Puasa Rajab Berpa Hari

Nur Jannah


Puasa Rajab Berpa Hari

Puasa Rajab adalah ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Rajab. Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Puasa Rajab biasanya dilakukan selama sepuluh hari, yaitu mulai dari tanggal 1 hingga 10 Rajab.

Puasa Rajab memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendapat ampunan dosa, dijauhkan dari siksa api neraka, dan dikabulkan hajat. Puasa Rajab pertama kali dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Artikel ini akan membahas tentang tata cara puasa Rajab, keutamaannya, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa Rajab.

Puasa Rajab Berapa Hari

Puasa Rajab merupakan ibadah puasa sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait puasa Rajab:

  • Waktu pelaksanaan: 1-10 Rajab
  • Hukum: Sunnah
  • Niat: Niat puasa Rajab
  • Keutamaan: Diampuni dosa, dijauhkan dari neraka, dikabulkan hajat
  • Tata cara: Sama seperti puasa wajib
  • Hal-hal yang membatalkan: Sama seperti puasa wajib
  • Hal-hal yang dimakruhkan: Berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab
  • Doa berbuka: Doa berbuka puasa biasa

Setiap aspek puasa Rajab memiliki makna dan hikmah tersendiri. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, diharapkan umat Islam dapat menjalankan puasa Rajab dengan lebih baik dan meraih keutamaannya.

Waktu pelaksanaan

Puasa Rajab dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 10 Rajab. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan menulis baginya pahala puasa selama sebulan.”

Waktu pelaksanaan puasa Rajab yang spesifik ini memiliki hikmah tersendiri. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram dalam kalender Hijriah, yaitu bulan yang dimuliakan dan memiliki keutamaan tersendiri. Selain itu, tanggal 1 hingga 10 Rajab bertepatan dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dengan memahami waktu pelaksanaan puasa Rajab, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menjalankan ibadah ini dan meraih keutamaannya. Puasa Rajab menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hukum

Puasa Rajab hukumnya sunnah, artinya dianjurkan untuk dikerjakan namun tidak wajib. Meskipun tidak wajib, puasa Rajab memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi yang menjalankannya. Berikut adalah beberapa aspek terkait hukum sunnah puasa Rajab:

  • Pahala yang besar

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan menulis baginya pahala puasa selama sebulan.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

  • Pengampunan dosa

    Puasa Rajab dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Thabrani)

  • Dijauhkan dari neraka

    Puasa Rajab dapat menjadi sebab dijauhkan dari siksa neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab, maka Allah akan membangun benteng di antara dirinya dengan neraka sejauh tujuh puluh parit.” (HR. Baihaqi)

  • Dikabulkan hajat

    Puasa Rajab dapat menjadi sebab dikabulkannya hajat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab, maka ia akan dipanggil oleh seorang penyeru dari langit, ‘Wahai hamba Allah, hajatmu telah dikabulkan.'” (HR. Abu Ya’la)

Meskipun hukumnya sunnah, puasa Rajab sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena banyak keutamaannya. Umat Islam hendaknya memanfaatkan kesempatan bulan Rajab untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Niat

Niat merupakan salah satu rukun puasa, termasuk puasa Rajab. Niat puasa Rajab harus diucapkan pada malam hari sebelum fajar. Niat puasa Rajab diucapkan dengan membaca lafadz niat berikut:

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa Rajab sangat penting karena menjadi penentu sah atau tidaknya puasa yang dikerjakan. Tanpa niat, puasa tidak sah dan tidak mendapat pahala. Niat puasa Rajab juga menjadi pembeda antara puasa Rajab dengan puasa lainnya, seperti puasa wajib atau puasa qadha.

Dalam praktiknya, niat puasa Rajab bisa diucapkan secara lisan atau dalam hati. Namun, disunnahkan untuk mengucapkan niat secara lisan agar lebih jelas dan tegas. Niat puasa Rajab juga bisa diucapkan secara kolektif, misalnya oleh imam atau muadzin di masjid.

Dengan memahami pentingnya niat puasa Rajab dan cara mengucapkannya, umat Islam dapat menjalankan puasa Rajab dengan benar dan meraih keutamaannya.

Keutamaan

Puasa Rajab memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah diampuni dosa. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab selama satu hari, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Keutamaan ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk menjalankan puasa Rajab. Dengan berpuasa Rajab, dosa-dosa yang telah dilakukan akan diampuni oleh Allah SWT. Pengampunan dosa ini menjadi salah satu tujuan utama ibadah puasa, yaitu untuk membersihkan diri dari dosa dan kembali suci.

Selain diampuni dosa, puasa Rajab juga dapat menjadi sebab dijauhkan dari siksa neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab, maka Allah akan membangun benteng di antara dirinya dengan neraka sejauh tujuh puluh parit.” (HR. Baihaqi)

Keutamaan ini menunjukkan bahwa puasa Rajab sangat bermanfaat untuk menyelamatkan diri dari siksa neraka. Benteng yang dibangun oleh Allah SWT akan menjadi penghalang antara hamba-Nya dengan api neraka. Dengan demikian, puasa Rajab menjadi salah satu jalan untuk memperoleh keselamatan di akhirat.

Keutamaan puasa Rajab lainnya adalah dikabulkannya hajat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab, maka ia akan dipanggil oleh seorang penyeru dari langit, ‘Wahai hamba Allah, hajatmu telah dikabulkan.'” (HR. Abu Ya’la)

Keutamaan ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam yang menjalankan puasa Rajab. Dengan berpuasa Rajab, segala hajat dan keinginan yang baik akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Rajab memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah SWT dan menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan.

Tata cara

Tata cara puasa Rajab sama seperti puasa wajib, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait tata cara puasa Rajab:

  • Niat

    Sebelum memulai puasa, niatkan puasa Rajab karena Allah SWT. Niat puasa Rajab diucapkan pada malam hari sebelum fajar.

  • Sahur

    Makan sahur hukumnya sunnah sebelum memulai puasa. Sahur berfungsi untuk menambah energi saat berpuasa.

  • Imsak

    Imsak adalah waktu menahan diri dari makan, minum, dan merokok. Waktu imsak biasanya 10-15 menit sebelum waktu subuh.

  • Berbuka

    Berbuka puasa dilakukan setelah waktu maghrib dengan memakan makanan dan minuman yang halal.

Dengan memahami dan menjalankan tata cara puasa Rajab dengan benar, diharapkan umat Islam dapat meraih keutamaan dan manfaat puasa Rajab.

Hal-hal yang membatalkan

Hal-hal yang membatalkan puasa Rajab sama seperti puasa wajib, yaitu:

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Berhubungan suami istri
  • Muntah dengan sengaja
  • Keluarnya darah haid atau nifas
  • Gila
  • Murtad

Jika salah satu dari hal-hal tersebut dilakukan, maka puasa Rajab batal dan harus diqadha pada hari lain.

Memahami hal-hal yang membatalkan puasa Rajab sangat penting agar umat Islam dapat menjalankan puasa dengan benar dan meraih keutamaannya. Dengan menghindari hal-hal yang membatalkan puasa, umat Islam dapat memastikan bahwa puasa Rajab mereka sah dan diterima oleh Allah SWT.

Hal-hal yang dimakruhkan

Dalam menjalankan puasa Rajab, terdapat beberapa hal yang dimakruhkan, salah satunya adalah berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab. Makruh artinya perbuatan yang lebih baik ditinggalkan, namun jika dilakukan tidak berdosa. Berikut adalah beberapa alasan mengapa berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab dimakruhkan:

  • Menyalahi sunnah

    Puasa Rajab disunnahkan untuk dilakukan selama 10 hari, mulai dari tanggal 1 hingga 10 Rajab. Berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab berarti menyalahi sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

  • Tidak mendapatkan keutamaan puasa Rajab secara penuh

    Keutamaan puasa Rajab, seperti diampuni dosa, dijauhkan dari neraka, dan dikabulkan hajat, hanya akan diperoleh jika puasa dilakukan selama 10 hari penuh. Berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab tidak akan mendapatkan keutamaan puasa Rajab secara penuh.

  • Terkesan riya

    Berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab terkesan riya karena biasanya banyak orang yang berpuasa pada tanggal tersebut. Hal ini dikhawatirkan dapat mengurangi nilai ibadah puasa Rajab.

  • Menyebabkan lemahnya badan

    Berpuasa hanya pada tanggal 1 Rajab dapat menyebabkan lemahnya badan karena tidak terbiasa berpuasa. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi produktivitas.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa Rajab selama 10 hari penuh, mulai dari tanggal 1 hingga 10 Rajab, agar dapat memperoleh keutamaan puasa Rajab secara penuh dan terhindar dari hal-hal yang dimakruhkan.

Doa berbuka

Doa berbuka puasa biasa juga digunakan untuk berbuka puasa Rajab. Hal ini karena puasa Rajab adalah puasa sunnah, dan tidak ada doa berbuka khusus yang disyariatkan untuk puasa sunnah. Doa berbuka puasa biasa berbunyi:

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa berbuka puasa ini merupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini mengandung makna syukur kepada Allah SWT atas nikmat berpuasa dan berbuka yang telah diberikan. Dengan membaca doa berbuka puasa, umat Islam dapat mengakhiri puasanya dengan baik dan meraih keutamaan puasa Rajab.

Pertanyaan Umum tentang Puasa Rajab

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait puasa Rajab:

Pertanyaan 1: Berapa hari puasa Rajab?

Puasa Rajab dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 1 hingga 10 Rajab.

Pertanyaan 2: Kapan waktu pelaksanaan puasa Rajab?

Puasa Rajab dilaksanakan pada bulan Rajab, yaitu bulan ketujuh dalam kalender Hijriah.

Pertanyaan 3: Apa hukum puasa Rajab?

Hukum puasa Rajab adalah sunnah, artinya dianjurkan untuk dikerjakan tetapi tidak wajib.

Pertanyaan 4: Apa keutamaan puasa Rajab?

Keutamaan puasa Rajab antara lain: diampuni dosa, dijauhkan dari neraka, dan dikabulkan hajat.

Pertanyaan 5: Bagaimana tata cara puasa Rajab?

Tata cara puasa Rajab sama seperti puasa wajib, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Pertanyaan 6: Apa saja hal-hal yang membatalkan puasa Rajab?

Hal-hal yang membatalkan puasa Rajab sama seperti puasa wajib, yaitu makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri, muntah dengan sengaja, keluarnya darah haid atau nifas, gila, murtad.

Demikian beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait puasa Rajab. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang keutamaan puasa Rajab lebih dalam.

Tips Menjalankan Puasa Rajab

Puasa Rajab merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Berikut adalah beberapa tips untuk menjalankan puasa Rajab dengan baik:

Tip 1: Niat dengan ikhlas
Niatkan puasa Rajab semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau hal-hal duniawi lainnya.

Tip 2: Persiapkan fisik dan mental
Pastikan tubuh dan mental dalam kondisi baik sebelum memulai puasa Rajab. Konsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka, serta istirahat yang cukup.

Tip 3: Perbanyak ibadah
Selain menahan diri dari makan dan minum, perbanyak ibadah lainnya selama puasa Rajab, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.

Tip 4: Hindari perbuatan tercela
Selama berpuasa Rajab, hindari perbuatan tercela seperti berkata-kata kasar, bergunjing, dan berbuat zalim. Jaga lisan, perbuatan, dan pikiran agar tetap dalam kebaikan.

Tip 5: Bersabar dan istiqamah
Menjalankan puasa Rajab membutuhkan kesabaran dan istiqamah. Akan ada saat-saat di mana kita merasa lapar dan lemas. Namun, ingatlah selalu keutamaan puasa Rajab dan teruslah berpuasa hingga selesai.

Tip 6: Berdoa dengan khusyuk
Perbanyak doa selama puasa Rajab, terutama saat berbuka. Mohonlah ampunan dosa, perlindungan dari api neraka, dan terkabulnya segala hajat.

Tip 7: Berbuka dengan makanan yang halal dan baik
Saat berbuka puasa Rajab, konsumsilah makanan dan minuman yang halal dan baik. Hindari makanan yang berlebihan atau tidak sehat.

Tip 8: Bersyukur dan berbagi
Setelah selesai menjalankan puasa Rajab, jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Berbagilah dengan sesama yang membutuhkan sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki dan kesehatan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, semoga kita dapat menjalankan puasa Rajab dengan baik dan meraih keutamaannya.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang keutamaan puasa Rajab lebih dalam.

Kesimpulan

Puasa Rajab adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 1 hingga 10 Rajab. Puasa Rajab memiliki banyak keutamaan, di antaranya diampuni dosa, dijauhkan dari neraka, dan dikabulkan hajat. Untuk menjalankan puasa Rajab dengan baik, diperlukan niat yang ikhlas, persiapan fisik dan mental yang matang, serta memperbanyak ibadah dan menghindari perbuatan tercela.

Puasa Rajab mengajarkan kita tentang kesabaran, istiqamah, dan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menjalankan puasa Rajab, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dan meraih keutamaan di sisi Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru