Rakaat Tarawih Paling Sedikit: Panduan Lengkap dan Keutamaannya

Nur Jannah


Rakaat Tarawih Paling Sedikit: Panduan Lengkap dan Keutamaannya


Rakaat Tarawih Paling Sedikit adalah jumlah rakaat shalat tarawih yang paling sedikit yang dapat dilakukan. Menurut pendapat yang paling kuat, jumlah rakaat tarawih paling sedikit adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Jadi, totalnya adalah 11 rakaat. Contohnya, seseorang yang melaksanakan shalat tarawih dengan 8 rakaat, lalu diakhiri dengan 3 rakaat witir.

Shalat tarawih memiliki banyak keutamaan dan manfaat, di antaranya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Shalat tarawih juga memiliki sejarah perkembangan yang panjang. Pada awalnya, shalat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid Nabawi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Namun, seiring berjalannya waktu, shalat tarawih juga dilakukan secara individu di rumah masing-masing.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang rakaat tarawih paling sedikit, keutamaannya, manfaatnya, serta sejarah perkembangannya. Dengan memahami hal-hal tersebut, diharapkan kita dapat melaksanakan shalat tarawih dengan lebih baik dan khusyuk.

Rakaat Tarawih Paling Sedikit

Rakaat tarawih paling sedikit merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan shalat tarawih. Memahami berbagai dimensinya dapat membantu kita melaksanakan shalat tarawih dengan lebih baik dan khusyuk.

  • Jumlah
  • Hukum
  • Waktu
  • Tata Cara
  • Keutamaan
  • Sunnah
  • Bid’ah
  • Sejarah
  • Dalil

Jumlah rakaat tarawih paling sedikit adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan. Waktu pelaksanaan shalat tarawih adalah setelah shalat Isya hingga menjelang waktu imsak. Tata cara shalat tarawih sama dengan shalat sunnah lainnya, namun biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Jumlah

Jumlah rakaat tarawih paling sedikit adalah salah satu aspek penting dalam pelaksanaan shalat tarawih. Jumlah rakaat tarawih yang paling sedikit adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Jumlah rakaat ini telah disepakati oleh para ulama berdasarkan dalil-dalil yang shahih.

Jumlah rakaat tarawih yang paling sedikit memiliki pengaruh yang besar terhadap sah atau tidaknya shalat tarawih. Jika seseorang melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat kurang dari 8 rakaat, maka shalat tarawihnya tidak sah. Sebaliknya, jika seseorang melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat lebih dari 8 rakaat, maka shalat tarawihnya tetap sah, namun tidak mendapatkan keutamaan seperti shalat tarawih yang dilaksanakan dengan 8 rakaat.

Dalam praktiknya, jumlah rakaat tarawih yang paling sedikit biasanya dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan waktu atau tenaga. Misalnya, orang yang sedang sakit atau orang yang sedang dalam perjalanan. Meskipun dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang paling sedikit, shalat tarawih tetap memiliki keutamaan dan pahala yang besar.

Memahami jumlah rakaat tarawih yang paling sedikit sangat penting bagi umat Islam yang ingin melaksanakan shalat tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan memahami hal ini, umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih dengan lebih baik dan khusyuk.

Hukum

Hukum melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan. Artinya, hukum melaksanakan shalat tarawih adalah tidak wajib, namun sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk mengerjakannya. Hukum ini didasarkan pada dalil-dalil dari Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama.

  • Dalil Al-Qur’an

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184: “Pada bulan Ramadhan itu diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembebeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 184)

  • Dalil Hadits

    Dari Aisyah ra. berkata: “Rasulullah SAW mengerjakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan sebanyak sebelas rakaat, beliau tidak menambah dan tidak mengurangi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Dalil Ijma’ Ulama

    Para ulama telah bersepakat bahwa hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sunnah muakkadah. Ijma’ ulama ini menjadi dalil yang kuat bahwa hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sangat dianjurkan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hukum melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan jumlah rakaat paling sedikit 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir.

Waktu

Waktu pelaksanaan shalat tarawih memiliki hubungan yang erat dengan jumlah rakaat tarawih paling sedikit. Shalat tarawih dapat dilaksanakan pada waktu setelah shalat Isya hingga menjelang waktu imsak. Namun, waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Aisyah ra. berkata: “Rasulullah SAW biasa melaksanakan shalat tarawih pada sepertiga malam terakhir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat tarawih pada waktu tersebut. Selain itu, waktu sepertiga malam terakhir juga merupakan waktu yang paling tenang dan sepi. Hal ini memungkinkan umat Islam untuk lebih fokus dan khusyuk dalam melaksanakan shalat tarawih.

Namun, dalam praktiknya, tidak semua umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih pada waktu sepertiga malam terakhir. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan hal ini, seperti pekerjaan, kesehatan, atau kesibukan lainnya. Dalam hal ini, umat Islam diperbolehkan melaksanakan shalat tarawih pada waktu yang lebih awal, yaitu setelah shalat Isya atau pada waktu lainnya yang memungkinkan. Yang terpenting adalah umat Islam tetap melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat paling sedikit, yaitu 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir.

Tata Cara

Tata cara shalat tarawih paling sedikit memiliki keterkaitan yang erat dengan jumlah rakaat tarawih paling sedikit. Tata cara shalat tarawih paling sedikit adalah sama dengan tata cara shalat sunnah lainnya. Namun, shalat tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Shalat tarawih dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang genap, minimal 2 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.

Tata cara shalat tarawih yang paling umum dilakukan adalah dengan 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Shalat tarawih 8 rakaat ini dilakukan dengan 4 rakaat pada rakaat pertama dan 4 rakaat pada rakaat kedua. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Setelah shalat tarawih 8 rakaat, dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak 3 rakaat. Tata cara shalat witir sama dengan tata cara shalat sunnah lainnya.

Memahami tata cara shalat tarawih yang paling sedikit sangat penting bagi umat Islam yang ingin melaksanakan shalat tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan memahami tata cara shalat tarawih yang paling sedikit, umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Selain itu, memahami tata cara shalat tarawih yang paling sedikit juga dapat membantu umat Islam untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan shalat tarawih.

Keutamaan

Keutamaan melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit sangatlah banyak dan beragam. Shalat tarawih adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan, dan melaksanakannya dengan jumlah rakaat paling sedikit pun tetap akan memberikan pahala yang besar.

  • Penghapus Dosa

    Shalat tarawih, termasuk yang dilaksanakan dengan rakaat paling sedikit, dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat.

  • Peningkatan Taqwa

    Melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, karena kita telah berusaha untuk menunaikan amalan sunnah di bulan Ramadhan.

  • Penghargaan Berlipat

    Meskipun dilaksanakan dengan rakaat paling sedikit, shalat tarawih tetap akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

  • Waktu yang Mustajab

    Shalat tarawih, termasuk yang dilaksanakan dengan rakaat paling sedikit, dapat menjadi salah satu sarana untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT di waktu yang mustajab, yaitu pada sepertiga malam terakhir.

Dengan memahami keutamaan-keutamaan dari melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit, diharapkan kita dapat lebih semangat dan istiqamah dalam melaksanakan amalan sunnah ini di bulan Ramadhan. Selain itu, kita juga dapat mengajak orang lain untuk turut serta melaksanakan shalat tarawih, meskipun hanya dengan rakaat paling sedikit.

Sunnah

Sunnah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, termasuk dalam pelaksanaan shalat tarawih. Rakaat tarawih paling sedikit yang disunnahkan adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat tersebut dapat memberikan pahala yang besar dan keberkahan di bulan Ramadhan.

  • Jumlah Rakaat

    Sunnah dalam shalat tarawih terkait dengan jumlah rakaat, yaitu 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Jumlah rakaat ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW dan telah menjadi pegangan umat Islam dalam melaksanakan shalat tarawih selama berabad-abad.

  • Waktu Pelaksanaan

    Sunnah dalam shalat tarawih juga terkait dengan waktu pelaksanaannya, yaitu pada malam hari setelah shalat Isya hingga menjelang waktu imsak. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir karena pada waktu tersebut doa-doa lebih mudah dikabulkan.

  • Tata Cara Pelaksanaan

    Sunnah dalam shalat tarawih meliputi tata cara pelaksanaannya, seperti niat, bacaan, dan gerakan-gerakan shalat. Tata cara shalat tarawih pada dasarnya sama dengan shalat sunnah lainnya, namun terdapat perbedaan dalam jumlah rakaat dan bacaan niat.

  • Keutamaan

    Sunnah dalam shalat tarawih juga terkait dengan keutamaannya, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan ketakwaan, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Keutamaan-keutamaan inilah yang menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat tarawih dengan sebaik-baiknya.

Dengan memahami aspek-aspek sunnah dalam shalat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan khusyuk. Selain itu, memahami sunnah juga dapat membantu umat Islam menghindari kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan shalat tarawih sehingga dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang maksimal.

Bid’ah

Dalam konteks rakaat tarawih paling sedikit, bid’ah merujuk pada praktik atau amalan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam dan Rasulullah SAW, tetapi ditambahkan atau diubah dalam pelaksanaan shalat tarawih. Bid’ah dapat muncul dalam berbagai aspek shalat tarawih, mulai dari jumlah rakaat, tata cara pelaksanaan, hingga waktu pelaksanaannya.

  • Penambahan Rakaat

    Salah satu bentuk bid’ah dalam shalat tarawih adalah menambah jumlah rakaat melebihi 20 rakaat. Rasulullah SAW telah bersabda bahwa shalat tarawih paling banyak adalah 20 rakaat, dan menambah jumlah rakaat di luar itu termasuk bid’ah.

  • Penggantian Niat

    Bid’ah juga dapat terjadi dalam penggantian niat shalat tarawih. Beberapa orang berpendapat bahwa niat shalat tarawih dapat diganti dengan niat shalat sunnah biasa, padahal niat shalat tarawih memiliki kekhususan tersendiri.

  • Pelaksanaan di Siang Hari

    Shalat tarawih pada dasarnya dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya hingga menjelang imsak. Melaksanakan shalat tarawih pada siang hari termasuk bid’ah karena bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW.

  • Penambahan Bacaan

    Menambahkan bacaan-bacaan tertentu di luar bacaan yang disunnahkan dalam shalat tarawih juga termasuk bid’ah. Bacaan-bacaan tersebut dapat berupa doa-doa atau zikir-zikir yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Penting bagi umat Islam untuk menghindari bid’ah dalam pelaksanaan shalat tarawih, karena bid’ah dapat merusak keaslian dan kesucian ibadah. Umat Islam harus berpedoman pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabat dalam melaksanakan shalat tarawih, agar ibadah mereka diterima oleh Allah SWT.

Sejarah

Sejarah memegang peranan penting dalam memahami rakaat tarawih paling sedikit. Penelusuran sejarah membantu kita mengetahui asal-usul, perkembangan, dan perubahan yang terjadi dalam praktik shalat tarawih.

  • Asal-usul

    Shalat tarawih berawal pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Beliau mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan shalat berjamaah pada malam Ramadhan. Awalnya, shalat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat, namun kemudian dikurangi menjadi 8 rakaat ditambah witir.

  • Perkembangan

    Seiring waktu, jumlah rakaat tarawih mengalami perubahan. Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, jumlah rakaat tarawih kembali ditambah menjadi 20 rakaat. Namun, pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib, jumlah rakaat tarawih dikembalikan menjadi 8 rakaat.

  • Tradisi Lokal

    Praktik shalat tarawih juga dipengaruhi oleh tradisi lokal di berbagai daerah. Di beberapa daerah, jumlah rakaat tarawih ditambah menjadi lebih dari 8 rakaat, sementara di daerah lain jumlah rakaat tarawih tetap dipertahankan sesuai dengan sunnah.

  • Peran Ulama

    Ulama berperan penting dalam membentuk praktik shalat tarawih. Pendapat dan fatwa ulama menjadi rujukan bagi umat Islam dalam menentukan jumlah rakaat tarawih yang paling sedikit. Ulama juga memberikan panduan tentang tata cara pelaksanaan shalat tarawih yang benar.

Dengan memahami sejarah rakaat tarawih paling sedikit, umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih dengan baik dan benar. Sejarah juga menjadi pengingat bahwa praktik ibadah dapat berubah seiring waktu, namun prinsip-prinsip dasarnya tetap harus dijaga sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Dalil

Dalil merupakan dasar hukum yang sangat penting dalam menentukan rakaat tarawih paling sedikit. Dalil yang dimaksud adalah dalil-dalil yang berasal dari Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama.

Dalil dari Al-Qur’an yang menjadi dasar penetapan rakaat tarawih paling sedikit adalah surat Al-Baqarah ayat 184 yang memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat pada bulan Ramadhan. Hadits yang menjadi dalil adalah hadits Aisyah ra. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat, beliau tidak menambah dan tidak mengurangi. Sedangkan ijma’ ulama menyatakan bahwa hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan.

Dengan demikian, dalil-dalil tersebut menjadi dasar hukum yang kuat dalam menentukan rakaat tarawih paling sedikit, yaitu 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Memahami dalil-dalil ini sangat penting bagi umat Islam agar dapat melaksanakan shalat tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Tanya Jawab Seputar Rakaat Tarawih Paling Sedikit

Tanya jawab berikut menyajikan pertanyaan-pertanyaan umum dan jawaban yang komprehensif tentang rakaat tarawih paling sedikit. Informasi ini diharapkan dapat membantu umat Islam memahami dan melaksanakan shalat tarawih dengan baik dan sesuai tuntunan syariat.

Pertanyaan 1: Berapa jumlah rakaat tarawih paling sedikit?

Jawaban: Jumlah rakaat tarawih paling sedikit adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir. Jumlah ini sesuai dengan pendapat yang paling kuat dan didukung oleh dalil-dalil yang shahih.

Pertanyaan 2: Apa hukum melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit?

Jawaban: Hukum melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan jumlah rakaat paling sedikit 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir.

Pertanyaan 3: Kapan waktu pelaksanaan shalat tarawih?

Jawaban: Waktu pelaksanaan shalat tarawih adalah setelah shalat Isya hingga menjelang waktu imsak. Namun, waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

Pertanyaan 4: Bagaimana tata cara shalat tarawih paling sedikit?

Jawaban: Tata cara shalat tarawih paling sedikit adalah sama dengan tata cara shalat sunnah lainnya. Namun, shalat tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid dan dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang genap, minimal 2 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.

Pertanyaan 5: Apa keutamaan melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit?

Jawaban: Keutamaan melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit sangat banyak, diantaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Pertanyaan 6: Apakah ada bid’ah dalam pelaksanaan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit?

Jawaban: Bid’ah dalam shalat tarawih paling sedikit dapat terjadi dalam berbagai aspek, seperti menambah jumlah rakaat melebihi 20 rakaat, mengganti niat shalat tarawih, melaksanakan shalat tarawih pada siang hari, dan menambahkan bacaan-bacaan tertentu di luar bacaan yang disunnahkan.

Tanya jawab di atas memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang rakaat tarawih paling sedikit. Dengan memahami hal ini, umat Islam dapat melaksanakan shalat tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Selanjutnya, kita akan membahas aspek-aspek lain yang berkaitan dengan shalat tarawih, seperti hikmah, sunnah, dan bid’ah.

Tips Melaksanakan Shalat Tarawih dengan Rakaat Paling Sedikit

Melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit merupakan ibadah yang mulia dan sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda melaksanakan shalat tarawih dengan baik dan khusyuk:

Tip 1: Berniat dengan Benar
Niatkanlah shalat tarawih dengan ikhlas karena Allah SWT semata.

Tip 2: Berjamaah di Masjid
Shalat tarawih sunnah dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Selain pahalanya lebih besar, juga dapat mempererat ukhuwah Islamiah.

Tip 3: Sempurnakan Bacaan Shalat
Bacalah surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil dan benar. Bacaan yang benar akan menambah kekhusyukan shalat.

Tip 4: Lakukan Secara Istiqomah
Shalat tarawih dilaksanakan setiap malam selama bulan Ramadhan. Berusahalah untuk melaksanakannya secara istiqomah, meskipun hanya dengan rakaat paling sedikit.

Tip 5: Khusyuk dan Fokus
Jauhkan pikiran dan gangguan lainnya saat melaksanakan shalat tarawih. Fokuslah pada ibadah Anda dan rasakan keindahannya.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit dengan baik dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Rakaat yang sedikit bukan menjadi alasan untuk tidak melaksanakan ibadah ini, justru menjadi kesempatan untuk melatih keistiqomahan dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah dan keutamaan shalat tarawih, serta kaitannya dengan peningkatan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai “rakaat tarawih paling sedikit” dalam artikel ini telah mengupas tuntas berbagai aspek terkait ibadah sunnah yang dianjurkan di bulan Ramadhan. Dari sisi jumlah rakaat, 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir merupakan jumlah paling sedikit yang disyariatkan, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat paling sedikit memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan ketakwaan, dan mendapatkan pahala berlipat ganda. Selain itu, shalat tarawih juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran, kekhusyukan, dan kebersamaan dalam beribadah.

Dengan memahami pentingnya dan keutamaan shalat tarawih, diharapkan umat Islam dapat semakin bersemangat untuk melaksanakan ibadah ini selama bulan Ramadhan. Mari jadikan momen Ramadhan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, termasuk dengan melaksanakan shalat tarawih dengan rakaat paling sedikit secara istiqomah.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru