Shalat Tarawih Adalah

Nur Jannah


Shalat Tarawih Adalah

Shalat Tarawih adalah ibadah shalat sunnah yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan. Shalat ini dilakukan setelah shalat Isya dan memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat Tarawih memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah melatih kesabaran dan kekhusyukan, mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Secara historis, shalat Tarawih pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW pada malam ke-23 bulan Ramadan.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang tata cara pelaksanaan shalat Tarawih, keutamaannya, serta sejarah perkembangannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

shalat tarawih adalah

Shalat Tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang besar. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait shalat Tarawih:

  • Tata cara pelaksanaan
  • Keutamaan
  • Sejarah perkembangan
  • Waktu pelaksanaan
  • Jumlah rakaat
  • Hukum pelaksanaan
  • Manfaat
  • Hikmah pelaksanaan

Aspek-aspek tersebut saling terkait dan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang shalat Tarawih. Misalnya, tata cara pelaksanaan yang benar akan membantu kita memperoleh keutamaan shalat Tarawih secara optimal. Demikian pula, memahami sejarah perkembangan shalat Tarawih akan memberikan apresiasi yang lebih dalam terhadap ibadah ini.

Tata cara pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan shalat Tarawih memiliki peran yang sangat penting dalam meraih keutamaannya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa tata cara pelaksanaan yang benar sangat penting:

  1. Tata cara pelaksanaan yang benar akan membantu kita memperoleh kekhusyukan dan ketenangan dalam shalat.
  2. Dengan mengikuti tata cara yang benar, kita dapat melaksanakan shalat Tarawih dengan tertib dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
  3. Tata cara pelaksanaan yang benar akan membuat shalat Tarawih kita lebih bermakna dan berpahala.

Adapun tata cara pelaksanaan shalat Tarawih adalah sebagai berikut:

  1. Niat shalat Tarawih
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek
  4. Rukuk
  5. I’tidal
  6. Sujud
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud yang kedua
  9. Tasyahud akhir
  10. Salam

Dengan memahami dan melaksanakan tata cara pelaksanaan shalat Tarawih dengan benar, kita dapat memperoleh keutamaannya secara optimal. Selain itu, pelaksanaan shalat Tarawih yang benar juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Keutamaan

Shalat Tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut diantaranya adalah:

  • Penghapus dosa

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Peningkat derajat

    Shalat Tarawih dapat meningkatkan derajat kita di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Pembuka pintu surga

    Shalat Tarawih dapat menjadi salah satu sebab dibukanya pintu surga bagi kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melakukan qiyamul lail pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Penawar hati

    Shalat Tarawih dapat menjadi penawar bagi hati yang keras. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka hatinya akan dilunakkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan-keutamaan tersebut dapat kita peroleh dengan melaksanakan shalat Tarawih dengan istiqomah dan penuh kekhusyukan. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menggiatkan shalat Tarawih pada bulan Ramadan ini, semoga kita semua dapat meraih keutamaannya.

Sejarah perkembangan

Sejarah perkembangan shalat Tarawih tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Islam itu sendiri. Shalat Tarawih mulai dilakukan pada masa Rasulullah SAW, meskipun belum memiliki tata cara yang baku seperti sekarang ini. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, shalat Tarawih mulai dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Seiring berjalannya waktu, shalat Tarawih terus mengalami perkembangan, baik dari segi tata cara maupun jumlah rakaatnya.

Tata cara shalat Tarawih yang kita kenal sekarang ini, yaitu shalat dengan 20 rakaat, baru ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Namun, jumlah rakaat shalat Tarawih tidak selalu sama. Pada masa Rasulullah SAW, jumlah rakaat shalat Tarawih hanya 8 rakaat. Kemudian pada masa Khalifah Umar bin Khattab, jumlah rakaat shalat Tarawih ditambah menjadi 11 rakaat. Dan pada masa Khalifah Utsman bin Affan, jumlah rakaat shalat Tarawih ditambah lagi menjadi 20 rakaat.

Perkembangan shalat Tarawih ini menunjukkan bahwa shalat Tarawih merupakan ibadah yang dinamis dan terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Meskipun tata cara dan jumlah rakaatnya mengalami perubahan, namun hakikat shalat Tarawih sebagai ibadah sunnah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap tidak berubah.

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan shalat Tarawih merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan keutamaannya. Shalat Tarawih dapat dilaksanakan pada waktu setelah shalat Isya hingga menjelang waktu shalat Subuh. Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan shalat Tarawih:

  • Awal waktu

    Waktu awal pelaksanaan shalat Tarawih adalah setelah shalat Isya. Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan shalat Tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

  • Akhir waktu

    Waktu akhir pelaksanaan shalat Tarawih adalah menjelang waktu shalat Subuh. Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu terakhir untuk melaksanakan shalat Tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

  • Jumlah waktu

    Jumlah waktu pelaksanaan shalat Tarawih tidak ditentukan secara pasti. Namun, umumnya shalat Tarawih dilaksanakan selama sekitar dua hingga tiga jam.

  • Waktu yang lebih utama

    Waktu yang lebih utama untuk melaksanakan shalat Tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir. Pada waktu tersebut, umat Islam diyakini lebih khusyuk dan tenang dalam melaksanakan shalat.

Dengan memperhatikan waktu pelaksanaan shalat Tarawih yang tepat, kita dapat memperoleh keutamaan shalat Tarawih secara optimal. Selain itu, pelaksanaan shalat Tarawih pada waktu yang tepat juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Jumlah rakaat

Jumlah rakaat merupakan salah satu unsur penting dalam shalat Tarawih. Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan. Jumlah rakaat shalat Tarawih yang umum dilaksanakan adalah 20 rakaat, namun ada juga yang melaksanakan 8 rakaat atau 12 rakaat.

Jumlah rakaat shalat Tarawih memiliki pengaruh terhadap keutamaan shalat Tarawih itu sendiri. Semakin banyak jumlah rakaat yang dilaksanakan, maka semakin besar pula keutamaannya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam praktiknya, jumlah rakaat shalat Tarawih yang dilaksanakan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Namun, dianjurkan untuk melaksanakan shalat Tarawih dengan jumlah rakaat yang sesuai dengan sunnah, yaitu 20 rakaat. Dengan memahami hubungan antara jumlah rakaat dan shalat Tarawih, kita dapat melaksanakan shalat Tarawih dengan lebih baik dan memperoleh keutamaannya secara optimal.

Hukum pelaksanaan

Hukum pelaksanaan shalat Tarawih merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap muslim yang ingin melaksanakan ibadah ini. Hukum pelaksanaan shalat Tarawih dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

  • Fardhu kifayah

    Sholat Tarawih hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sudah ada sebagian umat Islam yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

  • Sunnah muakkad

    Sholat Tarawih juga termasuk sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Dilakukan secara berjamaah

    Sholat Tarawih lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Akan tetapi, tidak masalah jika dilaksanakan secara individu di rumah karena termasuk ibadah sunnah.

  • Waktu pelaksanaan

    Sholat Tarawih dapat dilaksanakan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu shalat Subuh. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat Tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.

Dengan memahami hukum pelaksanaan shalat Tarawih, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan khusyuk. Selain itu, pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Manfaat

Shalat Tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Manfaat-manfaat tersebut dapat kita peroleh jika melaksanakan shalat Tarawih dengan istiqomah dan penuh kekhusyukan.

  • Penghapus dosa

    Shalat Tarawih dapat menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Peningkat derajat

    Shalat Tarawih dapat meningkatkan derajat kita di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Pembuka pintu surga

    Shalat Tarawih dapat menjadi salah satu sebab dibukanya pintu surga bagi kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melakukan qiyamul lail pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Penawar hati

    Shalat Tarawih dapat menjadi penawar bagi hati yang keras. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka hatinya akan dilunakkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain manfaat-manfaat tersebut, shalat Tarawih juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kita kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan shalat Tarawih secara istiqomah dan penuh kekhusyukan, kita dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hati.

Hikmah pelaksanaan

Hikmah pelaksanaan shalat Tarawih merupakan salah satu aspek penting yang perlu kita pahami dalam melaksanakan ibadah ini. Hikmah pelaksanaan shalat Tarawih dapat dimaknai sebagai tujuan dan manfaat yang terkandung di dalam ibadah tersebut.

  • Penghapus dosa

    Salah satu hikmah pelaksanaan shalat Tarawih adalah sebagai penghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Peningkat ketakwaan

    Hikmah pelaksanaan shalat Tarawih yang lainnya adalah sebagai peningkat ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan shalat Tarawih secara istiqomah dan penuh kekhusyukan, kita dapat semakin dekat dengan Allah SWT dan meningkatkan keimanan kita.

  • Penambah pahala

    Pelaksanaan shalat Tarawih juga dapat menjadi penambah pahala bagi kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Sarana introspeksi

    Hikmah pelaksanaan shalat Tarawih yang tidak kalah penting adalah sebagai sarana introspeksi diri. Melalui shalat Tarawih, kita dapat merenungkan kembali perbuatan kita selama ini dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Dengan memahami hikmah pelaksanaan shalat Tarawih, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan penuh kesadaran. Hikmah tersebut dapat menjadi motivasi bagi kita untuk melaksanakan shalat Tarawih dengan istiqomah dan penuh kekhusyukan, sehingga kita dapat memperoleh manfaat dan keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Tanya Jawab tentang Shalat Tarawih

Berikut ini adalah beberapa tanya jawab yang sering diajukan mengenai shalat Tarawih. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Question 1: Apa hukum melaksanakan shalat Tarawih?

Answer: Hukum melaksanakan shalat Tarawih adalah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Question 2: Berapa jumlah rakaat shalat Tarawih?

Answer: Jumlah rakaat shalat Tarawih yang umum dilaksanakan adalah 20 rakaat, namun ada juga yang melaksanakan 8 rakaat atau 12 rakaat.

Question 3: Kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih?

Answer: Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu shalat Subuh.

Question 4: Apa manfaat melaksanakan shalat Tarawih?

Answer: Manfaat melaksanakan shalat Tarawih antara lain: penghapus dosa, peningkatan derajat, pembuka pintu surga, dan penawar hati.

Question 5: Bagaimana tata cara melaksanakan shalat Tarawih?

Answer: Tata cara melaksanakan shalat Tarawih adalah sebagai berikut: niat, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua, tasyahud akhir, dan salam.

Question 6: Apakah shalat Tarawih dapat dilaksanakan secara individu?

Answer: Ya, shalat Tarawih dapat dilaksanakan secara individu di rumah, namun lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Demikianlah beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai shalat Tarawih. Semoga informasi ini dapat menambah pemahaman kita tentang ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ini. Selanjutnya, kita akan membahas tentang keutamaan melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah.

Lanjut ke bagian selanjutnya: Keutamaan Shalat Tarawih Berjamaah

Tips Menunaikan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Ramadan. Berikut adalah beberapa tips untuk menunaikan shalat Tarawih dengan baik dan optimal:

Tip 1: Niat yang Ikhlas
Niatkanlah shalat Tarawih karena Allah SWT, untuk mencari ridha-Nya dan pahala yang telah dijanjikan.

Tip 2: Berwudhu dengan Sempurna
Berwudhulah dengan sempurna sebelum melaksanakan shalat Tarawih. Wudhu yang sempurna akan menyempurnakan shalat dan menambah kekhusyukan.

Tip 3: Datang ke Masjid Tepat Waktu
Usahakan untuk datang ke masjid tepat waktu agar dapat melaksanakan shalat berjamaah sejak awal. Shalat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan shalat sendirian.

Tip 4: Khusyuk dan Fokus
Saat shalat, khusyuklah dan fokuslah pada setiap gerakan dan bacaan. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti mengobrol atau bermain ponsel.

Tip 5: Perbanyak Bacaan Al-Quran
Perbanyaklah membaca Al-Quran dalam shalat Tarawih. Selain menambah pahala, membaca Al-Quran juga dapat meningkatkan kekhusyukan dan ketenangan hati.

Tip 6: Berdoa dengan Sungguh-Sungguh
Manfaatkan waktu shalat Tarawih untuk memanjatkan doa-doa kepada Allah SWT. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap, memohon ampunan, rahmat, dan kebaikan.

Tip 7: Menjaga Silaturahmi
Shalat Tarawih berjamaah juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar sesama muslim. Saling menyapa, bertegur sapa, dan mendoakan satu sama lain dapat meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan.

Tip 8: Menjaga Kesabaran
Shalat Tarawih biasanya dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama. Jaga kesabaran dan tetaplah khusyuk hingga shalat selesai. Keutamaan shalat Tarawih akan semakin besar jika kita melaksanakannya dengan sabar dan istiqomah.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kita dapat menunaikan shalat Tarawih dengan baik dan optimal, sehingga memperoleh keutamaan dan pahala yang telah dijanjikan Allah SWT.

Lanjut ke bagian selanjutnya: Keutamaan Shalat Tarawih Berjamaah

Kesimpulan

Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya pada bulan Ramadan. Shalat ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, diantaranya adalah penghapus dosa, peningkatan derajat, dan pembuka pintu surga. Shalat Tarawih juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat tali silaturahmi, dan melatih kesabaran.

Dua poin utama yang saling terkait dalam artikel ini adalah: pertama, bahwa shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Kedua, bahwa pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah lebih utama dibandingkan secara individu, karena dapat meningkatkan kekhusyukan, mempererat silaturahmi, dan memperoleh pahala yang lebih besar.

Marilah kita bersama-sama menggiatkan ibadah shalat Tarawih pada bulan Ramadan ini, baik secara individu maupun berjamaah. Semoga kita semua dapat memperoleh keutamaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya, serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru