Kapan Shalat Tarawih

Nur Jannah


Kapan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah yang dilakukan umat Islam pada bulan Ramadhan. Shalat ini dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya dan sebelum shalat Subuh. Waktu pelaksanaan shalat Tarawih ini sering menjadi pertanyaan di kalangan umat Islam, maka “kapan shalat Tarawih” menjadi kata kunci yang banyak dicari.

Shalat Tarawih memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah sebagai penggugur dosa, menambah pahala, dan melatih kesabaran. Shalat Tarawih juga memiliki sejarah yang panjang, bermula dari zaman Nabi Muhammad SAW.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang waktu pelaksanaan shalat Tarawih, mulai dari ketentuannya hingga hikmah di balik pelaksanaannya.

kapan shalat tarawih

Waktu pelaksanaan shalat Tarawih merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan ibadah ini. Berikut adalah 8 aspek penting terkait “kapan shalat tarawih”:

  • Mulai setelah Isya
  • Sebelum Subuh
  • 20 rakaat
  • Sunnah muakkad
  • Dilakukan berjamaah

Pelaksanaan shalat Tarawih yang tepat waktu akan memberikan pahala yang lebih besar. Selain itu, shalat Tarawih juga memiliki hikmah tersendiri, seperti melatih kesabaran, meningkatkan keimanan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Mulai setelah Isya

Pelaksanaan shalat Tarawih memiliki ketentuan waktu, salah satunya adalah dimulai setelah shalat Isya. Ketentuan ini menjadi aspek penting dalam “kapan shalat Tarawih” karena menjadi penanda awal waktu pelaksanaan ibadah tersebut.

  • Waktu Isya

    Waktu Isya merupakan batas awal pelaksanaan shalat Tarawih. Shalat Isya dimulai ketika matahari terbenam dan berakhir ketika fajar menyingsing.

  • Shalat Sunnah

    Sholat Tarawih termasuk dalam kategori shalat sunnah, sehingga tidak wajib dilakukan. Namun, shalat Tarawih sangat dianjurkan karena memiliki banyak (keutamaan).

  • Dianjurkan Berjamaah

    Shalat Tarawih dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid. Shalat Tarawih berjamaah memiliki keutamaan lebih besar dibandingkan shalat Tarawih sendirian.

  • Hikmah

    Mulai shalat Tarawih setelah Isya memiliki hikmah, di antaranya adalah untuk melatih kesabaran, meningkatkan keimanan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Dengan memahami ketentuan memulai shalat Tarawih setelah Isya, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan tepat waktu dan memperoleh pahala yang lebih besar. Selain itu, hikmah yang terkandung dalam shalat Tarawih juga dapat menjadi motivasi untuk menjalankannya dengan istiqamah.

Sebelum Subuh

Aspek “Sebelum Subuh” merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan “kapan shalat Tarawih”. Shalat Tarawih harus dilaksanakan sebelum waktu Subuh tiba, yaitu ketika fajar telah menyingsing. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait “Sebelum Subuh” dalam konteks shalat Tarawih:

  • Waktu Subuh

    Waktu Subuh adalah batas akhir pelaksanaan shalat Tarawih. Shalat Tarawih tidak boleh dilakukan setelah waktu Subuh masuk.

  • Fajar Shadiq

    Fajar shadiq adalah waktu fajar yang sebenarnya, yaitu ketika warna langit di ufuk timur telah berubah menjadi putih. Shalat Tarawih harus diakhiri sebelum fajar shadiq tiba.

  • Shalat Witir

    Shalat witir biasanya dilakukan setelah shalat Tarawih. Shalat witir juga harus dilaksanakan sebelum waktu Subuh tiba.

  • Hikmah

    Melaksanakan shalat Tarawih sebelum Subuh memiliki hikmah, di antaranya adalah untuk melatih kesabaran, menjaga kekhusyukan, dan sebagai tanda syukur atas nikmat malam.

Dengan memahami aspek “Sebelum Subuh” dalam shalat Tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan tepat waktu dan memperoleh pahala yang lebih besar. Selain itu, hikmah yang terkandung dalam shalat Tarawih juga dapat menjadi motivasi untuk menjalankannya dengan istiqamah.

20 Rakaat

Dalam pembahasan “kapan shalat tarawih”, aspek “20 rakaat” memiliki keterkaitan yang erat. Shalat Tarawih terdiri dari 20 rakaat, yang menjadi salah satu ciri khas ibadah ini. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait “20 rakaat” dalam konteks shalat Tarawih:

Jumlah rakaat dalam shalat Tarawih adalah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pelaksanaan shalat Tarawih dengan 20 rakaat memiliki keutamaan tersendiri, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil.

Pembagian rakaat dalam shalat Tarawih biasanya dilakukan dalam 2 bagian, yaitu 8 rakaat pada bagian pertama dan 12 rakaat pada bagian kedua. Di antara kedua bagian tersebut terdapat shalat witir yang terdiri dari 3 rakaat.

Memahami aspek “20 rakaat” dalam shalat Tarawih sangat penting untuk melaksanakan ibadah ini dengan benar dan memperoleh pahala yang lebih besar. Dengan melaksanakan shalat Tarawih dengan 20 rakaat, umat Islam dapat mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan meraih keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Sunnah Muakkad

Dalam konteks “kapan shalat tarawih”, aspek “sunnah muakkad” memiliki keterkaitan yang erat. Shalat Tarawih termasuk dalam kategori shalat sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan untuk dikerjakan dan memiliki keutamaan yang besar.

  • Amalan yang Dianjurkan

    Shalat Tarawih termasuk dalam amalan yang sangat dianjurkan, meskipun tidak wajib. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat Tarawih karena memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar.

  • Menambah Kekhusyukan

    Melaksanakan shalat Tarawih dapat meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan memperbanyak ibadah pada malam hari, umat Islam dapat lebih fokus dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

  • Menghapus Dosa

    Salah satu keutamaan shalat Tarawih adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil. Dengan melaksanakan shalat Tarawih secara istiqamah, umat Islam dapat memperoleh ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

  • Mencari Lailatul Qadar

    Salah satu keutamaan shalat Tarawih adalah sebagai sarana untuk mencari malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil selama bulan Ramadhan, termasuk dengan melaksanakan shalat Tarawih.

Dengan memahami aspek “sunnah muakkad” dalam shalat Tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan memperoleh keutamaan yang terkandung di dalamnya. Melaksanakan shalat Tarawih secara istiqamah dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan dan meraih pahala yang besar.

Dilakukan berjamaah

Shalat Tarawih dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid. Hal ini karena shalat Tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan shalat Tarawih sendirian. Pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah juga dapat meningkatkan kekhusyukan dan kebersamaan antar sesama umat Islam.

Waktu pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah biasanya dimulai setelah shalat Isya dan berakhir sebelum waktu Subuh tiba. Di beberapa masjid, shalat Tarawih berjamaah dilakukan secara tarawih, yaitu dengan membagi rakaat shalat menjadi beberapa bagian dan setiap bagian diimami oleh orang yang berbeda.

Dengan memahami pentingnya shalat Tarawih berjamaah, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan memperoleh keutamaan yang lebih besar. Selain itu, shalat Tarawih berjamaah juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.

Tanya Jawab Seputar Kapan Shalat Tarawih

Berikut adalah beberapa tanya jawab seputar “kapan shalat tarawih” yang akan membantu Anda dalam menentukan waktu pelaksanaan shalat Tarawih.

Pertanyaan 1: Kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih?

Jawaban: Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya dan sebelum waktu Subuh tiba.

Pertanyaan 2: Apakah shalat Tarawih boleh dilakukan setelah waktu Subuh?

Jawaban: Tidak, shalat Tarawih tidak boleh dilakukan setelah waktu Subuh tiba.

Pertanyaan 3: Berapa jumlah rakaat shalat Tarawih?

Jawaban: Shalat Tarawih terdiri dari 20 rakaat, yang biasanya dibagi menjadi 2 bagian.

Pertanyaan 4: Apakah shalat Tarawih termasuk shalat wajib?

Jawaban: Tidak, shalat Tarawih termasuk shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Pertanyaan 5: Apakah shalat Tarawih boleh dilakukan secara sendiri-sendiri?

Jawaban: Shalat Tarawih dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid, namun juga boleh dilakukan sendiri-sendiri.

Pertanyaan 6: Apa keutamaan shalat Tarawih?

Jawaban: Shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, menambah pahala, dan sebagai sarana untuk mencari malam Lailatul Qadar.

Dengan memahami jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan dapat membantu Anda dalam menentukan waktu pelaksanaan shalat Tarawih dengan lebih jelas. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang hikmah dan manfaat shalat Tarawih.

Tips Menentukan Waktu Shalat Tarawih

Untuk menentukan waktu pelaksanaan shalat Tarawih dengan tepat, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

Tip 1: Kenali waktu shalat Isya
Waktu shalat Tarawih dimulai setelah shalat Isya. Pastikan Anda mengetahui waktu shalat Isya di daerah Anda.

Tip 2: Pantau waktu fajar
Waktu shalat Tarawih berakhir sebelum waktu fajar tiba. Perhatikan waktu fajar di daerah Anda untuk memastikan Anda menyelesaikan shalat Tarawih tepat waktu.

Tip 3: Cek pengumuman masjid
Banyak masjid yang mengumumkan waktu pelaksanaan shalat Tarawih. Anda dapat mengecek pengumuman tersebut untuk mendapatkan informasi yang akurat.

Tip 4: Gunakan aplikasi penunjuk waktu shalat
Saat ini tersedia banyak aplikasi yang dapat membantu Anda mengetahui waktu shalat, termasuk waktu shalat Tarawih.

Tip 5: Bertanya kepada ustadz atau tokoh agama
Jika Anda masih ragu tentang waktu pelaksanaan shalat Tarawih, Anda dapat bertanya kepada ustadz atau tokoh agama di daerah Anda.

Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat menentukan waktu pelaksanaan shalat Tarawih dengan lebih tepat dan memastikan Anda melaksanakan ibadah ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Selanjutnya, pada bagian terakhir artikel ini, kita akan membahas hikmah dan manfaat melaksanakan shalat Tarawih, serta kaitannya dengan penentuan waktu yang tepat.

Kesimpulan

Dari pembahasan tentang “kapan shalat tarawih”, dapat disimpulkan bahwa waktu pelaksanaan shalat Tarawih dimulai setelah shalat Isya dan berakhir sebelum waktu Subuh tiba. Shalat Tarawih terdiri dari 20 rakaat dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid. Pelaksanaan shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, menambah pahala, dan sebagai sarana untuk mencari malam Lailatul Qadar.

Dengan memahami waktu pelaksanaan shalat Tarawih yang tepat, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan memperoleh keutamaan yang terkandung di dalamnya. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dengan melaksanakan shalat Tarawih secara istiqamah dan penuh kekhusyukan.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru