Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa

Nur Jannah


Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah sebuah khutbah yang dilakukan pada saat Hari Raya Idul Adha menggunakan Bahasa Jawa, yang merupakan bahasa daerah yang banyak digunakan di pulau Jawa.

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa sangat penting karena dapat membantu umat Islam untuk memahami makna dan hikmah dari Hari Raya Idul Adha. Selain itu, khutbah ini juga dapat memperkuat tali persaudaraan antar umat Islam di Jawa.

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa memiliki sejarah yang panjang. Pada awalnya, khutbah ini disampaikan dalam bahasa Arab. Namun, seiring berjalannya waktu, khutbah ini mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa agar dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat Jawa.

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan bagian penting dari perayaan Idul Adha bagi umat Islam di Jawa. Berikut adalah 9 aspek penting terkait khutbah Idul Adha Bahasa Jawa:

  • Isi: Pesan dan ajaran yang disampaikan dalam khutbah.
  • Bahasa: Bahasa yang digunakan dalam khutbah, yaitu Bahasa Jawa.
  • Tujuan: Mengajak umat Islam untuk merenungkan makna Idul Adha.
  • Waktu: Waktu penyampaian khutbah, yaitu pada saat Salat Idul Adha.
  • Tempat: Tempat penyampaian khutbah, yaitu di masjid atau lapangan.
  • Khatib: Orang yang menyampaikan khutbah, biasanya seorang ulama atau tokoh agama.
  • Jemaah: Orang-orang yang mendengarkan khutbah.
  • Tradisi: Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
  • Relevansi: Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa masih relevan hingga saat ini karena dapat membantu umat Islam untuk memahami makna Idul Adha dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap aspek tersebut saling terkait dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh dalam pelaksanaan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa. Isi khutbah yang disampaikan dalam Bahasa Jawa bertujuan untuk mengajak jemaah merenungkan makna Idul Adha, seperti pengorbanan, keikhlasan, dan berbagi. Khutbah ini biasanya disampaikan oleh seorang khatib yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam dan budaya Jawa. Tradisi khutbah Idul Adha Bahasa Jawa terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam di Jawa.

Isi

Isi khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan bagian terpenting dari khutbah tersebut. Isi khutbah memuat pesan-pesan dan ajaran-ajaran Islam yang disampaikan oleh khatib kepada jemaah. Pesan-pesan dan ajaran-ajaran tersebut biasanya berkaitan dengan tema Idul Adha, seperti pengorbanan, keikhlasan, dan berbagi.

  • Makna Idul Adha

    Khatib menjelaskan makna dan sejarah Idul Adha, serta mengaitkannya dengan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Khatib juga mengingatkan jemaah tentang pentingnya meneladani sifat-sifat mulia Nabi Ibrahim AS, seperti ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan.

  • Hikmah Pengorbanan

    Khatib menerangkan hikmah di balik perintah berkurban pada Hari Raya Idul Adha. Khatib menjelaskan bahwa pengorbanan merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan wujud nyata dari rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

  • Ajaran Berbagi

    Khatib mengajak jemaah untuk mengamalkan ajaran berbagi, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim. Khatib menjelaskan bahwa berbagi merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

  • Larangan Berlebih-lebihan

    Khatib mengingatkan jemaah untuk tidak berlebih-lebihan dalam merayakan Idul Adha. Khatib menjelaskan bahwa berlebih-lebihan dalam berkurban atau berbelanja dapat mengurangi makna dan hikmah dari Idul Adha itu sendiri.

Dengan memahami isi khutbah Idul Adha Bahasa Jawa, jemaah dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang makna dan hikmah Idul Adha. Pemahaman ini diharapkan dapat memotivasi jemaah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Idul Adha dapat menjadi momen yang benar-benar membawa berkah dan kebaikan bagi seluruh umat Islam.

Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam khutbah Idul Adha adalah Bahasa Jawa, yang merupakan bahasa daerah yang banyak digunakan di pulau Jawa. Penggunaan Bahasa Jawa dalam khutbah memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1. Agar pesan dan ajaran yang disampaikan dalam khutbah dapat lebih mudah dipahami oleh jemaah, terutama bagi mereka yang tidak begitu mengerti Bahasa Arab.

2. Untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa, khususnya dalam konteks keagamaan.

3. Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan tradisi masyarakat Jawa yang mayoritas beragama Islam.

Penggunaan Bahasa Jawa dalam khutbah Idul Adha memiliki dampak yang positif bagi masyarakat Jawa. Di antaranya adalah:

1. Meningkatkan pemahaman masyarakat Jawa tentang ajaran-ajaran Islam, sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Memperkuat tali persaudaraan antar umat Islam di Jawa, karena bahasa merupakan salah satu faktor yang dapat mempersatukan masyarakat.

3. Menjaga kelestarian budaya Jawa, khususnya dalam konteks keagamaan.

Selain itu, penggunaan Bahasa Jawa dalam khutbah Idul Adha juga memiliki tantangan, antara lain:

1. Tidak semua khatib menguasai Bahasa Jawa dengan baik, sehingga dikhawatirkan pesan yang disampaikan tidak dapat tersampaikan dengan efektif.

2. Bahasa Jawa memiliki banyak dialek, sehingga dapat menyulitkan jemaah yang berasal dari daerah yang berbeda-beda untuk memahami khutbah yang disampaikan.

Meskipun terdapat tantangan, penggunaan Bahasa Jawa dalam khutbah Idul Adha tetap penting untuk dilestarikan. Dengan melakukan penyempurnaan dan pengembangan secara berkelanjutan, khutbah Idul Adha Bahasa Jawa dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan dan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa.

Tujuan

Tujuan utama khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah untuk mengajak umat Islam merenungkan makna dan hikmah dari Hari Raya Idul Adha. Hal ini sangat penting karena Idul Adha merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang memiliki makna yang mendalam.

Melalui khutbah yang disampaikan dalam Bahasa Jawa, diharapkan jemaah dapat lebih mudah memahami dan meresapi pesan-pesan yang disampaikan oleh khatib. Dengan memahami makna Idul Adha, diharapkan jemaah dapat mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Idul Adha menjadi momen yang benar-benar membawa berkah dan kebaikan bagi seluruh umat Islam.

Contoh nyata dari ajakan untuk merenungkan makna Idul Adha dalam khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah ketika khatib menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Kisah ini mengajarkan kepada jemaah tentang pentingnya ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, khatib juga mengingatkan jemaah tentang pentingnya berbagi dan berkurban, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim.

Dengan memahami makna Idul Adha, umat Islam dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan selalu berusaha menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT, sabar dalam menghadapi cobaan, dan ikhlas dalam menerima segala ketentuan-Nya. Selain itu, umat Islam juga dapat mengamalkan ajaran berbagi dan berkurban dengan menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Waktu

Waktu penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan khutbah tersebut. Biasanya, khutbah Idul Adha Bahasa Jawa disampaikan pada saat Salat Idul Adha, yaitu setelah pelaksanaan salat sunnah Idul Adha.

  • Waktu Pelaksanaan

    Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa dilaksanakan setelah pelaksanaan salat sunnah Idul Adha. Hal ini sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

  • Tempat Pelaksanaan

    Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa biasanya disampaikan di masjid atau lapangan terbuka tempat dilaksanakannya Salat Idul Adha.

  • Jemaah

    Jemaah yang mendengarkan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah mereka yang melaksanakan Salat Idul Adha, baik laki-laki maupun perempuan.

  • Tujuan

    Tujuan penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah untuk menyampaikan pesan dan ajaran Islam kepada jemaah, khususnya tentang makna dan hikmah Idul Adha.

Dengan memahami aspek waktu penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa, diharapkan jemaah dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mendengarkan dan mengambil manfaat dari khutbah tersebut. Selain itu, aspek waktu ini juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya pelaksanaan Idul Adha di masyarakat Jawa.

Tempat

Tempat penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan khutbah tersebut. Biasanya, khutbah Idul Adha Bahasa Jawa disampaikan di tempat yang dapat menampung banyak jemaah, seperti masjid atau lapangan terbuka.

  • Masjid

    Masjid merupakan tempat yang umum digunakan untuk pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa. Masjid memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung banyak jemaah, sehingga dapat menjamin kenyamanan dan kekhusyukan selama pelaksanaan ibadah.

  • Lapangan Terbuka

    Lapangan terbuka juga sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa. Lapangan terbuka memiliki keunggulan dari segi kapasitas yang lebih besar, sehingga dapat menampung lebih banyak jemaah. Selain itu, lapangan terbuka juga memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga jemaah dapat merasa lebih nyaman selama pelaksanaan ibadah.

Pemilihan tempat penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan kekhusyukan jemaah selama pelaksanaan ibadah. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kapasitas, sirkulasi udara, dan aksesibilitas, panitia penyelenggara dapat memilih tempat yang paling tepat untuk pelaksanaan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa.

Khatib

Dalam pelaksanaan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa, khatib memegang peran penting sebagai penyampai pesan dan ajaran Islam kepada jemaah. Biasanya yang menjadi khatib adalah seorang ulama atau tokoh agama yang memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan budaya Jawa.

  • Kemampuan Bahasa Jawa

    Seorang khatib yang baik harus memiliki kemampuan berbahasa Jawa yang baik dan fasih. Hal ini penting agar pesan dan ajaran Islam yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh jemaah, terutama bagi mereka yang tidak mengerti Bahasa Arab.

  • Penguasaan Ilmu Agama

    Selain kemampuan berbahasa Jawa, seorang khatib juga harus memiliki penguasaan ilmu agama yang mumpuni. Hal ini penting agar pesan dan ajaran Islam yang disampaikan sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan tidak menyesatkan jemaah.

  • Kemampuan Berkomunikasi

    Seorang khatib harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal ini penting agar pesan dan ajaran Islam yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh jemaah. Seorang khatib yang baik mampu menyampaikan pesan dengan jelas, menarik, dan mudah dipahami.

  • Pemahaman Budaya Jawa

    Seorang khatib yang baik juga harus memiliki pemahaman yang baik tentang budaya Jawa. Hal ini penting agar pesan dan ajaran Islam yang disampaikan dapat disampaikan dengan cara yang sesuai dengan budaya Jawa, sehingga dapat diterima dengan baik oleh jemaah.

Dengan memiliki keempat aspek tersebut, seorang khatib dapat menyampaikan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa dengan baik dan efektif, sehingga pesan dan ajaran Islam dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh jemaah. Hal ini akan membawa manfaat yang besar bagi jemaah, terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jemaah

Dalam pelaksanaan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa, jemaah memegang peran penting sebagai pihak yang mendengarkan, memahami, dan mengamalkan pesan dan ajaran Islam yang disampaikan oleh khatib. Jemaah merupakan komponen penting dari khutbah Idul Adha Bahasa Jawa, karena tanpa kehadiran jemaah, khutbah tidak dapat mencapai tujuannya.

Kehadiran jemaah dalam khutbah Idul Adha Bahasa Jawa memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Jemaah dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam, khususnya tentang makna dan hikmah Idul Adha.
  • Jemaah dapat memperkuat iman dan ketakwaan mereka melalui pesan-pesan dan ajaran Islam yang disampaikan dalam khutbah.
  • Jemaah dapat mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan sesama umat Islam melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan bersama, seperti mendengarkan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa.

Oleh karena itu, kehadiran jemaah dalam khutbah Idul Adha Bahasa Jawa sangat penting dan dianjurkan. Dengan hadir dan mendengarkan khutbah dengan baik, jemaah dapat memperoleh manfaat yang besar bagi kehidupan spiritual dan sosial mereka.

Tradisi

Tradisi khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan salah satu tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Jawa. Tradisi ini memiliki peran penting dalam melestarikan budaya Jawa, khususnya dalam konteks keagamaan. Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa disampaikan dalam bahasa Jawa, yang merupakan bahasa daerah yang banyak digunakan di pulau Jawa.

Penyampaian khutbah Idul Adha Bahasa Jawa pada saat Hari Raya Idul Adha memiliki makna yang mendalam. Bahasa Jawa yang digunakan dalam khutbah memudahkan masyarakat Jawa untuk memahami pesan dan ajaran Islam yang disampaikan oleh khatib. Selain itu, penggunaan Bahasa Jawa dalam khutbah Idul Adha juga merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya dan tradisi masyarakat Jawa yang mayoritas beragama Islam.

Tradisi khutbah Idul Adha Bahasa Jawa terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur mereka. Dengan demikian, tradisi khutbah Idul Adha Bahasa Jawa dapat terus menjadi sarana untuk menyampaikan pesan dan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa, serta menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa.

Relevansi

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa masih relevan hingga saat ini karena memiliki beberapa manfaat penting bagi umat Islam. Pertama, khutbah ini dapat membantu umat Islam untuk memahami makna dan hikmah dari Hari Raya Idul Adha. Melalui khutbah tersebut, umat Islam dapat mengetahui sejarah dan peristiwa penting yang melatarbelakangi Idul Adha, serta memahami nilai-nilai dan ajaran Islam yang terkandung di dalamnya.

Kedua, khutbah Idul Adha Bahasa Jawa dapat membantu umat Islam untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam khutbah tersebut, biasanya disampaikan pesan-pesan moral dan ajaran Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya ketaatan, kesabaran, keikhlasan, dan berbagi. Dengan mendengarkan dan memahami pesan-pesan tersebut, umat Islam dapat termotivasi untuk mengamalkannya dalam kehidupan mereka.

Ketiga, khutbah Idul Adha Bahasa Jawa dapat memperkuat ukhuwah dan persatuan umat Islam. Pelaksanaan khutbah yang dilakukan secara bersama-sama di masjid atau lapangan terbuka dapat menciptakan suasana kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antar umat Islam. Selain itu, pesan-pesan persatuan dan persaudaraan yang disampaikan dalam khutbah dapat memupuk rasa cinta dan kasih sayang antar sesama umat Islam.

Dengan demikian, khutbah Idul Adha Bahasa Jawa memiliki relevansi yang tinggi hingga saat ini karena dapat memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam. Khutbah ini dapat membantu umat Islam untuk memahami makna Idul Adha, mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan memperkuat ukhuwah dan persatuan umat Islam.

Pertanyaan Umum tentang Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait khutbah Idul Adha Bahasa Jawa:

Pertanyaan 1: Apa itu khutbah Idul Adha Bahasa Jawa?

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah khutbah yang disampaikan pada saat Hari Raya Idul Adha menggunakan Bahasa Jawa.

Pertanyaan 2: Apa tujuan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa?

Tujuan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa adalah untuk mengajak umat Islam memahami makna dan hikmah Idul Adha, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan 3: Siapa yang menyampaikan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa?

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa biasanya disampaikan oleh seorang khatib yang memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan budaya Jawa.

Pertanyaan 4: Kapan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa disampaikan?

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa biasanya disampaikan setelah pelaksanaan Salat Idul Adha.

Pertanyaan 5: Di mana khutbah Idul Adha Bahasa Jawa disampaikan?

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa biasanya disampaikan di masjid atau lapangan terbuka.

Pertanyaan 6: Mengapa khutbah Idul Adha Bahasa Jawa penting?

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa penting karena dapat membantu umat Islam memahami makna Idul Adha, mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan memperkuat ukhuwah dan persatuan umat Islam.

Pertanyaan-pertanyaan umum di atas dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang khutbah Idul Adha Bahasa Jawa. Dengan memahami aspek-aspek penting dari khutbah ini, semoga umat Islam dapat memperoleh manfaat yang besar dari pelaksanaannya.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang isi dan pesan yang disampaikan dalam khutbah Idul Adha Bahasa Jawa.

Tips Menyiapkan Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang Efektif

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam mempersiapkan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang efektif:

1. Tentukan Tema yang Relevan

Pilih tema khutbah yang relevan dengan makna dan hikmah Idul Adha, serta sesuai dengan konteks masyarakat setempat.

2. Kuasai Materi dengan Baik

Pelajari dan pahami materi khutbah secara mendalam, baik dari segi isi maupun bahasa yang digunakan.

3. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Mudah Dipahami

Gunakan Bahasa Jawa yang jelas dan mudah dipahami oleh jemaah, sehingga pesan khutbah dapat tersampaikan dengan baik.

4. Sampaikan dengan Penuh Perasaan

Sampaikan khutbah dengan penuh perasaan dan penghayatan, sehingga dapat menggugah emosi dan menginspirasi jemaah.

5. Beri Contoh dan Kisah yang Relevan

Berikan contoh-contoh dan kisah yang relevan untuk memperjelas isi khutbah dan membuatnya lebih menarik.

6. Ajak Jemaah untuk Berintrospeksi Diri

Dorong jemaah untuk melakukan introspeksi diri dan merenungkan makna Idul Adha dalam kehidupan mereka.

7. Sampaikan Pesan dengan Tegas namun Sopan

Sampaikan pesan khutbah dengan tegas namun tetap sopan dan menghargai jemaah.

8. Akhiri dengan Doa dan Harapan

Akhiri khutbah dengan doa dan harapan terbaik untuk jemaah, agar dapat mengamalkan nilai-nilai Idul Adha dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat mempersiapkan dan menyampaikan khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang efektif dan bermanfaat bagi jemaah.

Tips-tips ini akan membantu Anda dalam menyampaikan pesan khutbah dengan jelas, menarik, dan menginspirasi, sehingga jemaah dapat memahami makna Idul Adha dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa merupakan bagian penting dari perayaan Idul Adha bagi umat Islam di Jawa. Khutbah ini disampaikan dalam Bahasa Jawa untuk memudahkan masyarakat Jawa memahami pesan dan ajaran Islam yang disampaikan. Isi khutbah biasanya meliputi makna dan hikmah Idul Adha, ajaran berkurban dan berbagi, serta larangan berlebih-lebihan.

Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa memiliki beberapa manfaat penting, diantaranya: membantu umat Islam memahami makna Idul Adha, mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat ukhuwah dan persatuan umat Islam, serta melestarikan budaya Jawa. Untuk mempersiapkan khutbah yang efektif, khatib perlu menentukan tema yang relevan, menguasai materi dengan baik, menggunakan bahasa yang jelas, menyampaikan dengan penuh perasaan, dan mengakhiri dengan doa dan harapan.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru