Panduan Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat yang Benar

Nur Jannah


Panduan Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat yang Benar

Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat adalah tujuan atau keinginan yang diucapkan di dalam hati sebelum melaksanakan Shalat Tarawih yang terdiri dari 4 rakaat. Contohnya: “Saya niat shalat Tarawih 4 rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat ini memiliki peran penting dalam Shalat Tarawih karena menjadi syarat sahnya ibadah. Selain itu, niat juga menjadi penentu jenis ibadah yang dilakukan, dalam hal ini adalah Shalat Tarawih. Dalam sejarahnya, Shalat Tarawih berkembang dari ibadah sunnah yang dilakukan secara individu menjadi ibadah berjamaah yang umum dilakukan di masjid-masjid.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas lebih dalam tentang tata cara niat Shalat Tarawih 4 rakaat, keutamaannya, dan berbagai hal lain yang terkait dengan ibadah ini.

Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat

Niat merupakan aspek esensial dalam Shalat Tarawih 4 Rakaat karena menentukan keabsahan dan jenis ibadah yang dilakukan. Berikut adalah 10 aspek penting yang berkaitan dengan niat Shalat Tarawih 4 Rakaat:

  • Ikhlas
  • Benar
  • Sesuai
  • Tulus
  • Sebelum
  • Takbir
  • Rakaat
  • Sunnah
  • Allah
  • Tarawih

Ikhlas berarti niat semata-mata karena Allah SWT. Benar artinya niat sesuai dengan tuntunan syariat. Sesuai artinya niat sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Tulus artinya niat tanpa ada paksaan atau riya’. Sebelum berarti niat diucapkan sebelum takbiratul ihram. Takbir artinya niat menyertai takbiratul ihram. Rakaat artinya niat menentukan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Sunnah artinya niat untuk melaksanakan ibadah sunnah Tarawih. Allah artinya niat karena mengharap ridha Allah SWT. Tarawih artinya niat khusus untuk melaksanakan Shalat Tarawih.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu aspek terpenting dalam niat Shalat Tarawih 4 Rakaat. Ikhlas berarti melakukan ibadah semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia. Ikhlas menjadi dasar diterimanya amal ibadah, termasuk Shalat Tarawih.

Niat yang ikhlas akan menghasilkan Shalat Tarawih yang berkualitas. Pelakunya akan fokus pada ibadah dan tidak terganggu oleh hal-hal duniawi. Sebaliknya, niat yang tidak ikhlas akan mengurangi nilai ibadah dan pahala yang diperoleh. Misalnya, jika seseorang mengerjakan Shalat Tarawih hanya untuk terlihat oleh orang lain atau untuk mendapatkan pujian, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam beribadah, termasuk ketika melaksanakan Shalat Tarawih. Dengan niat yang ikhlas, Shalat Tarawih akan menjadi ibadah yang bermakna dan mendatangkan pahala yang besar.

Benar

Dalam konteks niat Shalat Tarawih 4 Rakaat, “Benar” mengacu pada kesesuaian niat dengan tuntunan syariat. Niat yang benar menjadi syarat diterimanya ibadah, karena menunjukkan pemahaman yang tepat tentang tata cara dan ketentuan Shalat Tarawih.

  • Sesuai Sunnah
    Niat harus sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW. Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat yang benar adalah “Saya niat shalat Tarawih 4 rakaat karena Allah Ta’ala.” Niat ini mencakup unsur-unsur penting seperti jumlah rakaat, jenis ibadah, dan tujuan ibadah.
  • Tertib
    Niat harus diucapkan secara tertib, yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan penyebutan jumlah rakaat. Niat yang diucapkan setelah takbiratul ihram atau dengan urutan yang salah dianggap tidak benar.
  • Jelas
    Niat harus diucapkan dengan jelas dan tegas, sehingga dapat dipahami oleh orang yang mengucapkannya. Niat yang diucapkan dengan ragu-ragu atau samar-samar dianggap tidak benar.
  • Tulus
    Niat yang benar harus disertai dengan ketulusan hati, tanpa ada paksaan atau riya’. Niat yang tulus akan menghasilkan ibadah yang berkualitas dan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Dengan memperhatikan aspek-aspek “Benar” tersebut, umat Islam dapat memastikan bahwa niat Shalat Tarawih 4 Rakaat mereka sesuai dengan tuntunan syariat dan diterima oleh Allah SWT.

Sesuai

Aspek “Sesuai” dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat” merujuk pada kesesuaian niat dengan tuntunan syariat Islam. Niat yang sesuai akan menjadi dasar diterimanya ibadah Shalat Tarawih oleh Allah SWT.

  • Jumlah Rakaat
    Niat harus sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan, yaitu 4 rakaat untuk Shalat Tarawih. Niat yang tidak sesuai, misalnya niat untuk mengerjakan 2 rakaat atau 6 rakaat, dianggap tidak sah.
  • Jenis Shalat
    Niat harus secara spesifik menyebutkan jenis shalat yang akan dikerjakan, yaitu Shalat Tarawih. Niat yang tidak menyebut jenis shalat, misalnya niat untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak, dianggap tidak sah.
  • Waktu Pelaksanaan
    Niat harus sesuai dengan waktu pelaksanaan Shalat Tarawih, yaitu pada malam hari di bulan Ramadhan. Niat yang tidak sesuai waktu, misalnya niat untuk mengerjakan Shalat Tarawih pada siang hari, dianggap tidak sah.
  • Tempat Pelaksanaan
    Niat harus sesuai dengan tempat pelaksanaan Shalat Tarawih, yaitu di masjid atau tempat lainnya yang layak. Niat yang tidak sesuai tempat, misalnya niat untuk mengerjakan Shalat Tarawih di pinggir jalan, dianggap tidak sah.

Dengan memperhatikan aspek “Sesuai” tersebut, umat Islam dapat memastikan bahwa niat Shalat Tarawih 4 rakaat mereka sesuai dengan tuntunan syariat dan diterima oleh Allah SWT.

Tulus

Tulus merupakan salah satu aspek penting dalam niat Shalat Tarawih 4 Rakaat. Tulus berarti niat yang bersih, ikhlas, dan tanpa ada paksaan atau riya’. Niat yang tulus akan menghasilkan ibadah yang berkualitas dan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

  • Ikhlas

    Ikhlas berarti niat yang semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ikhlas menjadi dasar diterimanya amal ibadah, termasuk Shalat Tarawih. Dalam konteks niat Shalat Tarawih 4 Rakaat, ikhlas berarti niat untuk melaksanakan ibadah ini semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT.

  • Tanpa Paksaan

    Niat yang tulus tidak boleh disertai dengan paksaan dari pihak manapun. Seseorang harus melaksanakan Shalat Tarawih karena kemauan sendiri, bukan karena dipaksa oleh orang lain. Niat yang disertai dengan paksaan tidak akan menghasilkan ibadah yang berkualitas dan tidak akan diterima oleh Allah SWT.

  • Tanpa Riya’

    Riya’ berarti melakukan ibadah untuk dilihat atau dipuji oleh orang lain. Niat yang tulus harus bersih dari riya’. Seseorang harus melaksanakan Shalat Tarawih dengan niat yang semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mencari pengakuan atau pujian dari orang lain. Riya’ akan mengurangi nilai ibadah dan pahala yang diperoleh.

  • Niat yang Benar

    Niat yang tulus harus disertai dengan niat yang benar. Niat yang benar berarti niat yang sesuai dengan tuntunan syariat. Dalam konteks niat Shalat Tarawih 4 Rakaat, niat yang benar adalah “Saya niat shalat Tarawih 4 rakaat karena Allah Ta’ala.” Niat yang benar akan menjadi dasar diterimanya ibadah Shalat Tarawih oleh Allah SWT.

Dengan memperhatikan aspek “Tulus” dalam niat Shalat Tarawih 4 Rakaat, umat Islam dapat memastikan rng ibadah mereka berkualitas dan diterima oleh Allah SWT. Shalat Tarawih yang dilandasi dengan niat yang tulus akan menjadi sarana untuk meraih kedekatan dan ampunan dari Allah SWT.

Sebelum

Aspek “Sebelum” dalam niat Shalat Tarawih 4 Rakaat merujuk pada waktu pengucapan niat, yaitu sebelum melaksanakan takbiratul ihram. Niat yang diucapkan sebelum takbiratul ihram merupakan syarat sahnya Shalat Tarawih.

  • Sebelum Takbiratul Ihram

    Niat harus diucapkan sebelum seseorang memulai takbiratul ihram, yaitu ucapan “Allahu Akbar” yang menandai dimulainya Shalat Tarawih. Niat yang diucapkan setelah takbiratul ihram dianggap tidak sah dan Shalat Tarawih tidak dianggap sah.

Dengan memperhatikan aspek “Sebelum” dalam niat Shalat Tarawih 4 Rakaat, umat Islam dapat memastikan bahwa ibadah mereka dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat dan diterima oleh Allah SWT.

Takbir

Dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat”, “takbir” merujuk pada ucapan “Allahu Akbar” yang menandai dimulainya shalat. Takbir merupakan bagian penting dari niat karena diucapkan bersamaan dengan niat dalam hati.

  • Lafadz Takbir

    Lafadz takbir yang diucapkan dalam niat shalat tarawih 4 rakaat adalah “Allahu Akbar”. Lafadz ini diucapkan dengan jelas dan tegas, baik secara jahr (keras) maupun sirr (dalam hati).

  • Waktu Takbir

    Takbir diucapkan bersamaan dengan niat dalam hati, sebelum memulai gerakan shalat. Jika takbir diucapkan setelah gerakan shalat dimulai, maka shalat tersebut tidak sah.

  • Jenis Takbir

    Dalam shalat tarawih, terdapat dua jenis takbir, yaitu takbiratul ihram dan takbiratul intiqal. Takbiratul ihram diucapkan pada awal shalat, sedangkan takbiratul intiqal diucapkan pada saat berpindah dari satu gerakan shalat ke gerakan lainnya.

  • Hukum Takbir

    Takbir dalam niat shalat tarawih 4 rakaat hukumnya sunnah. Artinya, jika diucapkan akan mendapatkan pahala, tetapi jika tidak diucapkan tidak mengapa.

Dengan memahami aspek-aspek takbir dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat”, umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Takbir yang diucapkan dengan benar akan menjadi penanda dimulainya shalat tarawih dan menjadi bagian dari niat yang sah.

Rakaat

Dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat”, “rakaat” merujuk pada satuan hitungan dalam shalat. Rakaat memiliki peran penting dalam niat karena menentukan jumlah shalat yang akan dikerjakan, yaitu 4 rakaat untuk shalat tarawih.

  • Jumlah Rakaat

    Dalam niat shalat tarawih 4 rakaat, jumlah rakaat yang diniatkan harus sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan, yaitu 4 rakaat. Niat untuk mengerjakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang berbeda, seperti 2 rakaat atau 6 rakaat, tidak dianggap sah.

  • Urutan Rakaat

    Rakaat dalam shalat tarawih dikerjakan secara berurutan, mulai dari rakaat pertama hingga rakaat keempat. Urutan rakaat ini tidak boleh diubah atau diacak, karena akan mempengaruhi keabsahan shalat.

  • Tata Cara Rakaat

    Setiap rakaat dalam shalat tarawih memiliki tata cara tertentu, yang meliputi gerakan, bacaan, dan doa. Tata cara rakaat ini harus diikuti dengan benar agar shalat tarawih menjadi sah.

  • Hukum Rakaat

    Mengerjakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang benar hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan. Meninggalkan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang benar tidak membatalkan shalat, tetapi akan mengurangi pahala yang diperoleh.

Dengan memahami aspek-aspek rakaat dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat”, umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Jumlah rakaat yang benar, urutan rakaat yang tepat, tata cara rakaat yang sesuai, dan hukum rakaat yang dipahami dengan baik akan menjadikan shalat tarawih lebih bermakna dan bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Sunnah

Dalam konteks “niat shalat tarawih 4 rakaat”, “sunnah” merujuk pada aspek kesunahan dalam melaksanakan ibadah Shalat Tarawih. Kesunahan Shalat Tarawih didasarkan pada anjuran Rasulullah SAW dan telah diamalkan oleh umat Islam sejak zaman dahulu.

  • Jumlah Rakaat

    Sunnah jumlah rakaat Shalat Tarawih adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Jumlah rakaat ini sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

  • Waktu Pelaksanaan

    Sunnah waktu pelaksanaan Shalat Tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir. Waktu ini dianggap sebagai waktu yang paling utama untuk beribadah karena suasana yang tenang dan khusyuk.

  • Tata Cara Pelaksanaan

    Sunnah tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih adalah dengan mengerjakan 2 rakaat secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan 2 rakaat berikutnya secara munfarid (sendiri). Hal ini sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

  • Bacaan dan Doa

    Sunnah bacaan dan doa dalam Shalat Tarawih adalah membaca surat-surat pendek dalam Al-Qur’an dan memanjatkan doa-doa khusus setelah setiap rakaat. Bacaan dan doa ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan memahami aspek-aspek “sunnah” dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat”, umat Islam dapat melaksanakan ibadah Shalat Tarawih dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Kesunahan Shalat Tarawih menjadi motivasi tambahan bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan dan berharap pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Allah

Dalam konteks “niat shalat tarawih 4 rakaat”, “Allah” merujuk pada Tuhan Yang Maha Esa, pencipta dan penguasa alam semesta. Niat shalat tarawih yang benar haruslah diniatkan karena Allah SWT, dengan tujuan untuk mencari ridha dan pahala dari-Nya.

  • Keesaan Allah

    Niat shalat tarawih 4 rakaat harus didasari oleh keyakinan akan keesaan Allah SWT. Kita hanya beribadah kepada Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan apapun.

  • Kebesaran Allah

    Dalam niat shalat tarawih, kita mengakui kebesaran Allah SWT. Kita menyadari bahwa kita hanyalah hamba yang lemah dan tidak berdaya di hadapan-Nya.

  • Kekuasaan Allah

    Niat shalat tarawih juga merupakan bentuk pengakuan atas kekuasaan Allah SWT. Kita percaya bahwa Allah SWT memiliki kuasa atas segala sesuatu, termasuk memberikan pahala dan ampunan kepada hamba-Nya yang taat.

Dengan memahami aspek-aspek “Allah” dalam “niat shalat tarawih 4 rakaat”, kita dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih bermakna dan berkualitas. Niat yang benar dan ikhlas akan menjadikan shalat tarawih sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala yang berlimpah dari-Nya.

Tarawih

Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Shalat Tarawih memiliki keutamaan yang besar, karena menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala yang berlimpah. Dalam melaksanakan Shalat Tarawih, niat memegang peranan yang sangat penting.

“Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat” merupakan ungkapan niat yang diucapkan dalam hati sebelum melaksanakan Shalat Tarawih sebanyak 4 rakaat. Niat ini menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah Shalat Tarawih yang kita kerjakan. Tanpa niat yang benar dan sesuai, maka Shalat Tarawih yang kita lakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Tarawih merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam bulan Ramadhan. Dengan melaksanakan Shalat Tarawih, kita dapat meraih keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih dengan benar, termasuk di dalamnya niat yang harus diucapkan. Dengan memahami hubungan antara Tarawih dan niat shalat tarawih 4 rakaat, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan bermakna, sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat

Bagian ini menyajikan beberapa pertanyaan dan jawaban seputar niat Shalat Tarawih 4 Rakaat. Pertanyaan-pertanyaan ini diantisipasi berdasarkan kesalahpahaman umum atau aspek-aspek penting yang perlu diklarifikasi.

Pertanyaan 1: Apa itu niat Shalat Tarawih 4 Rakaat?

Jawaban: Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat adalah tujuan atau keinginan yang diucapkan dalam hati sebelum melaksanakan Shalat Tarawih sebanyak 4 rakaat.

Pertanyaan 2: Mengapa niat penting dalam Shalat Tarawih?

Jawaban: Niat merupakan syarat sahnya ibadah Shalat Tarawih. Niat menunjukkan tujuan dan jenis ibadah yang akan dilakukan, sehingga menentukan diterimanya ibadah oleh Allah SWT.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengucapkan niat Shalat Tarawih 4 Rakaat?

Jawaban: Niat diucapkan dalam hati dengan lafal “Saya niat shalat Tarawih 4 rakaat karena Allah Ta’ala.”

Pertanyaan 4: Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat Shalat Tarawih?

Jawaban: Niat diucapkan sebelum takbiratul ihram, yaitu ucapan “Allahu Akbar” yang menandai dimulainya Shalat Tarawih.

Pertanyaan 5: Apa saja hal yang membatalkan niat Shalat Tarawih?

Jawaban: Niat Shalat Tarawih dapat batal jika seseorang berbicara, makan, minum, atau melakukan perbuatan lain yang membatalkan wudhu.

Pertanyaan 6: Apakah boleh mengubah niat Shalat Tarawih setelah dimulai?

Jawaban: Sebaiknya tidak mengubah niat Shalat Tarawih setelah dimulai, karena dapat mempengaruhi sahnya ibadah. Jika ingin mengubah niat, sebaiknya mengulangi takbiratul ihram dan mengucapkan niat yang baru.

Pertanyaan dan jawaban di atas memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang niat Shalat Tarawih 4 Rakaat. Memahami niat dengan benar akan membantu kita melaksanakan Shalat Tarawih dengan sah dan berkualitas, sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih 4 Rakaat secara lebih rinci, meliputi gerakan, bacaan, dan doa-doa yang disunnahkan.

Tips Melaksanakan Niat Shalat Tarawih 4 Rakaat

Melaksanakan niat Shalat Tarawih 4 Rakaat dengan benar merupakan hal penting untuk memastikan sah dan diterimanya ibadah kita. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu:

Tip 1: Niatkan dengan Jelas dan Benar
Ucapkan niat “Saya niat shalat Tarawih 4 rakaat karena Allah Ta’ala” dengan jelas dan benar dalam hati.

Tip 2: Niatkan Sebelum Takbiratul Ihram
Ucapkan niat sebelum mengucapkan takbiratul ihram (Allahu Akbar) yang menandai dimulainya shalat.

Tip 3: Fokus dan Tulus
Saat mengucapkan niat, fokuslah dan niatkan hanya karena Allah SWT, tanpa ada tujuan lain.

Tip 4: Hindari Gangguan
Cari tempat yang tenang dan hindari gangguan saat mengucapkan niat, agar dapat berkonsentrasi penuh.

Tip 5: Pahami Makna Niat
Sadarilah makna dari setiap kata dalam niat, agar dapat memahami tujuan dan jenis ibadah yang akan dilakukan.

Tip 6: Perhatikan Urutan Niat
Ucapkan niat sesuai dengan urutan yang benar, yaitu kalimat “Saya niat” diikuti dengan “shalat Tarawih” dan “4 rakaat”.

Tip 7: Jaga Wudhu
Pastikan untuk berwudhu sebelum mengucapkan niat, karena batalnya wudhu juga akan membatalkan niat.

Tip 8: Ulangi Niat Jika Terganggu
Jika niat terganggu oleh hal-hal seperti berbicara atau tertawa, maka ulangi kembali niat dari awal.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, kita dapat melaksanakan niat Shalat Tarawih 4 Rakaat dengan lebih baik dan benar. Niat yang benar menjadi dasar diterimanya ibadah kita, sehingga dapat memperoleh pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih 4 Rakaat, meliputi gerakan, bacaan, dan doa-doa yang disunnahkan. Memahami tata cara yang benar akan membantu kita melaksanakan Shalat Tarawih dengan lebih sempurna dan mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Kesimpulan

Niat shalat Tarawih 4 rakaat merupakan dasar diterimanya ibadah Tarawih yang kita lakukan. Dengan niat yang benar dan sesuai, kita dapat melaksanakan Shalat Tarawih dengan lebih berkualitas dan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Dari pembahasan yang telah disampaikan, berikut adalah beberapa poin utama yang saling berkaitan:

  • Niat harus diucapkan dengan jelas dan benar, sebelum memulai takbiratul ihram, serta diniatkan karena Allah SWT semata.
  • Niat yang benar akan menentukan sah atau tidaknya Shalat Tarawih yang kita kerjakan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan cara mengucapkan niat dengan benar.
  • Melaksanakan Shalat Tarawih dengan niat yang benar dan tata cara yang sesuai akan memberikan kita pahala yang berlimpah, serta mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Dengan memahami niat shalat Tarawih 4 rakaat dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, semoga kita dapat memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Marilah kita jadikan Shalat Tarawih sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru