Kapan Sholat Tarawih

Nur Jannah


Kapan Sholat Tarawih

Kapan sholat tarawih adalah ibadah sholat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadan setelah sholat Isya. Sholat ini biasa dilakukan berjamaah di masjid atau mushola, dan memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam.

Sholat tarawih memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, melatih kesabaran dan kekhusyuan, serta sebagai sarana untuk berdoa dan memohon ampunan. Dari segi sejarah, sholat tarawih pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada malam ke-23 bulan Ramadan di tahun ke-2 Hijriyah.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai kapan sholat tarawih, tata cara pelaksanaannya, serta atau keutamaannya. Kita juga akan mengulas sejarah perkembangan sholat tarawih dari masa ke masa.

Kapan Sholat Tarawih

Kapan sholat tarawih merupakan aspek penting dalam ibadah sholat tarawih yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. Ada beberapa aspek penting yang perlu dipahami, antara lain:

  • Waktu pelaksanaan
  • Jumlah rakaat
  • Tata cara pelaksanaan
  • Keutamaan
  • Sejarah
  • Dalil pelaksanaannya
  • Hikmah pensyariatannya
  • Perbedaan pendapat ulama
  • Hal-hal yang membatalkan

Memahami aspek-aspek tersebut akan membantu umat Islam dalam melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan benar, sehingga dapat memperoleh keutamaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan merupakan aspek penting dalam ibadah sholat tarawih, yang menentukan sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait waktu pelaksanaan sholat tarawih, antara lain:

  • Waktu Awal

    Waktu awal pelaksanaan sholat tarawih adalah setelah sholat Isya, yaitu setelah matahari terbenam dan masuknya waktu Isya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan sholat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah pukul 22.00 atau 23.00 waktu setempat.

  • Waktu Akhir

    Waktu akhir pelaksanaan sholat tarawih adalah sebelum masuknya waktu sholat Subuh. Dengan demikian, sholat tarawih harus sudah selesai dikerjakan sebelum azan Subuh berkumandang.

  • Waktu Afdal

    Waktu yang paling afdal untuk melaksanakan sholat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah pukul 22.00 atau 23.00 waktu setempat. Pada waktu tersebut, umat Islam diyakini akan memperoleh pahala yang lebih besar karena malam terakhir merupakan waktu di mana banyak malaikat turun ke bumi.

  • Perbedaan Pendapat

    Di kalangan ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu pelaksanaan sholat tarawih. Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa sholat tarawih boleh dilaksanakan setelah sholat Maghrib, namun pendapat ini tidak diamalkan oleh mayoritas umat Islam.

Dengan memahami waktu pelaksanaan sholat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan benar, sehingga dapat memperoleh keutamaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Jumlah Rakaat

Jumlah rakaat dalam sholat tarawih merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Jumlah rakaat yang dikerjakan akan mempengaruhi lama waktu pelaksanaan sholat tarawih dan pahala yang diperoleh.

Menurut mayoritas ulama, jumlah rakaat sholat tarawih adalah 20 rakaat, termasuk didalamnya 3 rakaat sholat witir. Jumlah rakaat ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya hadits dari Aisyah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir.

Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat sholat tarawih. Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa jumlah rakaat sholat tarawih adalah 8 rakaat, dan ada pula yang berpendapat 36 rakaat. Perbedaan pendapat ini tidak menjadi masalah selama dikerjakan dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Memahami jumlah rakaat sholat tarawih penting bagi umat Islam agar dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan benar. Dengan memperhatikan jumlah rakaat yang dikerjakan, maka umat Islam dapat memperoleh pahala yang maksimal dan merasakan kekhusyuan dalam beribadah.

Tata cara pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan merupakan aspek penting dalam sholat tarawih yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. Tata cara pelaksanaan yang benar akan menentukan sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan, serta berpengaruh pada kekhusyuan dan pahala yang diperoleh.

  • Niat

    Niat merupakan syarat sah sholat, termasuk sholat tarawih. Niat dilakukan pada saat takbiratul ihram dengan mengucapkan “Ushalli sunnatal tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala” (saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah ta’ala).

  • Rakaat

    Jumlah rakaat sholat tarawih adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat sholat witir. Sholat tarawih dikerjakan secara berpasangan, yaitu 2 rakaat salam 1 rakaat.

  • Bacaan

    Dalam sholat tarawih, terdapat beberapa bacaan yang dianjurkan, di antaranya surat Al-Fatihah, surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Nas.

  • Doa

    Setelah selesai sholat tarawih, dianjurkan untuk membaca doa-doa, seperti doa kamilin, doa sapu jagat, dan doa lainnya.

Dengan memahami tata cara pelaksanaan sholat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan benar, sehingga dapat memperoleh keutamaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Keutamaan

Melaksanakan sholat tarawih pada waktu yang tepat memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah pahala yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengerjakan sholat tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, sholat tarawih juga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan beribadah pada waktu malam, umat Islam dapat lebih khusyuk dan fokus dalam menjalin hubungan dengan Tuhannya. Saat itulah hati menjadi lebih tenang dan pikiran menjadi lebih jernih, sehingga ibadah yang dilakukan dapat lebih bermakna.

Memahami keutamaan sholat tarawih dapat memotivasi umat Islam untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Dengan mengerjakan sholat tarawih pada waktu yang tepat, umat Islam dapat memperoleh pahala yang berlipat ganda, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendapatkan ketenangan hati dan pikiran. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga waktu pelaksanaan sholat tarawih agar dapat memperoleh keutamaan-keutamaan tersebut.

Sejarah

Sejarah memiliki hubungan yang erat dengan “kapan sholat tarawih”. Pemahaman tentang sejarah sholat tarawih dapat membantu umat Islam dalam memahami waktu pelaksanaan sholat tarawih yang tepat. Sejarah mencatat bahwa sholat tarawih pertama kali dilaksanakan pada masa Rasulullah SAW di bulan Ramadan tahun ke-2 Hijriyah. Pada awalnya, sholat tarawih dilakukan secara berkelompok dan tidak berjamaah, yaitu setiap kelompok mengerjakan sholat tarawih di rumah masing-masing.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sholat tarawih mulai dikerjakan secara berjamaah di masjid. Hal ini dilakukan untuk menyatukan umat Islam dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Khalifah Umar juga menetapkan jumlah rakaat sholat tarawih sebanyak 20 rakaat, yang hingga saat ini masih diamalkan oleh umat Islam.

Memahami sejarah sholat tarawih memberikan pemahaman yang komprehensif tentang waktu pelaksanaan sholat tarawih. Sejarah menunjukkan bahwa sholat tarawih mulai dilaksanakan pada masa Rasulullah SAW dan mengalami perkembangan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Pemahaman ini memberikan landasan yang kuat bagi umat Islam dalam melaksanakan sholat tarawih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Dalil pelaksanaannya

Dalil pelaksanaannya menjadi landasan utama dalam menentukan waktu pelaksanaan sholat tarawih. Dalil-dalil ini bersumber dari Al-Qur’an, hadits, dan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

  • Al-Qur’an

    Dalam Al-Qur’an, perintah untuk melaksanakan sholat tarawih disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 184, yang artinya, “Pada bulan Ramadan, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menunjukkan bahwa sholat tarawih merupakan bagian dari ibadah pada bulan Ramadan yang dianjurkan.

  • Hadits

    Terdapat banyak hadits yang menjelaskan tentang sholat tarawih, di antaranya hadits dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadits tersebut, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir. Hadits ini menjadi salah satu dasar penetapan jumlah rakaat sholat tarawih.

  • Praktik Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW menjadi teladan bagi umat Islam dalam melaksanakan sholat tarawih. Ummu Salamah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu mengerjakan sholat tarawih di masjid. Hal ini menunjukkan bahwa sholat tarawih dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

  • Waktu Pelaksanaan

    Landasan mengenai waktu pelaksanaan sholat tarawih diperoleh dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Sholat tarawih dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.” Hadits ini menunjukkan bahwa waktu yang paling afdal untuk melaksanakan sholat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah pukul 22.00 atau 23.00 waktu setempat.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalil-dalil yang menjadi landasan pelaksanaan sholat tarawih bersumber dari Al-Qur’an, hadits, dan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalil-dalil ini memberikan panduan yang jelas mengenai waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, dan tata cara pelaksanaan sholat tarawih, sehingga umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan benar.

Hikmah pensyariatannya

Hikmah pensyariatan sholat tarawih sangat erat kaitannya dengan “kapan sholat tarawih” dilaksanakan. Hikmah tersebut merupakan alasan dan tujuan utama disyariatkannya sholat tarawih pada waktu tertentu.

Salah satu hikmah pensyariatan sholat tarawih adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sholat tarawih yang dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang penuh ketenangan dan kekhusyukan, memungkinkan umat Islam untuk lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah. Dengan begitu, mereka dapat memperkuat hubungan dengan Tuhannya dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Hikmah lainnya adalah untuk mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Pelaksanaan sholat tarawih pada waktu yang tepat, seperti yang dianjurkan dalam hadits Rasulullah SAW, akan memberikan pahala yang berlipat ganda. Hal ini karena sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Memahami hikmah pensyariatan sholat tarawih dapat memotivasi umat Islam untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Dengan mengetahui tujuan dan manfaat dari ibadah ini, mereka dapat lebih bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya dan mendapatkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami hikmah pensyariatan sholat tarawih agar dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Perbedaan Pendapat Ulama

Perbedaan pendapat ulama merupakan salah satu aspek penting dalam kajian tentang “kapan sholat tarawih”. Perbedaan pendapat ini muncul karena adanya perbedaan dalam menafsirkan dalil-dalil yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan sholat tarawih. Meskipun terdapat perbedaan pendapat, namun umat Islam tetap harus menghormati dan menghargai pendapat ulama yang berbeda, serta memilih pendapat yang paling kuat dalilnya.

  • Waktu Pelaksanaan

    Perbedaan pendapat ulama yang pertama terletak pada waktu pelaksanaan sholat tarawih. Ada ulama yang berpendapat bahwa sholat tarawih boleh dilaksanakan setelah sholat Maghrib, namun pendapat ini tidak diamalkan oleh mayoritas umat Islam. Mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu pelaksanaan sholat tarawih adalah setelah sholat Isya.

  • Waktu Awal

    Perbedaan pendapat ulama juga terdapat pada waktu awal pelaksanaan sholat tarawih. Ada ulama yang berpendapat bahwa waktu awal sholat tarawih adalah setelah sholat Isya, ada pula yang berpendapat bahwa waktu awal sholat tarawih adalah sepertiga malam terakhir.

  • Waktu Akhir

    Selain waktu awal, terdapat juga perbedaan pendapat ulama mengenai waktu akhir pelaksanaan sholat tarawih. Ada ulama yang berpendapat bahwa waktu akhir sholat tarawih adalah sebelum masuknya waktu sholat Subuh, ada pula yang berpendapat bahwa waktu akhir sholat tarawih adalah sepertiga malam terakhir.

  • Jumlah Rakaat

    Perbedaan pendapat ulama juga terdapat pada jumlah rakaat sholat tarawih. Mayoritas ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat sholat tarawih adalah 20 rakaat, termasuk didalamnya 3 rakaat sholat witir. Namun, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa jumlah rakaat sholat tarawih adalah 8 rakaat, dan ada pula yang berpendapat 36 rakaat.

Perbedaan pendapat ulama mengenai waktu pelaksanaan sholat tarawih tidak menjadi masalah selama dikerjakan dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Umat Islam dapat memilih pendapat yang paling kuat dalilnya dan melaksanakan sholat tarawih dengan sebaik-baiknya.

Hal-hal yang membatalkan

Dalam pembahasan “kapan sholat tarawih”, pemahaman tentang hal-hal yang dapat membatalkan sholat menjadi penting. Mengetahui hal ini akan membantu umat Islam untuk melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan benar.

  • Meninggalkan Rukun Sholat

    Meninggalkan salah satu rukun sholat, seperti niat, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah, rukuk, sujud, dan salam, akan membatalkan sholat. Dalam sholat tarawih, hal ini perlu diperhatikan agar sholat yang dikerjakan tetap sah.

  • Berbicara

    Berbicara atau mengeluarkan suara yang tidak termasuk dalam bacaan sholat, seperti mengobrol atau menjawab salam, akan membatalkan sholat. Oleh karena itu, selama melaksanakan sholat tarawih, umat Islam harus menjaga ketenangan dan fokus dalam beribadah.

  • Tertawa

    Tertawa dengan suara yang keras saat sholat akan membatalkan sholat. Tawa yang diperbolehkan adalah tawa kecil yang tidak mengeluarkan suara.

  • Bergerak Besar atau Kecil

    Bergerak besar, seperti berjalan atau berlari, akan membatalkan sholat. Sedangkan bergerak kecil, seperti menggaruk atau mengusap wajah, tidak membatalkan sholat asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.

Memahami hal-hal yang dapat membatalkan sholat tarawih sangat penting agar ibadah yang dilakukan dapat diterima oleh Allah SWT. Dengan menjaga kehati-hatian dan fokus dalam beribadah, umat Islam dapat melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan benar, sehingga memperoleh pahala dan manfaat yang maksimal.

Pertanyaan Umum Seputar Waktu Sholat Tarawih

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan terkait dengan waktu pelaksanaan sholat tarawih beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Kapan waktu pelaksanaan sholat tarawih?

Waktu pelaksanaan sholat tarawih adalah setelah sholat Isya sampai sebelum masuk waktu sholat Subuh. Waktu yang paling utama untuk mengerjakan sholat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

Pertanyaan 2: Apakah sholat tarawih boleh dikerjakan setelah sholat Maghrib?

Ada perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hal ini. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa sholat tarawih tidak boleh dikerjakan setelah sholat Maghrib, melainkan setelah sholat Isya.

Pertanyaan 3: Berapa jumlah rakaat sholat tarawih?

Jumlah rakaat sholat tarawih adalah 20 rakaat, termasuk didalamnya 3 rakaat sholat witir. Sholat tarawih dikerjakan secara berpasangan, yaitu 2 rakaat salam 1 rakaat.

Pertanyaan 4: Apakah sholat tarawih harus dikerjakan secara berjamaah?

Sholat tarawih boleh dikerjakan secara individu maupun berjamaah. Namun, sholat tarawih berjamaah lebih utama karena dapat meningkatkan kekhusyukan dan kebersamaan.

Pertanyaan 5: Apa keutamaan mengerjakan sholat tarawih?

Keutamaan mengerjakan sholat tarawih adalah mendapatkan pahala yang berlipat ganda, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Pertanyaan 6: Apa saja hal-hal yang dapat membatalkan sholat tarawih?

Hal-hal yang dapat membatalkan sholat tarawih antara lain adalah berbicara, tertawa, bergerak besar atau kecil yang berlebihan, dan meninggalkan salah satu rukun sholat.

Demikian beberapa pertanyaan umum seputar waktu pelaksanaan sholat tarawih. Memahami waktu pelaksanaan sholat tarawih dengan baik akan membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah ini dengan benar dan memperoleh keutamaan-keutamaannya.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pelaksanaan sholat tarawih dan adab-adab yang perlu diperhatikan saat mengerjakan sholat tarawih.

Tips Melaksanakan Sholat Tarawih yang Benar

Menjalankan ibadah sholat tarawih dengan benar sangat penting untuk memperoleh pahala dan manfaat yang maksimal. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Niatkan dengan Benar: Niatkan sholat tarawih semata-mata karena Allah SWT dan mengharap ridha-Nya, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain.

Kerjakan Secara Berjamaah: Sholat tarawih lebih utama dikerjakan secara berjamaah karena dapat meningkatkan kekhusyukan, kebersamaan, dan pahala yang berlipat ganda.

Fokus dan Khusyuk: Jauhkan pikiran dari hal-hal duniawi dan fokuslah pada ibadah yang sedang dikerjakan. Perhatikan bacaan, gerakan, dan adab sholat dengan baik.

Perhatikan Waktu Pelaksanaan: Sholat tarawih dikerjakan setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Subuh. Waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir.

Kerjakan dengan Tertib: Sholat tarawih dikerjakan secara berpasangan, yaitu 2 rakaat salam 1 rakaat, hingga selesai 20 rakaat. Jangan terburu-buru dan kerjakan dengan tertib sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Bacaan dan Doa: Perhatikan bacaan surat dan doa yang dibaca saat sholat tarawih, seperti surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Bacalah dengan baik dan benar.

Jaga Adab Sholat: Jaga adab sholat dengan menutup aurat, menjaga pandangan, dan menghindari perbuatan yang dapat mengurangi kekhusyukan, seperti berbicara atau tertawa.

Berdoa Setelah Sholat: Setelah selesai sholat tarawih, dianjurkan untuk memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Dengan menerapkan tips-tips tersebut, umat Islam dapat melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan benar, sehingga memperoleh pahala yang berlipat ganda, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Menerapkan tips-tips ini juga merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas ibadah sholat tarawih. Dengan memperhatikan adab dan tata cara pelaksanaannya, ibadah sholat tarawih akan menjadi lebih bermakna dan bernilai di sisi Allah SWT.

Kesimpulan

Artikel ini telah mengupas tuntas tentang “kapan sholat tarawih”, mencakup waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, tata cara, keutamaan, sejarah, dalil, hikmah pensyariatan, perbedaan pendapat ulama, hal-hal yang membatalkan, pertanyaan umum, tips pelaksanaan yang benar, dan adab-adab saat mengerjakan sholat tarawih. Pemahaman yang komprehensif tentang aspek-aspek ini sangat penting bagi umat Islam agar dapat melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan benar, sehingga memperoleh pahala yang berlipat ganda serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah waktu pelaksanaan sholat tarawih. Mayoritas ulama berpendapat bahwa sholat tarawih dikerjakan setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Subuh, dengan waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir. Waktu pelaksanaan ini memiliki kaitan erat dengan sejarah sholat tarawih yang dimulai pada masa Rasulullah SAW dan perkembangannya pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Poin utama lainnya adalah tata cara pelaksanaan sholat tarawih. Sholat tarawih dikerjakan secara berpasangan, yaitu 2 rakaat salam 1 rakaat, hingga selesai 20 rakaat. Dalam pelaksanaannya, perlu diperhatikan bacaan surat dan doa yang dibaca, serta adab-adab sholat seperti menutup aurat, menjaga pandangan, dan menghindari perbuatan yang dapat mengurangi kekhusyukan. Tata cara pelaksanaan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dan memiliki hikmah untuk meningkatkan kekhusyukan, kebersamaan, dan pahala yang berlipat ganda.

Dengan memahami dan mengamalkan ilmu tentang “kapan sholat tarawih” ini, semoga umat Islam dapat melaksanakan ibadah sholat tarawih dengan sebaik-baiknya, sehingga memperoleh limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Marilah kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kualitas ibadah kita.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru