Jumlah Rakaat Tarawih

Nur Jannah


Jumlah Rakaat Tarawih

Jumlah rakaat tarawih adalah salah satu aspek penting dalam pelaksanaan ibadah tarawih. Tarawih merupakan ibadah salat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadan setelah salat Isya. Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat, yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu 8 rakaat pada salat tarawih awal dan 12 rakaat pada salat witir.

Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan ini memiliki beberapa keutamaan. Pertama, pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kedua, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketiga, sebagai latihan kesabaran dan keikhlasan dalam beribadah.

Dalam sejarahnya, jumlah rakaat tarawih mengalami perkembangan. Pada masa Rasulullah SAW, salat tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat. Kemudian pada masa Umar bin Khattab, jumlah rakaat tarawih ditambah menjadi 20 rakaat. Sejak saat itu, jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat hingga sekarang.

Jumlah Rakaat Tarawih

Jumlah rakaat tarawih merupakan aspek penting dalam pelaksanaan ibadah tarawih. Berikut adalah 8 aspek penting terkait jumlah rakaat tarawih:

  • Disunnahkan 20 rakaat
  • Dibagi 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir
  • Pahala besar
  • Mendekatkan diri kepada Allah
  • Latihan kesabaran dan keikhlasan
  • Perkembangan historis
  • Ditetapkan pada masa Umar bin Khattab
  • Dilakukan secara berjamaah

Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat, yang dibagi menjadi 8 rakaat salat tarawih dan 12 rakaat salat witir. Pembagian ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau bersabda, “Rasulullah SAW melaksanakan salat tarawih di bulan Ramadan sebanyak 8 rakaat, kemudian beliau tidak menambahnya atau menguranginya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sementara itu, salat witir dilakukan sebanyak 12 rakaat karena merupakan penyempurna salat tarawih.

Disunnahkan 20 rakaat

Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau bersabda, “Rasulullah SAW melaksanakan salat tarawih di bulan Ramadan sebanyak 8 rakaat, kemudian beliau tidak menambahnya atau menguranginya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Salat tarawih sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu salat tarawih dan salat witir. Salat tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat, sedangkan salat witir dilakukan sebanyak 12 rakaat.

Disunnahkan 20 rakaat memiliki beberapa hikmah, di antaranya:

  • Menambah pahala ibadah tarawih
  • Menunjukkan kesungguhan dalam beribadah
  • Melatih kesabaran dan keikhlasan

Dalam praktiknya, disunnahkan 20 rakaat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan salat tarawih. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, umat Islam dapat memperoleh pahala yang berlimpah dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Sebagai contoh, di Masjidil Haram, salat tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat. Jamaah dari seluruh dunia berkumpul untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah dengan jumlah rakaat yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Memahami disunnahkan 20 rakaat dalam jumlah rakaat tarawih sangat penting untuk mengamalkan ibadah tarawih dengan benar. Dengan melaksanakan salat tarawih sesuai dengan sunnah, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Dibagi 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir

Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat, yang dibagi menjadi 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir. Pembagian ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau bersabda, “Rasulullah SAW melaksanakan salat tarawih di bulan Ramadan sebanyak 8 rakaat, kemudian beliau tidak menambahnya atau menguranginya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pembagian rakaat tarawih ini memiliki beberapa aspek penting, di antaranya:

  • Bagian Salat Tarawih
    Salat tarawih terdiri dari 8 rakaat, yang dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat dengan satu salam di setiap dua rakaat. Bagian ini merupakan inti dari salat tarawih dan menjadi pembeda dengan salat witir.
  • Bagian Salat Witir
    Salat witir terdiri dari 12 rakaat, yang dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat dengan satu salam di setiap dua rakaat. Bagian ini merupakan penyempurna dari salat tarawih dan menjadi penutup dari rangkaian ibadah tarawih.
  • Keutamaan Pembagian Rakaat
    Pembagian rakaat tarawih menjadi 8 rakaat dan 12 rakaat memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

    • Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW
    • Memudahkan dalam pelaksanaannya
    • Memiliki pahala yang besar

Dengan memahami pembagian 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir, umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pembagian rakaat ini menjadi pedoman penting dalam menjalankan ibadah tarawih agar memperoleh pahala yang berlimpah dan meningkatkan kualitas ibadah.

Pahala Besar

Jumlah rakaat tarawih sangat erat kaitannya dengan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang melaksanakannya. Pahala besar ini merupakan salah satu motivasi utama bagi umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih dengan sebaik-baiknya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa pahala besar salat tarawih terletak pada niat yang ikhlas dan keinginan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Pahala besar salat tarawih juga dibuktikan dengan banyaknya keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadis. Misalnya, salat tarawih dapat menjadi penghapus dosa, penambah pahala, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak umat Islam berlomba-lomba untuk melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna, yaitu 20 rakaat.

Dalam praktiknya, pahala besar salat tarawih dapat dirasakan oleh setiap umat Islam yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Banyak kisah nyata yang menunjukkan bagaimana salat tarawih membawa keberkahan dan perubahan positif dalam kehidupan seseorang. Misalnya, ada seorang yang mengalami kesulitan ekonomi, setelah rutin melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna, Allah SWT memberikan kemudahan rezeki kepadanya.

Memahami hubungan antara jumlah rakaat tarawih dan pahala besar sangat penting untuk memotivasi umat Islam dalam melaksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan niat yang ikhlas dan keinginan untuk mendapatkan ridha Allah SWT, setiap umat Islam dapat merasakan pahala besar yang luar biasa dari salat tarawih.

Mendekatkan diri kepada Allah

Jumlah rakaat tarawih memiliki kaitan erat dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada bulan Ramadan. Dengan melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna, yaitu 20 rakaat, seorang Muslim dapat meraih keutamaan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hubungan antara jumlah rakaat tarawih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, salat tarawih merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling utama setelah salat fardhu. Rasulullah SAW bersabda, “Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam (tarawih).” (HR. Muslim). Dengan melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna, seorang Muslim telah menunjukkan kesungguhannya dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kedua, jumlah rakaat tarawih yang sempurna, yaitu 20 rakaat, memberikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk memperbanyak dzikir, doa, dan munajat kepada Allah SWT. Dalam setiap rakaat salat tarawih, seorang Muslim dapat memanjatkan doa dan harapannya kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak doa dan munajat, seorang Muslim dapat semakin dekat dengan Allah SWT dan merasakan kehadiran-Nya.

Memahami hubungan antara jumlah rakaat tarawih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT memiliki implikasi praktis dalam kehidupan seorang Muslim. Pertama, hal ini dapat memotivasi seorang Muslim untuk melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna. Dengan niat yang ikhlas dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seorang Muslim akan berusaha untuk melaksanakan salat tarawih dengan sebaik-baiknya.

Kedua, pemahaman ini juga dapat membantu seorang Muslim untuk meningkatkan kualitas salat tarawihnya. Dengan menyadari bahwa salat tarawih merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seorang Muslim akan berusaha untuk melaksanakan salat tarawih dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan. Hal ini akan meningkatkan kualitas ibadah salat tarawih dan semakin mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT.

Latihan Kesabaran dan Keikhlasan

Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan sebanyak 20 rakaat merupakan sebuah latihan kesabaran dan keikhlasan bagi umat Islam. Sebab, untuk melaksanakan ibadah tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna, dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah yang cukup panjang.

  • Kesabaran dalam Beribadah

    Melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Diperlukan kesabaran untuk tetap khusyuk dan fokus dalam menjalankan ibadah, meskipun mungkin merasa lelah atau mengantuk.

  • Keikhlasan dalam Mencari Ridha Allah

    Salat tarawih adalah ibadah sunnah yang pahalanya besar. Namun, dalam melaksanakannya, umat Islam harus ikhlas karena Allah SWT, bukan karena mengharapkan pujian atau pengakuan dari orang lain.

  • Latihan Mengendalikan Diri

    Salat tarawih juga melatih umat Islam untuk mengendalikan diri. Sebab, dalam salat tarawih, terdapat gerakan-gerakan dan bacaan yang cukup panjang. Diperlukan pengendalian diri untuk tetap tenang dan tidak tergesa-gesa dalam melaksanakannya.

  • Membiasakan Diri dengan Ibadah yang Panjang

    Bagi sebagian umat Islam, melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sempurna mungkin menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan membiasakan diri, umat Islam akan terlatih untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang panjang lainnya, seperti salat tahajud atau salat Idul Fitri.

Dengan memahami aspek latihan kesabaran dan keikhlasan dalam jumlah rakaat tarawih, umat Islam dapat menjadikan ibadah tarawih sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kesabaran dan keikhlasan yang dilatih dalam salat tarawih juga dapat diterapkan dalam aspek kehidupan lainnya, sehingga membentuk pribadi Muslim yang lebih baik.

Perkembangan Historis

Jumlah rakaat tarawih memiliki perkembangan historis yang cukup menarik. Pada masa Rasulullah SAW, salat tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat. Jumlah rakaat ini berdasarkan hadis Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, di mana beliau berkata, “Rasulullah SAW melaksanakan salat tarawih di bulan Ramadan sebanyak 8 rakaat, kemudian beliau tidak menambahnya atau menguranginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah Rasulullah SAW wafat, jumlah rakaat tarawih mengalami perubahan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Umar bin Khattab memutuskan untuk menyatukan salat tarawih yang awalnya dilakukan secara individu menjadi berjamaah di masjid. Untuk menjaga keseragaman dan ketertiban dalam pelaksanaan salat tarawih berjamaah, Umar bin Khattab menetapkan jumlah rakaat tarawih menjadi 20 rakaat, dengan rincian 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir. Penetapan jumlah rakaat tarawih ini didasarkan pada pertimbangan praktis dan kemaslahatan umat Islam.

Perkembangan historis jumlah rakaat tarawih ini memiliki implikasi praktis dalam pelaksanaan ibadah tarawih hingga saat ini. Penetapan jumlah rakaat tarawih menjadi 20 rakaat oleh Umar bin Khattab menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan salat tarawih berjamaah. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan kebijakan Umar bin Khattab, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dan meningkatkan kualitas ibadah tarawih mereka.

Ditetapkan pada masa Umar bin Khattab

Dalam sejarah perkembangan jumlah rakaat tarawih, penetapan pada masa Umar bin Khattab merupakan tonggak penting yang patut dikaji. Umar bin Khattab memainkan peran krusial dalam menyatukan umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih secara berjamaah dan menetapkan jumlah rakaatnya menjadi 20 rakaat.

  • Standarisasi Pelaksanaan

    Penetapan jumlah rakaat tarawih pada masa Umar bin Khattab menandai adanya standarisasi dalam pelaksanaan salat tarawih. Sebelumnya, salat tarawih dilakukan secara individu dengan jumlah rakaat yang bervariasi. Penetapan ini memastikan keseragaman dan ketertiban dalam pelaksanaan salat tarawih berjamaah.

  • Hikmah di Balik Jumlah Rakaat

    Jumlah rakaat tarawih yang ditetapkan Umar bin Khattab, yaitu 20 rakaat, memiliki hikmah tersendiri. Angka 20 melambangkan kesempurnaan dan kelengkapan dalam beribadah. Selain itu, pembagiannya menjadi 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak salat witir pada bulan Ramadan.

  • Pengaruh pada Tradisi Salat Tarawih

    Penetapan jumlah rakaat tarawih pada masa Umar bin Khattab memiliki pengaruh besar pada tradisi salat tarawih hingga saat ini. Di seluruh dunia, umat Islam melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sesuai dengan ketetapan Umar bin Khattab. Hal ini menjadi bukti keberhasilan Umar bin Khattab dalam menyatukan umat Islam dalam beribadah.

  • Nilai Historis dan Keagamaan

    Penetapan jumlah rakaat tarawih pada masa Umar bin Khattab memiliki nilai historis dan keagamaan yang tinggi. Ini menunjukkan bagaimana para sahabat Rasulullah SAW berupaya menjaga dan melestarikan ajaran Islam, termasuk dalam hal ibadah salat tarawih. Ketetapan ini menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam dan terus diamalkan hingga hari ini.

Dengan demikian, penetapan jumlah rakaat tarawih pada masa Umar bin Khattab merupakan bagian penting dalam sejarah perkembangan salat tarawih. Ketetapan ini memiliki hikmah dan pengaruh yang besar, sekaligus menjadi bukti kemampuan Umar bin Khattab dalam memimpin umat Islam. Pengetahuan tentang aspek ini dapat menambah pemahaman umat Islam tentang sejarah dan praktik ibadah salat tarawih.

Dilakukan secara berjamaah

Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan, yaitu 20 rakaat, umumnya dilakukan secara berjamaah. Pelaksanaan salat tarawih berjamaah memiliki beberapa keutamaan dan implikasi dalam kaitannya dengan “jumlah rakaat tarawih”.

  • Kekhusyukan dan Kekuatan Batin

    Salat tarawih berjamaah menciptakan suasana kekhusyukan dan kekuatan batin yang lebih besar. Ketika umat Islam berkumpul bersama untuk beribadah, mereka saling menguatkan dan memotivasi untuk fokus dan khusyuk dalam melaksanakan salat tarawih.

  • Keseragaman dan Ketertiban

    Dengan dilakukan secara berjamaah, salat tarawih menjadi lebih seragam dan teratur. Seorang imam memimpin salat, memastikan bahwa jumlah rakaat tarawih yang dilakukan sesuai dengan sunnah, yaitu 20 rakaat.

  • Pengembangan Rasa Persaudaraan

    Salat tarawih berjamaah menjadi sarana untuk mempererat rasa persaudaraan antar sesama umat Islam. Ketika berkumpul bersama untuk beribadah, mereka membangun ikatan sosial dan memperkuat hubungan persaudaraan.

  • Syiar Islam dan Dakwah

    Salat tarawih berjamaah juga menjadi syiar Islam dan sarana dakwah. Kehadiran banyak umat Islam di masjid untuk melaksanakan salat tarawih menunjukkan semangat ibadah dan persatuan umat Islam, sekaligus mengajak orang lain untuk turut serta dalam kebaikan.

Dengan demikian, pelaksanaan salat tarawih secara berjamaah memiliki beberapa keutamaan dan implikasi positif, baik dalam kaitannya dengan jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan maupun dalam aspek sosial dan spiritual.

Pertanyaan Umum tentang Jumlah Rakaat Tarawih

Bagian ini menyajikan beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait jumlah rakaat tarawih untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi umat Islam.

Pertanyaan 1: Berapa jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan?

Jawaban: Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir.

Pertanyaan 2: Apa dasar penetapan jumlah rakaat tarawih?

Jawaban: Penetapan jumlah rakaat tarawih didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan kebijakan Umar bin Khattab yang menyatukan pelaksanaan salat tarawih berjamaah.

Pertanyaan 3: Mengapa jumlah rakaat tarawih menjadi 20 rakaat?

Jawaban: Jumlah 20 rakaat memiliki makna simbolis kesempurnaan dan kelengkapan ibadah, serta sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk memperbanyak salat witir pada bulan Ramadan.

Pertanyaan 4: Apakah diperbolehkan menambah atau mengurangi jumlah rakaat tarawih?

Jawaban: Tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi jumlah rakaat tarawih karena bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW dan dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam pelaksanaan ibadah.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara menghitung jumlah rakaat tarawih?

Jawaban: Untuk menghitung jumlah rakaat tarawih, setiap 2 rakaat (dengan 1 salam) dihitung sebagai 1 rakaat. Salat tarawih terdiri dari 8 rakaat (4 salam) dan salat witir terdiri dari 12 rakaat (6 salam).

Pertanyaan 6: Apakah ada perbedaan jumlah rakaat tarawih di berbagai daerah?

Jawaban: Umumnya, jumlah rakaat tarawih mengikuti penetapan yang disunnahkan, yaitu 20 rakaat. Namun, di beberapa daerah atau kelompok tertentu, mungkin terdapat variasi dalam jumlah rakaat yang dilakukan.

Dengan memahami pertanyaan umum dan jawaban di atas, umat Islam dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas dan komprehensif tentang jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan. Hal ini penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah salat tarawih sesuai dengan tuntunan agama dan memperoleh pahala yang optimal.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas aspek-aspek lain terkait salat tarawih, seperti waktu pelaksanaan, tata cara, dan keutamaan-keutamaannya.

Tips Menjaga Kesehatan Selama Ibadah Tarawih

Selain memahami jumlah rakaat tarawih, umat Islam juga perlu memperhatikan kesehatan selama menjalankan ibadah tarawih. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tip 1: Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman

Hindari makan berlebihan sebelum salat tarawih untuk mencegah rasa tidak nyaman di perut. Sebaliknya, konsumsi makanan ringan dan cukup minum air putih untuk menjaga energi.

Tip 2: Lakukan Pemanasan Ringan

Sebelum memulai salat tarawih, lakukan pemanasan ringan seperti peregangan untuk mempersiapkan otot dan persendian, terutama jika sudah lama tidak aktif.

Tip 3: Gunakan Alas yang Nyaman

Gunakan alas yang nyaman saat duduk atau sujud selama salat tarawih untuk mencegah nyeri pada lutut dan pergelangan kaki.

Tip 4: Istirahat Jika Diperlukan

Jangan memaksakan diri jika merasa lelah atau nyeri. Istirahat sejenak untuk meregangkan tubuh atau minum air putih.

Tip 5: Kenakan Pakaian yang Nyaman dan Menyerap Keringat

Pilih pakaian yang longgar dan menyerap keringat untuk menjaga kenyamanan selama salat tarawih.

Tip 6: Jaga Kebersihan dan Protokol Kesehatan

Terapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama salat tarawih untuk menjaga kesehatan diri dan orang lain.

Tip 7: Konsumsi Makanan Bernutrisi Setelah Tarawih

Setelah salat tarawih, konsumsi makanan bernutrisi seperti buah-buahan, sayuran, dan makanan berprotein untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan.

Tip 8: Tidur yang Cukup

Pastikan untuk tidur yang cukup setelah salat tarawih untuk menjaga kebugaran tubuh dan konsentrasi dalam beribadah.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, umat Islam dapat menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah tarawih dan memperoleh pahala yang optimal. Kesehatan yang prima akan mendukung kekhusyukan dan kenyamanan dalam beribadah, serta memperkuat semangat dalam beribadah di bulan Ramadan.

Tips-tips ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Dengan menjaga kesehatan, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan maksimal dan meraih keberkahan di bulan Ramadan.

Kesimpulan

Jumlah rakaat tarawih merupakan aspek penting dalam pelaksanaan ibadah tarawih. Artikel ini membahas secara mendalam tentang jumlah rakaat tarawih, mulai dari pengertian hingga tips menjaga kesehatan selama beribadah. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat disimpulkan:

  • Jumlah rakaat tarawih yang disunnahkan adalah 20 rakaat, terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 12 rakaat witir.
  • Penetapan jumlah rakaat tarawih ini memiliki sejarah perkembangan yang panjang, dari masa Rasulullah SAW hingga masa Umar bin Khattab.
  • Salat tarawih berjamaah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan dan hikmah tersendiri, seperti memperkuat rasa persaudaraan dan keseragaman dalam beribadah.

Jumlah rakaat tarawih menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjaga kualitas dan kesempurnaan dalam beribadah. Melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang benar merupakan bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW dan upaya untuk meraih pahala yang berlimpah. Selain itu, menjaga kesehatan selama beribadah juga sangat penting untuk menunjang kekhusyukan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah tarawih.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru