Panduan Berzakat: Perilaku Terpuji untuk Pahala Berlipat

Nur Jannah


Panduan Berzakat: Perilaku Terpuji untuk Pahala Berlipat

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi yang menerimanya. Salah satu perilaku terpuji karena berzakat adalah dapat meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Selain meningkatkan rasa syukur, berzakat juga dapat membersihkan harta kita dari hal-hal yang tidak baik. Berzakat juga dapat membantu kita menjadi lebih dermawan dan peduli terhadap sesama. Dalam sejarah Islam, zakat telah memainkan peran penting dalam pengembangan masyarakat Muslim. Zakat telah digunakan untuk membangun masjid, sekolah, dan rumah sakit, serta untuk membantu masyarakat miskin dan yang membutuhkan.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang perilaku terpuji karena berzakat, manfaat-manfaatnya, dan peran pentingnya dalam sejarah Islam.

Perilaku Terpuji karena Berzakat

Berzakat merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang memiliki banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi yang menerimanya. Selain dapat meningkatkan rasa syukur dan membersihkan harta, berzakat juga dapat menjadi sarana untuk memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Ada beberapa perilaku terpuji yang dapat dilakukan ketika berzakat, di antaranya adalah:

  • Ikhlas
  • Tulus
  • Ridha
  • Mengharap pahala dari Allah
  • Tidak riya
  • Tidak menyakiti penerima zakat
  • Menjaga kerahasiaan penerima zakat
  • Mengutamakan fakir miskin
  • Membayar zakat tepat waktu

Perilaku-perilaku terpuji ini sangat penting untuk dilakukan ketika berzakat, karena dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh dari berzakat. Misalnya, dengan berzakat secara ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah, maka kita akan terhindar dari sifat riya dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, dengan menjaga kerahasiaan penerima zakat, kita dapat menjaga perasaan dan martabat mereka.

Dengan memahami dan mengamalkan perilaku terpuji ketika berzakat, kita dapat menjadikan ibadah zakat sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu perilaku terpuji yang sangat penting dalam berzakat. Ikhlas berarti melakukan sesuatu karena Allah SWT, tanpa mengharapkan balasan atau pujian dari manusia. Berzakat dengan ikhlas akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi yang menerimanya.

  • Niat yang Benar

    Ikhlas dalam berzakat dimulai dari niat yang benar, yaitu semata-mata karena Allah SWT. Kita berzakat bukan untuk dipuji atau dihormati orang lain, tetapi semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

  • Tidak Riya

    Orang yang ikhlas tidak akan pernah menceritakan atau mempublikasikan zakat yang telah dikeluarkannya. Ia tidak ingin dipuji atau dihormati karena berzakat, karena ia tahu bahwa pahala zakat hanya akan diterima jika dilakukan dengan ikhlas.

  • Mengharap Pahala dari Allah SWT

    Orang yang ikhlas berzakat tidak akan pernah mengharapkan balasan dari manusia, karena ia tahu bahwa pahala zakat yang sebenarnya adalah dari Allah SWT. Ia berzakat karena ia yakin akan janji Allah SWT yang akan membalas kebaikan hamba-Nya.

  • Tidak Menyakiti Penerima Zakat

    Orang yang ikhlas berzakat tidak akan pernah menyakiti atau merendahkan penerima zakat. Ia akan memberikan zakat dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang, karena ia tahu bahwa penerima zakat adalah saudaranya seiman yang berhak mendapatkan bantuan.

Dengan memahami dan mengamalkan perilaku ikhlas dalam berzakat, kita dapat menjadikan ibadah zakat sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, sekaligus membantu sesama yang membutuhkan. Ikhlas juga akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Tulus

Tulus merupakan salah satu perilaku terpuji yang sangat penting dalam berzakat. Tulus berarti melakukan sesuatu dengan hati yang bersih dan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan atau pujian dari manusia. Berzakat dengan tulus akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi yang menerimanya.

Tulus merupakan komponen penting dari perilaku terpuji karena berzakat. Sebab, tulus akan membuat seseorang berzakat dengan niat yang benar, yaitu semata-mata karena Allah SWT. Ia tidak akan berzakat karena ingin dipuji atau dihormati orang lain, tetapi karena ia ingin mencari ridha Allah SWT. Dengan demikian, zakat yang ditunaikannya akan lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Contoh nyata dari perilaku tulus dalam berzakat adalah ketika seseorang memberikan zakat kepada orang yang membutuhkan tanpa memberitahu siapa pun. Ia tidak ingin dipuji atau dihormati karena berzakat, tetapi ia hanya ingin membantu sesama yang membutuhkan. Perilaku tulus seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku tulus dalam berzakat memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membuat kita lebih ikhlas dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ketiga, akan membuat kita terhindar dari sifat riya dan sombong. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Ridha

Ridha merupakan salah satu perilaku terpuji yang sangat penting dalam berzakat. Ridha berarti menerima dan ikhlas dengan segala ketentuan Allah SWT, termasuk dalam hal rezeki yang kita miliki. Berzakat dengan ridha akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi yang menerimanya.

Ridha merupakan komponen penting dari perilaku terpuji karena berzakat karena menjadi dasar dari keikhlasan dalam berzakat. Orang yang ridha akan ikhlas menerima rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya, sehingga ia tidak akan merasa berat atau terpaksa ketika mengeluarkan zakat. Ia akan berzakat dengan perasaan senang dan bahagia, karena ia tahu bahwa zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan dan merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Contoh nyata dari perilaku ridha dalam berzakat adalah ketika seseorang menerima rezeki yang banyak, namun ia tidak lupa untuk mengeluarkan zakatnya. Ia tidak merasa berat atau terpaksa untuk berzakat, karena ia tahu bahwa zakat adalah hak orang lain yang harus ditunaikan. Perilaku ridha seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku ridha dalam berzakat memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membuat kita lebih ikhlas dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ketiga, akan membuat kita terhindar dari sifat kikir dan tamak. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Mengharap Pahala dari Allah

Mengharap pahala dari Allah SWT merupakan salah satu perilaku terpuji dalam berzakat. Hal ini dikarenakan zakat merupakan ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dihormati oleh manusia. Dengan mengharapkan pahala dari Allah SWT, seseorang akan berzakat dengan ikhlas dan tulus, sehingga zakat yang ditunaikannya akan lebih bernilai dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Contoh nyata dari perilaku mengharapkan pahala dari Allah SWT dalam berzakat adalah ketika seseorang berzakat secara sembunyi-sembunyi. Ia tidak ingin diketahui oleh orang lain bahwa ia telah berzakat, karena ia hanya ingin mencari ridha Allah SWT. Perilaku seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku mengharapkan pahala dari Allah SWT dalam berzakat memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membuat kita lebih ikhlas dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ketiga, akan membuat kita terhindar dari sifat riya dan sombong. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Tidak Riya

Tidak riya merupakan salah satu perilaku terpuji dalam berzakat yang sangat penting untuk dijaga. Riya adalah sikap pamer atau ingin dipuji oleh orang lain dalam melakukan kebaikan. Sikap ini sangat tercela dalam Islam, karena dapat mengurangi nilai ibadah dan pahala yang seharusnya didapatkan.

Dalam berzakat, sikap tidak riya sangat penting karena zakat merupakan ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Jika seseorang berzakat karena ingin dipuji atau dihormati oleh orang lain, maka pahala zakatnya akan berkurang bahkan bisa jadi tidak diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga sikap tidak riya dalam berzakat, agar zakat yang kita tunaikan benar-benar ikhlas dan mengharapkan ridha Allah SWT.

Contoh nyata dari perilaku tidak riya dalam berzakat adalah ketika seseorang berzakat secara sembunyi-sembunyi. Ia tidak ingin diketahui oleh orang lain bahwa ia telah berzakat, karena ia hanya ingin mencari ridha Allah SWT. Perilaku seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku tidak riya dalam berzakat memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membuat kita lebih ikhlas dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ketiga, akan membuat kita terhindar dari sifat riya dan sombong. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Tidak Menyakiti Penerima Zakat

Tidak menyakiti penerima zakat merupakan salah satu perilaku terpuji dalam berzakat yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan zakat merupakan ibadah sosial yang tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi kepada yang membutuhkan, tetapi juga untuk menjaga perasaan dan martabat mereka. Menyakiti penerima zakat, baik secara fisik maupun verbal, dapat mengurangi nilai ibadah zakat dan bahkan bisa jadi membatalkannya.

Penyebab utama dari perilaku menyakiti penerima zakat adalah sikap sombong dan tidak menghargai orang lain. Sikap ini dapat muncul ketika seseorang merasa lebih superior karena memiliki harta yang lebih banyak dibandingkan dengan penerima zakat. Akibatnya, mereka dapat bersikap kasar, merendahkan, atau bahkan menghina penerima zakat. Padahal, dalam Islam, semua manusia adalah sama di hadapan Allah SWT, dan tidak ada seorang pun yang boleh merasa lebih tinggi dari yang lain.

Contoh nyata dari perilaku tidak menyakiti penerima zakat adalah ketika seseorang memberikan zakat dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang. Mereka tidak membedakan-bedakan penerima zakat berdasarkan agama, suku, atau status sosial. Mereka juga tidak memberikan zakat dengan cara yang menyindir atau merendahkan. Perilaku seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku tidak menyakiti penerima zakat memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membuat kita lebih ikhlas dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ketiga, akan membuat kita terhindar dari sifat sombong dan tidak menghargai orang lain. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Menjaga kerahasiaan penerima zakat

Menjaga kerahasiaan penerima zakat merupakan salah satu perilaku terpuji dalam berzakat yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan zakat merupakan ibadah sosial yang tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi kepada yang membutuhkan, tetapi juga untuk menjaga perasaan dan martabat mereka. Membocorkan identitas penerima zakat dapat mengurangi nilai ibadah zakat dan bahkan bisa jadi membatalkannya.

Penyebab utama dari perilaku membocorkan identitas penerima zakat adalah sikap riya dan sombong. Sikap ini dapat muncul ketika seseorang merasa lebih superior karena telah memberikan bantuan kepada orang lain. Akibatnya, mereka ingin orang lain tahu bahwa mereka telah berbuat baik, sehingga mereka membocorkan identitas penerima zakat. Padahal, dalam Islam, berbuat baik harus dilakukan dengan ikhlas dan tidak mengharapkan pujian dari manusia.

Contoh nyata dari perilaku menjaga kerahasiaan penerima zakat adalah ketika seseorang memberikan zakat secara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak ingin diketahui oleh orang lain bahwa mereka telah berzakat, karena mereka hanya ingin mencari ridha Allah SWT. Perilaku seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku menjaga kerahasiaan penerima zakat memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membuat kita terhindar dari sifat riya dan sombong. Ketiga, akan menjaga perasaan dan martabat penerima zakat. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Mengutamakan fakir miskin

Mengutamakan fakir miskin merupakan salah satu perilaku terpuji dalam berzakat yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan zakat merupakan ibadah sosial yang tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi kepada yang membutuhkan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Dengan mengutamakan fakir miskin, kita dapat membantu mereka keluar dari kesulitan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Penyebab utama dari perilaku mengutamakan fakir miskin adalah sikap empati dan kasih sayang. Sikap ini dapat muncul ketika seseorang merasa iba dan ingin membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Akibatnya, mereka akan memprioritaskan fakir miskin dalam penyaluran zakat mereka, sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih besar.

Contoh nyata dari perilaku mengutamakan fakir miskin adalah ketika seseorang memberikan zakat kepada fakir miskin yang tinggal di lingkungan sekitar rumahnya. Mereka mengetahui bahwa fakir miskin tersebut sangat membutuhkan bantuan, sehingga mereka memprioritaskan penyaluran zakat kepada mereka. Perilaku seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku mengutamakan fakir miskin memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membantu kita mengembangkan sikap empati dan kasih sayang terhadap sesama. Ketiga, akan membantu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial di masyarakat. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Membayar zakat tepat waktu

Membayar zakat tepat waktu merupakan salah satu perilaku terpuji karena berzakat. Hal ini dikarenakan zakat merupakan ibadah wajib yang memiliki batas waktu tertentu, yaitu satu tahun setelah nisab terpenuhi. Dengan membayar zakat tepat waktu, kita dapat menunjukkan sikap taat dan patuh terhadap perintah Allah SWT. Selain itu, membayar zakat tepat waktu juga dapat memberikan manfaat bagi penerima zakat, karena mereka dapat segera menggunakan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Contoh nyata dari perilaku membayar zakat tepat waktu adalah ketika seseorang selalu berusaha untuk mengeluarkan zakatnya pada awal bulan Ramadhan. Mereka mengetahui bahwa zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri, sehingga mereka tidak menunda-nunda pembayaran zakatnya. Perilaku seperti ini sangatlah terpuji dan akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Memahami dan mengamalkan perilaku membayar zakat tepat waktu memiliki banyak manfaat praktis. Pertama, akan membuat ibadah zakat kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Kedua, akan membantu kita mengembangkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam beribadah. Ketiga, akan membantu penerima zakat mendapatkan bantuan tepat waktu. Keempat, akan membuat kita lebih dicintai oleh Allah SWT dan sesama manusia.

Pertanyaan dan Jawaban tentang Perilaku Terpuji karena Berzakat

Pertanyaan dan jawaban berikut akan membahas beberapa pertanyaan umum tentang perilaku terpuji ketika berzakat, membantu kita memahami lebih dalam tentang aspek penting ibadah ini.

Pertanyaan 1: Perilaku apa saja yang termasuk terpuji ketika berzakat?

Jawaban: Perilaku terpuji ketika berzakat meliputi ikhlas, tulus, rida, mengharapkan pahala dari Allah, tidak riya, tidak menyakiti penerima zakat, menjaga kerahasiaan penerima zakat, mengutamakan fakir miskin, dan membayar zakat tepat waktu.

Pertanyaan 2: Mengapa ikhlas sangat penting dalam berzakat?

Jawaban: Ikhlas dalam berzakat membuat ibadah kita lebih bermakna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Ini menunjukkan bahwa kita berzakat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dihormati oleh manusia.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara menjaga kerahasiaan penerima zakat?

Jawaban: Kita dapat menjaga kerahasiaan penerima zakat dengan memberikan zakat secara sembunyi-sembunyi atau melalui lembaga resmi yang terpercaya. Hindari menyebutkan identitas penerima zakat kepada orang lain agar perasaan dan martabat mereka terjaga.

Pertanyaan 4: Mengapa kita harus mengutamakan fakir miskin ketika berzakat?

Jawaban: Mengutamakan fakir miskin ketika berzakat adalah bentuk kepedulian sosial. Dengan membantu mereka yang kekurangan, kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan keadilan sosial.

Pertanyaan 5: Apa manfaat membayar zakat tepat waktu?

Jawaban: Membayar zakat tepat waktu menunjukkan ketaatan kita kepada perintah Allah SWT. Selain itu, penerima zakat dapat segera menggunakan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pertanyaan 6: Apa saja hal yang dapat mengurangi pahala zakat?

Jawaban: Pahala zakat dapat berkurang jika kita berzakat karena riya, menyakiti penerima zakat, atau tidak tepat waktu dalam membayar zakat.

Dengan memahami dan mengamalkan perilaku terpuji ketika berzakat, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh dari berzakat. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang manfaat berzakat bagi individu dan masyarakat.

Bersambung…

Tips untuk Berzakat dengan Perilaku Terpuji

Berzakat merupakan ibadah penting dalam Islam yang memiliki banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi penerima zakat. Untuk memaksimalkan manfaat zakat, penting untuk berzakat dengan perilaku terpuji. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda berzakat dengan baik dan benar:

1. Berniatlah Ikhlas

Niatkan berzakat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dihormati orang lain. Ikhlas akan membuat ibadah zakat Anda lebih bernilai dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

2. Bersihkan Harta dengan Zakat

Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik. Bersihkanlah harta Anda dengan menunaikan zakat tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Utamakan Fakir Miskin

Dalam berzakat, utamakanlah fakir miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan. Dengan membantu mereka, Anda dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

4. Jaga Kerahasiaan Penerima Zakat

Jaga kerahasiaan penerima zakat agar perasaan dan martabat mereka terjaga. Berikan zakat secara sembunyi-sembunyi atau melalui lembaga resmi yang terpercaya.

5. Berzakatlah dengan Senang Hati

Jangan jadikan zakat sebagai beban, tetapi tunaikanlah dengan senang hati. Berzakat dengan senang hati akan membuat ibadah zakat Anda lebih bermakna dan mendatangkan keberkahan.

6. Perhatikan Waktu Pembayaran Zakat

Bayarlah zakat tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Membayar zakat tepat waktu menunjukkan ketaatan Anda kepada perintah Allah SWT.

Dengan mengamalkan tips-tips di atas, Anda dapat berzakat dengan perilaku terpuji dan memaksimalkan manfaat zakat. Zakat yang ditunaikan dengan baik dan benar akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah Anda meninggal dunia.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang manfaat zakat bagi individu dan masyarakat. Manfaat-manfaat ini akan semakin memotivasi kita untuk berzakat dengan perilaku terpuji.

Kesimpulan

Berzakat merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang memiliki banyak manfaat, baik bagi yang menunaikannya maupun bagi penerima zakat. Untuk memaksimalkan manfaat zakat, penting untuk berzakat dengan perilaku terpuji, seperti ikhlas, tulus, rida, mengharapkan pahala dari Allah, tidak riya, tidak menyakiti penerima zakat, menjaga kerahasiaan penerima zakat, mengutamakan fakir miskin, dan membayar zakat tepat waktu.

Dengan berzakat dengan perilaku terpuji, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita, memaksimalkan manfaat zakat, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Zakat yang ditunaikan dengan baik dan benar akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita meninggal dunia.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru