Panduan Lengkap Umrah: Keutamaan, Tata Cara, dan Tips Haji Tamattu'

Nur Jannah


Panduan Lengkap Umrah: Keutamaan, Tata Cara, dan Tips Haji Tamattu'

Mengerjakan umrah sebelum haji disebut haji tamattu’. Haji tamattu’ adalah salah satu jenis haji yang dikerjakan dengan mendahulukan umrah di bulan Rajab, Syaban, atau Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan haji di bulan Zulhijah.

Haji tamattu’ memiliki beberapa keutamaan, di antaranya adalah pahala yang lebih besar, dapat menghemat waktu dan biaya, serta dapat menghindari kepadatan jamaah saat haji.

Haji tamattu’ pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahun 6 H. Saat itu, Rasulullah SAW dan para sahabatnya melakukan umrah pada bulan Rajab, kemudian kembali ke Madinah. Pada bulan Zulhijah, mereka kembali ke Mekah untuk melaksanakan haji.

mendahulukan umrah daripada haji disebut haji

Mengerjakan umrah sebelum haji memiliki beberapa aspek penting yang perlu dipahami. Aspek-aspek ini mencakup:

  • Jenis haji
  • Waktu pelaksanaan
  • Rukun haji
  • Tata cara pelaksanaan
  • Keutamaan
  • Hikmah
  • Sejarah
  • Perkembangan
  • Kontroversi
  • Pandangan ulama

Dengan memahami aspek-aspek ini, jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. Pemahaman yang baik tentang aspek-aspek ini juga dapat menghindari kesalahpahaman dan perbedaan pendapat dalam pelaksanaan haji tamattu’.

Jenis haji

Jenis haji merupakan salah satu aspek penting dalam memahami mendahulukan umrah daripada haji disebut haji. Terdapat beberapa jenis haji yang dapat dikerjakan oleh umat Islam, yaitu haji tamattu’, haji qiran, dan haji ifrad.

  • Haji tamattu’
    Haji tamattu’ adalah jenis haji yang dilakukan dengan mendahulukan umrah di bulan Rajab, Syaban, atau Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan haji di bulan Zulhijah. Jenis haji ini merupakan yang paling banyak dilakukan oleh umat Islam.
  • Haji qiran
    Haji qiran adalah jenis haji yang dilakukan dengan mengerjakan umrah dan haji secara bersamaan dalam satu rangkaian ibadah. Jenis haji ini lebih disukai oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
  • Haji ifrad
    Haji ifrad adalah jenis haji yang dikerjakan dengan mendahulukan haji di bulan Zulhijah, kemudian dilanjutkan dengan umrah setelah selesai haji. Jenis haji ini lebih jarang dilakukan oleh umat Islam.
  • Haji mabrur
    Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT dan pahalanya berlipat ganda. Jenis haji ini merupakan tujuan utama dari setiap umat Islam yang melaksanakan ibadah haji.

Pemilihan jenis haji yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing jamaah. Jenis haji yang paling sesuai akan membantu jamaah dalam melaksanakan ibadah haji dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan merupakan aspek penting dalam memahami mendahulukan umrah daripada haji disebut haji. Waktu pelaksanaan haji tamattu’ terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap umrah dan tahap haji. Tahap umrah dapat dilaksanakan pada bulan Rajab, Syaban, atau Ramadan, sedangkan tahap haji dilaksanakan pada bulan Zulhijah.

  • Waktu umrah
    Waktu umrah untuk haji tamattu’ dapat dilaksanakan pada bulan Rajab, Syaban, atau Ramadan. Jamaah dapat memilih salah satu dari ketiga bulan tersebut sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
  • Waktu haji
    Waktu haji untuk haji tamattu’ dilaksanakan pada bulan Zulhijah. Jamaah harus berada di Mekah pada tanggal 8 Zulhijah untuk melaksanakan wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji.
  • Waktu ihram
    Ihram untuk haji tamattu’ dilakukan pada waktu yang berbeda, yaitu ihram untuk umrah dan ihram untuk haji. Ihram untuk umrah dilakukan pada saat jamaah memasuki miqat, sedangkan ihram untuk haji dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah di Mekah.
  • Waktu thawaf
    Thawaf untuk haji tamattu’ dilakukan sebanyak dua kali, yaitu thawaf umrah dan thawaf haji. Thawaf umrah dilakukan setelah selesai melaksanakan umrah, sedangkan thawaf haji dilakukan setelah selesai melaksanakan haji.

Pemahaman tentang waktu pelaksanaan haji tamattu’ sangat penting agar jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan memahami waktu pelaksanaan haji tamattu’, jamaah dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menghindari kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Rukun haji

Rukun haji adalah perkara-perkara yang wajib dilaksanakan dalam ibadah haji. Jika salah satu rukun haji ditinggalkan, maka hajinya tidak sah. Rukun haji ada lima, yaitu:

  1. Ihram
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thawaf ifadhah
  4. Sa’i
  5. Tahallul

Mengerjakan umrah sebelum haji, yang disebut dengan haji tamattu’, tidak mengubah rukun haji. Rukun haji tetap sama, yaitu lima perkara yang disebutkan di atas. Namun, tata cara pelaksanaan haji tamattu’ sedikit berbeda dengan haji qiran dan haji ifrad. Perbedaan tersebut terletak pada waktu ihram dan thawaf.

Dalam haji tamattu’, ihram untuk haji dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah di Mekah. Sedangkan dalam haji qiran dan haji ifrad, ihram untuk haji dilakukan pada miqat. Selain itu, dalam haji tamattu’, thawaf dilakukan sebanyak dua kali, yaitu thawaf umrah dan thawaf haji. Sedangkan dalam haji qiran dan haji ifrad, thawaf hanya dilakukan sekali setelah selesai haji.

Meskipun terdapat perbedaan dalam tata cara pelaksanaan, namun rukun haji tetap sama untuk semua jenis haji. Memahami rukun haji sangat penting bagi setiap jamaah haji agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Tata cara pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan haji tamattu’, yaitu mengerjakan umrah sebelum haji, memiliki beberapa ketentuan yang perlu dipahami. Berikut beberapa aspek penting terkait tata cara pelaksanaan haji tamattu’:

  • Ihram
    Ihram untuk haji tamattu’ dilakukan dua kali, yaitu ihram untuk umrah dan ihram untuk haji. Ihram untuk umrah dilakukan pada saat jamaah memasuki miqat, sedangkan ihram untuk haji dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah di Mekah.
  • Thawaf
    Thawaf untuk haji tamattu’ dilakukan sebanyak dua kali, yaitu thawaf umrah dan thawaf haji. Thawaf umrah dilakukan setelah selesai melaksanakan umrah, sedangkan thawaf haji dilakukan setelah selesai melaksanakan haji.
  • Sa’i
    Sa’i untuk haji tamattu’ dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sa’i umrah dan sa’i haji. Sa’i umrah dilakukan setelah selesai thawaf umrah, sedangkan sa’i haji dilakukan setelah selesai thawaf haji.
  • Tahallul
    Tahallul untuk haji tamattu’ dilakukan sebanyak dua kali, yaitu tahallul umrah dan tahallul haji. Tahallul umrah dilakukan setelah selesai melaksanakan umrah, sedangkan tahallul haji dilakukan setelah selesai melaksanakan haji.

Memahami tata cara pelaksanaan haji tamattu’ sangat penting bagi setiap jamaah haji agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan memahami tata cara pelaksanaan haji tamattu’, jamaah dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menghindari kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Keutamaan

Mengerjakan umrah sebelum haji, yang disebut dengan haji tamattu’, memiliki beberapa keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain:

  • Pahala yang lebih besar
  • Menghemat waktu dan biaya
  • Mengurangi kepadatan saat pelaksanaan haji

Pahala yang lebih besar didapatkan karena mengerjakan haji tamattu’ berarti mengerjakan dua ibadah sekaligus, yaitu umrah dan haji. Menghemat waktu dan biaya karena jamaah tidak perlu bolak-balik Mekah-Madinah untuk mengerjakan umrah dan haji secara terpisah. Mengurangi kepadatan saat pelaksanaan haji karena sebagian jamaah sudah melaksanakan umrah sebelum puncak musim haji.

Keutamaan-keutamaan ini menjadi alasan mengapa banyak umat Islam memilih untuk mengerjakan haji tamattu’. Dengan memahami keutamaan-keutamaan ini, jamaah haji dapat semakin bersemangat dan bersyukur dapat melaksanakan ibadah haji tamattu’ yang merupakan salah satu ibadah yang paling utama dalam Islam.

Hikmah

Hikmah adalah kebijaksanaan yang bersumber dari Allah SWT. Hikmah merupakan salah satu aspek penting dalam memahami mendahulukan umrah daripada haji disebut haji, atau yang dikenal dengan haji tamattu’.

Hikmah mendahulukan umrah daripada haji adalah untuk memberikan kemudahan dan keringanan bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji. Dengan mendahulukan umrah, jamaah dapat menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kepadatan saat pelaksanaan haji. Selain itu, mengerjakan umrah sebelum haji juga dapat meningkatkan pahala ibadah haji.

Real-life examples of hikmah dalam mendahulukan umrah daripada haji dapat dilihat dari banyaknya umat Islam yang memilih untuk melaksanakan haji tamattu’. Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam memahami hikmah di balik mendahulukan umrah daripada haji, yaitu untuk mendapatkan kemudahan dan keringanan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Memahami hikmah mendahulukan umrah daripada haji memiliki beberapa aplikasi praktis, antara lain:

  • Membantu jamaah haji dalam mempersiapkan diri dengan baik untuk pelaksanaan ibadah haji.
  • Memberikan kemudahan dan keringanan bagi jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji.
  • Meningkatkan kualitas ibadah haji yang dilaksanakan oleh jamaah haji.

Dengan memahami hikmah mendahulukan umrah daripada haji, umat Islam dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. Hikmah ini menjadi pengingat bahwa Allah SWT selalu memberikan kemudahan dan keringanan bagi umat-Nya dalam melaksanakan ibadah, termasuk ibadah haji.

Sejarah

Sejarah merupakan aspek penting dalam memahami mendahulukan umrah daripada haji disebut haji, yang dikenal dengan haji tamattu’. Sejarah haji tamattu’ dapat ditelusuri hingga zaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

  • Zaman Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW melaksanakan haji tamattu’ pada tahun 6 H. Beliau dan para sahabatnya terlebih dahulu melaksanakan umrah pada bulan Rajab, kemudian dilanjutkan dengan haji pada bulan Zulhijah.

  • Masa Khulafaur Rasyidin

    Para Khulafaur Rasyidin juga menganjurkan pelaksanaan haji tamattu’. Khalifah Umar bin Khattab bahkan mewajibkan haji tamattu’ bagi jamaah haji yang berasal dari luar Mekah.

  • Masa Dinasti Umayyah

    Pada masa Dinasti Umayyah, haji tamattu’ menjadi jenis haji yang paling populer. Hal ini karena kemudahan dan keringanan yang diberikan oleh haji tamattu’.

  • Masa Modern

    Haji tamattu’ tetap menjadi jenis haji yang banyak dipilih oleh umat Islam hingga saat ini. Bahkan, mayoritas jamaah haji Indonesia melaksanakan haji tamattu’.

Sejarah haji tamattu’ menunjukkan bahwa jenis haji ini telah lama dipraktikkan oleh umat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa haji tamattu’ memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam dan telah menjadi pilihan banyak umat Islam selama berabad-abad.

Perkembangan

Perkembangan merupakan aspek penting dalam memahami mendahulukan umrah daripada haji disebut haji, atau yang dikenal dengan haji tamattu’. Perkembangan haji tamattu’ sejalan dengan perkembangan Islam itu sendiri. Seiring dengan bertambahnya jumlah umat Islam dan semakin mudahnya akses ke Mekah, maka haji tamattu’ semakin populer.

Perkembangan haji tamattu’ juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi. Misalnya, pada masa sekarang, banyak umat Islam yang memilih untuk melaksanakan haji tamattu’ karena lebih hemat waktu dan biaya dibandingkan dengan haji qiran atau haji ifrad. Selain itu, haji tamattu’ juga dianggap lebih praktis karena jamaah tidak perlu bolak-balik Mekah-Madinah untuk melaksanakan umrah dan haji secara terpisah.

Perkembangan haji tamattu’ memiliki beberapa implikasi praktis, antara lain:

  • Meningkatnya jumlah jamaah haji yang melaksanakan haji tamattu’.
  • Berkembangnya infrastruktur dan layanan haji di Mekah dan Madinah.
  • Meningkatnya kebutuhan akan pembimbing haji yang memahami haji tamattu’.

Memahami perkembangan haji tamattu’ sangat penting bagi jamaah haji agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk pelaksanaan ibadah haji. Jamaah haji perlu mengetahui tentang sejarah, keutamaan, dan tata cara pelaksanaan haji tamattu’ agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Kontroversi

Dalam pelaksanaan ibadah haji, terdapat beberapa perbedaan pendapat atau kontroversi di kalangan umat Islam. Salah satu kontroversi yang cukup terkenal adalah terkait dengan mendahulukan umrah daripada haji, yang disebut dengan haji tamattu’.

Kontroversi ini muncul karena adanya perbedaan penafsiran terhadap beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadis. Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa haji tamattu’ tidak diperbolehkan, karena dianggap melanggar larangan ihram haji dan umrah secara bersamaan. Namun, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa haji tamattu’ diperbolehkan, karena Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakan haji tamattu’.

Kontroversi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Meski demikian, mayoritas ulama sepakat bahwa haji tamattu’ diperbolehkan dan sah. Hal ini karena haji tamattu’ memiliki beberapa keutamaan, antara lain pahala yang lebih besar, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kepadatan saat pelaksanaan haji.

Pandangan ulama

Pandangan ulama merupakan salah satu aspek penting dalam memahami hukum mendahulukan umrah daripada haji, yang disebut dengan haji tamattu’. Pandangan ulama memberikan landasan syar’i bagi pelaksanaan ibadah haji tamattu’.

  • Dalil Al-Qur’an

    Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan dalil Al-Qur’an terkait haji tamattu’. Ada yang berpendapat bahwa haji tamattu’ diperbolehkan, berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 196.

  • Dalil Hadis

    Para ulama juga berbeda pendapat dalam menafsirkan dalil hadis terkait haji tamattu’. Ada yang berpendapat bahwa haji tamattu’ diperbolehkan, berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

  • Ijma’ Ulama

    Mayoritas ulama sepakat bahwa haji tamattu’ diperbolehkan. Hal ini menunjukkan bahwa haji tamattu’ memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam.

  • Fatwa MUI

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan pelaksanaan haji tamattu’. Fatwa ini menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam melaksanakan ibadah haji.

Pandangan ulama mengenai haji tamattu’ sangat penting untuk dipahami oleh umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah haji. Dengan memahami pandangan ulama, umat Islam dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Tanya Jawab Haji Tamattu’

Tanya jawab berikut membahas pertanyaan-pertanyaan umum terkait mendahulukan umrah daripada haji, yang disebut dengan haji tamattu’.

Pertanyaan 1: Apa itu haji tamattu’?

Haji tamattu’ adalah jenis haji yang dilakukan dengan mendahulukan umrah di bulan Rajab, Syaban, atau Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan haji di bulan Zulhijah.

Pertanyaan 2: Bolehkah mendahulukan umrah daripada haji?

Mayoritas ulama sepakat bahwa mendahulukan umrah daripada haji diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama.

Pertanyaan 3: Apa keutamaan haji tamattu’?

Haji tamattu’ memiliki beberapa keutamaan, antara lain pahala yang lebih besar, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kepadatan saat pelaksanaan haji.

Pertanyaan 4: Bagaimana tata cara pelaksanaan haji tamattu’?

Tata cara pelaksanaan haji tamattu’ adalah sebagai berikut:
1. Ihram untuk umrah di miqat.
2. Melaksanakan umrah.
3. Ihram untuk haji di Mekah pada tanggal 8 Zulhijah.
4. Melaksanakan haji.

Pertanyaan 5: Apa perbedaan haji tamattu’ dengan haji qiran dan haji ifrad?

Perbedaan haji tamattu’ dengan haji qiran dan haji ifrad terletak pada waktu ihram dan thawaf. Dalam haji tamattu’, ihram untuk haji dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah di Mekah, sedangkan dalam haji qiran dan haji ifrad ihram untuk haji dilakukan di miqat. Selain itu, dalam haji tamattu’ thawaf dilakukan sebanyak dua kali, yaitu thawaf umrah dan thawaf haji, sedangkan dalam haji qiran dan haji ifrad thawaf hanya dilakukan sekali setelah selesai haji.

Pertanyaan 6: Apakah haji tamattu’ lebih baik daripada haji qiran dan haji ifrad?

Tidak ada jenis haji yang lebih baik dari jenis haji lainnya. Pemilihan jenis haji tergantung pada kondisi dan kemampuan masing-masing jamaah.

Demikian tanya jawab terkait haji tamattu’. Memahami tanya jawab ini dapat membantu jamaah haji dalam mempersiapkan diri dengan baik untuk pelaksanaan ibadah haji.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang keutamaan haji tamattu’ dan bagaimana cara melaksanakannya dengan benar sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Tips Melaksanakan Haji Tamattu’

Haji tamattu’ merupakan salah satu jenis haji yang memiliki beberapa keutamaan. Untuk melaksanakan haji tamattu’ dengan baik dan sesuai syariat, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:

Tip 1: Niat yang benar
Niat yang benar merupakan dasar dari setiap ibadah. Niatkan haji tamattu’ karena Allah SWT semata dan untuk mendapatkan ridha-Nya.

Tip 2: Persiapan yang matang
Persiapan yang matang meliputi persiapan fisik, mental, dan finansial. Pastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan baik sebelum berangkat haji.

Tip 3: Pilih waktu yang tepat
Waktu pelaksanaan haji tamattu’ dapat dilakukan pada bulan Rajab, Syaban, atau Ramadan. Pilih waktu yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Tip 4: Pahami tata cara pelaksanaan
Pahami dengan baik tata cara pelaksanaan haji tamattu’, mulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul.

Tip 5: Ikuti bimbingan pembimbing haji
Ikuti bimbingan pembimbing haji yang berpengalaman dan memahami haji tamattu’. Pembimbing haji akan memberikan arahan dan bimbingan selama pelaksanaan haji.

Tip 6: Jaga kesehatan
Jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan minum air yang banyak.

Tip 7: Sabar dan ikhlas
Haji merupakan ibadah yang berat, sehingga dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Tip 8: Jaga kebersihan
Jaga kebersihan diri dan lingkungan selama pelaksanaan haji untuk mencegah penularan penyakit.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan jamaah haji dapat melaksanakan haji tamattu’ dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. Haji tamattu’ yang mabrur akan memberikan pahala yang besar dan menjadi bekal di akhirat kelak.

Tips-tips di atas merupakan bagian penting dalam memahami mendahulukan umrah daripada haji disebut haji. Dengan mengamalkan tips-tips ini, jamaah haji dapat memperoleh manfaat dan keutamaan haji tamattu’ secara maksimal.

Kesimpulan

Artikel ini telah mengulas secara mendalam tentang “mendahulukan umrah daripada haji disebut haji” atau haji tamattu’. Pembahasan mencakup sejarah, keutamaan, tata cara pelaksanaan, pandangan ulama, hingga tips dalam melaksanakan haji tamattu’.

Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari artikel ini adalah:

  1. Haji tamattu’ diperbolehkan dalam syariat Islam, berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama.
  2. Haji tamattu’ memiliki beberapa keutamaan, antara lain pahala yang lebih besar, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kepadatan saat pelaksanaan haji.
  3. Dalam pelaksanaan haji tamattu’, terdapat beberapa perbedaan dengan haji qiran dan haji ifrad, terutama dalam hal waktu ihram dan thawaf.

Memahami konsep haji tamattu’ sangat penting bagi umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah haji. Dengan memahami haji tamattu’, jamaah haji dapat mempersiapkan diri dengan baik dan melaksanakan ibadah haji sesuai dengan ketentuan syariat.

Haji merupakan ibadah yang mulia dan memiliki pahala yang besar. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran bagi setiap umat Islam yang berniat melaksanakan ibadah haji, khususnya haji tamattu’.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru