akan membantu dalam menentukan “jam berapa tarawih” yang tepat, sehingga tidak bertabrakan dengan waktu salat wajib lainnya dan dapat dilaksanakan secara optimal.

Tempat

Tempat merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Tempat pelaksanaan salat tarawih dapat memengaruhi waktu pelaksanaannya karena terkait dengan ketersediaan dan kesiapan tempat tersebut.

Pada umumnya, salat tarawih dilaksanakan di masjid atau musala. Masjid atau musala yang luas dan dapat menampung banyak jamaah akan memungkinkan salat tarawih dilaksanakan lebih awal, karena tidak perlu menunggu jamaah berkumpul hingga memenuhi kapasitas tempat. Sebaliknya, masjid atau musala yang sempit dan hanya dapat menampung sedikit jamaah akan mengharuskan salat tarawih dilaksanakan lebih lambat, agar jamaah dapat berkumpul dan mendapatkan tempat untuk salat.

Selain ketersediaan dan kesiapan tempat, lokasi tempat pelaksanaan salat tarawih juga dapat memengaruhi waktu pelaksanaannya. Masjid atau musala yang terletak di daerah padat penduduk dengan akses transportasi yang mudah akan memungkinkan jamaah datang lebih awal, sehingga salat tarawih dapat dilaksanakan lebih awal pula. Sebaliknya, masjid atau musala yang terletak di daerah terpencil atau sulit dijangkau akan mengharuskan jamaah berangkat lebih awal untuk sampai ke tempat pelaksanaan salat tarawih, sehingga waktu pelaksanaannya akan lebih lambat.

Dengan memahami hubungan antara tempat dan “jam berapa tarawih”, umat Islam dapat memperkirakan waktu pelaksanaan salat tarawih dengan tepat. Hal ini akan membantu dalam mengatur waktu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk.

Makmum

Dalam pelaksanaan salat tarawih, makmum memiliki peran penting yang memengaruhi “jam berapa tarawih”. Makmum adalah orang yang mengikuti salat di belakang imam. Kehadiran dan kesiapan makmum akan memengaruhi waktu dimulainya salat tarawih.

Jika makmum sudah hadir dan siap untuk salat, maka imam dapat segera memulai salat tarawih. Sebaliknya, jika makmum belum hadir atau belum siap, maka imam harus menunggu hingga makmum hadir dan siap. Hal ini karena salat tarawih adalah salat berjamaah, sehingga kehadiran makmum merupakan salah satu syarat sah salat tarawih.

Selain itu, jumlah makmum juga dapat memengaruhi waktu pelaksanaan salat tarawih. Jika jumlah makmum banyak, maka imam mungkin akan mempercepat bacaan dan gerakan salatnya agar dapat menyelesaikan salat tarawih dengan lebih cepat. Sebaliknya, jika jumlah makmum sedikit, maka imam mungkin akan memperlambat bacaan dan gerakan salatnya agar makmum dapat mengikuti dengan baik.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makmum memiliki peran penting dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Kehadiran, kesiapan, dan jumlah makmum akan memengaruhi waktu dimulainya dan pelaksanaan salat tarawih. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk hadir tepat waktu dan mempersiapkan diri dengan baik untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid atau musala.

Imam

Imam memiliki peran penting dalam menentukan “jam berapa tarawih”. Imam adalah orang yang memimpin salat tarawih dan bacaan-bacaannya. Kemampuan, kesiapan, dan keputusan imam akan memengaruhi waktu pelaksanaan salat tarawih.

  • Pengaruh Bacaan Imam
    Kecepatan dan kelancaran bacaan imam akan memengaruhi durasi salat tarawih. Imam yang membaca dengan cepat akan membuat salat tarawih lebih singkat, sedangkan imam yang membaca dengan lambat akan membuat salat tarawih lebih lama.
  • Keputusan Imam
    Imam memiliki kewenangan untuk memutuskan kapan salat tarawih akan dimulai dan diakhiri. Imam yang ingin memberikan kesempatan kepada makmum untuk mempersiapkan diri mungkin akan memulai salat tarawih lebih lambat, sedangkan imam yang ingin menyelesaikan salat tarawih lebih cepat mungkin akan memulai salat tarawih lebih awal dan mempercepat bacaannya.
  • Kesiapan Imam
    Imam harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum memimpin salat tarawih. Imam yang belum mempersiapkan diri dengan baik mungkin akan kesulitan memimpin salat tarawih dan membuat salat tarawih menjadi lebih lama.

Dengan memahami peran dan pengaruh imam, umat Islam dapat memperkirakan waktu pelaksanaan salat tarawih dengan lebih akurat. Kemampuan, kesiapan, dan keputusan imam akan menjadi faktor penentu “jam berapa tarawih” dilaksanakan.

Niat

Niat merupakan aspek penting yang memengaruhi “jam berapa tarawih”. Niat menentukan waktu dimulainya salat tarawih karena berhubungan dengan persiapan dan kesiapan hati seseorang untuk melaksanakan ibadah ini.

  • Waktu Berniat

    Waktu berniat salat tarawih adalah ketika takbiratul ihram, yaitu saat memulai salat. Niat yang diucapkan harus jelas dan sesuai dengan waktu pelaksanaan salat tarawih.

  • Jenis Niat

    Niat salat tarawih terbagi menjadi dua jenis, yaitu niat mutlak dan niat muqayyad. Niat mutlak adalah niat salat tarawih secara umum, tanpa menentukan jumlah rakaat atau waktu pelaksanaannya. Sementara niat muqayyad adalah niat salat tarawih dengan menentukan jumlah rakaat atau waktu pelaksanaannya.

  • Kesalahan Niat

    Kesalahan niat dapat memengaruhi keabsahan salat tarawih. Misalnya, jika seseorang berniat salat witir, tetapi ternyata melaksanakan salat tarawih, maka salatnya tidak sah.

  • Ikhlas Niat

    Ikhlas niat merupakan syarat diterimanya amal ibadah, termasuk salat tarawih. Seseorang yang melaksanakan salat tarawih harus diniatkan karena Allah SWT semata, bukan karena ingin dipuji atau hal-hal duniawi lainnya.

Dengan memahami aspek-aspek niat yang terkait dengan “jam berapa tarawih”, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik dan melaksanakan salat tarawih dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Pertanyaan Umum tentang “Jam Berapa Tarawih”

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan masyarakat tentang “jam berapa tarawih” beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat untuk memulai salat tarawih?

Waktu yang tepat untuk memulai salat tarawih adalah setelah masuknya waktu salat Isya dan sebelum masuknya waktu salat Subuh. Namun, di beberapa daerah, terdapat tradisi atau kebiasaan tertentu dalam menentukan waktu mulai salat tarawih.

Pertanyaan 2: Berapa lama durasi salat tarawih?

Durasi salat tarawih dapat bervariasi tergantung pada jumlah rakaat, bacaan yang dilafalkan, dan kecepatan salat imam. Umumnya, durasi salat tarawih sekitar 1-2 jam.

Pertanyaan 3: Berapa jumlah rakaat salat tarawih?

Jumlah rakaat salat tarawih minimal adalah 2 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Namun, jumlah rakaat yang dikerjakan biasanya genap, seperti 8, 10, atau 12 rakaat.

Pertanyaan 4: Di mana tempat pelaksanaan salat tarawih yang dianjurkan?

Tempat pelaksanaan salat tarawih yang dianjurkan adalah di masjid atau musala. Salat tarawih berjamaah di masjid atau musala memiliki banyak keutamaan dan pahala yang lebih besar.

Pertanyaan 5: Apakah hukum melaksanakan salat tarawih?

Hukum melaksanakan salat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Salat tarawih memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melaksanakannya.

Pertanyaan 6: Bagaimana niat salat tarawih yang benar?

Niat salat tarawih yang benar adalah “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala”. Niat ini diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram.

Dengan memahami jawaban-jawaban atas pertanyaan umum tersebut, umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat. Salat tarawih merupakan ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan, yang memiliki banyak keutamaan dan pahala. Oleh karena itu, marilah kita mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat tarawih dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang keutamaan dan pahala salat tarawih. Kita juga akan membahas berbagai amalan ibadah lainnya yang dapat dilakukan di bulan Ramadan.

Tips Menentukan “Jam Berapa Tarawih”

Dalam menentukan “jam berapa tarawih”, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memperkirakan waktu pelaksanaan salat tarawih dengan tepat. Tips-tips ini meliputi:

Tip 1: Perhatikan Waktu Isya

Salat tarawih umumnya dimulai setelah masuknya waktu salat Isya. Oleh karena itu, perhatikan waktu masuknya salat Isya di daerah tempat tinggal Anda.

Tip 2: Pertimbangkan Durasi Salat

Durasi salat tarawih dapat bervariasi tergantung pada jumlah rakaat dan bacaan yang dilafalkan. Perkirakan durasi salat tarawih yang akan dikerjakan.

Tip 3: Cek Jadwal Masjid atau Musala

Banyak masjid atau musala yang mengumumkan jadwal pelaksanaan salat tarawih. Cek jadwal tersebut untuk mendapatkan informasi waktu yang tepat.

Tip 4: Perhatikan Tradisi dan Kebiasaan

Di beberapa daerah, terdapat tradisi atau kebiasaan tertentu dalam menentukan waktu mulai salat tarawih. Cari tahu tradisi dan kebiasaan di daerah tempat tinggal Anda.

Tip 5: Pertimbangkan Jarak Tempuh

Jika Anda berencana salat tarawih di masjid atau musala yang jauh dari rumah, pertimbangkan jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana.

Tip 6: Utamakan Ketepatan Waktu

Utamakan ketepatan waktu untuk menghindari keterlambatan dan agar tidak mengganggu jamaah lain.

Tip 7: Niat dan Persiapan Diri

Siapkan diri dengan niat yang benar dan persiapkan diri dengan baik untuk melaksanakan salat tarawih dengan khusyuk.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat memperkirakan waktu pelaksanaan salat tarawih dengan lebih akurat dan mempersiapkan diri dengan baik untuk ibadah ini.

Tips-tips ini akan sangat bermanfaat for umat Islam yang ingin melaksanakan Salat Tarawih dengan baik dan khusyuk selama bulan Ramadan. Dengan mempersiapkan diri dengan baik dan mengetahui tips-tips ini, umat Islam dapat memaksimalkan pahala dan manfaat dari ibadah Salat Tarawih.

Kesimpulan

Artikel ini telah mengupas tuntas tentang “jam berapa tarawih”. Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan antara lain:

  • Waktu pelaksanaan salat tarawih umumnya dimulai setelah masuknya waktu salat Isya dan berakhir sebelum masuknya waktu salat Subuh.
  • Penentuan waktu salat tarawih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti waktu mulai, waktu berakhir, durasi, jumlah rakaat, tata cara, hukum, tempat, makmum, imam, dan niat.
  • Umat Islam dapat memperkirakan waktu pelaksanaan salat tarawih dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut dan mengikuti tips-tips yang telah dipaparkan.

Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Dengan memahami waktu dan tata cara pelaksanaan salat tarawih yang benar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan khusyuk, sehingga dapat memperoleh pahala dan manfaat yang berlimpah.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru