Panduan Lengkap Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir

Nur Jannah


Panduan Lengkap Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir

Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir merupakan ibadah salat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadan. Shalat ini dikerjakan setelah salat Isya dan terdiri dari 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir. Misalnya, di Masjidil Haram, Mekah, jamaah dapat melaksanakan shalat tarawih hingga 20 rakaat.

Shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai penghapus dosa, sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan bentuk latihan kesabaran serta keikhlasan. Secara historis, shalat tarawih pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada malam ke-23 Ramadan di Madinah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang tata cara pelaksanaan, keutamaan, dan sejarah Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir.

Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir

Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir memiliki beberapa aspek penting yang perlu dipahami agar dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan khusyuk. Berikut adalah 9 aspek penting tersebut:

  • Niat
  • Waktu Pelaksanaan
  • Jumlah Rakaat
  • Tata Cara Pelaksanaan
  • Keutamaan
  • Sunnah Mukabbadah
  • Sejarah
  • Hikmah
  • Adab

Memahami aspek-aspek ini akan membantu kita untuk menghayati makna dan hikmah dari Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Misalnya, dengan memahami sejarahnya, kita dapat mengetahui bagaimana ibadah ini berkembang dan menjadi bagian penting dari tradisi Ramadan. Dengan memahami keutamaannya, kita dapat termotivasi untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh semangat dan kesungguhan.

Niat

Niat merupakan salah satu unsur penting dalam ibadah shalat, termasuk Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Niat adalah kehendak hati untuk melakukan suatu ibadah. Dalam Shalat Tarawih, niat yang benar adalah mengharap ridha Allah SWT dengan melaksanakan shalat sunnah Tarawih 11 rakaat dan witir.

Niat diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa niat juga bisa diucapkan dengan lisan. Niat juga harus diperbarui setiap kali akan melaksanakan rakaat berikutnya. Misalnya, jika seseorang ingin melaksanakan Shalat Tarawih 11 rakaat, maka ia harus memperbarui niatnya setiap dua rakaat.

Niat yang benar dan ikhlas akan mempengaruhi kualitas ibadah yang dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa menjaga niat kita dalam melaksanakan ibadah, termasuk Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Dengan niat yang benar, ibadah yang kita lakukan akan lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir memiliki pengaruh yang besar terhadap keabsahan dan keutamaan ibadah tersebut. Shalat Tarawih dikerjakan setelah Salat Isya dan sebelum masuk waktu Salat Subuh. Waktu terbaik untuk melaksanakan Shalat Tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu setelah pukul 00.00 waktu setempat.

Pelaksanaan Shalat Tarawih pada waktu yang tepat memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Mendapatkan pahala yang lebih besar
  • Lebih mudah untuk khusyuk dan fokus dalam ibadah
  • Memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT

Selain itu, Shalat Tarawih yang dikerjakan pada waktu yang tepat juga merupakan salah satu tanda keimanan dan kecintaan seorang muslim kepada Allah SWT.

Dalam praktiknya, pelaksanaan Shalat Tarawih bervariasi di setiap daerah dan masjid. Di beberapa tempat, Shalat Tarawih dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, seperti 20 rakaat atau bahkan 36 rakaat. Namun, jumlah rakaat yang dianjurkan untuk Shalat Tarawih adalah 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir. Shalat Tarawih juga dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri.

Jumlah Rakaat

Jumlah rakaat dalam Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir memiliki peran yang sangat penting. Jumlah rakaat ini menjadi salah satu pembeda antara Shalat Tarawih dengan shalat sunnah lainnya. Shalat Tarawih dikerjakan dengan jumlah rakaat yang ganjil, yaitu 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir.

Jumlah rakaat ini memiliki dasar dari sunnah Nabi Muhammad SAW. Dari Aisyah RA, beliau berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan Shalat Tarawih lebih dari 11 rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa jumlah rakaat dalam Shalat Tarawih memang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Dalam praktiknya, jumlah rakaat Shalat Tarawih dapat bervariasi di setiap daerah dan masjid. Di beberapa tempat, Shalat Tarawih dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, seperti 20 rakaat atau bahkan 36 rakaat. Namun, jumlah rakaat yang dianjurkan untuk Shalat Tarawih tetaplah 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir. Shalat Tarawih yang dikerjakan dengan jumlah rakaat yang berbeda dari yang disunnahkan tetap dianggap sah, tetapi pahalanya akan berbeda.

Oleh karena itu, memahami jumlah rakaat dalam Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan pahala yang optimal.

Tata Cara Pelaksanaan

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan agar ibadah ini dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Tata cara pelaksanaan ini meliputi beberapa bagian, di antaranya niat, takbiratul ihram, rukuk, sujud, dan salam.

  • Niat

    Niat merupakan kehendak hati untuk melaksanakan ibadah shalat, termasuk Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Niat diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat dan harus diperbarui setiap dua rakaat.

  • Takbiratul Ihram

    Takbiratul ihram adalah ucapan “Allahu Akbar” yang diucapkan pada awal shalat. Takbiratul ihram menandai dimulainya shalat dan menjadi syarat sahnya shalat.

  • Rukuk

    Rukuk adalah gerakan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai. Dalam Shalat Tarawih, rukuk dilakukan setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek.

  • Sujud

    Sujud adalah gerakan meletakkan dahi, hidung, kedua tangan, lutut, dan kedua ujung kaki ke lantai. Sujud dilakukan dua kali dalam setiap rakaat shalat.

Dengan memahami dan melaksanakan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir dengan baik, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan sempurna dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Selain itu, pelaksanaan shalat yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW juga merupakan wujud kecintaan dan ketaatan kita kepada beliau.

Keutamaan

Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir memiliki banyak keutamaan yang dapat diperoleh oleh umat Islam yang melaksanakannya. Keutamaan-keutamaan tersebut menjadi alasan mengapa ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan, terutama pada bulan Ramadan.

Salah satu keutamaan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir adalah dapat menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan Shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir juga menjadi sarana untuk meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT. Melalui ibadah ini, umat Islam dapat memperbanyak dzikir, doa, dan munajat kepada Allah SWT. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang dan hubungan dengan Allah SWT akan semakin kuat.

Keutamaan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah ini dapat memberikan ketenangan jiwa, meningkatkan kesabaran, dan memperkuat ukhuwah Islamiah. Dengan melaksanakan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir secara rutin, umat Islam dapat memperoleh banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

Sunnah Mukabbadah

Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Selain memiliki banyak keutamaan, Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir juga termasuk dalam kategori Sunnah Mukabbadah. Sunnah Mukabbadah merupakan ibadah sunnah yang sangat ditekankan dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam.

  • Tata Cara Pelaksanaan

    Sunnah Mukabbadah dalam Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir terlihat dari tata cara pelaksanaannya yang disyariatkan oleh Rasulullah SAW. Tata cara ini meliputi jumlah rakaat, bacaan-bacaan yang dibaca, dan gerakan-gerakan yang dilakukan.

  • Waktu Pelaksanaan

    Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir dikerjakan pada waktu tertentu, yaitu setelah Shalat Isya dan sebelum masuk waktu Subuh. Waktu pelaksanaan ini juga merupakan salah satu bentuk Sunnah Mukabbadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

  • Keutamaan

    Keutamaan yang sangat besar dari Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir juga menjadi salah satu alasan mengapa ibadah ini termasuk dalam Sunnah Mukabbadah. Keutamaan-keutamaan tersebut, seperti pengampunan dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT, menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah ini.

  • Konsistensi

    Sunnah Mukabbadah juga menekankan pada konsistensi dalam melaksanakan ibadah. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir secara rutin selama bulan Ramadan, tidak hanya pada malam-malam tertentu saja.

Dengan memahami dan melaksanakan Sunnah Mukabbadah dalam Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir, umat Islam dapat memperoleh keutamaan yang berlimpah dan meningkatkan kualitas ibadah mereka di bulan Ramadan. Konsistensi dan kesungguhan dalam melaksanakan ibadah ini juga akan menjadi bekal berharga bagi umat Islam untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sejarah

Sejarah memiliki hubungan yang sangat erat dengan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Shalat Tarawih merupakan ibadah yang berkembang dan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu, dipengaruhi oleh faktor-faktor sejarah dan sosial.

Pada awalnya, Shalat Tarawih dikerjakan secara individual oleh Rasulullah SAW. Beliau melaksanakannya dengan jumlah rakaat yang bervariasi, antara 8 hingga 20 rakaat. Namun, setelah masa Rasulullah SAW, Shalat Tarawih mulai dikerjakan secara berjamaah pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Umar menetapkan jumlah rakaat Shalat Tarawih menjadi 20 rakaat, yang kemudian dibagi menjadi 11 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir.

Seiring berjalannya waktu, jumlah rakaat Shalat Tarawih mengalami perubahan di berbagai daerah. Di beberapa tempat, Shalat Tarawih dikerjakan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, seperti 36 rakaat atau bahkan lebih. Namun, jumlah rakaat yang paling utama dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW adalah 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat Witir. Dengan demikian, memahami sejarah Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir sangat penting untuk mengetahui perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam ibadah ini.

Hikmah

Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir merupakan ibadah yang memiliki banyak hikmah, yaitu kebijaksanaan atau pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya. Memahami hikmah ini dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan kita.

  • Penghapus dosa
    Hikmah yang utama dari Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir adalah sebagai penghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan Shalat Tarawih karena iman dan ikhlas, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Latihan kesabaran
    Sholat Tarawih 11 Rakaat dan Witir juga merupakan latihan kesabaran. Ibadah ini dilaksanakan pada malam hari, yang membutuhkan perjuangan dan kesungguhan untuk melawan rasa kantuk dan lelah. Kesabaran yang kita latih dalam Shalat Tarawih akan bermanfaat dalam menghadapi berbagai ujian dan kesulitan hidup.
  • Penguatan ukhuwah
    Sholat Tarawih 11 Rakaat dan Witir yang dikerjakan secara berjamaah dapat memperkuat ukhuwah Islamiah di antara sesama muslim. Berjamaah bersama-sama dalam sebuah ibadah yang sama menciptakan rasa persaudaraan dan kebersamaan.
  • Peningkatan kualitas ibadah
    Sholat Tarawih 11 Rakaat dan Witir dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah kita secara keseluruhan. Dengan membiasakan diri mengerjakan shalat sunnah pada malam hari, kita akan lebih terbiasa untuk bangun malam dan melaksanakan ibadah-ibadah lainnya, seperti Tahajud dan Dhuha.

Dengan memahami dan menghayati hikmah-hikmah tersebut, mari kita senantiasa melaksanakan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan membawa banyak manfaat bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Adab

Adab merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Adab adalah tata krama atau etika yang harus diperhatikan dan diamalkan selama melaksanakan ibadah. Menjaga adab dalam Shalat Tarawih akan meningkatkan kualitas dan kesempurnaan ibadah kita.

Salah satu adab penting dalam Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir adalah menjaga kekhusyukan. Kekhusyukan adalah kondisi hati yang fokus dan tertuju hanya kepada Allah SWT selama shalat. Kekhusyukan dapat dicapai dengan cara menundukkan pandangan, menghindari gerakan-gerakan yang tidak perlu, dan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.

Adab lainnya yang harus diperhatikan adalah menjaga ketertiban dan ketenangan selama Shalat Tarawih. Jangan berbicara atau bercanda selama shalat, dan hindarilah perbuatan-perbuatan yang dapat mengganggu kekhusyukan orang lain. Selain itu, utamakan untuk datang ke masjid lebih awal agar dapat melaksanakan shalat berjamaah dari awal hingga akhir.

Dengan menjaga adab dalam Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir, kita dapat memperoleh banyak manfaat. Selain meningkatkan kualitas ibadah, adab yang baik juga akan menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk. Marilah kita senantiasa menjaga adab selama melaksanakan ibadah, khususnya Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir, agar ibadah kita menjadi lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir

Bagian ini akan menyajikan beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait dengan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Pertanyaan-pertanyaan ini disusun untuk mengantisipasi pertanyaan pembaca atau memberikan klarifikasi tentang aspek-aspek penting dalam ibadah ini.

Pertanyaan 1: Berapa jumlah rakaat dalam Shalat Tarawih?

Jawaban: Shalat Tarawih terdiri dari 11 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir. Jumlah ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Pertanyaan 2: Apa keutamaan Shalat Tarawih?

Jawaban: Shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa, meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT, dan memperoleh ketenangan jiwa.

Pertanyaan 3: Kapan waktu pelaksanaan Shalat Tarawih?

Jawaban: Shalat Tarawih dilaksanakan setelah Shalat Isya dan sebelum masuk waktu Subuh. Waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir.

Pertanyaan 4: Bagaimana tata cara melaksanakan Shalat Tarawih?

Jawaban: Tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih meliputi niat, takbiratul ihram, rukuk, sujud, dan salam. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Pertanyaan 5: Apa hukum melaksanakan Shalat Tarawih secara berjamaah?

Jawaban: Melaksanakan Shalat Tarawih secara berjamaah hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan. Jamaah dapat mengikuti gerakan imam dan memperoleh pahala berjamaah.

Pertanyaan 6: Apa saja adab yang harus diperhatikan dalam Shalat Tarawih?

Jawaban: Adab dalam Shalat Tarawih meliputi menjaga kekhusyukan, ketertiban, dan ketenangan. Umat Islam juga dianjurkan untuk datang ke masjid lebih awal dan menghindari perbuatan yang dapat mengganggu orang lain.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait dengan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir. Memahami aspek-aspek ini akan membantu kita dalam melaksanakan ibadah ini dengan baik dan khusyuk, sehingga dapat memperoleh keberkahan dan pahala dari Allah SWT.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang hikmah dan keutamaan Shalat Tarawih, serta bagaimana ibadah ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan kita.

Tips Melaksanakan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan Witir

Shalat Tarawih 11 rakaat dan Witir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Agar ibadah ini dapat dilaksanakan dengan baik dan khusyuk, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

Tip 1: Niatkan dengan Ikhlas
Niatkan bahwa shalat yang dikerjakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, mengharap ridha dan pahala dari-Nya.

Tip 2: Berwudhu dengan Sempurna
Berwudhulah dengan sempurna sebelum melaksanakan Shalat Tarawih untuk membersihkan diri dari hadas.

Tip 3: Datang ke Masjid Lebih Awal
Datanglah ke masjid lebih awal agar dapat melaksanakan shalat berjamaah dari awal hingga akhir.

Tip 4: Jaga Kekhusyukan
Jaga kekhusyukan selama shalat dengan menundukkan pandangan, menghindari gerakan yang tidak perlu, dan memperbanyak dzikir.

Tip 5: Baca Al-Qur’an dengan Tartil
Bacalah Al-Qur’an dengan tartil, yaitu jelas dan tidak tergesa-gesa, agar dapat merenungi makna ayat-ayatnya.

Tip 6: Perbanyak Doa dan Munajat
Perbanyaklah doa dan munajat kepada Allah SWT selama shalat, khususnya pada saat sujud dan setelah salam.

Tip 7: Jaga Ketertiban dan Ketenangan
Jaga ketertiban dan ketenangan selama Shalat Tarawih, hindari berbicara atau bercanda, serta perbuatan yang dapat mengganggu kekhusyukan orang lain.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, diharapkan ibadah Shalat Tarawih 11 rakaat dan Witir yang kita kerjakan dapat lebih berkualitas, khusyuk, dan bermakna.

Tips-tips ini juga akan menjadi bekal berharga bagi kita untuk melaksanakan ibadah lainnya dengan sebaik-baiknya, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun.

Kesimpulan

Shalat Tarawih 11 rakaat dan Witir merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan memahami sejarah, hikmah, adab, dan tata cara pelaksanaannya, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan khusyuk.

Beberapa poin utama yang perlu ditekankan adalah:

  • Shalat Tarawih memiliki sejarah panjang dan telah berkembang seiring berjalannya waktu, namun jumlah rakaatnya tetap sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
  • Hikmah Shalat Tarawih sangat banyak, di antaranya sebagai penghapus dosa, latihan kesabaran, penguat ukhuwah, dan peningkat kualitas ibadah.
  • Adab dalam Shalat Tarawih sangat penting untuk dijaga, seperti menjaga kekhusyukan, ketertiban, dan ketenangan, serta datang ke masjid lebih awal.

Melaksanakan Shalat Tarawih 11 rakaat dan Witir dengan baik tidak hanya akan memberikan pahala yang besar, tetapi juga membentuk karakter kita menjadi lebih baik dan mempererat hubungan kita dengan Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru