Langkah-langkah Memulai Khotbah: Pentingnya Memuji Allah SWT

Nur Jannah


Langkah-langkah Memulai Khotbah: Pentingnya Memuji Allah SWT

Rukun khotbah adalah bagian penting dalam sebuah khotbah yang memiliki fungsi sebagai landasan dan struktur utama. Salah satu rukun khotbah adalah memuji Allah SWT sebelum memulai isi khotbah.

Memuji Allah SWT dalam khotbah memiliki beberapa manfaat, di antaranya menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas nikmat yang telah diberikan, meninggikan derajat dan keagungan Allah SWT, serta mengingatkan jemaah akan kebesaran dan kuasa-Nya. Secara historis, memuji Allah SWT sebelum berkhotbah sudah menjadi tradisi sejak zaman Rasulullah SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat dan ulama setelahnya.

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang rukun khotbah, khususnya tentang pentingnya memuji Allah SWT di awal khotbah, serta bagaimana hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas khotbah dan memberikan manfaat bagi jemaah yang mendengarkannya.

salah satu rukun khotbah adalah

Rukun khotbah merupakan bagian penting dalam sebuah khotbah yang memiliki fungsi sebagai landasan dan struktur utama. Salah satu rukun khotbah adalah memuji Allah SWT yang memiliki beberapa aspek penting, antara lain:

  • Mengagungkan kebesaran Allah SWT
  • Mensyukuri nikmat Allah SWT
  • Memohon perlindungan Allah SWT
  • Memperkenalkan topik khotbah
  • Menarik perhatian jemaah
  • Membangun suasana khusyuk
  • Memberi motivasi kepada jemaah
  • Menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT
  • Menambah pahala bagi penceramah
  • Menjadi sunnah Rasulullah SAW

Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh dalam rukun khotbah. Dengan memahami dan menerapkan aspek-aspek ini, seorang penceramah dapat menyampaikan khotbah yang berkualitas baik, memberikan manfaat bagi jemaah, dan sesuai dengan tuntunan Islam.

Mengagungkan Kebesaran Allah SWT

Mengagungkan kebesaran Allah SWT merupakan salah satu aspek penting dalam rukun khotbah. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengenalan tentang kebesaran dan keagungan Allah SWT, sehingga jemaah dapat lebih khusyuk dan siap menerima pesan-pesan yang akan disampaikan dalam khotbah.

  • Pengakuan Keesaan Allah SWT

    Mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

  • Pemujaan Sifat-Sifat Allah SWT

    Mengagungkan sifat-sifat Allah SWT, seperti Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Kuasa, dan Maha Adil.

  • Penceritaan Kisah-Kisah Kehebatan Allah SWT

    Menceritakan kisah-kisah dalam Al-Qur’an atau sejarah Islam yang menunjukkan kebesaran dan keajaiban Allah SWT.

  • Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an

    Membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi tentang kebesaran dan keagungan Allah SWT.

Dengan mengagungkan kebesaran Allah SWT dalam khotbah, penceramah dapat membantu jemaah untuk lebih memahami dan menghayati keagungan Allah SWT, sehingga mereka dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya.

Mensyukuri nikmat Allah SWT

Mensyukuri nikmat Allah SWT merupakan salah satu aspek penting dalam rukun khotbah. Hal ini dikarenakan rasa syukur merupakan bentuk pengakuan atas segala karunia dan anugerah yang telah diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dalam konteks khotbah, mensyukuri nikmat Allah SWT berfungsi sebagai pengantar untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan ajaran Islam, serta mengingatkan jemaah akan pentingnya bersyukur dalam kehidupan.

Ungkapan syukur dalam rukun khotbah dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Mengucapkan (Alhamdulillahi rabbil ‘alamin) yang artinya “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam”.
  • Membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi tentang perintah untuk bersyukur, seperti surat Ar-Rahman ayat 60.
  • Menceritakan kisah-kisah dalam Al-Qur’an atau sejarah Islam tentang orang-orang yang bersyukur dan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.
  • Mengajak jemaah untuk merenungkan nikmat-nikmat Allah SWT yang telah mereka terima, baik nikmat lahir maupun nikmat batin.

Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT dalam khotbah, penceramah dapat membantu jemaah untuk lebih menyadari dan menghargai segala karunia yang telah mereka terima. Hal ini dapat memotivasi jemaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mendorong mereka untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama.

Memohon perlindungan Allah SWT

Memohon perlindungan Allah SWT merupakan salah satu aspek penting dalam rukun khotbah. Hal ini dikarenakan dengan memohon perlindungan Allah SWT, seorang penceramah dan jemaah mengharapkan agar khotbah yang disampaikan diberkahi dan dijauhkan dari segala hal yang tidak diinginkan.

  • Perlindungan dari gangguan setan

    Memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari gangguan setan dan bisikan-bisikannya yang dapat menyesatkan.

  • Perlindungan dari kesalahan

    Memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dihindarkan dari kesalahan dalam menyampaikan khotbah, baik kesalahan dalam ucapan, pemahaman, maupun penyampaian.

  • Perlindungan dari keburukan

    Memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala bentuk keburukan, baik yang bersifat lahir maupun batin.

  • Perlindungan dari fitnah

    Memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dihindarkan dari fitnah dan segala bentuk tuduhan atau perkataan yang tidak benar.

Dengan memohon perlindungan Allah SWT dalam khotbah, penceramah dan jemaah berharap agar khotbah yang disampaikan dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang besar, dan terhindar dari segala hal yang dapat merugikan. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah SWT dalam segala aktivitas, termasuk dalam beribadah dan menyampaikan ilmu.

Memperkenalkan topik khotbah

Memperkenalkan topik khotbah merupakan bagian penting dalam rukun khotbah. Hal ini dikarenakan topik khotbah menjadi landasan utama yang akan dibahas dan disampaikan oleh penceramah sepanjang khotbahnya. Dengan memperkenalkan topik khotbah dengan jelas dan menarik, penceramah dapat menarik perhatian jemaah dan membuat mereka siap untuk menerima pesan-pesan yang akan disampaikan.

Memperkenalkan topik khotbah dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menyebutkan secara langsung tema atau pokok bahasan khotbah, menyampaikan sebuah kisah atau ilustrasi yang berkaitan dengan topik, atau mengajukan pertanyaan retoris yang memancing rasa ingin tahu jemaah. Pemilihan metode untuk memperkenalkan topik khotbah dapat disesuaikan dengan karakteristik jemaah dan tujuan khotbah itu sendiri.

Sebagai contoh, dalam sebuah khotbah tentang pentingnya kejujuran, penceramah dapat memperkenalkan topiknya dengan menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok yang selalu jujur dan dapat dipercaya. Dengan memberikan contoh nyata dari kehidupan Rasulullah SAW, penceramah dapat menarik perhatian jemaah dan membuat mereka lebih siap untuk menerima pesan-pesan tentang kejujuran yang akan disampaikan selanjutnya.

Memahami hubungan antara memperkenalkan topik khotbah dan rukun khotbah sangat penting bagi penceramah. Dengan mempersiapkan dan menyampaikan topik khotbah dengan baik, penceramah dapat membuat khotbahnya lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan ajaran Islam kepada jemaah.

Menarik perhatian jemaah

Menarik perhatian jemaah merupakan aspek penting dalam salah satu rukun khotbah, yaitu memulai dengan memuji Allah SWT. Dengan menarik perhatian jemaah, penceramah dapat membuat jemaah lebih fokus dan siap menerima pesan-pesan yang akan disampaikan.

  • Penggunaan bahasa yang jelas dan mudah dipahami

    Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami membuat jemaah lebih mudah mengikuti jalannya khotbah dan menangkap pesan-pesan yang disampaikan. Hindari penggunaan istilah-istilah teknis atau bahasa yang berbelit-belit.

  • Pemberian contoh dan ilustrasi

    Pemberian contoh dan ilustrasi dapat membuat khotbah lebih menarik dan mudah dipahami. Contoh-contoh yang diberikan bisa diambil dari kehidupan sehari-hari atau kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan hadits.

  • Penggunaan humor yang tepat

    Penggunaan humor yang tepat dapat membuat khotbah lebih menarik dan tidak membosankan. Namun, hindari penggunaan humor yang berlebihan atau yang menyinggung perasaan jemaah.

  • Penampilan dan sikap penceramah

    Penampilan dan sikap penceramah juga berpengaruh dalam menarik perhatian jemaah. Penceramah hendaknya berpakaian rapi dan sopan, serta memiliki sikap yang tenang dan percaya diri.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, penceramah dapat menarik perhatian jemaah dan membuat khotbah yang disampaikan lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan ajaran Islam.

Membangun suasana khusyuk

Membangun suasana khusyuk merupakan salah satu aspek penting dalam salah satu rukun khotbah, yaitu memulai dengan memuji Allah SWT. Suasana khusyuk dapat membantu jemaah lebih fokus dan siap menerima pesan-pesan yang akan disampaikan dalam khotbah. Dengan suasana khusyuk, jemaah dapat lebih menghayati makna dari setiap kata-kata yang diucapkan oleh penceramah.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangun suasana khusyuk dalam khotbah, antara lain dengan menggunakan bahasa yang santun dan penuh penghormatan, menghindari pembicaraan yang tidak relevan, serta menjaga ketenangan dan kesopanan dalam berbicara. Selain itu, penceramah juga dapat membacakan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis yang berkaitan dengan tema khotbah untuk menambah kekhusyukan jemaah.

Suasana khusyuk dalam khotbah memiliki beberapa manfaat, di antaranya dapat meningkatkan konsentrasi jemaah, membuat pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah diterima, dan memberikan kesan yang mendalam pada jemaah. Dengan demikian, suasana khusyuk dapat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah khotbah dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan ajaran Islam kepada jemaah.

Memberi motivasi kepada jemaah

Memberi motivasi kepada jemaah merupakan salah satu aspek penting dalam salah satu rukun khotbah, yaitu memulai dengan memuji Allah SWT. Motivasi dapat mendorong jemaah untuk lebih semangat dalam menjalankan ibadah dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memberikan motivasi, penceramah dapat membangkitkan kesadaran jemaah akan pentingnya berbuat baik, meninggalkan larangan Allah SWT, dan selalu berusaha untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik.

Salah satu cara untuk memberikan motivasi kepada jemaah adalah dengan menyampaikan kisah-kisah inspiratif dari para nabi, sahabat, atau tokoh-tokoh Islam lainnya. Kisah-kisah tersebut dapat memberikan contoh nyata tentang bagaimana seseorang dapat mengatasi kesulitan, meraih kesuksesan, dan menjadi pribadi yang lebih baik dengan berpegang teguh pada ajaran Islam. Selain itu, penceramah juga dapat memberikan motivasi dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis-hadis yang berisi pesan-pesan positif dan membangkitkan semangat.

Memberi motivasi kepada jemaah memiliki beberapa manfaat, di antaranya dapat meningkatkan semangat beribadah, mendorong jemaah untuk berbuat baik, dan menumbuhkan rasa optimisme dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan demikian, pemberian motivasi dalam khotbah merupakan salah satu faktor penting dalam membantu jemaah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik pula.

Menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT

Salah satu rukun khotbah adalah memulai dengan memuji Allah SWT. Memuji Allah SWT dalam khotbah memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah untuk menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT dalam hati jemaah. Rasa cinta kepada Allah SWT merupakan landasan utama dalam menjalankan ajaran Islam, karena akan mendorong seseorang untuk lebih semangat beribadah, berbuat baik, dan menjauhi larangan-Nya.

Khotbah yang memuat tentang sifat-sifat Allah SWT, kasih sayang-Nya, dan berbagai nikmat yang telah diberikan kepada hamba-Nya dapat membangkitkan rasa cinta dan syukur dalam hati jemaah. Ceramah yang disampaikan dengan penuh penghayatan dan ketulusan akan lebih efektif dalam menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT dibandingkan dengan khotbah yang disampaikan dengan datar dan monoton.

Dengan memahami hubungan antara menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT dan salah satu rukun khotbah, penceramah dapat mempersiapkan dan menyampaikan khotbah yang lebih efektif dalam membangkitkan semangat beribadah dan meningkatkan keimanan jemaah. Selain itu, jemaah juga dapat lebih menghargai dan menghayati nilai-nilai ajaran Islam yang disampaikan dalam khotbah apabila mereka memiliki rasa cinta kepada Allah SWT.

Menambah pahala bagi penceramah

Salah satu rukun khotbah yang penting adalah memulai dengan memuji Allah SWT. Hal ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk menambah pahala bagi penceramah. Pahala yang berlipat ganda ini merupakan bentuk apresiasi Allah SWT atas usaha dan keikhlasan penceramah dalam menyampaikan ajaran-Nya.

Memperhatikan dan menghayati rukun khotbah ini dalam praktiknya memiliki dampak yang signifikan. Penceramah yang memuji Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan kesadaran akan mendapatkan pahala yang berlimpah. Pahala tersebut bukan hanya terbatas pada saat ia berkhutbah, tetapi juga akan terus mengalir selama ajaran yang disampaikannya bermanfaat bagi jemaah. Bahkan, pahala tersebut akan terus mengalir meskipun penceramah telah tiada, selama ajarannya masih diamalkan dan disebarkan.

Dengan memahami hubungan antara menambah pahala bagi penceramah dan salah satu rukun khotbah, diharapkan para penceramah dapat semakin termotivasi untuk menyampaikan khotbah dengan sebaik-baiknya. Selain itu, jemaah juga dapat lebih menghargai dan mendukung penceramah yang telah berupaya menyampaikan ajaran Islam dengan penuh keikhlasan. Pemahaman ini pada akhirnya akan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih religius dan berakhlak mulia.

Menjadi sunnah Rasulullah SAW

Memulai khotbah dengan memuji Allah SWT merupakan salah satu rukun khotbah yang juga menjadi sunnah Rasulullah SAW. Hal ini memiliki makna yang sangat penting karena menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah, termasuk dalam berkhutbah.

  • Membuka dengan Takbir

    Rasulullah SAW selalu memulai khotbahnya dengan mengucapkan takbir, yaitu “Allahu Akbar”. Hal ini menjadi tanda dimulainya khotbah dan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

  • Membaca Hamdalah

    Rasulullah SAW juga membaca hamdalah, yaitu “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”, dalam khotbahnya. Hamdalah merupakan ungkapan puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

  • Mengucapkan Shalawat

    Rasulullah SAW selalu mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam khotbahnya. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

  • Memberi Nasehat

    Dalam khotbahnya, Rasulullah SAW sering memberikan nasehat dan petunjuk kepada umatnya. Nasehat tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti akidah, akhlak, dan ibadah.

Dengan memahami dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dalam memulai khotbah, seorang penceramah dapat menyampaikan khotbah yang lebih berbobot dan sesuai dengan tuntunan Islam. Selain itu, jemaah juga dapat lebih termotivasi dan terinspirasi dengan khotbah yang disampaikan karena sesuai dengan contoh yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Pertanyaan Umum tentang Salah Satu Rukun Khotbah

Bagian ini berisi kumpulan pertanyaan umum (FAQ) yang bertujuan untuk memberikan klarifikasi dan menjawab pertanyaan umum terkait salah satu rukun khotbah. Pertanyaan-pertanyaan ini disusun untuk mengantisipasi keraguan atau kesalahpahaman yang mungkin muncul di benak pembaca.

Pertanyaan 1: Apakah yang dimaksud dengan salah satu rukun khotbah?

Salah satu rukun khotbah adalah bagian penting dalam khotbah yang memiliki fungsi sebagai landasan dan struktur utama. Salah satu rukun khotbah adalah memuji Allah SWT sebelum memulai isi khotbah.

Pertanyaan 2: Apa tujuan dari memuji Allah SWT dalam khotbah?

Memuji Allah SWT dalam khotbah memiliki beberapa tujuan, di antaranya menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas nikmat yang telah diberikan, meninggikan derajat dan keagungan Allah SWT, serta mengingatkan jemaah akan kebesaran dan kuasa-Nya.

Pertanyaan 3: Apakah manfaat dari memuji Allah SWT dalam khotbah?

Manfaat dari memuji Allah SWT dalam khotbah antara lain dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT, serta menambah pahala bagi penceramah.

Pertanyaan 4: Bagaimana tata cara memuji Allah SWT dalam khotbah?

Tata cara memuji Allah SWT dalam khotbah dapat dilakukan dengan mengucapkan kalimat tahmid (Alhamdulillah), tasbih (Subhanallah), takbir (Allahu Akbar), dan doa-doa yang sesuai.

Pertanyaan 5: Apakah memuji Allah SWT dalam khotbah merupakan kewajiban?

Memuji Allah SWT dalam khotbah hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan karena memiliki banyak manfaat dan merupakan salah satu rukun khotbah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Pertanyaan 6: Apakah yang dimaksud dengan sunnah Rasulullah SAW dalam memuji Allah SWT dalam khotbah?

Sunnah Rasulullah SAW dalam memuji Allah SWT dalam khotbah meliputi mengucapkan kalimat takbir, hamdalah, dan shalawat, serta memberikan nasehat dan petunjuk kepada jemaah.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya seputar salah satu rukun khotbah. Dengan memahami aspek-aspek penting ini, diharapkan penceramah dan jemaah dapat melaksanakan khotbah dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan Islam.

Pembahasan selanjutnya akan mengupas lebih dalam tentang aspek-aspek penting dalam salah satu rukun khotbah, yaitu memuji Allah SWT. Aspek-aspek tersebut mencakup tata cara memuji Allah SWT, manfaat yang terkandung di dalamnya, serta contoh-contoh pujian yang dapat digunakan dalam khotbah.

TIPS Melakukan Salah Satu Rukun Khotbah

Bagian TIPS ini memberikan panduan praktis untuk melakukan salah satu rukun khotbah, yaitu memuji Allah SWT. Dengan mengikuti tips-tips ini, penceramah dapat menyampaikan khotbah yang lebih bermakna dan sesuai dengan tuntunan Islam.

Tips 1: Gunakan Bahasa yang Sopan dan Menghargai

Pilihlah kata-kata yang sopan dan penuh penghormatan ketika memuji Allah SWT. Hindari penggunaan bahasa yang kasar atau tidak pantas yang dapat mengurangi kekhusyukan khotbah.

Tips 2: Ucapkan Kalimat Tahmid dan Tasbih

Awali pujian kepada Allah SWT dengan mengucapkan kalimat tahmid (Alhamdulillah) dan tasbih (Subhanallah). Kalimat-kalimat ini merupakan bentuk pengagungan dan pengakuan atas kesempurnaan Allah SWT.

Tips 3: Sifatkan Allah SWT dengan Nama-Nama-Nya yang Indah (Asmaul Husna)

Gunakan nama-nama Allah SWT yang indah (Asmaul Husna) dalam pujian Anda. Setiap nama memiliki makna dan keutamaan tertentu yang dapat memperdalam pemahaman jemaah tentang sifat-sifat Allah SWT.

Tips 4: Tunjukkan Rasa Syukur dan Cinta kepada Allah SWT

Ekspresikan rasa syukur dan cinta Anda kepada Allah SWT dalam pujian Anda. Ungkapkan bagaimana nikmat-nikmat Allah SWT telah memberikan manfaat bagi kehidupan Anda dan umat manusia.

Tips 5: Doakan Keselamatan dan Kesejahteraan Umat Islam

Akhiri pujian kepada Allah SWT dengan mendoakan keselamatan dan kesejahteraan umat Islam. Doa ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan sesama muslim.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, penceramah dapat mempersiapkan dan menyampaikan khotbah yang lebih efektif dalam memuji Allah SWT. Pujian yang tulus dan bermakna akan menambah kekhusyukan khotbah dan memberikan manfaat spiritual bagi jemaah.

Bagian selanjutnya dari artikel ini akan membahas tentang manfaat memuji Allah SWT dalam khotbah, baik bagi penceramah maupun bagi jemaah.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai salah satu rukun khotbah dalam artikel ini telah memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya memuji Allah SWT dalam khotbah. memuji Allah SWT merupakan landasan utama dalam sebuah khotbah yang memiliki beberapa aspek penting, di antaranya mengagungkan kebesaran Allah SWT, mensyukuri nikmat Allah SWT, memohon perlindungan Allah SWT, memperkenalkan topik khotbah, menarik perhatian jemaah, membangun suasana khusyuk, memberi motivasi kepada jemaah, menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT, menambah pahala bagi penceramah, dan menjadi sunnah Rasulullah SAW.

Dengan memahami aspek-aspek tersebut, penceramah dapat menyampaikan khotbah yang lebih berkualitas, efektif, dan sesuai dengan tuntunan Islam. Selain itu, memuji Allah SWT dalam khotbah juga memberikan manfaat yang besar bagi jemaah, seperti meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT, serta menambah pahala bagi yang mendengarkannya.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru