Puasa Asyura Adalah

Nur Jannah


Puasa Asyura Adalah

Puasa Asyura adalah puasa sunah yang dilakukan umat Islam pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah

Puasa Asyura memiliki banyak manfaat, seperti menghapus dosa setahun sebelumnya, meningkatkan kesehatan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah puasa Asyura adalah ketika Nabi Muhammad berpuasa pada hari Asyura untuk memperingati peristiwa pembelahan Laut Merah oleh Nabi Musa.

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang puasa Asyura, termasuk sejarahnya, tata cara pelaksanaannya, dan manfaatnya bagi umat Islam.

Puasa Asyura Adalah

Puasa Asyura merupakan ibadah puasa sunah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi umat Islam. Berikut adalah 8 aspek penting terkait puasa Asyura:

  • Waktu pelaksanaan: 10 Muharram
  • Hukum: Sunah
  • Keutamaan: Menghapus dosa setahun sebelumnya
  • Manfaat: Meningkatkan kesehatan
  • Sejarah: Diperintahkan oleh Nabi Muhammad
  • Tata cara: Niat, menahan makan dan minum
  • Dianjurkan: Bersedekah
  • Dilarang: Berpuasa sendirian

Puasa Asyura tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki nilai sosial dan historis. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan, memperkuat ukhuwah, dan mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Waktu Pelaksanaan

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Penetapan waktu ini memiliki kaitan erat dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa pembelahan Laut Merah oleh Nabi Musa.

Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa Asyura. Beliau bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram.” (HR. Muslim). Puasa Asyura juga memiliki keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad, “Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, waktu pelaksanaan puasa Asyura pada 10 Muharram merupakan komponen penting dalam ibadah ini. Penetapan waktu ini berdasarkan peristiwa sejarah dan anjuran Nabi Muhammad, sehingga memiliki makna dan nilai ibadah yang tinggi.

Hukum

Puasa Asyura hukumnya sunah, artinya ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan tetapi tidak wajib. Namun, meskipun hukumnya sunah, puasa Asyura memiliki banyak keutamaan dan manfaat, sehingga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.

Salah satu keutamaan puasa Asyura adalah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim). Selain itu, puasa Asyura juga dapat meningkatkan kesehatan, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan melatih kesabaran.

Dengan demikian, walaupun hukum puasa Asyura adalah sunah, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilakukan karena memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Umat Islam dapat melaksanakan puasa Asyura secara individu atau berjamaah di masjid atau mushala.

Keutamaan

Salah satu keutamaan puasa Asyura yang paling utama adalah menghapus dosa setahun sebelumnya. Keutamaan ini disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, “Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

  • Penghapusan Dosa Kecil

    Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat selama setahun terakhir. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam dapat membersihkan diri dari kesalahan dan kekhilafan yang mungkin telah dilakukan.

  • Penghapusan Dosa Besar

    Selain dosa kecil, puasa Asyura juga dapat menghapus dosa besar, namun dengan syarat orang tersebut telah bertaubat dan menyesali perbuatan dosanya. Taubat yang disertai dengan puasa Asyura dapat menjadi jalan bagi umat Islam untuk kembali kepada Allah SWT dan terbebas dari dosa-dosanya.

  • Meningkatkan Keimanan

    Puasa Asyura dapat meningkatkan keimanan karena mengajarkan umat Islam tentang pentingnya kesabaran, ketaatan, dan kedekatan kepada Allah SWT. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam dapat merasakan langsung pertolongan dan kasih sayang Allah SWT.

  • Menambah Pahala

    Puasa Asyura merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan melaksanakan puasa Asyura, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT.

Keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya merupakan motivasi besar bagi umat Islam untuk menjalankan puasa Asyura. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam berkesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, meningkatkan keimanan, dan memperoleh pahala yang besar.

Manfaat

Selain keutamaan menghapus dosa, puasa Asyura juga memiliki manfaat meningkatkan kesehatan. Saat berpuasa, tubuh akan mengalami proses detoksifikasi dan regenerasi sel, sehingga dapat meningkatkan fungsi organ tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

  • Pencernaan lebih sehat

    Puasa Asyura memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki diri. Dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman, saluran pencernaan dapat membersihkan diri dari sisa-sisa makanan yang menumpuk, sehingga dapat berfungsi lebih optimal.

  • Meningkatkan metabolisme

    Puasa Asyura dapat meningkatkan metabolisme tubuh karena tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Peningkatan metabolisme dapat membantu membakar kalori lebih banyak dan menjaga berat badan yang sehat.

  • Mengurangi risiko penyakit kronis

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa Asyura dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.

  • Meningkatkan fungsi otak

    Puasa Asyura dapat meningkatkan fungsi otak karena dapat merangsang produksi hormon pertumbuhan yang penting untuk kesehatan otak. Hormon pertumbuhan ini dapat membantu memperbaiki sel-sel otak yang rusak dan meningkatkan daya ingat serta konsentrasi.

Manfaat puasa Asyura dalam meningkatkan kesehatan sangatlah beragam. Dengan berpuasa Asyura secara teratur, umat Islam dapat menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, sekaligus memperoleh pahala dari Allah SWT.

Sejarah

Puasa Asyura diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau hijrah ke Madinah. Perintah ini berdasarkan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa pembelahan Laut Merah oleh Nabi Musa AS.

  • Peristiwa Pembelahan Laut Merah

    Puasa Asyura diperintahkan untuk memperingati peristiwa pembelahan Laut Merah oleh Nabi Musa AS. Peristiwa ini merupakan salah satu mukjizat terbesar yang Allah SWT berikan kepada Nabi Musa AS dan pengikutnya untuk menyelamatkan mereka dari kejaran pasukan Firaun.

  • Penghargaan kepada Nabi Musa AS

    Puasa Asyura juga merupakan bentuk penghargaan kepada Nabi Musa AS atas perjuangannya dalam membebaskan Bani Israil dari perbudakan di Mesir. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam mengenang pengorbanan dan keteguhan iman Nabi Musa AS.

  • Simbol Kesabaran

    Puasa Asyura mengajarkan umat Islam tentang pentingnya kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian dan kesulitan dalam hidup. Peristiwa pembelahan Laut Merah menunjukkan bahwa Allah SWT selalu bersama orang-orang yang sabar dan beriman.

  • Penghapusan Dosa

    Puasa Asyura memiliki keutamaan dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Keutamaan ini diberikan karena puasa Asyura dilaksanakan pada hari yang sama dengan peristiwa pembelahan Laut Merah, yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam.

Dengan demikian, perintah puasa Asyura oleh Nabi Muhammad SAW memiliki makna dan nilai sejarah yang mendalam. Puasa Asyura menjadi simbol peringatan peristiwa penting, penghargaan kepada para nabi, pengamalan sifat kesabaran, dan penghapusan dosa bagi umat Islam.

Tata cara

Puasa Asyura dilaksanakan dengan niat yang tulus karena Allah SWT dan menahan diri dari makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tata cara ini menjadi aspek penting dalam pelaksanaan puasa Asyura.

  • Niat

    Niat merupakan kunci utama dalam beribadah, termasuk puasa Asyura. Niat dilakukan pada malam hari sebelum melaksanakan puasa, atau pada pagi hari sebelum terbit fajar. Niat diucapkan dalam hati dengan lafal, “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.” Artinya, “Saya niat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

  • Menahan makan dan minum

    Selama berpuasa Asyura, umat Islam wajib menahan diri dari makan dan minum. Hal ini meliputi segala jenis makanan dan minuman, termasuk air putih. Menahan makan dan minum dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Jika seseorang melanggar ketentuan ini, puasanya dianggap batal.

  • Membaca doa berbuka

    Setelah menahan makan dan minum sepanjang hari, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa Asyura. Doa ini dibaca setelah waktu Magrib tiba, sebagai tanda berakhirnya puasa.

  • Melaksanakan shalat sunah

    Selain berniat dan menahan makan dan minum, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah pada hari Asyura. Shalat sunah ini dapat dilaksanakan pada waktu Dhuha atau setelah shalat Ashar.

Dengan melaksanakan tata cara puasa Asyura dengan benar, umat Islam dapat memperoleh keutamaan dan manfaat yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Tata cara ini menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa Asyura dan menjadi cerminan ketaatan dan keimanan seorang Muslim.

Dianjurkan

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk bersedekah pada hari Asyura. Bersedekah pada hari Asyura memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik bagi yang bersedekah maupun yang menerima sedekah.

  • Membersihkan Harta

    Bersedekah dapat membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik, seperti riba dan harta yang diperoleh dari jalan yang haram. Dengan bersedekah, harta yang kita miliki menjadi lebih berkah dan bermanfaat bagi orang lain.

  • Menambah Pahala

    Bersedekah pada hari Asyura akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Hal ini karena hari Asyura merupakan hari yang istimewa dan penuh berkah.

  • Menolong Orang Lain

    Bersedekah dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Dengan bersedekah, kita dapat berbagi kebahagiaan dan meringankan beban orang lain.

Keutamaan dan manfaat bersedekah pada hari Asyura sangatlah besar. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada hari tersebut. Bersedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti memberikan makanan, pakaian, atau uang kepada orang yang membutuhkan.

Dilarang

Salah satu ketentuan dalam melaksanakan puasa Asyura adalah tidak diperbolehkannya berpuasa sendirian. Ketentuan ini memiliki beberapa hikmah dan manfaat, di antaranya:

  • Mempererat Ukhuwah

    Puasa Asyura dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di rumah bersama keluarga atau teman. Hal ini dapat mempererat ukhuwah dan kebersamaan antar sesama umat Islam.

  • Menguatkan Iman

    Berpuasa bersama dapat saling menguatkan iman dan semangat dalam beribadah. Ketika melihat orang lain berpuasa, kita akan termotivasi untuk terus berpuasa dan tidak menyerah.

  • Menghindari Kesalahan

    Berpuasa bersama dapat membantu menghindari kesalahan dalam berpuasa. Jika ada yang ragu atau kurang paham tentang tata cara puasa, dapat bertanya kepada teman atau imam yang memimpin.

Selain itu, berpuasa sendirian juga dapat menimbulkan keraguan dan was-was dalam hati. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berpuasa bersama-sama agar lebih khusyuk dan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Pertanyaan Umum tentang Puasa Asyura

Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum mengenai puasa Asyura, termasuk keutamaannya, tata caranya, dan hal-hal yang dianjurkan dan dilarang saat menjalankannya.

Pertanyaan 1: Apa itu puasa Asyura?

Jawaban: Puasa Asyura adalah puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Puasa ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.

Pertanyaan 2: Kapan waktu pelaksanaan puasa Asyura?

Jawaban: Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Tanggal tersebut bertepatan dengan peristiwa pembelahan Laut Merah oleh Nabi Musa AS.

Pertanyaan 3: Bagaimana tata cara puasa Asyura?

Jawaban: Tata cara puasa Asyura meliputi niat pada malam hari atau pagi hari sebelum terbit fajar, menahan diri dari makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, dan membaca doa berbuka setelah waktu Magrib tiba.

Pertanyaan 4: Apa saja yang dianjurkan saat puasa Asyura?

Jawaban: Saat puasa Asyura dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, melaksanakan shalat sunah, dan membaca Al-Qur’an.

Pertanyaan 5: Apa saja yang dilarang saat puasa Asyura?

Jawaban: Saat puasa Asyura dilarang berpuasa sendirian, berbuat maksiat, dan menyakiti orang lain.

Pertanyaan 6: Apa manfaat puasa Asyura?

Jawaban: Manfaat puasa Asyura sangat banyak, di antaranya dapat menghapus dosa, meningkatkan kesehatan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Demikian beberapa pertanyaan umum tentang puasa Asyura beserta jawabannya. Semoga dengan memahami penjelasan ini, umat Islam dapat melaksanakan puasa Asyura dengan benar dan memperoleh keutamaannya.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang keutamaan dan manfaat puasa Asyura, serta tips-tips dalam melaksanakannya.

Tips Menjalankan Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Untuk mendapatkan keutamaan dan manfaat tersebut secara maksimal, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Niat yang Tulus
Sebelum memulai puasa, niatkan dengan ikhlas karena Allah SWT dan mengharap ridha-Nya.

Tip 2: Bersedekah
Dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada hari Asyura, baik berupa makanan, pakaian, maupun uang.

Tip 3: Shalat Sunah
Lakukan shalat sunah pada hari Asyura, seperti shalat Dhuha atau shalat Ashar.

Tip 4: Baca Al-Qur’an
Perbanyak membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya untuk meningkatkan keimanan.

Tip 5: Hindari Maksiat
Menahan diri dari segala bentuk maksiat, baik perkataan maupun perbuatan.

Tip 6: Bersabar dan Ikhlas
Puasa bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu diperlukan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Tip 7: Berbuka dengan yang Manis
Saat berbuka puasa, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis, seperti kurma atau madu.

Tip 8: Jaga Kesehatan
Meskipun sedang berpuasa, tetap jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan umat Islam dapat menjalankan puasa Asyura dengan lancar dan memperoleh keutamaannya secara maksimal.

Tips-tips ini juga menjadi bekal penting dalam memahami bagian akhir artikel tentang hikmah dan dampak positif puasa Asyura bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Kesimpulan

Puasa Asyura adalah ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam dapat menghapus dosa setahun sebelumnya, meningkatkan kesehatan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mendapatkan pahala yang besar. Puasa Asyura juga mengajarkan pentingnya kesabaran, ketaatan, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Beberapa poin penting yang dapat kita petik dari pembahasan tentang puasa Asyura adalah:

  • Puasa Asyura merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, dengan keutamaan yang besar.
  • Tata cara puasa Asyura cukup mudah, yaitu menahan makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  • Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, melaksanakan shalat sunah, dan membaca Al-Qur’an pada hari Asyura.

Puasa Asyura adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Dengan memahami keutamaannya dan melaksanakannya dengan benar, kita dapat memperoleh banyak manfaat dan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru