Niat Puasa Hari Raya Idul Adha

Nur Jannah


Niat Puasa Hari Raya Idul Adha

Niat puasa hari raya Idul Adha adalah sebuah pernyataan yang berisi kehendak dan tujuan untuk berpuasa pada hari raya Idul Adha. Niat ini biasanya dilafalkan sebelum melaksanakan puasa pada hari tersebut.

Puasa hari raya Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu, serta sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Tradisi puasa hari raya Idul Adha bermula sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Pada saat itu, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Sebagai bentuk ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah tersebut. Namun, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor kibas sehingga Nabi Ismail tidak jadi disembelih.

Niat Puasa Hari Raya Idul Adha

Niat puasa hari raya Idul Adha merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan ibadah puasa sunnah tersebut. Niat yang tulus dan ikhlas akan menjadikan puasa yang dijalankan lebih bermakna dan berpahala.

  • Ikhlas
  • Sunnah
  • Menahan diri
  • Menundukkan hawa nafsu
  • Meningkatkan ketakwaan
  • Mengharap ridha Allah
  • Melatih kesabaran
  • Mengikuti sunnah Nabi
  • Meneladani Nabi Ibrahim
  • Mengharapkan pahala

Sepuluh aspek penting di atas saling berkaitan dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh dalam pelaksanaan puasa hari raya Idul Adha. Dengan memahami dan mengamalkan aspek-aspek tersebut, diharapkan puasa yang kita jalankan dapat menjadi ibadah yang diterima oleh Allah SWT.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa hari raya Idul Adha. Ikhlas artinya melakukan sesuatu semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia.

  • Niat yang Benar

    Ikhlas dalam niat puasa hari raya Idul Adha berarti hanya mengharap ridha Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dihormati orang lain.

  • Menahan Diri dari Hawa Nafsu

    Ikhlas juga berarti menahan diri dari hawa nafsu, seperti keinginan untuk makan dan minum. Dengan menahan hawa nafsu, kita dapat lebih fokus dalam beribadah.

  • Menundukkan Ego

    Ikhlas juga berarti menundukkan ego dan mengikuti perintah Allah SWT. Ketika kita ikhlas, kita tidak akan mengeluh atau merasa berat dalam menjalankan ibadah puasa.

  • Mengharapkan Pahala dari Allah SWT

    Meskipun ikhlas berarti tidak mengharapkan imbalan dari manusia, namun kita tetap boleh mengharapkan pahala dari Allah SWT. Pahala ini merupakan bentuk kasih sayang dan karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman.

Dengan mengamalkan ikhlas dalam niat puasa hari raya Idul Adha, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Sunnah

Sunnah adalah salah satu aspek penting dalam niat puasa hari raya Idul Adha. Sunnah artinya amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, meskipun tidak wajib dilakukan. Namun, dengan melaksanakan sunnah, kita dapat menambah pahala dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

  • Puasa Tasu’a dan Asyura

    Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Kedua puasa ini sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, terutama puasa Asyura yang memiliki banyak keutamaan.

  • Membaca Takbir

    Membaca takbir pada malam dan hari raya Idul Adha merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Takbir yang dibaca adalah “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.”.

  • Sholat Idul Adha

    Sholat Idul Adha adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari raya Idul Adha. Sholat ini dilaksanakan berjamaah di lapangan atau masjid, dan memiliki tata cara yang hampir sama dengan sholat Idul Fitri.

  • Berkurban

    Berkurban adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada hari raya Idul Adha. Hewan yang dikurbankan adalah hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba, dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan.

Dengan melaksanakan sunnah-sunnah ini, kita dapat menambah pahala dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW pada hari raya Idul Adha. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlimpah.

Menahan Diri

Menahan diri merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa hari raya Idul Adha. Menahan diri artinya menahan hawa nafsu, baik yang berkaitan dengan makan dan minum maupun yang berkaitan dengan hawa nafsu lainnya.

  • Menahan Diri dari Makan dan Minum

    Ini merupakan aspek yang paling utama dalam puasa. Menahan diri dari makan dan minum berarti tidak memasukkan apapun ke dalam tubuh melalui mulut, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

  • Menahan Diri dari Berbicara Kotor

    Selain menahan diri dari makan dan minum, kita juga harus menahan diri dari berbicara kotor atau berkata-kata buruk. Menjaga lisan merupakan salah satu bentuk menahan hawa nafsu yang sangat penting.

  • Menahan Diri dari Berbuat Dosa

    Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari berbuat dosa. Menahan diri dari berbuat dosa berarti tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama, seperti mencuri, berzina, atau berbuat zalim.

  • Menahan Diri dari Menyakiti Orang Lain

    Puasa juga mengajarkan kita untuk menahan diri dari menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Menahan diri dari menyakiti orang lain merupakan bentuk menahan hawa nafsu yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan menahan diri dari berbagai hawa nafsu, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memudahkan kita dalam menjalankan puasa hari raya Idul Adha.

Menundukkan hawa nafsu

Menundukkan hawa nafsu merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa hari raya Idul Adha. Hawa nafsu adalah keinginan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan atau kesenangan pribadi, tanpa mempertimbangkan norma agama atau sosial. Menundukkan hawa nafsu berarti mengendalikan dan mengarahkan keinginan tersebut sesuai dengan tuntunan agama dan akal sehat.

  • Menahan diri dari keinginan duniawi

    Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari keinginan duniawi, seperti makan, minum, dan hubungan seksual. Dengan menahan diri dari keinginan-keinginan ini, kita dapat melatih kesabaran dan pengendalian diri.

  • Mengendalikan amarah

    Puasa juga mengajarkan kita untuk mengendalikan amarah. Ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk menahan diri dari berkata-kata kasar atau melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

  • Menghindari sifat iri dan dengki

    Puasa juga mengajarkan kita untuk menghindari sifat iri dan dengki. Ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

  • Mengutamakan kepentingan orang lain

    Puasa juga mengajarkan kita untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Dengan berpuasa, kita dilatih untuk merasakan penderitaan orang lain dan membantu mereka yang membutuhkan.

Dengan menundukkan hawa nafsu, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menundukkan hawa nafsu dan menjalankan puasa hari raya Idul Adha dengan sebaik-baiknya.

Meningkatkan Ketakwaan

Puasa hari raya Idul Adha merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini tidak hanya memiliki manfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Meningkatkan ketakwaan merupakan salah satu tujuan utama dalam berpuasa. Dengan berpuasa, kita melatih diri untuk menahan hawa nafsu dan mengendalikan keinginan duniawi. Hal ini akan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT dan lebih takut untuk berbuat dosa.

Ada banyak cara untuk meningkatkan ketakwaan melalui puasa hari raya Idul Adha. Salah satunya adalah dengan memperbanyak ibadah, seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Selain itu, kita juga dapat meningkatkan ketakwaan dengan berbuat baik kepada sesama, seperti bersedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan menjaga silaturahmi.

Puasa hari raya Idul Adha merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, semoga ibadah puasa kita dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadikan kita hamba-Nya yang semakin bertaqwa.

Mengharap Ridha Allah

Dalam konteks puasa hari raya Idul Adha, mengharapkan ridha Allah merupakan motivasi utama yang mendorong seseorang untuk melaksanakan ibadah ini. Niat puasa yang tulus dan ikhlas semata-mata karena mengharap ridha Allah akan meningkatkan kualitas ibadah dan pahala yang diperoleh. Dengan kata lain, mengharapkan ridha Allah merupakan komponen penting dalam niat puasa hari raya Idul Adha.

Harapan akan ridha Allah ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, hal ini menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati dalam diri seseorang. Ketika seseorang berpuasa karena mengharapkan ridha Allah, ia akan menyadari bahwa segala nikmat dan rezeki yang diperolehnya berasal dari Allah SWT. Kedua, harapan akan ridha Allah mendorong seseorang untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Ia akan berusaha untuk menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, baik yang berkaitan dengan makanan dan minuman maupun hawa nafsu lainnya.

Contoh nyata dari mengharapkan ridha Allah dalam niat puasa hari raya Idul Adha adalah ketika seseorang berpuasa meskipun dalam keadaan lapar atau haus yang sangat. Ia tetap menahan diri karena tahu bahwa Allah SWT melihat dan akan memberikan pahala atas kesabarannya. Selain itu, seseorang yang berpuasa dengan mengharapkan ridha Allah juga akan berusaha untuk menjauhi perbuatan dosa dan maksiat, karena ia takut akan murka Allah SWT.

Dengan memahami hubungan antara mengharapkan ridha Allah dan niat puasa hari raya Idul Adha, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita. Marilah kita senantiasa berniat puasa karena mengharap ridha Allah SWT, agar ibadah kita diterima dan bernilai di sisi-Nya. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan ibadah puasa hari raya Idul Adha.

Melatih Kesabaran

Melatih kesabaran merupakan salah satu tujuan utama dalam berpuasa, termasuk puasa hari raya Idul Adha. Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu lainnya selama berjam-jam. Hal ini melatih kita untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan dan godaan.

Kesabaran merupakan sifat yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan bersabar, kita dapat menghadapi cobaan dan rintangan dengan lebih tenang dan bijaksana. Kita juga dapat menjaga hubungan baik dengan orang lain, meskipun mereka menyakiti atau mengecewakan kita.

Puasa hari raya Idul Adha memberikan kesempatan yang sangat baik untuk melatih kesabaran. Dengan berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan diri dan menahan keinginan duniawi. Kita juga belajar untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, meskipun kita sedang dalam keadaan kekurangan.

Kesabaran yang kita latih saat berpuasa tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan duniawi, tetapi juga untuk kehidupan akhirat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Kesabaran itu separuh dari iman.” Artinya, kesabaran merupakan salah satu sifat yang sangat penting bagi seorang Muslim. Dengan berpuasa, kita dapat meningkatkan kesabaran kita dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Mengikuti Sunnah Nabi

Dalam konteks niat puasa hari raya Idul Adha, mengikuti sunnah Nabi SAW merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Sunnah Nabi SAW adalah segala sesuatu yang dikatakan, dilakukan, atau dibenarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan mengikuti sunnah Nabi SAW, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan mendapatkan pahala yang lebih besar.

  • Teladan Rasulullah SAW

    Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik bagi seluruh umat Islam. Dengan mengikuti sunnahnya, kita dapat belajar bagaimana menjalankan ibadah puasa dengan benar dan sesuai dengan tuntunan agama.

  • Menjalankan Perintah Allah SWT

    Sunnah Nabi SAW bersumber dari ajaran Islam yang dibawa oleh Allah SWT. Dengan mengikuti sunnah Nabi SAW, kita berarti menjalankan perintah Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya.

  • Memperoleh Pahala Sunnah

    Setiap amalan yang sesuai dengan sunnah Nabi SAW akan mendapatkan pahala sunnah. Pahala sunnah ini akan menambah pahala puasa kita dan menjadi bekal kita di akhirat kelak.

  • Menjaga Keutuhan Ibadah

    Dengan mengikuti sunnah Nabi SAW, kita dapat menjaga keutuhan ibadah puasa kita. Kita akan terhindar dari amalan-amalan yang dapat mengurangi atau bahkan membatalkan pahala puasa kita.

Mengikuti sunnah Nabi SAW dalam niat puasa hari raya Idul Adha merupakan wujud kecintaan kita kepada beliau dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan mengikuti sunnahnya, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita, mendapatkan pahala yang lebih besar, dan menjadi umat yang lebih baik.

Meneladani Nabi Ibrahim

Puasa hari raya Idul Adha merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik maupun rohani. Salah satu manfaat rohani dari puasa hari raya Idul Adha adalah untuk meneladani Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim AS adalah seorang nabi yang sangat mulia. Beliau dikenal sebagai bapak para nabi dan memiliki keteguhan iman yang luar biasa. Salah satu peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Ibrahim AS adalah ketika beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail AS. Perintah ini merupakan ujian yang sangat berat bagi Nabi Ibrahim AS, namun beliau tetap melaksanakannya dengan penuh ketaatan.

Kisah Nabi Ibrahim AS ini mengajarkan kita tentang pentingnya ketaatan kepada Allah SWT. Kita harus selalu mentaati perintah Allah SWT, meskipun perintah tersebut sangat berat. Selain itu, kisah Nabi Ibrahim AS juga mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran. Kita harus selalu bersabar dalam menghadapi cobaan dan rintangan hidup. Dengan meneladani Nabi Ibrahim AS, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa hari raya Idul Adha kita dan mendapatkan pahala yang lebih besar dari Allah SWT.

Mengharapkan pahala

Mengharapkan pahala merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa hari raya Idul Adha. Dengan mengharapkan pahala, kita akan termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

  • Ikhlas dalam beribadah

    Mengharapkan pahala harus dilandasi dengan keikhlasan dalam beribadah. Kita berpuasa bukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT.

  • Mencari ridha Allah SWT

    Pahala yang diharapkan dari puasa hari raya Idul Adha adalah ridha Allah SWT. Ridha Allah SWT merupakan tujuan tertinggi dari setiap ibadah yang kita lakukan.

  • Sebagai motivasi untuk berbuat baik

    Harapan akan pahala dapat menjadi motivasi yang kuat untuk berbuat baik, termasuk dalam menjalankan ibadah puasa hari raya Idul Adha.

  • Menambah semangat dalam beribadah

    Dengan mengharapkan pahala, kita akan semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa hari raya Idul Adha. Kita akan berusaha untuk melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan pahala yang berlimpah.

Dengan memahami dan mengamalkan aspek mengharapkan pahala dalam niat puasa hari raya Idul Adha, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan kita balasan yang setimpal di akhirat kelak.

Pertanyaan Seputar Niat Puasa Hari Raya Idul Adha

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya seputar niat puasa hari raya Idul Adha:

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan niat puasa hari raya Idul Adha?

Jawaban: Niat puasa hari raya Idul Adha adalah suatu ketetapan hati untuk melaksanakan ibadah puasa pada hari raya Idul Adha dengan ikhlas karena Allah SWT.

Pertanyaan 2: Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat puasa hari raya Idul Adha?

Jawaban: Niat puasa hari raya Idul Adha diucapkan sebelum waktu Subuh pada hari raya Idul Adha.

Pertanyaan 3: Apakah boleh mengucapkan niat puasa hari raya Idul Adha setelah waktu Subuh?

Jawaban: Sebaiknya tidak mengucapkan niat puasa hari raya Idul Adha setelah waktu Subuh, karena dapat mengurangi keutamaan puasa.

Pertanyaan 4: Apa saja syarat sah niat puasa hari raya Idul Adha?

Jawaban: Syarat sah niat puasa hari raya Idul Adha adalah Islam, baligh, berakal, dan suci dari hadas besar.

Pertanyaan 5: Bagaimana jika lupa mengucapkan niat puasa hari raya Idul Adha?

Jawaban: Jika lupa mengucapkan niat puasa hari raya Idul Adha sebelum waktu Subuh, maka puasanya tetap sah asalkan dikerjakan dengan niat puasa sunnah.

Pertanyaan 6: Apakah niat puasa hari raya Idul Adha harus diucapkan dengan lisan?

Jawaban: Niat puasa hari raya Idul Adha tidak harus diucapkan dengan lisan, cukup diniatkan dalam hati.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya seputar niat puasa hari raya Idul Adha. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pelaksanaan puasa hari raya Idul Adha, termasuk hal-hal yang membatalkan puasa dan sunnah-sunnahnya.

Tips Melaksanakan Puasa Hari Raya Idul Adha

Berikut adalah beberapa tips untuk melaksanakan puasa hari raya Idul Adha dengan baik dan mendapatkan pahala yang berlimpah:

1. Berniatlah dengan Ikhlas
Niat adalah hal terpenting dalam berpuasa. Niatkanlah puasa hari raya Idul Adha dengan ikhlas karena Allah SWT.

2. Menahan Diri dari Makan dan Minum
Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum. Oleh karena itu, pastikan untuk menahan diri dari makan dan minum selama berpuasa.

3. Menahan Diri dari Hawa Nafsu
Selain menahan diri dari makan dan minum, kita juga harus menahan diri dari hawa nafsu lainnya, seperti marah, berbuat dosa, dan berkata-kata kotor.

4. Memperbanyak Ibadah
Manfaatkan waktu puasa untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir.

5. Berbuat Baik Kepada Orang Lain
Puasa juga merupakan waktu yang tepat untuk berbuat baik kepada orang lain, seperti bersedekah, membantu yang membutuhkan, dan menjaga silaturahmi.

6. Menjaga Kesehatan
Meskipun sedang berpuasa, kita tetap harus menjaga kesehatan. Makanlah makanan yang sehat saat sahur dan berbuka, serta istirahat yang cukup.

Ringkasan: Dengan melaksanakan puasa hari raya Idul Adha dengan baik, kita dapat meningkatkan ketakwaan, mendapatkan pahala yang berlimpah, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Transisi: Tips-tips di atas dapat membantu kita untuk melaksanakan puasa hari raya Idul Adha dengan baik dan mendapatkan manfaat yang optimal. Selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah dari berpuasa hari raya Idul Adha.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang niat puasa hari raya Idul Adha, termasuk pengertian, syarat, waktu, dan tata cara pelaksanaannya. Niat puasa yang ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW akan meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Beberapa poin penting yang dapat kita petik dari artikel ini antara lain:

  1. Niat puasa hari raya Idul Adha merupakan ketetapan hati untuk melaksanakan ibadah puasa pada hari raya Idul Adha dengan ikhlas karena Allah SWT.
  2. Syarat sah niat puasa hari raya Idul Adha adalah Islam, baligh, berakal, dan suci dari hadas besar.
  3. Tata cara pelaksanaan puasa hari raya Idul Adha meliputi menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan berbuat baik kepada orang lain.

Dengan memahami dan mengamalkan niat puasa hari raya Idul Adha dengan baik, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita, mendapatkan pahala yang berlimpah, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan kita balasan yang setimpal di akhirat kelak.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru