Niat Sholat Tarawih

Nur Jannah


Niat Sholat Tarawih

Niat sholat tarawih adalah keinginan atau tujuan di dalam hati untuk melaksanakan sholat tarawih. Niat ini harus diucapkan sebelum memulai sholat tarawih, dan dapat diucapkan dalam hati atau lisan. Contoh niat sholat tarawih: “Saya niat sholat tarawih dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat sholat tarawih sangat penting karena merupakan syarat sahnya sholat tarawih. Selain itu, niat juga menentukan pahala yang akan diterima oleh orang yang melaksanakan sholat tarawih. Manfaat sholat tarawih antara lain mendapat pahala yang berlimpah, menghapus dosa, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam sejarah Islam, sholat tarawih pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan tahun kedua Hijriyah.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang niat sholat tarawih, termasuk tata cara pelaksanaannya, keutamaan, dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

niat sholat tarawih

Niat merupakan aspek penting dalam sholat tarawih karena menentukan sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait niat sholat tarawih:

  • Ikhlas
  • Mutuqin
  • Ittiba’
  • Tawajjuh
  • Ta’dhim
  • Taqarrub
  • Mahabbah
  • Raja’
  • Khauf

Kesembilan aspek ini saling terkait dan membentuk kesatuan yang utuh dalam niat sholat tarawih. Ikhlas menjadi landasan utama niat, diikuti dengan mutuqin (yakin akan pahala Allah) dan ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah SAW). Tawajjuh (menghadapkan hati kepada Allah), ta’dhim (mengagungkan Allah), taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah), mahabbah (mencintai Allah), raja’ (berharap pahala Allah), dan khauf (takut akan siksa Allah) melengkapi niat sholat tarawih yang sempurna.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu aspek terpenting dalam niat sholat tarawih. Ikhlas artinya melakukan sholat tarawih semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ikhlas menjadi dasar utama niat yang benar, karena tanpa keikhlasan, sholat tarawih yang dilakukan menjadi tidak bernilai di sisi Allah SWT.

Contoh ikhlas dalam niat sholat tarawih adalah ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penuh kekhusyuan dan kerendahan hati, tanpa merasa riya atau ingin dilihat oleh orang lain. Ia hanya ingin mencari ridha Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Memahami hubungan antara ikhlas dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan keikhlasan kita dalam beribadah secara keseluruhan.

Mutuqin

Mutuqin adalah aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan keyakinan yang kuat akan balasan Allah SWT atas ibadah yang dilakukan. Mutuqin berasal dari kata dasar “taqwa” yang berarti takut kepada Allah SWT dan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Dalam konteks niat sholat tarawih, mutuqin berarti meyakini bahwa Allah SWT akan memberikan pahala yang berlimpah bagi hamba-Nya yang melaksanakan sholat tarawih dengan ikhlas dan penuh ketaatan.

Mutuqin merupakan komponen penting dari niat sholat tarawih karena menjadi motivasi utama seseorang dalam melaksanakan ibadah tersebut. Tanpa mutuqin, niat sholat tarawih menjadi lemah dan ibadah yang dilakukan menjadi kurang bermakna. Realisasi mutuqin dalam niat sholat tarawih dapat dilihat dari kesungguhan seseorang dalam melaksanakan sholat tarawih, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Ia akan berusaha untuk melaksanakan sholat tarawih dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, dan tidak akan meninggalkannya kecuali karena udzur syar’i.

Memahami hubungan antara mutuqin dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan keyakinan kita akan balasan Allah SWT atas segala amal ibadah yang kita lakukan. Dengan demikian, kita akan semakin termotivasi untuk beribadah dengan ikhlas dan penuh ketaatan, tidak hanya pada saat sholat tarawih, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Ittiba’

Ittiba’ merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam melaksanakan ibadah tersebut. Ittiba’ berasal dari kata dasar “ittiba'” yang berarti mengikuti atau mencontoh. Dalam konteks niat sholat tarawih, ittiba’ berarti melaksanakan sholat tarawih sesuai dengan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, baik dari segi tata cara, jumlah rakaat, maupun waktu pelaksanaannya.

Ittiba’ merupakan komponen penting dari niat sholat tarawih karena menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah tersebut. Tanpa ittiba’, niat sholat tarawih menjadi tidak sempurna dan ibadah yang dilakukan menjadi kurang bermakna. Realisasi ittiba’ dalam niat sholat tarawih dapat dilihat dari kesesuaian pelaksanaan sholat tarawih dengan tuntunan Rasulullah SAW. Seorang muslim akan berusaha untuk melaksanakan sholat tarawih dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, tanpa menambah atau mengurangi tata cara pelaksanaannya.

Memahami hubungan antara ittiba’ dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan ketaatan kita kepada Rasulullah SAW dan ajaran Islam secara keseluruhan. Dengan demikian, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan memperoleh ridha-Nya.

Tawajjuh

Tawajjuh merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap menghadapkan hati kepada Allah SWT. Tawajjuh berasal dari kata dasar “wajh” yang berarti wajah atau arah. Dalam konteks niat sholat tarawih, tawajjuh berarti mengarahkan hati dan pikiran sepenuhnya kepada Allah SWT, sehingga sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar ikhlas dan penuh kekhusyuan.

  • Kehadiran Hati

    Kehadiran hati merupakan salah satu bentuk tawajjuh dalam niat sholat tarawih. Ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan kehadiran hati, maka ia akan benar-benar fokus dan konsentrasi pada sholatnya, tidak terganggu oleh pikiran-pikiran atau hal-hal lain di sekitarnya.

  • Penghayatan Makna

    Penghayatan makna merupakan bentuk tawajjuh lainnya dalam niat sholat tarawih. Ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penghayatan makna, maka ia akan benar-benar memahami dan meresapi setiap bacaan, gerakan, dan doa yang dilakukannya. Dengan demikian, sholat tarawih yang dikerjakan menjadi lebih bermakna dan mendalam.

  • Penyatuan Diri

    Penyatuan diri merupakan bentuk tawajjuh yang lebih tinggi dalam niat sholat tarawih. Ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penyatuan diri, maka ia akan merasa benar-benar dekat dan bersatu dengan Allah SWT. Ia akan merasakan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang luar biasa dalam sholatnya.

Dengan memahami dan mengimplementasikan tawajjuh dalam niat sholat tarawih, maka kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, tawajjuh juga dapat membantu kita dalam meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT dan memperoleh ridha-Nya.

Ta’dhim

Ta’dhim merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap mengagungkan Allah SWT. Ta’dhim berasal dari kata dasar “adhama” yang berarti memuliakan atau mengagungkan. Dalam konteks niat sholat tarawih, ta’dhim berarti melaksanakan sholat tarawih dengan penuh rasa hormat dan pengagungan kepada Allah SWT, sehingga sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Ta’dhim merupakan komponen kritis dalam niat sholat tarawih karena menjadi dasar bagi sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan sholat tarawih. Tanpa ta’dhim, niat sholat tarawih menjadi tidak sempurna dan ibadah yang dilakukan menjadi kurang bermakna. Realisasi ta’dhim dalam niat sholat tarawih dapat dilihat dari kesungguhan seseorang dalam mempersiapkan diri untuk sholat tarawih, baik dari segi fisik maupun mental. Ia akan berusaha untuk bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, serta datang ke masjid tepat waktu.

Contoh nyata dari ta’dhim dalam niat sholat tarawih adalah ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penuh ketenangan dan kesabaran. Ia tidak terburu-buru dalam melakukan gerakan sholat, melafalkan bacaan dengan jelas dan fasih, serta meresapi setiap doa yang dipanjatkan. Dengan demikian, sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar bermakna dan mendalam, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memahami hubungan antara ta’dhim dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan rasa hormat dan pengagungan kita kepada Allah SWT, sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang lebih taat dan bertakwa.

Taqarrub

Taqarrub merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap mendekatkan diri kepada Allah SWT. Taqarrub berasal dari kata dasar “qariba” yang berarti dekat. Dalam konteks niat sholat tarawih, taqarrub berarti melaksanakan sholat tarawih dengan penuh kesadaran dan kesungguhan, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh keridhaan-Nya.

Taqarrub merupakan komponen krusial dalam niat sholat tarawih karena menjadi tujuan utama dari ibadah tersebut. Tanpa taqarrub, niat sholat tarawih menjadi tidak sempurna dan ibadah yang dilakukan menjadi kurang bermakna. Realisasi taqarrub dalam niat sholat tarawih dapat dilihat dari kesungguhan seseorang dalam mempersiapkan diri untuk sholat tarawih, baik dari segi fisik maupun mental. Ia akan berusaha untuk bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, serta datang ke masjid tepat waktu.

Contoh nyata dari taqarrub dalam niat sholat tarawih adalah ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penuh kekhusyuan dan kerendahan hati. Ia tidak terburu-buru dalam melakukan gerakan sholat, melafalkan bacaan dengan jelas dan fasih, serta meresapi setiap doa yang dipanjatkan. Dengan demikian, sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar bermakna dan mendalam, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memahami hubungan antara taqarrub dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan kedekatan kita dengan Allah SWT dan memperoleh ridha-Nya. Dengan demikian, kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang lebih taat dan bertakwa.

Mahabbah

Mahabbah merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap mencintai Allah SWT. Mahabbah berasal dari kata dasar “hubb” yang berarti cinta atau kasih sayang. Dalam konteks niat sholat tarawih, mahabbah berarti melaksanakan sholat tarawih dengan penuh cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT, sehingga sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar ikhlas dan penuh kerinduan.

Mahabbah merupakan komponen krusial dalam niat sholat tarawih karena menjadi motivasi utama seseorang dalam melaksanakan ibadah tersebut. Tanpa mahabbah, niat sholat tarawih menjadi tidak sempurna dan ibadah yang dilakukan menjadi kurang bermakna. Realisasi mahabbah dalam niat sholat tarawih dapat dilihat dari kesungguhan seseorang dalam mempersiapkan diri untuk sholat tarawih, baik dari segi fisik maupun mental. Ia akan berusaha untuk bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, serta datang ke masjid tepat waktu.

Contoh nyata dari mahabbah dalam niat sholat tarawih adalah ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penuh kerinduan dan kegembiraan. Ia tidak merasa berat atau terpaksa dalam melaksanakan sholat tarawih, justru ia sangat menanti-nantikan waktu sholat tarawih tiba. Dengan demikian, sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar bermakna dan mendalam, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memahami hubungan antara mahabbah dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan rasa cinta dan kasih sayang kita kepada Allah SWT, sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang lebih taat dan bertakwa.

Raja’

Raja’ merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap berharap pahala dari Allah SWT. Raja’ berasal dari kata dasar “raja'” yang berarti harapan. Dalam konteks niat sholat tarawih, raja’ berarti melaksanakan sholat tarawih dengan penuh harapan akan pahala dan ampunan dari Allah SWT, sehingga sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar ikhlas dan penuh semangat.

Raja’ merupakan komponen penting dalam niat sholat tarawih karena menjadi motivasi utama seseorang dalam melaksanakan ibadah tersebut. Tanpa raja’, niat sholat tarawih menjadi tidak sempurna dan ibadah yang dilakukan menjadi kurang bermakna. Realisasi raja’ dalam niat sholat tarawih dapat dilihat dari kesungguhan seseorang dalam mempersiapkan diri untuk sholat tarawih, baik dari segi fisik maupun mental. Ia akan berusaha untuk bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, serta datang ke masjid tepat waktu.

Contoh nyata dari raja’ dalam niat sholat tarawih adalah ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan penuh semangat dan antusiasme. Ia tidak merasa berat atau terpaksa dalam melaksanakan sholat tarawih, justru ia sangat menanti-nantikan waktu sholat tarawih tiba. Dengan demikian, sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar bermakna dan mendalam, sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memahami hubungan antara raja’ dan niat sholat tarawih sangat penting dalam praktik ibadah. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam meningkatkan harapan kita akan pahala dan ampunan dari Allah SWT, sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang lebih taat dan bertakwa.

Khauf

Khauf merupakan salah satu aspek penting dalam niat sholat tarawih karena menunjukkan sikap takut akan siksa Allah SWT. Khauf berasal dari kata dasar “khaifa” yang berarti takut atau khawatir. Dalam konteks niat sholat tarawih, khauf berarti melaksanakan sholat tarawih dengan penuh kesadaran akan dosa-dosa yang telah diperbuat dan takut akan siksa Allah SWT, sehingga sholat tarawih yang dikerjakan menjadi benar-benar ikhlas dan penuh penyesalan.

  • Takut akan Dosa

    Takut akan dosa merupakan salah satu bentuk khauf dalam niat sholat tarawih. Ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan takut akan dosa, maka ia akan benar-benar menyadari dan menyesali dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Ia akan berusaha untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

  • Takut akan Siksa Neraka

    Takut akan siksa neraka merupakan bentuk khauf lainnya dalam niat sholat tarawih. Ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan takut akan siksa neraka, maka ia akan benar-benar khawatir dan cemas akan nasibnya di akhirat. Ia akan berusaha untuk beribadah dengan sebaik-baiknya dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

  • Takut akan Kehilangan Rahmat Allah

    Takut akan kehilangan rahmat Allah merupakan bentuk khauf yang lebih tinggi dalam niat sholat tarawih. Ketika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan takut akan kehilangan rahmat Allah, maka ia akan benar-benar menyadari bahwa segala kebaikan dan kebahagiaan yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Ia akan berusaha untuk bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya agar tidak kehilangan rahmat Allah SWT.

Dengan memahami dan mengimplementasikan khauf dalam niat sholat tarawih, maka kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Selain itu, khauf juga dapat membantu kita dalam meningkatkan kesadaran kita akan dosa-dosa dan siksa neraka, sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang lebih taat dan bertakwa.

Tanya Jawab Niat Sholat Tarawih

Berikut adalah tanya jawab seputar niat sholat tarawih yang sering ditanyakan:

Pertanyaan 1: Apa itu niat sholat tarawih?

Jawaban: Niat sholat tarawih adalah keinginan atau tujuan di dalam hati untuk melaksanakan sholat tarawih. Niat ini harus diucapkan sebelum memulai sholat tarawih, dan dapat diucapkan dalam hati atau lisan. Contoh niat sholat tarawih: “Saya niat sholat tarawih dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Pertanyaan 2: Mengapa niat sholat tarawih itu penting?

Jawaban: Niat sholat tarawih sangat penting karena merupakan syarat sahnya sholat tarawih. Selain itu, niat juga menentukan pahala yang akan diterima oleh orang yang melaksanakan sholat tarawih.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengucapkan niat sholat tarawih?

Jawaban: Niat sholat tarawih dapat diucapkan dalam hati atau lisan. Jika diucapkan dalam hati, maka cukup membayangkan dalam hati bahwa akan melaksanakan sholat tarawih. Sedangkan jika diucapkan lisan, maka diucapkan dengan lafal yang jelas dan fasih.

Pertanyaan 4: Kapan niat sholat tarawih diucapkan?

Jawaban: Niat sholat tarawih diucapkan sebelum memulai sholat tarawih, yaitu setelah takbiratul ihram.

Pertanyaan 5: Apakah niat sholat tarawih bisa diubah?

Jawaban: Niat sholat tarawih dapat diubah jika belum memulai sholat tarawih. Namun, jika sudah memulai sholat tarawih, maka niat tidak dapat diubah.

Pertanyaan 6: Bagaimana jika seseorang lupa mengucapkan niat sholat tarawih?

Jawaban: Jika seseorang lupa mengucapkan niat sholat tarawih, maka sholat tarawihnya tetap sah. Namun, pahala yang diperoleh tidak sempurna.

Demikianlah tanya jawab seputar niat sholat tarawih. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pelaksanaan sholat tarawih yang benar.

Tips Niat Sholat Tarawih

Niat merupakan salah satu aspek penting dalam sholat tarawih. Niat yang benar akan menentukan sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan, serta menentukan pahala yang akan diterima. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat niat sholat tarawih menjadi lebih baik:

1. Niatkan dengan Ikhlas
Niatkan sholat tarawih karena Allah SWT semata, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia.

2. Niatkan dengan Mutqin
Yakinilah bahwa Allah SWT akan memberikan pahala yang berlimpah atas ibadah sholat tarawih yang dikerjakan.

3. Niatkan dengan Ittiba’
Laksanakan sholat tarawih sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, baik dari segi tata cara, jumlah rakaat, maupun waktu pelaksanaannya.

4. Niatkan dengan Tawajjuh
Arahkan hati dan pikiran sepenuhnya kepada Allah SWT saat melaksanakan sholat tarawih, sehingga sholat yang dikerjakan menjadi benar-benar khusyuk dan penuh kekhidmatan.

5. Niatkan dengan Ta’dhim
Laksanakan sholat tarawih dengan penuh rasa hormat dan pengagungan kepada Allah SWT.

6. Niatkan dengan Taqarrub
Niatkan sholat tarawih sebagai salah satu bentuk upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

7. Niatkan dengan Mahabbah
Laksanakan sholat tarawih dengan penuh cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT.

8. Niatkan dengan Raja’
Harapkan pahala dan ampunan dari Allah SWT atas ibadah sholat tarawih yang dikerjakan.

9. Niatkan dengan Khauf
Laksanakan sholat tarawih dengan penuh kesadaran akan dosa-dosa yang telah diperbuat dan takut akan siksa Allah SWT.

Dengan mengimplementasikan tips-tips di atas, kita dapat meningkatkan kualitas niat sholat tarawih kita dan menjadikannya lebih bermakna. Niat yang benar akan menjadi dasar bagi pelaksanaan sholat tarawih yang sempurna dan berpahala.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pelaksanaan sholat tarawih yang benar.

Kesimpulan

Niat merupakan aspek krusial dalam sholat tarawih yang menentukan keabsahan dan kualitas ibadah. Niat yang benar harus memenuhi sembilan aspek, yaitu ikhlas, mutqin, ittiba’, tawajjuh, ta’dhim, taqarrub, mahabbah, raja’, dan khauf. Sembilan aspek ini saling berkaitan dan membentuk kesatuan yang utuh dalam niat sholat tarawih.

Dengan memahami dan mengimplementasikan kesembilan aspek tersebut, kita dapat meningkatkan kualitas sholat tarawih kita dan menjadikannya ibadah yang benar-benar bermakna. Niat yang benar akan membuka jalan bagi penerimaan pahala yang berlimpah dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru