Niat Tarawih yang Benar, Ibadah Jadi Maksimal!

Nur Jannah


Niat Tarawih yang Benar, Ibadah Jadi Maksimal!

Niat bacaan sholat tarawih merupakan untaian kata atau kalimat yang diucapkan dalam hati ketika hendak melaksanakan sholat tarawih. Biasanya diucapkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Contoh niat bacaan sholat tarawih adalah “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.”

Niat bacaan sholat tarawih memiliki beberapa manfaat, antara lain untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada Allah SWT ketika hendak melaksanakan sholat, sebagai pembeda antara sholat tarawih dengan sholat lainnya, serta sebagai syarat sahnya sholat tarawih. Dalam perkembangan sejarahnya, niat bacaan sholat tarawih telah mengalami beberapa perubahan. Pada masa Rasulullah SAW, niat sholat tarawih tidak dilafadzkan secara lisan, melainkan cukup dengan niat dalam hati. Namun seiring berjalannya waktu, niat sholat tarawih mulai dilafalkan secara lisan, baik secara jahr (keras) maupun sirr (pelan).

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pentingnya niat bacaan sholat tarawih, tata cara mengucapkannya, serta beberapa hal yang dapat membatalkan niat sholat tarawih.

niat bacaan sholat tarawih

Niat bacaan sholat tarawih memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar sholat tarawih dapat dilaksanakan dengan sah dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah 8 aspek penting tersebut:

  • Lafal
  • Bahasa
  • Waktu
  • Tempat
  • Niat
  • Ikhlas
  • Sunnah
  • Sah

Lafal niat bacaan sholat tarawih harus jelas dan benar. Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa Arab, namun diperbolehkan juga menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya yang dipahami. Waktu mengucapkan niat adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Tempat mengucapkan niat adalah di dalam hati. Niat harus diniatkan dengan ikhlas karena Allah SWT. Sholat tarawih hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Jika niat bacaan sholat tarawih sudah diucapkan dengan benar, maka sholat tarawih tersebut dianggap sah.

Lafal

Lafal merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Lafal yang benar dan jelas akan membuat niat sholat tarawih menjadi sah. Berikut adalah empat komponen penting yang harus diperhatikan dalam lafal niat bacaan sholat tarawih:

  • Makharijul huruf
    Makharijul huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah. Dalam mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, makharijul huruf harus diperhatikan agar lafalnya benar dan jelas. Misalnya, huruf “” yang terdapat pada kata “shalli” harus diucapkan dari ujung lidah.
  • Shifatul huruf
    Shifatul huruf adalah cara atau sifat pengucapan huruf-huruf hijaiyah. Dalam mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, shifatul huruf harus diperhatikan agar lafalnya benar dan jelas. Misalnya, huruf “” yang terdapat pada kata “raka’ataini” harus diucapkan dengan getaran lidah.
  • Ghunnah
    Ghunnah adalah dengung yang terjadi pada saat mengucapkan huruf-huruf tertentu. Dalam mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, ghunnah harus diperhatikan agar lafalnya benar dan jelas. Misalnya, huruf “” yang terdapat pada kata “niyyati” harus diucapkan dengan dengung.
  • Idgham
    Idgham adalah penggabungan dua huruf yang sama atau berdekatan. Dalam mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, idgham harus diperhatikan agar lafalnya benar dan jelas. Misalnya, huruf “” yang terdapat pada kata “lillah” harus diucapkan dengan idgham bila bertemu dengan huruf “” yang terdapat pada kata “ta’ala”.

Dengan memperhatikan keempat komponen tersebut, lafal niat bacaan sholat tarawih dapat diucapkan dengan benar dan jelas. Hal ini akan membuat niat sholat tarawih menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.

Bahasa

Bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Bahasa yang digunakan dalam niat bacaan sholat tarawih haruslah sesuai dengan ketentuan syariat Islam agar niat sholat tarawih dapat diterima oleh Allah SWT.

  • Lafal
    Lafal merupakan aspek bahasa yang berkaitan dengan cara pengucapan kata-kata. Dalam niat bacaan sholat tarawih, lafal harus diucapkan dengan jelas dan benar agar niat sholat tarawih dapat diterima oleh Allah SWT. Misalnya, huruf “sh” pada kata “shalli” harus diucapkan dengan jelas dan tidak samar.
  • Bahasa Arab
    Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an dan hadits. Oleh karena itu, niat bacaan sholat tarawih sebaiknya diucapkan dalam bahasa Arab agar sesuai dengan tuntunan syariat. Misalnya, niat bacaan sholat tarawih yang diucapkan dalam bahasa Arab adalah “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.”
  • Bahasa Indonesia
    Meskipun bahasa Arab merupakan bahasa yang utama dalam niat bacaan sholat tarawih, namun diperbolehkan juga untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih dalam bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan bahasa Indonesia merupakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Misalnya, niat bacaan sholat tarawih yang diucapkan dalam bahasa Indonesia adalah “Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.”
  • Bahasa Daerah
    Selain bahasa Arab dan bahasa Indonesia, diperbolehkan juga untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih dalam bahasa daerah. Hal ini dikarenakan bahasa daerah merupakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat. Misalnya, niat bacaan sholat tarawih yang diucapkan dalam bahasa Jawa adalah “Kulo niat sholat sunat tarawih kalih rakaat menghadap kiblat amargi Allah SWT.”

Dengan memperhatikan aspek bahasa, niat bacaan sholat tarawih dapat diucapkan dengan benar dan jelas. Hal ini akan membuat niat sholat tarawih menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Sebab, waktu yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan sebelum takbiratul ihram, maka sholat tarawih tersebut tidak sah. Demikian juga jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan setelah membaca surat Al-Fatihah, maka sholat tarawih tersebut tidak sah.

Waktu yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah setelah takbiratul ihram karena pada saat itulah dimulainya sholat tarawih. Sedangkan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih sebelum membaca surat Al-Fatihah karena surat Al-Fatihah merupakan rukun sholat. Jika surat Al-Fatihah tidak dibaca, maka sholat tarawih tersebut tidak sah.

Dengan demikian, waktu merupakan aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Sebab, waktu yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih akan menentukan sah atau tidaknya sholat tarawih tersebut.

Tempat

Aspek tempat merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Sebab, tempat yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih akan menentukan sah atau tidaknya sholat tarawih tersebut.

  • Di dalam hati
    Tempat yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah di dalam hati. Sebab, niat merupakan sesuatu yang diucapkan dalam hati. Jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan dengan lisan, maka sholat tarawih tersebut tidak sah.
  • Sebelum sholat
    Waktu yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah sebelum sholat dimulai. Sebab, niat merupakan sesuatu yang diucapkan sebelum melakukan suatu perbuatan. Jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan setelah sholat dimulai, maka sholat tarawih tersebut tidak sah.
  • Menghadap kiblat
    Tempat yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah menghadap kiblat. Sebab, kiblat merupakan arah yang dituju ketika sholat. Jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan tidak menghadap kiblat, maka sholat tarawih tersebut tidak sah.
  • Di tempat yang bersih
    Tempat yang tepat untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah di tempat yang bersih. Sebab, kebersihan merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan di tempat yang najis, maka sholat tarawih tersebut tidak sah.

Dengan demikian, aspek tempat merupakan aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih yang harus diperhatikan agar sholat tarawih dapat dilaksanakan dengan sah dan diterima oleh Allah SWT.

Niat

Niat merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Niat adalah kehendak atau kemauan hati untuk melakukan suatu perbuatan. Dalam konteks niat bacaan sholat tarawih, niat adalah kehendak atau kemauan hati untuk melaksanakan sholat tarawih. Niat ini harus diucapkan dalam hati sebelum memulai sholat tarawih.

  • Jenis Niat
    Niat bacaan sholat tarawih dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu niat qalbiyah dan niat lisaniyah. Niat qalbiyah adalah niat yang diucapkan dalam hati, sedangkan niat lisaniyah adalah niat yang diucapkan dengan lisan.
  • Rukun Niat
    Rukun niat bacaan sholat tarawih ada tiga, yaitu:

    • Mahallul niat, yaitu tempat mengucapkan niat, yaitu di dalam hati.
    • Sighatul niat, yaitu lafaz atau ucapan niat, yaitu “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”.
    • Ma’nan niat, yaitu makna atau maksud niat, yaitu menghendaki melaksanakan sholat tarawih.
  • Waktu Niat
    Waktu niat bacaan sholat tarawih adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  • Sunnah Niat
    Niat bacaan sholat tarawih hukumnya sunnah. Namun, jika niat tidak diucapkan, maka sholat tarawih tetap sah, namun tidak sempurna.

Dengan demikian, niat merupakan aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Niat harus diucapkan dalam hati setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Niat bacaan sholat tarawih hukumnya sunnah, namun jika tidak diucapkan, maka sholat tarawih tetap sah, namun tidak sempurna.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Sebab, ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya suatu amalan di sisi Allah SWT. Jika niat bacaan sholat tarawih tidak ikhlas, maka sholat tarawih tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Ikhlas adalah murni menghendaki ridha Allah SWT semata-mata, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ikhlas dalam niat bacaan sholat tarawih dapat diwujudkan dengan cara hanya mengharap ridha Allah SWT, tidak riya atau ujub, dan tidak mengharap pujian dari manusia.

Salah satu contoh ikhlas dalam niat bacaan sholat tarawih adalah ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih hanya karena ingin mendapatkan pahala dari Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Amalan sholat tarawih yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Dengan demikian, ikhlas merupakan aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Sebab, ikhlas merupakan syarat diterimanya suatu amalan di sisi Allah SWT. Jika niat bacaan sholat tarawih tidak ikhlas, maka sholat tarawih tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Sunnah

Sunnah merupakan salah satu aspek penting dalam niat bacaan sholat tarawih. Sebab, sholat tarawih hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Dengan melaksanakan sholat tarawih, seorang muslim dapat memperoleh pahala yang besar di sisi Allah SWT.

  • Lafal
    Lafal niat bacaan sholat tarawih yang sunnah diucapkan adalah “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”. Lafadz ini merupakan lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
  • Bahasa
    Bahasa yang sunnah digunakan dalam niat bacaan sholat tarawih adalah bahasa Arab. Sebab, bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an dan hadits.
  • Waktu
    Waktu yang sunnah untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Sebab, pada saat itulah waktu yang tepat untuk memulai sholat tarawih.
  • Tempat
    Tempat yang sunnah untuk mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah di dalam hati. Sebab, niat merupakan sesuatu yang diucapkan dalam hati.

Dengan memperhatikan aspek sunnah dalam niat bacaan sholat tarawih, seorang muslim dapat melaksanakan sholat tarawih dengan lebih sempurna dan memperoleh pahala yang lebih besar di sisi Allah SWT.

Sah

Dalam konteks niat bacaan sholat tarawih, sah memiliki arti memenuhi syarat dan rukun sehingga sholat tarawih yang dilaksanakan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT. Niat bacaan sholat tarawih merupakan salah satu rukun sholat tarawih yang harus dipenuhi agar sholat tarawih tersebut dianggap sah. Tanpa adanya niat bacaan, maka sholat tarawih yang dilaksanakan tidak akan sah.

Niat bacaan sholat tarawih diucapkan dalam hati setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Niat bacaan sholat tarawih yang benar adalah “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”. Jika niat bacaan sholat tarawih diucapkan dengan benar dan memenuhi syarat, maka sholat tarawih yang dilaksanakan akan dianggap sah.

Contoh niat bacaan sholat tarawih yang sah adalah sebagai berikut:

  • Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.
  • Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

Dengan memahami hubungan antara sah dan niat bacaan sholat tarawih, kita dapat melaksanakan sholat tarawih dengan benar dan sah sehingga pahala yang kita peroleh dari sholat tarawih dapat diterima oleh Allah SWT.

Pertanyaan Umum tentang Niat Bacaan Sholat Tarawih

Pertanyaan umum ini akan membahas berbagai aspek niat bacaan sholat tarawih, termasuk pentingnya, cara mengucapkannya, dan hal-hal yang dapat membatalkannya. Dengan memahami pertanyaan umum ini, diharapkan dapat membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah sholat tarawih dengan baik dan benar.

Pertanyaan 1: Mengapa niat bacaan sholat tarawih itu penting?

Jawaban: Niat bacaan sholat tarawih penting karena merupakan syarat sahnya sholat tarawih. Tanpa adanya niat, maka sholat tarawih yang dilakukan tidak akan dianggap sah dan tidak akan mendapatkan pahala.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara mengucapkan niat bacaan sholat tarawih yang benar?

Jawaban: Niat bacaan sholat tarawih diucapkan dalam hati setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Lafadz niat bacaan sholat tarawih yang benar adalah “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”.

Pertanyaan 3: Apa saja hal-hal yang dapat membatalkan niat bacaan sholat tarawih?

Jawaban: Hal-hal yang dapat membatalkan niat bacaan sholat tarawih antara lain: berbicara, tertawa, makan, minum, dan berpaling dari kiblat.

Pertanyaan 4: Bolehkah mengucapkan niat bacaan sholat tarawih dalam bahasa Indonesia?

Jawaban: Boleh. Meskipun bahasa Arab lebih utama, namun diperbolehkan mengucapkan niat bacaan sholat tarawih dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya yang dipahami.

Pertanyaan 5: Apakah niat bacaan sholat tarawih harus diucapkan dengan suara keras?

Jawaban: Tidak. Niat bacaan sholat tarawih diucapkan dalam hati secara lirih.

Pertanyaan 6: Apakah sholat tarawih tetap sah jika lupa mengucapkan niat?

Jawaban: Jika lupa mengucapkan niat, maka sholat tarawih tetap sah. Namun, pahalanya akan berkurang.

Demikian beberapa pertanyaan umum tentang niat bacaan sholat tarawih. Dengan memahami pertanyaan umum ini, diharapkan dapat membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah sholat tarawih dengan baik dan benar. Selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang tata cara sholat tarawih dan keutamaannya.

Selanjutnya: Tata Cara dan Keutamaan Sholat Tarawih

Tips Niat Bacaan Sholat Tarawih

Niat merupakan syarat sahnya sholat, termasuk sholat tarawih. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan niat bacaan sholat tarawih agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah beberapa tips niat bacaan sholat tarawih yang dapat kita terapkan:

Tip 1: Hafalkan lafal niat
Hafalkan lafal niat bacaan sholat tarawih, yaitu “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”.

Tip 2: Ucapkan niat dalam hati
Niat bacaan sholat tarawih diucapkan dalam hati secara lirih setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah.

Tip 3: Perhatikan waktu mengucapkan niat
Waktu mengucapkan niat bacaan sholat tarawih adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Jika niat diucapkan sebelum takbiratul ihram atau setelah membaca surat Al-Fatihah, maka sholat tarawih tidak sah.

Tip 4: Pastikan niat ikhlas karena Allah SWT
Niat bacaan sholat tarawih harus ikhlas karena Allah SWT, bukan karena ingin dilihat atau dipuji oleh orang lain.

Tip 5: Hindari hal-hal yang membatalkan niat
Hindari hal-hal yang dapat membatalkan niat, seperti berbicara, tertawa, makan, minum, dan berpaling dari kiblat.

Tip 6: Ulangi niat jika terjadi kesalahan
Jika terjadi kesalahan dalam mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, maka ulangi niat tersebut dengan benar.

Tip 7: Berdoalah setelah mengucapkan niat
Setelah mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, berdoalah kepada Allah SWT agar ibadah kita diterima dan dilipatgandakan pahalanya.

Tip 8: Khusyuk dalam sholat
Setelah mengucapkan niat bacaan sholat tarawih, khusyuklah dalam sholat, fokuskan pikiran dan hati kepada Allah SWT.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, kita dapat memastikan bahwa niat bacaan sholat tarawih kita benar dan diterima oleh Allah SWT. Dengan niat yang benar, ibadah sholat tarawih kita akan lebih bermakna dan berpahala.

Selanjutnya: Tata Cara dan Keutamaan Sholat Tarawih

Kesimpulan

Niat bacaan sholat tarawih merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah sholat tarawih. Niat merupakan syarat sahnya sholat, termasuk sholat tarawih. Niat bacaan sholat tarawih diucapkan dalam hati setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Lafadz niat bacaan sholat tarawih yang benar adalah “Ushalli sunnatan taraawiha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”.

Dengan mengucapkan niat bacaan sholat tarawih dengan benar, maka ibadah sholat tarawih kita akan lebih bermakna dan berpahala. Niat yang benar akan membuat ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan niat bacaan sholat tarawih agar ibadah kita menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru