Tips Penting: Rahasia Lolos Syarat Daftar Haji

Nur Jannah


Tips Penting: Rahasia Lolos Syarat Daftar Haji

Persyaratan pendaftaran haji adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh umat Islam yang ingin menunaikan ibadah haji. Persyaratan ini meliputi usia, kesehatan, kemampuan finansial, dan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Pendaftaran haji sangat penting dilakukan karena haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu. Manfaat haji sangat besar, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa, meningkatkan ketakwaan, dan mempererat persaudaraan sesama Muslim. Bersejarahnya, ibadah haji sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam mengenai persyaratan pendaftaran haji, mulai dari syarat umum hingga syarat khusus, serta prosedur dan langkah-langkah pendaftaran haji.

Syarat Daftar Haji

Persyaratan pendaftaran haji merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap calon jemaah haji. Persyaratan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari usia, kesehatan, kemampuan finansial, hingga dokumen-dokumen yang diperlukan.

  • Usia
  • Kesehatan
  • Kemampuan finansial
  • Dokumen identitas
  • Bukti pelunasan biaya haji
  • Sertifikat vaksinasi
  • Mahram bagi jemaah perempuan
  • Visa haji
  • Tiket pesawat
  • Perlengkapan haji

Setiap aspek dalam persyaratan pendaftaran haji memiliki keterkaitan dan pengaruh yang kuat terhadap kelancaran pelaksanaan ibadah haji. Usia menjadi syarat utama karena haji hanya dapat dilaksanakan oleh orang dewasa yang sehat secara jasmani dan rohani. Kesehatan sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji. Kemampuan finansial menjadi syarat mutlak karena haji memerlukan biaya yang cukup besar. Dokumen-dokumen yang diperlukan berfungsi sebagai bukti identitas dan kelengkapan persyaratan administratif. Pemenuhan seluruh aspek persyaratan pendaftaran haji akan memudahkan jemaah dalam melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

Usia

Dalam syarat pendaftaran haji, usia menjadi salah satu aspek penting yang harus dipenuhi oleh calon jemaah. Hal ini dikarenakan ibadah haji memerlukan kondisi fisik dan mental yang prima, sehingga usia menjadi faktor penentu kemampuan seseorang untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji yang cukup berat.

Syarat usia minimal untuk pendaftaran haji adalah 18 tahun. Usia ini dianggap sebagai usia dewasa di mana seseorang telah memiliki kematangan fisik dan mental yang cukup untuk menjalankan ibadah haji. Selain itu, pada usia ini, seseorang juga diharapkan telah memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk membiayai perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

Namun, dalam praktiknya, banyak calon jemaah haji yang mendaftar pada usia yang lebih tua. Hal ini dikarenakan ibadah haji memerlukan persiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun finansial. Bagi sebagian orang, persiapan ini baru dapat dilakukan pada usia yang lebih tua. Selain itu, antrean pendaftaran haji yang cukup panjang juga membuat banyak calon jemaah baru dapat berangkat haji pada usia yang lebih tua.

Dengan demikian, usia menjadi syarat penting dalam pendaftaran haji karena berkaitan dengan kemampuan fisik dan mental seseorang dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji. Meskipun usia minimal untuk pendaftaran haji adalah 18 tahun, banyak calon jemaah yang baru dapat berangkat haji pada usia yang lebih tua karena berbagai faktor, termasuk persiapan dan antrean pendaftaran haji.

Kesehatan

Kesehatan merupakan syarat penting dalam pendaftaran haji. Hal ini dikarenakan ibadah haji memerlukan kondisi fisik dan mental yang prima. Rangkaian ibadah haji yang cukup berat, seperti thawaf, sai, dan wukuf di Arafah, memerlukan stamina dan kesehatan yang baik.

Selain itu, perjalanan haji juga membutuhkan kondisi kesehatan yang baik. Jemaah haji akan menempuh perjalanan jauh dan berada di lingkungan yang berbeda dengan keseharian, sehingga rentan terhadap perubahan cuaca, kelelahan, dan penyakit. Oleh karena itu, calon jemaah haji harus memastikan bahwa mereka dalam kondisi kesehatan yang baik sebelum berangkat haji.

Bagi calon jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, atau hipertensi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan memberikan saran dan rekomendasi mengenai persiapan kesehatan yang perlu dilakukan sebelum berangkat haji. Calon jemaah haji juga harus membawa obat-obatan pribadi yang cukup dan mengikuti petunjuk dokter selama perjalanan haji.

Dengan demikian, kesehatan menjadi syarat penting dalam pendaftaran haji karena sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji. Calon jemaah haji harus memastikan bahwa mereka dalam kondisi kesehatan yang baik sebelum berangkat haji, baik secara fisik maupun mental.

Kemampuan finansial

Kemampuan finansial merupakan salah satu syarat penting dalam pendaftaran haji. Hal ini dikarenakan ibadah haji memerlukan biaya yang cukup besar, mulai dari biaya perjalanan, akomodasi, hingga pengeluaran selama di tanah suci. Oleh karena itu, calon jemaah haji harus memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan finansial yang memadai sebelum mendaftar haji.

Kemampuan finansial yang memadai sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan ibadah haji. Jemaah haji tidak akan dapat berangkat haji jika tidak memiliki biaya yang cukup untuk menutupi seluruh pengeluaran selama perjalanan haji. Selain itu, kemampuan finansial yang memadai juga akan memberikan ketenangan pikiran bagi jemaah haji, sehingga mereka dapat fokus beribadah dengan khusyuk dan tidak terbebani oleh masalah keuangan.

Dalam praktiknya, kemampuan finansial menjadi salah satu faktor penentu dalam proses pendaftaran haji. Calon jemaah haji harus menyetor biaya haji yang cukup besar sebagai bukti kemampuan finansial mereka. Biaya haji ini akan digunakan untuk menutupi berbagai pengeluaran selama perjalanan haji, seperti biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Dengan demikian, kemampuan finansial menjadi syarat penting dalam pendaftaran haji karena sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Dokumen identitas

Dokumen identitas merupakan salah satu syarat penting dalam pendaftaran haji. Hal ini dikarenakan dokumen identitas berfungsi sebagai bukti diri dan kewarganegaraan jemaah haji. Dokumen identitas yang diperlukan untuk pendaftaran haji antara lain:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)

    KTP merupakan dokumen identitas resmi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. KTP memuat informasi tentang nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, dan pekerjaan jemaah haji.

  • Paspor

    Paspor merupakan dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Paspor memuat informasi tentang nama, tempat dan tanggal lahir, foto, dan tanda tangan jemaah haji. Paspor diperlukan untuk perjalanan ke luar negeri, termasuk untuk perjalanan haji ke Arab Saudi.

  • Visa haji

    Visa haji merupakan izin masuk yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi kepada jemaah haji. Visa haji memuat informasi tentang nama, tempat dan tanggal lahir, serta nomor paspor jemaah haji. Visa haji ditempelkan pada paspor jemaah haji.

  • Kartu keluarga

    Kartu keluarga merupakan dokumen yang memuat informasi tentang hubungan keluarga, seperti suami, istri, dan anak. Kartu keluarga diperlukan untuk melengkapi data jemaah haji, terutama bagi jemaah haji perempuan yang wajib didampingi oleh mahram.

Dengan demikian, dokumen identitas menjadi syarat penting dalam pendaftaran haji karena berfungsi sebagai bukti diri dan kewarganegaraan jemaah haji. Dokumen identitas yang lengkap dan valid akan memudahkan jemaah haji dalam melakukan pendaftaran haji dan perjalanan haji.

Bukti Pelunasan Biaya Haji

Bukti pelunasan biaya haji merupakan salah satu syarat penting dalam pendaftaran haji. Bukti ini menunjukkan bahwa calon jemaah haji telah melunasi seluruh biaya perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji. Bukti pelunasan biaya haji dapat berupa:

  • Bukti Setoran Awal

    Bukti setoran awal adalah bukti pembayaran yang dilakukan oleh calon jemaah haji saat pertama kali mendaftar haji. Bukti ini menunjukkan bahwa calon jemaah haji telah membayar sebagian dari biaya haji.

  • Bukti Pelunasan BPIH

    Bukti pelunasan BPIH adalah bukti pembayaran yang dilakukan oleh calon jemaah haji untuk melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). BPIH mencakup biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, dan biaya lainnya selama di tanah suci.

  • Bukti Pembayaran Visa

    Bukti pembayaran visa adalah bukti pembayaran yang dilakukan oleh calon jemaah haji untuk mendapatkan visa haji. Visa haji merupakan izin masuk ke Arab Saudi yang wajib dimiliki oleh setiap jemaah haji.

  • Bukti Pembayaran Manasik Haji

    Bukti pembayaran manasik haji adalah bukti pembayaran yang dilakukan oleh calon jemaah haji untuk mengikuti bimbingan manasik haji. Manasik haji merupakan pelatihan tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji.

Bukti pelunasan biaya haji sangat penting untuk memastikan bahwa calon jemaah haji telah mempersiapkan diri secara finansial untuk melaksanakan ibadah haji. Bukti ini juga akan digunakan oleh pihak terkait untuk verifikasi dan validasi data calon jemaah haji.

Sertifikat Vaksinasi

Sertifikat vaksinasi merupakan salah satu syarat penting dalam pendaftaran haji. Hal ini dikarenakan sertifikat vaksinasi menjadi bukti bahwa calon jemaah haji telah menerima vaksinasi yang diperlukan untuk mencegah penyakit menular selama perjalanan haji.

Vaksinasi yang wajib diberikan kepada calon jemaah haji adalah vaksinasi meningitis dan vaksinasi COVID-19. Vaksinasi meningitis bertujuan untuk mencegah penyakit meningitis, yaitu infeksi pada selaput otak yang dapat mengancam jiwa. Sedangkan vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mencegah penyakit COVID-19, yaitu penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Tanpa sertifikat vaksinasi yang lengkap, calon jemaah haji tidak akan dapat berangkat haji. Hal ini dikarenakan pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh jemaah haji untuk memiliki sertifikat vaksinasi yang valid sebagai salah satu syarat masuk ke Arab Saudi.

Dengan demikian, sertifikat vaksinasi menjadi komponen penting dari syarat daftar haji. Calon jemaah haji harus memastikan bahwa mereka telah menerima vaksinasi yang diperlukan dan memiliki sertifikat vaksinasi yang valid sebelum mendaftar haji. Sertifikat vaksinasi akan menjadi bukti bahwa calon jemaah haji telah mempersiapkan diri secara kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji.

Mahram bagi jemaah perempuan

Mahram bagi jemaah perempuan merupakan salah satu syarat penting dalam pendaftaran haji. Hal ini dikarenakan dalam ajaran Islam, perempuan tidak diperbolehkan bepergian jauh tanpa didampingi oleh mahramnya.

  • Pengertian Mahram

    Mahram adalah laki-laki yang memiliki hubungan kekerabatan dengan perempuan melalui nasab (keturunan) atau pernikahan, sehingga tidak boleh menikah dengan perempuan tersebut.

  • Jenis-jenis Mahram

    Mahram terbagi menjadi dua jenis, yaitu mahram nasab (ayah, kakek, saudara laki-laki, paman, dan seterusnya) dan mahram sepersusuan (laki-laki yang pernah menyusu dari ibu yang sama).

  • Syarat Mahram

    Mahram yang mendampingi jemaah perempuan haji harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya beragama Islam, baligh, berakal, dan mampu melindungi jemaah perempuan haji.

  • Kewajiban Mahram

    Mahram memiliki kewajiban untuk melindungi jemaah perempuan haji selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji, baik secara fisik maupun moral.

Dengan demikian, syarat mahram bagi jemaah perempuan haji merupakan bentuk perlindungan dan penghormatan terhadap perempuan dalam ajaran Islam. Mahram menjadi pendamping yang memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah perempuan haji selama menjalankan ibadah haji.

Visa Haji

Visa haji merupakan salah satu komponen penting dari syarat daftar haji. Visa haji adalah izin masuk yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi kepada jemaah haji untuk memasuki wilayah Arab Saudi dan melaksanakan ibadah haji.

Tanpa visa haji, jemaah tidak akan dapat berangkat haji meskipun telah memenuhi semua syarat daftar haji lainnya. Hal ini dikarenakan visa haji merupakan dokumen resmi yang menjadi bukti bahwa jemaah telah memperoleh izin dari pemerintah Arab Saudi untuk memasuki wilayahnya dan melaksanakan ibadah haji.

Proses pembuatan visa haji biasanya dilakukan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau Kementerian Agama bagi jemaah haji regular. Jemaah haji harus melengkapi berbagai persyaratan, seperti paspor, foto, dan bukti pembayaran biaya haji, untuk mengajukan visa haji.

Setelah visa haji disetujui, jemaah haji akan mendapatkan visa yang ditempelkan pada paspor mereka. Visa haji ini harus dibawa oleh jemaah haji selama perjalanan haji dan ditunjukkan kepada petugas imigrasi saat memasuki Arab Saudi.

Tiket Pesawat

Tiket pesawat merupakan salah satu komponen penting dalam syarat daftar haji. Tiket pesawat menjadi bukti bahwa jemaah haji telah memiliki kepastian keberangkatan dan kepulangan untuk melaksanakan ibadah haji.

  • Jenis Tiket Pesawat

    Tiket pesawat yang digunakan untuk ibadah haji biasanya merupakan tiket pesawat kelas ekonomi dengan fasilitas standar. Maskapai penerbangan yang menyediakan layanan penerbangan haji biasanya telah ditunjuk oleh pemerintah atau penyelenggara ibadah haji.

  • Jadwal Penerbangan

    Jadwal penerbangan untuk ibadah haji biasanya telah diatur oleh pemerintah atau penyelenggara ibadah haji. Jemaah haji akan diberangkatkan ke tanah suci secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

  • Rute Penerbangan

    Rute penerbangan untuk ibadah haji biasanya langsung dari Indonesia ke Arab Saudi. Namun, dalam beberapa kasus, jemaah haji mungkin perlu transit di negara lain sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

  • Harga Tiket Pesawat

    Harga tiket pesawat untuk ibadah haji bervariasi tergantung pada maskapai penerbangan, kelas penerbangan, dan waktu keberangkatan. Jemaah haji biasanya akan mendapatkan harga khusus untuk tiket pesawat haji yang telah disubsidi oleh pemerintah.

Tiket pesawat menjadi salah satu syarat penting dalam daftar haji karena menjadi bukti kepastian keberangkatan dan kepulangan jemaah haji. Tiket pesawat juga menjadi penentu jadwal dan rute perjalanan ibadah haji. Oleh karena itu, jemaah haji harus memastikan bahwa mereka memiliki tiket pesawat yang valid sebelum mendaftar haji.

Perlengkapan Haji

Perlengkapan haji merupakan salah satu komponen penting dalam syarat daftar haji. Perlengkapan haji meliputi berbagai barang dan peralatan yang dibutuhkan jemaah haji selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

  • Pakaian Ihram

    Pakaian ihram adalah pakaian khusus yang dikenakan oleh jemaah haji saat melaksanakan ibadah haji. Pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan yang dikenakan oleh laki-laki dan gamis putih yang dikenakan oleh perempuan.

  • Tas Koper

    Tas koper digunakan untuk menyimpan pakaian, perlengkapan mandi, dan barang-barang lainnya yang dibutuhkan selama perjalanan haji. Tas koper harus berukuran cukup besar untuk menampung semua barang bawaan jemaah haji.

  • Perlengkapan Mandi

    Perlengkapan mandi meliputi sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi, dan handuk. Perlengkapan mandi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan selama perjalanan haji.

  • Obat-obatan

    Obat-obatan sangat penting untuk dibawa oleh jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Jemaah haji juga dapat membawa obat-obatan umum, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan selama perjalanan haji.

Perlengkapan haji yang lengkap akan membantu jemaah haji untuk melaksanakan ibadah haji dengan nyaman dan khusyuk. Oleh karena itu, jemaah haji harus memastikan bahwa mereka telah mempersiapkan perlengkapan haji yang dibutuhkan sebelum berangkat haji.

Pertanyaan Seputar Syarat Daftar Haji

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya mengenai syarat daftar haji.

Pertanyaan 1: Apa saja syarat umum untuk mendaftar haji?

Syarat umum untuk mendaftar haji meliputi usia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, mampu secara finansial, dan memiliki dokumen identitas yang lengkap.

Pertanyaan 2: Berapa batas usia maksimal untuk mendaftar haji?

Tidak ada batas usia maksimal untuk mendaftar haji, namun jemaah haji yang berusia lanjut perlu mempertimbangkan kondisi kesehatannya sebelum mendaftar haji.

Pertanyaan 3: Apa saja dokumen identitas yang diperlukan untuk mendaftar haji?

Dokumen identitas yang diperlukan untuk mendaftar haji meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor, dan kartu keluarga.

Pertanyaan 4: Apakah jemaah haji perempuan wajib didampingi mahram?

Ya, jemaah haji perempuan yang belum menikah atau berusia kurang dari 45 tahun wajib didampingi oleh mahram selama perjalanan haji.

Pertanyaan 5: Apa saja jenis vaksin yang wajib diberikan kepada jemaah haji?

Jenis vaksin yang wajib diberikan kepada jemaah haji adalah vaksin meningitis dan vaksin COVID-19.

Pertanyaan 6: Apakah jemaah haji harus memiliki visa untuk memasuki Arab Saudi?

Ya, jemaah haji harus memiliki visa haji yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk dapat memasuki wilayah Arab Saudi.

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan oleh calon jemaah haji. Dengan memahami syarat dan ketentuan haji, calon jemaah haji dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pendaftaran haji, mulai dari pemilihan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) hingga pelunasan biaya haji.

Tips Mempersiapkan Syarat Daftar Haji

Mempersiapkan syarat daftar haji memerlukan ketelitian dan perencanaan yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam mempersiapkan syarat daftar haji:

Tip 1: Pastikan Usia dan Kesehatan Memenuhi Syarat

Periksa kembali apakah Anda telah memenuhi syarat usia minimal 18 tahun dan kesehatan jasmani dan rohani yang baik. Jika memiliki riwayat penyakit kronis, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji.

Tip 2: Persiapan Finansial yang Matang

Hitung dan persiapkan biaya haji secara detail, termasuk biaya perjalanan, akomodasi, konsumsi, dan biaya lainnya. Pastikan Anda memiliki sumber keuangan yang cukup dan stabil untuk membiayai seluruh perjalanan haji.

Tip 3: Lengkapi Dokumen Identitas

Pastikan Anda memiliki dokumen identitas yang lengkap dan masih berlaku, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor, dan kartu keluarga. Fotokopi dokumen-dokumen tersebut untuk keperluan pendaftaran haji.

Tip 4: Dapatkan Vaksinasi yang Diperlukan

Segera lakukan vaksinasi meningitis dan COVID-19 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Simpan sertifikat vaksinasi dengan baik sebagai bukti telah menerima vaksinasi yang diperlukan untuk perjalanan haji.

Tip 5: Persiapkan Perlengkapan Haji

Mulai persiapkan perlengkapan haji secara bertahap, seperti pakaian ihram, tas koper, perlengkapan mandi, dan obat-obatan. Pastikan perlengkapan haji yang dibawa sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.

Tip 6: Pilih Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang Terpercaya

Jika Anda memilih untuk mendaftar melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), pastikan memilih PIHK yang memiliki reputasi baik dan pengalaman dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dengan mempersiapkan syarat daftar haji secara matang, Anda dapat meningkatkan peluang keberangkatan haji dan melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pendaftaran haji, mulai dari pemilihan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) hingga pelunasan biaya haji.

Kesimpulan

Syarat daftar haji merupakan aspek penting yang harus dipahami dan dipersiapkan oleh setiap calon jemaah haji. Artikel ini telah mengulas secara mendalam mengenai berbagai syarat haji, mulai dari usia, kesehatan, kemampuan finansial, dokumen identitas, hingga perlengkapan haji.

Beberapa poin utama yang perlu ditekankan adalah:

  • Persyaratan haji ditetapkan untuk memastikan keselamatan, kelancaran, dan kekhusyukan ibadah haji.
  • Calon jemaah haji perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan finansial untuk memenuhi syarat haji.
  • Pemerintah dan penyelenggara haji memiliki peran penting dalam memfasilitasi pemenuhan syarat haji dan memberikan bimbingan kepada calon jemaah haji.

Dengan memahami dan mempersiapkan syarat daftar haji dengan baik, calon jemaah haji dapat meningkatkan peluang keberangkatan dan melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan bermakna. Persiapan yang matang akan membawa keberkahan dan kesempurnaan dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru