Panduan Bayar Zakat Fitrah: Niat dan Tata Cara Sesuai Syariat

Nur Jannah


Panduan Bayar Zakat Fitrah: Niat dan Tata Cara Sesuai Syariat

Niat membayar zakat fitrah adalah keinginan yang tulus untuk mengeluarkan zakat fitrah guna menyucikan diri dari dosa dan kesalahan selama bulan Ramadan. Misalnya, seorang kepala keluarga berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, istri, dan kedua anaknya.

Membayar zakat fitrah sangat penting karena hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu. Zakat fitrah bermanfaat untuk membersihkan diri dari dosa, membantu fakir miskin, dan membangun kebersamaan umat Islam. Dalam sejarah Islam, zakat fitrah pertama kali diwajibkan pada tahun kedua hijriah atas perintah Rasulullah SAW.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang niat membayar zakat fitrah, syarat dan ketentuannya, serta tata cara mengeluarkan zakat fitrah yang benar sesuai syariat Islam.

niat membayar zakat fitrah

Niat merupakan aspek terpenting dalam membayar zakat fitrah. Niat harus diniatkan karena Allah SWT dan dilakukan dengan tulus ikhlas. Berikut adalah 9 aspek penting terkait niat membayar zakat fitrah:

  • Ikhlas
  • Karena Allah SWT
  • Menyucikan diri
  • Kewajiban
  • Tulus
  • Menunaikan perintah
  • Membantu sesama
  • Menjaga ukhuwah
  • Mengharap ridha Allah

Kesembilan aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi dasar utama dalam membayar zakat fitrah. Niat yang ikhlas dan karena Allah SWT akan menjadikan zakat fitrah yang kita keluarkan diterima dan bernilai ibadah di sisi-Nya. Selain itu, niat juga akan mendorong kita untuk menunaikan zakat fitrah dengan benar dan tepat waktu, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi diri sendiri dan masyarakat.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu aspek terpenting dalam niat membayar zakat fitrah. Ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ikhlas menjadi dasar utama diterimanya amal ibadah, termasuk zakat fitrah.

  • Niat yang Benar

    Ikhlas dalam niat membayar zakat fitrah berarti diniatkan untuk menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan, bukan karena ingin dipuji atau dihormati orang lain.

  • Tanpa Pamrih

    Ikhlas juga berarti tidak mengharapkan imbalan apapun, baik di dunia maupun di akhirat. Zakat fitrah yang kita keluarkan harus diniatkan ikhlas karena Allah SWT, tanpa mengharap balasan apapun dari manusia.

  • Menjaga Diri dari Riya

    Ikhlas akan menjaga kita dari sifat riya, yaitu melakukan sesuatu hanya untuk dilihat dan dipuji orang lain. Dalam membayar zakat fitrah, kita harus menghindari sikap riya dan fokus pada niat yang tulus karena Allah SWT.

  • Menambah Pahala

    Zakat fitrah yang dibayar dengan ikhlas akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Ikhlas menjadi salah satu faktor yang menentukan diterima atau tidaknya amal ibadah, termasuk zakat fitrah.

Dengan menjaga keikhlasan dalam niat membayar zakat fitrah, kita akan memperoleh pahala yang berlimpah, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga keikhlasan dalam beribadah, termasuk dalam menunaikan zakat fitrah.

Karena Allah SWT

Niat “karena Allah SWT” dalam membayar zakat fitrah merupakan aspek mendasar yang menentukan diterimanya ibadah kita di sisi Allah SWT. Berikut adalah beberapa aspek terkait “karena Allah SWT” dalam niat membayar zakat fitrah:

  • Ikhlas

    Ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ikhlas menjadi dasar utama diterimanya amal ibadah, termasuk zakat fitrah.

  • Mencari Ridha Allah

    Zakat fitrah yang dibayar karena Allah SWT diniatkan untuk mencari ridha-Nya, bukan untuk tujuan lain seperti pujian atau pengakuan. Mencari ridha Allah menjadi motivasi utama dalam beribadah, termasuk membayar zakat fitrah.

  • Mengharap Pahala

    Meskipun niat utama membayar zakat fitrah adalah karena Allah SWT, namun kita juga boleh mengharapkan pahala dari-Nya. Pahala menjadi salah satu bentuk balasan yang dijanjikan Allah SWT bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.

  • Menjauhi Riya

    Riya adalah melakukan sesuatu hanya untuk dilihat dan dipuji orang lain. Dalam membayar zakat fitrah, kita harus menghindari sikap riya dan fokus pada niat yang tulus karena Allah SWT.

Dengan menjaga niat yang benar karena Allah SWT dalam membayar zakat fitrah, kita akan memperoleh pahala yang berlimpah, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga keikhlasan dalam beribadah, termasuk dalam menunaikan zakat fitrah.

Menyucikan diri

Menyucikan diri merupakan salah satu aspek penting dalam niat membayar zakat fitrah. Zakat fitrah berfungsi mensucikan diri dari dosa dan kesalahan yang mungkin diperbuat selama bulan Ramadan. Berikut adalah beberapa aspek Menyucikan diri dalam niat membayar zakat fitrah:

  • Mensucikan dari Dosa

    Zakat fitrah dapat mensucikan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin diperbuat selama bulan Ramadan, seperti dosa khilaf, dosa lisan, dan dosa perbuatan.

  • Menyucikan dari Kesalahan

    Selain dosa, zakat fitrah juga dapat mensucikan diri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin diperbuat selama bulan Ramadan, seperti kesalahan dalam menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, dan amalan lainnya.

  • Menyucikan Hati

    Membayar zakat fitrah dengan niat yang ikhlas dapat mensucikan hati dari sifat-sifat tercela, seperti kikir, dengki, dan sombong.

  • Menyucikan Jiwa

    Zakat fitrah juga dapat mensucikan jiwa dari pengaruh negatif dan penyakit hati, sehingga menjadi lebih bersih dan tenang.

Dengan menjaga niat yang benar dalam membayar zakat fitrah, yaitu untuk mensucikan diri dari dosa dan kesalahan, kita akan memperoleh manfaat yang besar bagi diri kita sendiri. Zakat fitrah akan menjadi sarana pembersih jiwa dan hati, sehingga kita dapat kembali fitrah dan suci setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Kewajiban

Kewajiban merupakan salah satu aspek penting dalam niat membayar zakat fitrah. Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, merdeka maupun hamba sahaya. Kewajiban ini didasarkan pada perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW.

Kewajiban membayar zakat fitrah memiliki beberapa hikmah, di antaranya adalah untuk mensucikan diri dari dosa dan kesalahan, membantu fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan memahami kewajiban ini, setiap muslim akan terdorong untuk menunaikan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu.

Dalam praktiknya, kewajiban membayar zakat fitrah dapat dilihat dalam beberapa contoh nyata. Misalnya, seorang kepala keluarga yang wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, istri, dan anak-anaknya. Atau, seorang pekerja yang wajib mengeluarkan zakat fitrah dari penghasilannya yang telah mencapai nisab. Dengan memahami kewajiban ini, setiap muslim akan terhindar dari sikap enggan atau menunda-nunda dalam menunaikan zakat fitrah.

Memahami hubungan antara kewajiban dan niat membayar zakat fitrah memiliki beberapa manfaat praktis. Pertama, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kewajiban membayar zakat fitrah. Kedua, dapat mendorong setiap muslim untuk menunaikan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu. Ketiga, dapat membantu masyarakat untuk memahami bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk ibadah dan kepedulian sosial.

Tulus

Tulus merupakan aspek penting dalam niat membayar zakat fitrah. Tulus berarti melakukan sesuatu dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Tulus menjadi dasar diterimanya amal ibadah, termasuk zakat fitrah, di sisi Allah SWT.

  • Ikhlas

    Ikhlas dalam niat membayar zakat fitrah berarti diniatkan semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari manusia. Ikhlas menjadi kunci diterimanya zakat fitrah oleh Allah SWT.

  • Tanpa Pamrih

    Membayar zakat fitrah dengan tulus berarti tidak mengharapkan imbalan apapun, baik di dunia maupun di akhirat. Zakat fitrah yang kita keluarkan harus diniatkan karena Allah SWT, tanpa mengharap balasan apapun dari manusia.

  • Menjaga Diri dari Riya

    Riya adalah melakukan sesuatu hanya untuk dilihat dan dipuji orang lain. Dalam membayar zakat fitrah, kita harus menghindari sikap riya dan fokus pada niat yang tulus karena Allah SWT.

  • Mengharap Ridha Allah

    Meskipun tulus berarti tidak mengharapkan imbalan, namun kita tetap boleh mengharapkan ridha Allah SWT dari ibadah yang kita lakukan. Ridha Allah menjadi tujuan utama dalam beribadah, termasuk membayar zakat fitrah.

Dengan menjaga ketulusan niat dalam membayar zakat fitrah, kita akan memperoleh pahala yang berlimpah, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga keikhlasan dalam beribadah, termasuk dalam menunaikan zakat fitrah. Tulus menjadi kunci diterimanya amal ibadah kita di sisi Allah SWT.

Menunaikan perintah

Menunaikan perintah merupakan salah satu aspek penting dalam niat membayar zakat fitrah. Menunaikan perintah berarti menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Berikut adalah beberapa aspek “Menunaikan perintah” terkait “niat membayar zakat fitrah”:

  • Melaksanakan Ibadah

    Membayar zakat fitrah adalah salah satu bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dengan menunaikan zakat fitrah, kita telah melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

  • Menjalankan Kewajiban

    Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Dengan membayar zakat fitrah, kita telah menjalankan salah satu kewajiban sebagai seorang muslim.

  • Menyucikan Diri

    Zakat fitrah dapat mensucikan diri dari dosa dan kesalahan yang mungkin diperbuat selama bulan Ramadan. Dengan menunaikan zakat fitrah, kita telah membersihkan diri dari dosa dan kembali fitrah.

  • Membantu Sesama

    Zakat fitrah digunakan untuk membantu fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan. Dengan membayar zakat fitrah, kita telah membantu sesama yang kurang mampu.

Dengan menjaga niat yang benar dalam membayar zakat fitrah, yaitu untuk menunaikan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, kita akan memperoleh pahala yang berlimpah, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga keikhlasan dalam beribadah, termasuk dalam menunaikan zakat fitrah.

Membantu sesama

Membantu sesama merupakan salah satu tujuan utama dari pembayaran zakat fitrah. Zakat fitrah tidak hanya berfungsi sebagai penyucian diri dari dosa, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial kepada sesama yang membutuhkan. Membayar zakat fitrah dengan niat membantu sesama akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.

Salah satu hikmah diwajibkannya zakat fitrah adalah untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan kepedulian antar sesama muslim. Dengan membantu sesama melalui zakat fitrah, kita dapat meringankan beban mereka yang kurang mampu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat fitrah yang kita keluarkan akan digunakan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan lainnya.

Membantu sesama melalui zakat fitrah juga merupakan bentuk pengamalan ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi dan saling tolong-menolong. Dengan berbagi sebagian rezeki kita kepada mereka yang membutuhkan, kita telah menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. Zakat fitrah mengajarkan kita untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan orang lain.

Dengan memahami hubungan antara “Membantu sesama” dan “niat membayar zakat fitrah”, kita dapat memperoleh beberapa manfaat praktis. Pertama, pemahaman ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat fitrah sebagai bentuk bantuan sosial. Kedua, pemahaman ini dapat mendorong setiap muslim untuk menunaikan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu, demi membantu sesama yang membutuhkan. Ketiga, pemahaman ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan rasa kebersamaan antar sesama muslim.

Menjaga ukhuwah

Menjaga ukhuwah islamiyah merupakan salah satu tujuan penting dari pembayaran zakat fitrah. Ukhuwah islamiyah adalah persaudaraan antar sesama muslim yang didasarkan pada aqidah dan keimanan yang sama. Zakat fitrah yang kita keluarkan akan digunakan untuk membantu fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan, termasuk sesama muslim yang kurang mampu. Dengan demikian, zakat fitrah dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan kepedulian antar sesama muslim.

Menjaga ukhuwah islamiyah merupakan salah satu komponen penting dari niat membayar zakat fitrah. Ketika kita membayar zakat fitrah dengan niat untuk mempererat ukhuwah, maka pahala yang kita peroleh akan lebih besar. Selain itu, menjaga ukhuwah juga dapat membuat masyarakat muslim menjadi lebih solid dan bersatu, sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan bersama-sama.

Contoh nyata dari menjaga ukhuwah dalam niat membayar zakat fitrah adalah dengan menyalurkan zakat fitrah kepada saudara-saudara muslim yang kurang mampu di lingkungan sekitar kita. Dengan begitu, kita telah membantu meringankan beban mereka dan mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim. Selain itu, kita juga dapat menyalurkan zakat fitrah melalui lembaga-lembaga atau organisasi yang terpercaya, sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan di berbagai daerah.

Memahami hubungan antara menjaga ukhuwah dan niat membayar zakat fitrah memiliki beberapa manfaat praktis. Pertama, pemahaman ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat fitrah sebagai bentuk mempererat persaudaraan antar sesama muslim. Kedua, pemahaman ini dapat mendorong setiap muslim untuk menunaikan zakat fitrah dengan ikhlas dan tepat waktu, demi membantu sesama muslim yang membutuhkan. Ketiga, pemahaman ini dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dan rasa kebersamaan antar sesama muslim.

Mengharap ridha Allah

Mengharap ridha Allah merupakan salah satu aspek penting dalam niat membayar zakat fitrah. Ridha Allah adalah bentuk penerimaan dan keberkahan dari Allah SWT atas amal ibadah yang kita lakukan. Menunaikan zakat fitrah dengan niat mengharapkan ridha Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda dan keberkahan dalam hidup kita.

  • Tujuan Utama

    Tujuan utama membayar zakat fitrah adalah untuk mensucikan diri dari dosa dan kesalahan, membantu sesama yang membutuhkan, dan mengharapkan ridha Allah SWT.

  • Ikhlas Beribadah

    Mengharap ridha Allah dalam membayar zakat fitrah berarti diniatkan semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia.

  • Pahala Berlipat Ganda

    Zakat fitrah yang dibayar dengan niat mengharapkan ridha Allah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

  • Keberkahan Hidup

    Mengharap ridha Allah dalam beribadah, termasuk membayar zakat fitrah, akan mendatangkan keberkahan dan kemudahan dalam hidup kita.

Dengan menjaga niat yang benar dalam membayar zakat fitrah, yaitu untuk mengharapkan ridha Allah SWT, kita akan memperoleh pahala yang berlimpah, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga keikhlasan dalam beribadah, termasuk dalam menunaikan zakat fitrah.

Tanya Jawab tentang Niat Membayar Zakat Fitrah

Tanya jawab ini berisi pertanyaan dan jawaban yang sering ditanyakan terkait niat membayar zakat fitrah. Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk mengantisipasi keraguan atau kesalahpahaman yang mungkin timbul.

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan niat membayar zakat fitrah?

Jawaban: Niat membayar zakat fitrah adalah keinginan tulus untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, membersihkan diri dari dosa, dan membantu sesama yang membutuhkan.

Pertanyaan 2: Mengapa niat sangat penting dalam membayar zakat fitrah?

Jawaban: Niat menjadi dasar diterimanya amal ibadah, termasuk zakat fitrah. Niat yang benar akan membuat zakat fitrah yang kita keluarkan menjadi lebih bernilai dan berpahala di sisi Allah SWT.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara menjaga niat yang benar dalam membayar zakat fitrah?

Jawaban: Niat yang benar dapat dijaga dengan diniatkan karena Allah SWT, mengharapkan ridha-Nya, dan tidak mengharapkan imbalan apapun dari manusia.

Pertanyaan 4: Apa saja aspek penting yang terkait dengan niat membayar zakat fitrah?

Jawaban: Aspek penting niat membayar zakat fitrah meliputi ikhlas, karena Allah SWT, mensucikan diri, kewajiban, tulus, menunaikan perintah, membantu sesama, menjaga ukhuwah, dan mengharapkan ridha Allah SWT.

Pertanyaan 5: Bagaimana jika saya tidak sempat membayar zakat fitrah tepat waktu, apakah niat saya masih tetap diterima?

Jawaban: Niat membayar zakat fitrah tetap diterima meskipun terlambat membayar. Namun, membayar zakat fitrah tepat waktu sebelum salat Idul Fitri merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim yang mampu.

Pertanyaan 6: Apakah niat membayar zakat fitrah dapat berubah setelah zakat dikeluarkan?

Jawaban: Niat membayar zakat fitrah harus ditetapkan sebelum zakat dikeluarkan. Niat yang berubah setelah zakat dikeluarkan tidak akan mempengaruhi keabsahan zakat fitrah yang telah dibayarkan.

Demikianlah beberapa tanya jawab tentang niat membayar zakat fitrah. Memahami niat yang benar akan membantu kita dalam menunaikan zakat fitrah dengan lebih baik dan bernilai ibadah.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang tata cara membayar zakat fitrah yang benar sesuai syariat Islam. Hal ini penting untuk diketahui agar zakat fitrah yang kita keluarkan dapat diterima dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tips Menjaga Niat Membayar Zakat Fitrah

Menjaga niat yang benar dalam membayar zakat fitrah sangat penting agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan bernilai pahala. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kita dalam menjaga niat yang benar:

Tip 1: Niatkan Karena Allah SWT

Niatkan zakat fitrah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dihormati orang lain.

Tip 2: Bersihkan Hati dari Riya

Hindari sifat riya dalam beribadah, termasuk dalam membayar zakat fitrah. Niatkan zakat fitrah dengan tulus ikhlas.

Tip 3: Harapkan Ridha Allah

Jangan mengharapkan imbalan atau balasan apapun dari manusia. Niatkan zakat fitrah untuk mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allah SWT.

Tip 4: Jadikan sebagai Bentuk Ibadah

Anggap zakat fitrah sebagai bentuk ibadah yang wajib ditunaikan. Bayar zakat fitrah dengan kesadaran penuh bahwa itu adalah kewajiban kita sebagai umat Islam.

Tip 5: Mensucikan Diri dari Dosa

Niatkan zakat fitrah untuk mensucikan diri dari dosa dan kesalahan yang mungkin telah diperbuat selama bulan Ramadan.

Tip 6: Bantu Sesama yang Membutuhkan

Niatkan zakat fitrah untuk membantu sesama yang membutuhkan, khususnya fakir miskin dan anak yatim.

Tip 7: Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Bayar zakat fitrah dengan niat mempererat tali persaudaraan sesama muslim.

Tip 8: Mengharap Pahala Berlimpah

Niatkan zakat fitrah untuk mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Dengan menjaga niat yang benar dalam membayar zakat fitrah, kita akan memperoleh banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Zakat fitrah yang kita keluarkan akan lebih bernilai dan berkah, serta dapat membantu kita untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.

Tips-tips di atas dapat menjadi panduan bagi kita dalam menunaikan zakat fitrah dengan ikhlas dan sesuai syariat. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang tata cara membayar zakat fitrah yang benar, agar zakat fitrah yang kita keluarkan dapat diterima dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai “niat membayar zakat fitrah” dalam artikel ini memberikan beberapa wawasan penting. Pertama, niat yang tulus ikhlas karena Allah SWT merupakan dasar diterimanya ibadah zakat fitrah. Kedua, niat yang benar meliputi berbagai aspek, seperti mensucikan diri, menunaikan kewajiban, membantu sesama, dan mengharapkan ridha Allah SWT. Ketiga, menjaga niat yang benar dapat dilakukan dengan menghindari riya, menjadikan zakat fitrah sebagai bentuk ibadah, dan mengharapkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Niat membayar zakat fitrah yang benar akan membawa banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Zakat fitrah yang kita keluarkan akan lebih bernilai dan berkah, serta dapat membantu kita untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga niat yang ikhlas dan sesuai syariat Islam dalam menunaikan zakat fitrah.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru