Puasa Asyura Dilaksanakan Pada Tanggal

Nur Jannah


Puasa Asyura Dilaksanakan Pada Tanggal

Puasa Asyura adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Puasa ini memiliki beberapa keutamaan, seperti menghapus dosa setahun yang lalu dan memberikan pahala yang besar.

Selain itu, puasa Asyura juga dipercaya dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti detoksifikasi tubuh, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan jantung. Puasa ini juga memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pelaksanaan puasa Asyura, termasuk tata cara, niatnya, dan keutamaannya. Kita juga akan membahas tentang sejarah puasa Asyura dan manfaatnya bagi kesehatan.

Puasa Asyura Dilaksanakan pada Tanggal

Puasa Asyura merupakan ibadah puasa yang memiliki banyak keutamaan. Pelaksanaan puasa Asyura memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Tanggal pelaksanaan
  • Hukum puasa
  • Niat puasa
  • Tata cara puasa
  • Keutamaan puasa
  • Hikmah puasa
  • Larangan saat puasa
  • Hal-hal yang membatalkan puasa
  • Doa berbuka puasa

Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan sangat penting untuk dipahami agar pelaksanaan puasa Asyura dapat dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, umat Islam dapat memperoleh keutamaan dan manfaat yang besar dari ibadah puasa Asyura.

Tanggal Pelaksanaan

Tanggal pelaksanaan puasa Asyura adalah aspek penting yang perlu diperhatikan. Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Penetapan tanggal ini berdasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

  • 10 Muharram

    Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram karena pada tanggal tersebut terjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

  • Kalender Hijriyah

    Puasa Asyura menggunakan kalender Hijriyah sebagai acuan penanggalan. Kalender Hijriyah adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam dan didasarkan pada peredaran bulan.

  • Hadits Nabi Muhammad SAW

    Pelaksanaan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadits tersebut menyatakan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

  • Peristiwa Hijrah

    Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah menjadi latar belakang penetapan tanggal 10 Muharram sebagai hari pelaksanaan puasa Asyura. Peristiwa hijrah ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam dan menjadi awal mula penanggalan kalender Hijriyah.

Dengan memahami aspek tanggal pelaksanaan puasa Asyura, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa ini dengan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman tentang tanggal pelaksanaan juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Hukum puasa

Puasa Asyura memiliki hukum sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Hukum ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

  • Wajib bagi orang yang bernazar

    Puasa Asyura menjadi wajib bagi orang yang telah bernazar untuk melaksanakannya. Nazar adalah janji yang diucapkan oleh seseorang untuk melakukan suatu ibadah atau perbuatan baik.

  • Sunah muakkad bagi orang yang sehat

    Puasa Asyura sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh orang yang sehat jasmani dan rohani. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

  • Makruh bagi orang yang sakit

    Puasa Asyura makruh dilaksanakan bagi orang yang sedang sakit. Hal ini karena puasa dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

  • Haram bagi wanita haid dan nifas

    Puasa Asyura haram dilaksanakan bagi wanita yang sedang haid atau nifas. Hal ini karena kondisi tersebut menghalangi mereka untuk melaksanakan ibadah puasa.

Dengan memahami hukum puasa Asyura, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan tepat sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman tentang hukum puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap kewajiban dan larangan dalam beribadah.

Niat puasa

Niat puasa merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan puasa Asyura. Niat puasa adalah keinginan yang diucapkan atau diikrarkan dalam hati untuk melaksanakan ibadah puasa. Niat puasa harus dilakukan sebelum waktu fajar terbit dan tidak boleh diniatkan sejak malam hari. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait niat puasa Asyura:

  • Lafal niat

    Lafal niat puasa Asyura adalah sebagai berikut:

    “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.”
    Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”

  • Waktu niat

    Niat puasa Asyura harus dilakukan sebelum waktu fajar terbit. Jika niat dilakukan setelah waktu fajar terbit, maka puasa tidak sah.

  • Syarat niat

    Niat puasa harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:

    • Dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata karena Allah SWT.
    • Dilakukan dengan jelas dan tegas.
    • Dilakukan sebelum waktu fajar terbit.
  • Jenis niat

    Ada dua jenis niat puasa Asyura, yaitu:

    • Niat puasa Asyura yang dikhususkan pada tanggal 10 Muharram.
    • Niat puasa Asyura yang digabung dengan puasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram).

Dengan memahami aspek-aspek niat puasa Asyura, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa ini dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman tentang niat puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya niat dalam setiap ibadah.

Tata Cara Puasa

Tata cara puasa merupakan aspek penting dalam pelaksanaan puasa Asyura. Tata cara puasa meliputi beberapa hal yang harus diperhatikan agar puasa dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat.

  • Niat

    Niat merupakan syarat sahnya puasa. Niat puasa Asyura harus dilakukan sebelum waktu fajar terbit dan tidak boleh diniatkan sejak malam hari. Lafal niat puasa Asyura adalah sebagai berikut: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.”

  • Menahan Diri dari Makan dan Minum

    Selama berpuasa, umat Islam wajib menahan diri dari makan dan minum. Selain itu, juga dilarang untuk memasukkan sesuatu ke dalam lubang atau rongga tubuh, seperti obat tetes mata atau obat kumur.

  • Menahan Diri dari Berhubungan Suami Istri

    Selama berpuasa, umat Islam juga wajib menahan diri dari berhubungan suami istri. Hal ini karena berhubungan suami istri dapat membatalkan puasa.

  • Menghindari Perkataan dan Perbuatan yang Tidak Baik

    Selama berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak baik, seperti berbohong, mengumpat, dan bertengkar. Hal ini karena puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari hawa nafsu.

Dengan memperhatikan tata cara puasa, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa Asyura dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman tentang tata cara puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan menjaga kesucian selama berpuasa.

Keutamaan Puasa

Puasa memiliki banyak keutamaan, baik secara spiritual maupun kesehatan. Beberapa keutamaan puasa, di antaranya:

  • Menghapus dosa
    Puasa, terutama puasa Asyura, dipercaya dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan.
  • Meningkatkan ketakwaan
    Puasa dapat membantu meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT. Hal ini karena saat berpuasa, seseorang akan lebih mudah mengendalikan hawa nafsunya dan lebih fokus pada ibadah.
  • Mendapatkan pahala yang besar
    Puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Oleh karena itu, orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
  • Menyehatkan tubuh
    Puasa juga memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti detoksifikasi tubuh, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Pelaksanaan puasa Asyura memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa setahun yang lalu dan mendapatkan pahala yang besar. Selain itu, puasa Asyura juga dipercaya dapat memberikan banyak manfaat kesehatan.

Dengan memahami keutamaan puasa, umat Islam dapat lebih termotivasi untuk melaksanakan ibadah puasa, terutama puasa Asyura. Selain itu, pemahaman tentang keutamaan puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya pengendalian diri dan menjaga kesehatan.

Hikmah Puasa

Hikmah puasa adalah kebijaksanaan atau pelajaran yang dapat diambil dari pelaksanaan ibadah puasa. Hikmah puasa sangat erat kaitannya dengan puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Puasa Asyura memiliki beberapa hikmah, di antaranya:

  • Menghapus dosa
    Puasa Asyura dipercaya dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan. Hikmah dari hikmah ini adalah untuk mengingatkan umat Islam akan pentingnya bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
  • Meningkatkan ketakwaan
    Puasa Asyura dapat membantu meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT. Hal ini karena saat berpuasa, seseorang akan lebih mudah mengendalikan hawa nafsunya dan lebih fokus pada ibadah. Hikmah dari hikmah ini adalah untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Mendapatkan pahala yang besar
    Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Oleh karena itu, orang yang berpuasa Asyura akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Hikmah dari hikmah ini adalah untuk memotivasi umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa, terutama puasa Asyura.

Dengan memahami hikmah puasa Asyura, umat Islam dapat lebih termotivasi untuk melaksanakan ibadah puasa, terutama puasa Asyura. Selain itu, pemahaman tentang hikmah puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya pengendalian diri, ketaatan kepada Allah SWT, dan pencarian pahala.

Larangan saat Puasa

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Pelaksanaan puasa Asyura memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah larangan saat puasa. Larangan saat puasa merupakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama berpuasa agar puasa tetap sah dan tidak batal.

  • Makan dan Minum

    Larangan utama saat puasa adalah makan dan minum. Larangan ini berlaku mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Jika seseorang makan atau minum dengan sengaja, maka puasanya batal.

  • Berhubungan Suami Istri

    Larangan lainnya saat puasa adalah berhubungan suami istri. Larangan ini berlaku selama 24 jam penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbit fajar berikutnya. Jika seseorang berhubungan suami istri saat puasa, maka puasanya batal.

  • Mengeluarkan Cairan Tubuh Sengaja

    Larangan saat puasa juga meliputi mengeluarkan cairan tubuh secara sengaja, seperti muntah, berbekam, dan donor darah. Jika seseorang mengeluarkan cairan tubuh secara sengaja, maka puasanya batal.

  • Melakukan Hal-hal yang Membatalkan Puasa

    Selain larangan yang disebutkan di atas, ada beberapa hal lain yang dapat membatalkan puasa, seperti merokok, memasukkan sesuatu ke dalam lubang atau rongga tubuh, dan berniat membatalkan puasa. Jika seseorang melakukan hal-hal tersebut, maka puasanya batal.

Dengan memahami larangan saat puasa, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa Asyura dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman tentang larangan saat puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya menjaga kesucian dan kekhusyukan selama berpuasa.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah memiliki beberapa hal yang dapat membatalkannya. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar puasa tetap sah dan tidak batal.

  • Makan dan Minum

    Makan dan minum dengan sengaja saat berpuasa dapat membatalkan puasa. Makan dan minum diperbolehkan setelah waktu berbuka puasa, yaitu setelah matahari terbenam.

  • Berhubungan Suami Istri

    Berhubungan suami istri saat berpuasa dapat membatalkan puasa. Berhubungan suami istri diperbolehkan setelah waktu berbuka puasa.

  • Muntah Sengaja

    Muntah dengan sengaja saat berpuasa dapat membatalkan puasa. Muntah yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa.

  • Masuknya Sesuatu ke Rongga Tubuh

    Masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh, seperti obat tetes mata atau obat kumur, dapat membatalkan puasa. Hal ini karena sesuatu tersebut dianggap sebagai makanan atau minuman.

Dengan memahami hal-hal yang membatalkan puasa, umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa Asyura dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, pemahaman tentang hal-hal yang membatalkan puasa juga dapat meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya menjaga kesucian dan kekhusyukan selama berpuasa.

Doa Berbuka Puasa

Doa berbuka puasa merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ibadah puasa Asyura. Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah dan memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah menghapus dosa setahun yang lalu.

Doa berbuka puasa dibaca setelah waktu berbuka puasa, yaitu setelah matahari terbenam. Doa ini bertujuan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan ibadah puasa. Selain itu, doa berbuka puasa juga berisi permohonan ampunan atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat selama berpuasa.

Terdapat beberapa doa berbuka puasa yang dapat dibaca, salah satunya adalah sebagai berikut:

“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu, fighfirli, ya Ghafuru.”
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, ampunilah aku, ya Allah Yang Maha Pengampun.”

Dengan membaca doa berbuka puasa, umat Islam dapat mengakhiri ibadah puasa Asyura dengan sempurna dan memperoleh keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT.

Pertanyaan Umum tentang Puasa Asyura

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait dengan puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah:

Pertanyaan 1: Kapan puasa Asyura dilaksanakan?

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah.

Pertanyaan 2: Apakah hukum puasa Asyura?

Hukum puasa Asyura adalah sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.

Pertanyaan 3: Bagaimana niat puasa Asyura?

Lafal niat puasa Asyura adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.”

Pertanyaan 4: Apa saja keutamaan puasa Asyura?

Keutamaan puasa Asyura antara lain menghapus dosa setahun yang lalu, meningkatkan ketakwaan, dan mendapatkan pahala yang besar.

Pertanyaan 5: Apa saja yang membatalkan puasa Asyura?

Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa Asyura antara lain makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri, dan muntah dengan sengaja.

Pertanyaan 6: Bolehkah merokok saat berpuasa Asyura?

Merokok saat berpuasa Asyura hukumnya makruh dan dapat membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait dengan puasa Asyura. Semoga bermanfaat bagi umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah puasa Asyura.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pelaksanaan puasa Asyura yang benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Tips Melaksanakan Puasa Asyura

Puasa Asyura merupakan ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan. Untuk mendapatkan keutamaan tersebut, penting untuk melaksanakan puasa Asyura dengan benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

Tip 1: Niat yang Benar
Niat merupakan syarat sahnya puasa. Niat puasa Asyura diucapkan dalam hati sebelum waktu fajar terbit, yaitu: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.”

Tip 2: Menahan Diri dari Makan dan Minum
Selama berpuasa, umat Islam wajib menahan diri dari makan dan minum, termasuk permen dan obat-obatan. Jika seseorang makan atau minum dengan sengaja, maka puasanya batal.

Tip 3: Menahan Diri dari Berhubungan Suami Istri
Selama berpuasa, umat Islam juga wajib menahan diri dari berhubungan suami istri. Hal ini karena berhubungan suami istri dapat membatalkan puasa.

Tip 4: Menjaga Perkataan dan Perbuatan
Saat berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk menjaga perkataan dan perbuatan. Hindarilah berkata-kata kotor, mengumpat, dan bertengkar, karena hal tersebut dapat mengurangi pahala puasa.

Tip 5: Memperbanyak Ibadah
Puasa Asyura merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Ibadah-ibadah tersebut dapat membantu meningkatkan ketakwaan dan pahala puasa.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, umat Islam dapat melaksanakan puasa Asyura dengan benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Puasa Asyura yang dijalankan dengan baik dapat memberikan banyak manfaat, seperti menghapus dosa setahun yang lalu, meningkatkan ketakwaan, dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Dengan memahami tips-tips di atas, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa Asyura dengan baik dan maksimal.

Kesimpulan

Puasa Asyura merupakan ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Pelaksanaan puasa Asyura yang benar dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW sangat penting untuk mendapatkan keutamaan tersebut. Beberapa poin penting dalam pelaksanaan puasa Asyura antara lain niat yang benar, menahan diri dari makan dan minum serta hubungan suami istri, menjaga perkataan dan perbuatan, serta memperbanyak ibadah.

Dengan melaksanakan puasa Asyura dengan baik, umat Islam dapat menghapus dosa setahun yang lalu, meningkatkan ketakwaan, dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Puasa Asyura juga merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi pribadi yang lebih baik.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru