Niat Shalat Tarawih

Nur Jannah


Niat Shalat Tarawih

Niat shalat tarawih adalah keinginan dalam hati untuk melaksanakan shalat tarawih. Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Niat shalat tarawih diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat, yaitu: “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“, yang artinya “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah ta’ala”.

Shalat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya: mendapat pahala yang besar, menghapus dosa-dosa kecil, dan meningkatkan keimanan. Shalat tarawih juga memiliki sejarah yang panjang. Pada masa Rasulullah SAW, shalat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid Nabawi. Namun, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, shalat tarawih diubah menjadi shalat sunnah yang dilakukan secara individu.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang niat shalat tarawih, tata cara pelaksanaannya, serta manfaat dan keutamaannya. Kita juga akan mengulas sejarah perkembangan shalat tarawih dari masa ke masa.

niat shalat tarawih

Niat merupakan aspek penting dalam shalat tarawih, karena menentukan keabsahan dan kesempurnaan ibadah tersebut. Berikut adalah 9 aspek penting terkait niat shalat tarawih:

  • Ikhlas: Niat harus didasari keinginan karena Allah semata.
  • Tepat: Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
  • Hadir: Niat diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat.
  • Jelas: Niat harus diucapkan dengan jelas dan tegas.
  • Sunnah: Niat shalat tarawih diucapkan secara sunnah, yaitu “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“.
  • Jumlah rakaat: Niat harus menyebutkan jumlah rakaat yang akan dikerjakan.
  • Tata cara: Niat harus sesuai dengan tata cara shalat tarawih yang benar.
  • Waktu: Niat harus diucapkan pada waktu yang tepat, yaitu sebelum memulai shalat.
  • Tempat: Niat dapat diucapkan di mana saja, baik di masjid, mushala, maupun di rumah.

Kesembilan aspek tersebut saling terkait dan membentuk kesatuan yang utuh dalam niat shalat tarawih. Niat yang ikhlas, tepat, hadir, jelas, dan sesuai sunnah akan menghasilkan shalat tarawih yang berkualitas dan bernilai ibadah yang tinggi di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami dan mengamalkan aspek-aspek tersebut dalam melaksanakan shalat tarawih.

Ikhlas

Ikhlas merupakan aspek mendasar dalam niat shalat tarawih. Sebab, ikhlas menentukan kualitas dan kesempurnaan ibadah kita. Shalat tarawih yang ikhlas semata-mata karena Allah akan mendatangkan pahala yang berlimpah dan keberkahan dalam hidup kita.

Sebaliknya, jika niat shalat tarawih tidak ikhlas, misalnya karena ingin dipuji orang lain atau karena terpaksa, maka shalat tersebut tidak akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memeriksa niat kita sebelum melaksanakan shalat tarawih. Pastikan bahwa niat kita semata-mata karena Allah, bukan karena hal-hal duniawi lainnya.

Salah satu cara untuk menjaga ikhlas dalam niat shalat tarawih adalah dengan mengingat kembali tujuan utama kita beribadah. Yaitu untuk mengabdi dan taat kepada Allah SWT. Dengan mengingat tujuan ini, insyaAllah kita akan terhindar dari niat-niat yang tidak ikhlas.

Tepat

Dalam melaksanakan shalat tarawih, sangat penting untuk memperhatikan ketepatan niat sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Ketepatan niat ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keabsahan dan kesempurnaan ibadah kita. Niat yang tidak sesuai dengan sunnah dapat mengurangi nilai ibadah bahkan membatalkannya.

Salah satu aspek ketepatan niat adalah mengikuti tata cara shalat tarawih yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Tata cara ini mencakup jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, dan bacaan-bacaan yang disunnahkan. Rasulullah SAW bersabda, “Shalatlah kalian pada malam Ramadan dua rakaat demi dua rakaat, dan diakhiri dengan witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, ketepatan niat juga berarti mengikhlaskan ibadah kita semata-mata karena Allah SWT. Kita harus menghindari niat-niat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti ingin dipuji orang lain atau mengharapkan imbalan duniawi. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah hanya menerima amal yang dikerjakan dengan ikhlas dan semata-mata mencari wajah-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan memperhatikan ketepatan niat sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, kita dapat memastikan bahwa shalat tarawih yang kita kerjakan diterima oleh Allah SWT dan bernilai ibadah yang tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami sunnah Rasulullah SAW dalam melaksanakan shalat tarawih.

Hadir

Aspek “Hadir” dalam niat shalat tarawih sangat penting untuk diperhatikan karena menentukan keabsahan dan kesempurnaan ibadah kita. Niat harus diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat, sebagai bentuk kesiapan dan pengkhususan diri untuk menghadap Allah SWT.

  • Kehadiran Hati

    Niat harus diucapkan dengan kehadiran hati, yaitu kesadaran dan fokus pada makna dan tujuan shalat tarawih. Hindari melafazkan niat hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tanpa memahami dan menghayati maknanya.

  • Ketulusan Niat

    Niat yang diucapkan haruslah tulus dan ikhlas, semata-mata karena Allah SWT. Hindari niat yang bercampur dengan tujuan duniawi, seperti ingin dipuji atau dianggap saleh.

  • Ketepatan Waktu

    Niat harus diucapkan pada waktu yang tepat, yaitu sebelum memulai shalat. Jika niat diucapkan setelah takbiratul ihram, maka shalat tersebut tidak sah.

  • Kesesuaian Sunnah

    Niat yang diucapkan harus sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Hindari niat yang menyimpang dari ajaran Islam, seperti niat untuk menambah pahala atau menolak bala.

Dengan memperhatikan aspek “Hadir” dalam niat shalat tarawih, kita dapat memastikan bahwa ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan bernilai ibadah yang tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan hati dan pikiran kita sebelum melaksanakan shalat tarawih, agar niat kita benar-benar hadir, tulus, tepat waktu, dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Jelas

Aspek “Jelas: Niat harus diucapkan dengan jelas dan tegas” merupakan salah satu hal penting dalam niat shalat tarawih. Niat yang jelas dan tegas menunjukkan kesungguhan dan fokus dalam melaksanakan ibadah. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait dengan “Jelas: Niat harus diucapkan dengan jelas dan tegas”:

  • Lafaz Niat

    Lafaz niat shalat tarawih harus diucapkan dengan jelas dan tegas, baik secara lisan maupun dalam hati. Hindari melafazkan niat dengan terbata-bata atau tidak jelas.

  • Bahasa yang Digunakan

    Niat shalat tarawih dapat diucapkan dalam bahasa apa saja, namun disunnahkan untuk menggunakan bahasa Arab. Jika menggunakan bahasa selain Arab, pastikan bahwa artinya sesuai dengan niat shalat tarawih.

  • Kekhusyuan Hati

    Saat mengucapkan niat, hendaknya hati dalam keadaan khusyuk dan fokus. Hindari mengucapkan niat sambil bercanda atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu kekhusyuan.

  • Perbedaan dengan Bacaan Lainnya

    Niat shalat tarawih diucapkan dengan jelas dan tegas untuk membedakannya dengan bacaan-bacaan lainnya dalam shalat, seperti takbiratul ihram, bacaan surat Al-Fatihah, dan doa qunut.

Dengan memperhatikan aspek “Jelas: Niat harus diucapkan dengan jelas dan tegas”, kita dapat memastikan bahwa niat shalat tarawih kita benar dan diterima oleh Allah SWT. Hal ini akan berpengaruh pada kesempurnaan dan keabsahan ibadah kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengucapkan niat dengan jelas, tegas, dan penuh kekhusyuan agar shalat tarawih kita menjadi ibadah yang bermakna dan bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Sunnah

Dalam melaksanakan shalat tarawih, terdapat ketentuan mengenai niat yang harus diucapkan secara sunnah. Ketentuan ini merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah shalat tarawih. Berikut adalah beberapa aspek terkait sunnah niat shalat tarawih:

  • Lafaz Niat

    Lafaz niat shalat tarawih yang sesuai dengan sunnah adalah “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“. Lafaz ini diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat.

  • Bahasa Arab

    Disunnahkan mengucapkan niat shalat tarawih menggunakan bahasa Arab. Namun, jika seseorang tidak mampu berbahasa Arab, maka diperbolehkan menggunakan bahasa yang dikuasainya, dengan tetap memperhatikan makna dari niat tersebut.

  • Waktu Pengucapan

    Niat shalat tarawih diucapkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Jika seseorang lupa mengucapkan niat sebelum membaca surat Al-Fatihah, maka shalatnya tetap sah, namun keutamaannya berkurang.

  • Keutamaan

    Mengucapkan niat shalat tarawih secara sunnah akan menambah kesempurnaan dan keutamaan ibadah shalat tarawih. Hal ini karena dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, seorang muslim menunjukkan rasa cinta dan penghormatannya kepada beliau.

Dengan memperhatikan aspek-aspek sunnah niat shalat tarawih, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah shalat tarawih dengan lebih baik dan sempurna. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas ibadah dan pahala yang diperoleh di sisi Allah SWT.

Jumlah rakaat

Aspek menyebutkan jumlah rakaat dalam niat shalat tarawih memiliki keterkaitan yang erat dengan sah dan tidaknya shalat yang dikerjakan. Niat merupakan syarat sah shalat, dan salah satu unsur penting dalam niat adalah menentukan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Hal ini dikarenakan shalat tarawih memiliki ketentuan jumlah rakaat yang spesifik, yaitu minimal 8 rakaat dan maksimal 20 rakaat.

Apabila seseorang tidak menyebutkan jumlah rakaat dalam niatnya, maka shalat tarawih yang dikerjakannya tidak sah. Sebab, dengan tidak disebutkan jumlah rakaat, maka shalat tersebut menjadi tidak memiliki bentuk dan struktur yang jelas. Akibatnya, shalat tersebut tidak dapat dianggap sebagai ibadah yang sempurna dan tidak akan mendapatkan pahala sebagaimana mestinya.

Contoh nyata dari keterkaitan antara jumlah rakaat dalam niat dan shalat tarawih adalah ketika seseorang berniat untuk shalat tarawih 8 rakaat. Maka, ia harus mengerjakan shalat tersebut sebanyak 8 rakaat, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Jika ia mengerjakan lebih dari 8 rakaat, maka rakaat tambahan tersebut tidak dianggap sebagai bagian dari shalat tarawih dan tidak mendapatkan pahala. Sebaliknya, jika ia mengerjakan kurang dari 8 rakaat, maka shalat tarawihnya tidak sah dan harus diulangi.

Pemahaman tentang keterkaitan ini sangat penting dalam praktik ibadah shalat tarawih. Dengan mengetahui dan mengamalkan ketentuan ini, seorang muslim dapat memastikan bahwa shalat tarawih yang dikerjakannya sah dan sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini akan berdampak pada penerimaan ibadah dan pahala yang diperoleh di sisi Allah SWT.

Tata cara

Tata cara shalat tarawih yang benar merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan niat shalat tarawih. Niat yang sesuai dengan tata cara akan menjadikan shalat tarawih menjadi sah dan bernilai ibadah. Sebaliknya, jika niat tidak sesuai dengan tata cara yang benar, maka shalat tarawih tidak akan sah dan tidak mendapatkan pahala.

Tata cara shalat tarawih yang benar meliputi beberapa hal, di antaranya:

Shalat tarawih dikerjakan pada malam bulan Ramadan, setelah shalat Isya.Jumlah rakaat shalat tarawih minimal 8 rakaat dan maksimal 20 rakaat.Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.Pada rakaat terakhir, setelah salam, dilanjutkan dengan shalat witir.

Dengan memahami dan mengikuti tata cara shalat tarawih yang benar, niat shalat tarawih akan menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini akan berdampak pada keabsahan dan nilai ibadah shalat tarawih yang kita kerjakan.

Waktu

Dalam melaksanakan shalat tarawih, aspek waktu dalam niat memegang peranan penting. Niat harus diucapkan pada waktu yang tepat, yaitu sebelum memulai shalat. Hal ini merupakan salah satu syarat sahnya shalat tarawih, dan jika tidak dipenuhi, maka shalat tersebut tidak dianggap sah.

  • Sebelum Takbiratul Ihram

    Niat harus diucapkan sebelum memulai takbiratul ihram, yaitu ucapan “Allahu Akbar” yang menandai dimulainya shalat. Jika niat diucapkan setelah takbiratul ihram, maka shalat tersebut tidak sah dan harus diulang.

  • Dalam Hati

    Niat diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan dengan lisan. Cukup dengan membayangkan atau membatin lafaz niat shalat tarawih, yaitu “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“.

  • Tepat Waktu

    Niat harus diucapkan tepat pada waktunya, yaitu sebelum memulai shalat. Jika niat diucapkan sebelum masuk waktu shalat tarawih atau setelah waktu shalat tarawih berakhir, maka shalat tersebut tidak sah.

  • Kesalahan Waktu

    Apabila seseorang lupa mengucapkan niat sebelum memulai shalat tarawih, maka shalat tersebut tidak sah dan harus diulang. Namun, jika seseorang baru ingat mengucapkan niat setelah beberapa rakaat, maka rakaat yang telah dikerjakan sebelum niat diucapkan tidak dianggap sah.

Dengan memahami dan memperhatikan aspek waktu dalam niat shalat tarawih, seorang muslim dapat memastikan bahwa shalat tarawih yang dikerjakannya sah dan sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini akan berdampak pada penerimaan ibadah dan pahala yang diperoleh di sisi Allah SWT.

Tempat

Aspek tempat dalam niat shalat tarawih memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah ini. Niat shalat tarawih dapat diucapkan di mana saja, baik di masjid, mushala, maupun di rumah, selama memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

  • Masjid

    Masjid merupakan tempat yang utama dan dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Di masjid, umat Islam dapat merasakan suasana kekhusyukan dan kebersamaan dalam beribadah.

  • Mushala

    Mushala merupakan alternatif tempat shalat tarawih berjamaah bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke masjid atau yang jaraknya jauh dari masjid. Mushala biasanya dibangun di lingkungan perumahan atau perkantoran.

  • Rumah

    Bagi umat Islam yang tidak dapat melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah, diperbolehkan untuk melaksanakannya secara individu di rumah. Shalat tarawih di rumah tetap sah dan bernilai pahala, meskipun pahalanya tidak sebesar shalat tarawih berjamaah.

Dengan adanya kemudahan dan fleksibilitas dalam menentukan tempat shalat tarawih, umat Islam memiliki kesempatan yang luas untuk mendapatkan pahala dan keberkahan di bulan Ramadan. Baik di masjid, mushala, atau di rumah, niat shalat tarawih yang tulus dan ikhlas akan senantiasa diterima oleh Allah SWT.

Pertanyaan Umum tentang Niat Shalat Tarawih

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum mengenai niat shalat tarawih beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa itu niat shalat tarawih?

Niat shalat tarawih adalah keinginan dalam hati untuk melaksanakan shalat tarawih. Niat ini diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara mengucapkan niat shalat tarawih?

Niat shalat tarawih diucapkan dalam hati dengan lafaz “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“, yang artinya “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah ta’ala”.

Pertanyaan 3: Kapan waktu mengucapkan niat shalat tarawih?

Niat shalat tarawih diucapkan sebelum memulai shalat, yaitu sebelum takbiratul ihram.

Pertanyaan 4: Bolehkah diucapkan dengan bahasa selain Arab?

Disunnahkan mengucapkan niat shalat tarawih dengan bahasa Arab. Namun, jika seseorang tidak mampu berbahasa Arab, maka diperbolehkan menggunakan bahasa yang dikuasainya.

Pertanyaan 5: Apa yang terjadi jika lupa mengucapkan niat?

Jika lupa mengucapkan niat sebelum memulai shalat, maka shalat tersebut tidak sah. Namun, jika baru ingat setelah beberapa rakaat, maka rakaat yang telah dikerjakan sebelum niat diucapkan tidak dianggap sah.

Pertanyaan 6: Apakah boleh shalat tarawih di rumah?

Ya, diperbolehkan shalat tarawih di rumah secara individu. Shalat tarawih di rumah tetap sah dan bernilai pahala, meskipun pahalanya tidak sebesar shalat tarawih berjamaah.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum mengenai niat shalat tarawih beserta jawabannya. Semoga dapat membantu dalam memahami dan mengamalkan shalat tarawih dengan baik dan benar.

Selanjutnya, kita akan membahas tata cara shalat tarawih yang benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Tips Melaksanakan Niat Shalat Tarawih

Niat merupakan aspek penting dalam shalat tarawih yang menentukan keabsahan dan kesempurnaan ibadah. Berikut adalah beberapa tips untuk melaksanakan niat shalat tarawih dengan baik dan benar:

Tip 1: Ikhlaskan Niat
Niatkan shalat tarawih semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mengharapkan imbalan duniawi.

Tip 2: Tepati Sunnah Rasulullah SAW
Ucapkan niat sesuai dengan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu “Ushalli sunnatal tarawih rak’ataini lillahi ta’ala“.

Tip 3: Hadirkan Hati
Ucapkan niat dengan sepenuh hati dan fokus pada makna dan tujuan shalat tarawih.

Tip 4: Ucapkan dengan Jelas dan Tegas
Lafazkan niat dengan jelas dan tegas, baik secara lisan maupun dalam hati.

Tip 5: Perhatikan Waktu Pengucapan
Ucapkan niat sebelum memulai takbiratul ihram, yaitu ucapan “Allahu Akbar” yang menandai dimulainya shalat.

Tip 6: Sesuaikan dengan Jumlah Rakaat
Dalam niat, sebutkan jumlah rakaat yang akan dikerjakan, minimal 8 rakaat dan maksimal 20 rakaat.

Tip 7: Ikuti Tata Cara Shalat Tarawih
Niatkan sesuai dengan tata cara shalat tarawih yang benar, yaitu setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.

Tip 8: Perhatikan Tempat Pengucapan
Niat shalat tarawih dapat diucapkan di mana saja, baik di masjid, mushala, maupun di rumah.

Dengan mengikuti tips di atas, kita dapat melaksanakan niat shalat tarawih dengan baik dan benar. Hal ini akan berdampak pada keabsahan dan kesempurnaan ibadah shalat tarawih kita, sehingga kita dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT.

Tips-tips di atas merupakan langkah awal dalam melaksanakan shalat tarawih yang sempurna. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tata cara shalat tarawih yang benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Kesimpulan

Dalam melaksanakan shalat tarawih, niat memegang peranan yang sangat penting. Niat yang benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW akan menjadikan shalat tarawih sempurna dan bernilai ibadah yang tinggi. Beberapa poin utama terkait niat shalat tarawih yang saling berkaitan adalah:

  • Niat harus ikhlas, yaitu semata-mata karena Allah SWT.
  • Niat harus tepat dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
  • Niat harus diucapkan sebelum memulai shalat, dengan jelas dan tegas.

Dengan memahami dan mengamalkan niat shalat tarawih dengan baik, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan sempurna dan mendapatkan pahala serta keberkahan yang berlimpah. Mari kita jadikan shalat tarawih sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadan ini.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru