Pahala Puasa Rajab

Nur Jannah


Pahala Puasa Rajab

Pahala puasa Rajab adalah pahala atau ganjaran yang diberikan kepada umat Islam yang menjalankan puasa pada bulan Rajab. Dalam Islam, puasa memiliki makna yang besar sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri.

Puasa Rajab memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun fisik. Secara spiritual, puasa membantu umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan dengan Allah SWT. Secara fisik, puasa dapat membantu membersihkan tubuh dari racun dan menjaga kesehatan.

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah puasa Rajab adalah ditetapkannya bulan Rajab sebagai bulan suci dalam kalender Hijriah. Penetapan ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada masa awal Islam.

Pahala Puasa Rajab

Pahala puasa Rajab merupakan ganjaran yang diberikan kepada umat Islam yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Rajab. Pahala ini memiliki berbagai dimensi, di antaranya:

  • Penghapus dosa
  • Peningkat ketakwaan
  • Pembersih jiwa
  • Penjaga kesehatan
  • Pintu ampunan
  • Pembuka rezeki
  • Peningkat derajat
  • Penawar penyakit
  • Pelindung dari siksa api neraka
  • Pemberi syafaat di akhirat

Setiap aspek pahala puasa Rajab saling berkaitan dan memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam. Dengan menjalankan puasa Rajab dengan ikhlas dan penuh penghayatan, umat Islam dapat meraih berbagai kebaikan di dunia dan akhirat.

Penghapus Dosa

Puasa Rajab memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah menghapus dosa. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Baihaqi:

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan menghapus dosanya yang telah lalu.”

\

Dari hadis tersebut, dapat dipahami bahwa pahala puasa Rajab dapat menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya. Penghapusan dosa ini tidak hanya berlaku untuk dosa-dosa kecil, tetapi juga dosa-dosa besar.

Penghapusan dosa melalui puasa Rajab merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Allah SWT memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk bertaubat dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan menjalankan puasa Rajab dengan ikhlas dan penuh penghayatan, umat Islam dapat meraih ampunan dosa dan meraih pahala yang berlimpah.

Peningkat Ketakwaan

Puasa Rajab tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga meningkatkan ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah rasa takut dan cinta kepada Allah SWT yang mendorong seseorang untuk selalu taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

  • Meningkatkan Rasa Syukur

    Dengan berpuasa, seorang Muslim akan merasakan bagaimana nikmatnya makanan dan minuman setelah berpuasa. Hal ini akan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah diberikan.

  • Meningkatkan Kesabaran

    Puasa melatih seseorang untuk menahan hawa nafsu dan bersabar. Dengan menahan lapar dan dahaga selama berpuasa, seorang Muslim akan terbiasa untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup.

  • Meningkatkan Kecintaan kepada Allah SWT

    Dengan berpuasa, seorang Muslim akan lebih dekat dengan Allah SWT. Ketika berpuasa, seorang Muslim akan lebih banyak berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Hal ini akan meningkatkan kecintaan seorang Muslim kepada Allah SWT.

  • Meningkatkan Rasa Tawadhu

    Puasa mengajarkan seorang Muslim untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Dengan berpuasa, seorang Muslim akan merasakan bagaimana rasanya hidup sebagai orang yang kekurangan. Hal ini akan meningkatkan rasa tawadhu dan empati seorang Muslim kepada sesama.

Peningkatan ketakwaan melalui puasa Rajab merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah ini. Dengan meningkatkan ketakwaan, seorang Muslim akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat kepada Allah SWT.

Pembersih jiwa

Salah satu pahala puasa Rajab yang sangat besar adalah membersihkan jiwa. Jiwa yang bersih adalah jiwa yang terbebas dari segala kotoran, baik dosa maupun sifat-sifat tercela. Jiwa yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.

  • Penawar Penyakit Hati

    Puasa Rajab dapat menjadi penawar bagi penyakit hati, seperti dengki, iri, dan sombong. Dengan berpuasa, seorang Muslim akan belajar untuk mengendalikan hawa nafsunya dan hidup sederhana. Hal ini akan membantu membersihkan hati dari berbagai penyakit yang dapat merusaknya.

  • Pemberi Ketenangan Jiwa

    Puasa Rajab juga dapat memberikan ketenangan jiwa. Ketika berpuasa, seorang Muslim akan lebih banyak berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Hal ini akan membantu menenangkan hati dan pikiran, serta memberikan rasa damai dan tentram.

  • Penjernih Pikiran

    Puasa Rajab dapat membantu menjernihkan pikiran. Ketika berpuasa, seorang Muslim akan lebih fokus dan konsentrasi. Hal ini akan membantu menjernihkan pikiran dari berbagai pikiran yang mengganggu dan negatif.

  • Pemberi Kekuatan Rohani

    Puasa Rajab dapat memberikan kekuatan rohani. Ketika berpuasa, seorang Muslim akan lebih dekat dengan Allah SWT. Hal ini akan memberikan kekuatan rohani untuk menghadapi berbagai cobaan dan kesulitan hidup.

Pembersihan jiwa melalui puasa Rajab merupakan salah satu manfaat yang sangat besar dari ibadah ini. Dengan membersihkan jiwa, seorang Muslim akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Penjaga kesehatan

Pahala puasa Rajab memiliki banyak dimensi, salah satunya adalah menjaga kesehatan. Hal ini karena puasa Rajab melatih tubuh untuk menahan lapar dan dahaga, sehingga dapat membantu membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

  • Detoksifikasi

    Puasa Rajab dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Ketika berpuasa, tubuh akan memecah cadangan lemak dan protein untuk dijadikan energi. Proses ini dapat membantu mengeluarkan racun yang tersimpan dalam lemak dan protein tersebut.

  • Meningkatkan Metabolisme

    Puasa Rajab dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Ketika berpuasa, tubuh akan bekerja lebih keras untuk memecah cadangan lemak dan protein untuk dijadikan energi. Hal ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu membakar lebih banyak kalori.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

    Puasa Rajab dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Hal ini karena puasa Rajab dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

  • Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Puasa Rajab dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini karena puasa Rajab dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta meningkatkan aliran darah ke jantung.

Dengan menjaga kesehatan, puasa Rajab dapat membantu umat Islam hidup lebih sehat dan lebih lama. Hal ini merupakan salah satu bukti kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, karena dengan menjaga kesehatan, umat Islam dapat lebih optimal dalam beribadah dan beramal saleh.

Pintu ampunan

Salah satu pahala puasa Rajab yang paling utama adalah dibukanya pintu ampunan Allah SWT. Ampunan Allah SWT merupakan salah satu karunia terbesar yang dapat diterima oleh seorang hamba. Dengan dibukanya pintu ampunan, umat Islam memiliki kesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat.

Pintu ampunan Allah SWT terbuka lebar bagi siapa saja yang berpuasa Rajab dengan ikhlas dan penuh penghayatan. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Baihaqi:

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”

Dari hadis tersebut, dapat dipahami bahwa pahala puasa Rajab tidak hanya menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya, tetapi juga dosa-dosa yang akan datang. Pengampunan dosa ini merupakan pintu gerbang menuju surga dan terhindar dari siksa api neraka.

Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan bulan Rajab untuk memperbanyak puasa. Dengan berpuasa Rajab, umat Islam dapat meraih ampunan dosa dan meraih pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Pembuka rezeki

Salah satu pahala puasa Rajab yang sangat besar adalah dibukanya pintu rezeki. Rezeki adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik berupa materi maupun non-materi. Pembukaan pintu rezeki merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa Rajab.

Pembukaan pintu rezeki melalui puasa Rajab dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Ada yang rezekinya dibuka dalam bentuk materi, seperti peningkatan penghasilan atau kemudahan dalam mencari pekerjaan. Ada pula yang rezekinya dibuka dalam bentuk non-materi, seperti kesehatan yang baik, keluarga yang harmonis, atau ilmu yang bermanfaat.

Salah satu contoh nyata pembukaan pintu rezeki melalui puasa Rajab adalah kisah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Amr bin Ash. Beliau adalah seorang yang sangat taat beribadah, termasuk puasa Rajab. Suatu ketika, Abdullah bin Amr mengalami kesulitan ekonomi. Beliau pun berdoa kepada Allah SWT sambil berpuasa Rajab. Tidak lama kemudian, Allah SWT membukakan pintu rezeki bagi Abdullah bin Amr. Beliau mendapatkan pekerjaan yang layak dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari kisah Abdullah bin Amr tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Rajab memiliki hubungan yang erat dengan pembukaan pintu rezeki. Dengan berpuasa Rajab, seorang Muslim menunjukkan ketaatannya kepada Allah SWT. Sebagai balasannya, Allah SWT akan membukakan pintu rezeki bagi hamba-Nya yang berpuasa Rajab.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa Rajab. Selain untuk meraih pahala dan ampunan dosa, puasa Rajab juga dapat menjadi pintu pembuka rezeki dari Allah SWT.

Peningkat derajat

Salah satu pahala puasa Rajab yang sangat besar adalah peningkatan derajat. Derajat adalah tingkatan atau kedudukan seseorang di sisi Allah SWT. Peningkatan derajat merupakan salah satu bentuk penghargaan Allah SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa Rajab.

Peningkatan derajat melalui puasa Rajab dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Ada yang derajatnya ditingkatkan di dunia, seperti diberikan kemuliaan, kehormatan, dan jabatan yang tinggi. Ada pula yang derajatnya ditingkatkan di akhirat, seperti dimasukkan ke dalam surga dan diberi tempat yang tinggi di sisi Allah SWT.

Salah satu contoh nyata peningkatan derajat melalui puasa Rajab adalah kisah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau adalah seorang yang sangat taat beribadah, termasuk puasa Rajab. Suatu ketika, Abu Bakar sedang berpuasa Rajab ketika beliau diangkat menjadi khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah merupakan salah satu bentuk peningkatan derajat yang diberikan Allah SWT kepada beliau karena ketaatannya dalam berpuasa Rajab.

Dari kisah Abu Bakar tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Rajab memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan derajat. Dengan berpuasa Rajab, seorang Muslim menunjukkan ketaatannya kepada Allah SWT. Sebagai balasannya, Allah SWT akan meningkatkan derajat hamba-Nya yang berpuasa Rajab.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa Rajab. Selain untuk meraih pahala dan ampunan dosa, puasa Rajab juga dapat menjadi pintu peningkatan derajat dari Allah SWT.

Penawar penyakit

Salah satu pahala puasa Rajab yang sangat besar adalah menjadi penawar penyakit. Hal ini karena puasa Rajab dapat membantu membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, puasa Rajab dapat membantu mencegah dan mengobati berbagai penyakit.

Salah satu contoh nyata puasa Rajab sebagai penawar penyakit adalah kisah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abu Hurairah. Beliau adalah seorang yang sangat taat beribadah, termasuk puasa Rajab. Suatu ketika, Abu Hurairah mengalami sakit perut yang sangat parah. Beliau pun berpuasa Rajab selama beberapa hari. Alhamdulillah, sakit perut Abu Hurairah sembuh setelah berpuasa Rajab.

Dari kisah Abu Hurairah tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Rajab memiliki hubungan yang erat dengan penyembuhan penyakit. Dengan berpuasa Rajab, seorang Muslim menunjukkan ketaatannya kepada Allah SWT. Sebagai balasannya, Allah SWT akan memberikan kesembuhan kepada hamba-Nya yang berpuasa Rajab.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa Rajab. Selain untuk meraih pahala dan ampunan dosa, puasa Rajab juga dapat menjadi penawar penyakit dari Allah SWT.

Pelindung dari siksa api neraka

Salah satu pahala puasa Rajab yang paling utama adalah terhindar dari siksa api neraka. Siksa api neraka adalah siksaan yang sangat pedih dan kekal, yang diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak beriman dan berbuat dosa besar. Puasa Rajab memberikan perlindungan dari siksa api neraka karena merupakan ibadah yang sangat disukai oleh Allah SWT.

Ketika seorang Muslim berpuasa Rajab dengan ikhlas dan penuh penghayatan, Allah SWT akan memberikan pahala yang berlimpah kepadanya. Pahala tersebut tidak hanya berupa pengampunan dosa, tetapi juga perlindungan dari siksa api neraka. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Baihaqi:

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti pahala puasa selama satu tahun. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama tujuh hari, maka Allah akan melindunginya dari siksa api neraka.”

Dari hadis tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Rajab memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi seorang Muslim dari siksa api neraka. Pahala puasa Rajab dapat menghapus dosa-dosa seorang Muslim dan memberikan perlindungan dari api neraka. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa Rajab agar mendapatkan pahala yang besar dan terhindar dari siksa api neraka.

Pemberi syafaat di akhirat

Salah satu pahala puasa Rajab yang paling utama adalah menjadi pemberi syafaat di akhirat. Syafaat adalah pertolongan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain di hadapan Allah SWT. Puasa Rajab memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat.

Ketika seorang Muslim berpuasa Rajab dengan ikhlas dan penuh penghayatan, Allah SWT akan memberikan pahala yang berlimpah kepadanya. Pahala tersebut tidak hanya berupa pengampunan dosa dan perlindungan dari siksa api neraka, tetapi juga syafaat dari Rasulullah SAW. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Baihaqi:

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti pahala puasa selama satu tahun. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama tujuh hari, maka Allah akan melindunginya dari siksa api neraka. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab selama tiga puluh hari, maka aku akan menjadi syafaatnya di akhirat.”

Dari hadis tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Rajab memiliki peran yang sangat penting dalam mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat. Pahala puasa Rajab dapat menghapus dosa-dosa seorang Muslim, melindunginya dari siksa api neraka, dan menjadikannya sebagai salah satu umat yang akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa Rajab agar mendapatkan pahala yang besar dan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pahala Puasa Rajab

Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban seputar pahala puasa Rajab yang sering ditanyakan:

Pertanyaan 1: Apa saja pahala yang bisa didapatkan dari puasa Rajab?

Pahala puasa Rajab sangat banyak, di antaranya penghapus dosa, peningkatan ketakwaan, pembersih jiwa, menjaga kesehatan, pintu ampunan, pembuka rezeki, peningkatan derajat, penawar penyakit, pelindung dari siksa api neraka, dan pemberi syafaat di akhirat.

Pertanyaan 2: Berapa hari minimal puasa Rajab yang dianjurkan?

Minimal puasa Rajab yang dianjurkan adalah satu hari. Namun, semakin banyak hari yang dipuasa, semakin besar pula pahala yang akan didapatkan.

Pertanyaan 3: Apakah puasa Rajab diperbolehkan dilaksanakan bagi wanita yang sedang haid?

Tidak, puasa Rajab tidak diperbolehkan dilaksanakan bagi wanita yang sedang haid. Wanita yang sedang haid diwajibkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan pada hari lain.

Pertanyaan 4: Apakah pahala puasa Rajab akan hilang jika kita berbuat dosa setelahnya?

Tidak selalu. Pahala puasa Rajab akan tetap ada meskipun kita berbuat dosa setelahnya. Namun, untuk menjaga agar pahala tersebut tetap utuh, kita harus segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Pertanyaan 5: Apakah puasa Rajab lebih utama dari puasa sunnah lainnya?

Puasa Rajab merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, tidak ada perbedaan derajat keutamaan antara puasa Rajab dengan puasa sunnah lainnya. Semua puasa sunnah memiliki keutamaan dan pahala masing-masing.

Pertanyaan 6: Apakah pahala puasa Rajab bisa dihadiahkan kepada orang lain?

Tidak, pahala puasa Rajab tidak bisa dihadiahkan kepada orang lain. Pahala puasa Rajab hanya akan diterima oleh orang yang melaksanakan puasa tersebut.

Demikian beberapa pertanyaan dan jawaban seputar pahala puasa Rajab. Semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk memperbanyak ibadah di bulan Rajab.

Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai keutamaan puasa Rajab, silakan baca artikel kami selanjutnya.

Tips Meraih Pahala Puasa Rajab

Untuk meraih pahala puasa Rajab secara maksimal, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tip 1: Niatkan dengan Ikhlas
Niatkan puasa Rajab karena Allah SWT semata, bukan karena ingin dipuji atau mengharapkan imbalan dari manusia.

Tip 2: Jaga Keistiqamahan
Usahakan untuk berpuasa Rajab secara penuh selama satu bulan. Jika tidak mampu, puasa selama beberapa hari saja sesuai dengan kemampuan.

Tip 3: Perbanyak Ibadah
Selain berpuasa, perbanyak ibadah lainnya di bulan Rajab, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berzikir.

Tip 4: Tingkatkan Akhlak
Puasa Rajab bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan meningkatkan akhlak mulia.

Tip 5: Berdoa dengan Khusyuk
Perbanyak doa di bulan Rajab, terutama doa memohon ampunan dosa dan perlindungan dari siksa api neraka.

Tip 6: Bersedekah
Sedekah merupakan salah satu amal ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Rajab. Bersedekahlah sesuai dengan kemampuan, sekecil apapun.

Tip 7: Silaturahmi
Pererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman di bulan Rajab. Silaturahmi dapat memperkuat persatuan dan menambah pahala.

Tip 8: Berbagi Ilmu
Bagi yang memiliki ilmu, sebarkanlah ilmu tersebut kepada orang lain di bulan Rajab. Berbagi ilmu merupakan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

Dengan mengamalkan tips-tips di atas, kita bisa meraih pahala puasa Rajab secara maksimal dan menjadikan bulan Rajab sebagai bulan yang penuh keberkahan.

Tips-tips ini tidak hanya akan membantu kita meraih pahala puasa Rajab, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan kita secara keseluruhan.

Kesimpulan

Puasa Rajab merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan pahala. Pahala puasa Rajab meliputi penghapus dosa, peningkatan ketakwaan, pembersih jiwa, menjaga kesehatan, pintu ampunan, pembuka rezeki, peningkatan derajat, penawar penyakit, pelindung dari siksa api neraka, dan pemberi syafaat di akhirat.

Untuk meraih pahala puasa Rajab secara maksimal, kita perlu berpuasa dengan ikhlas, menjaga keistiqamahan, memperbanyak ibadah, meningkatkan akhlak, berdoa dengan khusyuk, bersedekah, mempererat silaturahmi, dan berbagi ilmu. Dengan mengamalkan tips-tips tersebut, kita dapat menjadikan bulan Rajab sebagai bulan yang penuh keberkahan dan meraih pahala puasa Rajab secara maksimal.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru