Syarat Sah Zakat Lengkap, agar Ibadahmu Diterima

Nur Jannah


Syarat Sah Zakat Lengkap, agar Ibadahmu Diterima

Syarat sah zakat adalah ketentuan yang harus dipenuhi agar zakat yang dikeluarkan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT. Syarat-syarat tersebut di antaranya adalah beragama Islam, baligh, berakal sehat, memiliki harta yang mencapai nisab, dan harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal.

Membayar zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Bagi individu, zakat dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia. Sedangkan bagi masyarakat, zakat dapat membantu meringankan beban kaum dhuafa dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Dalam sejarah Islam, zakat telah menjadi salah satu pilar penting dalam sistem ekonomi dan sosial masyarakat. Pada masa Nabi Muhammad SAW, zakat digunakan untuk membiayai kegiatan dakwah, membantu fakir miskin, dan membebaskan budak.

syarat sah zakat

Syarat sah zakat merupakan aspek penting yang harus dipenuhi agar zakat yang dikeluarkan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah 10 syarat sah zakat:

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal sehat
  • Merdeka
  • Milik penuh
  • Mencapai nisab
  • Berlebih dari kebutuhan pokok
  • Harta diperoleh dengan cara yang halal
  • Harta tidak digunakan untuk maksiat
  • Harta tidak sedang dalam utang

Kesepuluh syarat sah zakat tersebut saling berkaitan dan harus dipenuhi secara bersamaan. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka zakat yang dikeluarkan tidak dianggap sah. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami dan memenuhi syarat-syarat tersebut sebelum mengeluarkan zakat.

Islam

Islam merupakan syarat pertama dan utama dalam syarat sah zakat. Artinya, hanya orang Islam yang wajib mengeluarkan zakat. Syarat ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 5:

Yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

  • Mukallaf

    Mukallaf adalah orang yang telah baligh dan berakal sehat. Orang yang belum baligh atau tidak berakal sehat tidak wajib mengeluarkan zakat.

  • Merdeka

    Merdeka artinya tidak dalam kondisi perbudakan. Budak tidak wajib mengeluarkan zakat karena hartanya bukan milik penuh.

  • Beragama Islam

    Syarat sah zakat yang paling utama adalah beragama Islam. Orang yang tidak beragama Islam tidak wajib mengeluarkan zakat.

  • Bukan Harta Haram

    Harta yang akan dizakatkan haruslah harta yang diperoleh dari cara yang halal. Harta yang diperoleh dari cara yang haram tidak boleh dizakatkan.

Keempat syarat tersebut harus dipenuhi secara bersamaan agar zakat yang dikeluarkan menjadi sah. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka zakat yang dikeluarkan tidak dianggap sah.

Baligh

Baligh merupakan salah satu syarat sah zakat yang artinya telah mencapai usia dewasa. Seseorang yang telah baligh wajib mengeluarkan zakat jika memenuhi syarat-syarat lainnya.

  • Usia

    Seseorang dikatakan baligh jika telah mencapai usia 15 tahun atau telah mengalami mimpi basah bagi laki-laki dan keluarnya darah haid bagi perempuan.

  • Tanda-tanda Fisik

    Selain usia, baligh juga dapat dilihat dari tanda-tanda fisik seperti tumbuhnya bulu kemaluan, perubahan suara, dan perubahan bentuk tubuh.

  • Pernikahan

    Pernikahan juga merupakan salah satu tanda baligh. Jika seseorang telah menikah, maka ia dianggap telah baligh meskipun belum mencapai usia 15 tahun.

  • Pengakuan Wali

    Bagi anak-anak yang belum menikah dan belum mencapai usia 15 tahun, wali dapat menyatakan bahwa mereka telah baligh jika telah menunjukkan tanda-tanda baligh.

Syarat baligh dalam zakat bertujuan untuk memastikan bahwa orang yang mengeluarkan zakat benar-benar telah mampu secara akal dan fisik untuk mengelola hartanya sendiri. Selain itu, syarat ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Berakal sehat

Berakal sehat merupakan salah satu syarat sah zakat yang sangat penting. Orang yang tidak berakal sehat tidak wajib mengeluarkan zakat karena tidak dapat mengelola hartanya dengan baik.

  • Pengertian

    Berakal sehat adalah kemampuan berpikir jernih, memahami sesuatu dengan benar, dan mengambil keputusan yang tepat. Orang yang berakal sehat dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, serta memahami kewajibannya sebagai seorang muslim.

  • Tanda-tanda

    Seseorang dikatakan berakal sehat jika dapat berpikir logis, mengambil keputusan dengan bijak, dan mampu mengendalikan emosi. Orang yang mengalami gangguan jiwa atau kecacatan mental tidak dianggap berakal sehat.

  • Implikasi

    Syarat berakal sehat dalam zakat bertujuan untuk memastikan bahwa orang yang mengeluarkan zakat benar-benar memahami kewajibannya dan dapat mengelola hartanya dengan baik. Selain itu, syarat ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Dengan demikian, syarat berakal sehat dalam zakat sangat penting untuk memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan benar-benar sah dan diterima oleh Allah SWT.

Merdeka

Merdeka merupakan salah satu syarat sah zakat yang sangat penting. Merdeka artinya tidak dalam kondisi perbudakan atau penjajahan. Orang yang tidak merdeka tidak wajib mengeluarkan zakat karena hartanya bukan milik penuh dan tidak dapat mengelola hartanya dengan baik.

  • Bebas dari Perbudakan

    Syarat merdeka dalam zakat berarti bahwa orang yang mengeluarkan zakat haruslah bebas dari perbudakan. Budak tidak wajib mengeluarkan zakat karena hartanya bukan milik penuh dan berada di bawah kendali tuannya.

  • Bebas dari Penjajahan

    Selain bebas dari perbudakan, syarat merdeka dalam zakat juga berarti bebas dari penjajahan. Orang yang hidup di bawah penjajahan tidak wajib mengeluarkan zakat karena hartanya tidak sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.

  • Bebas Mengelola Harta

    Syarat merdeka dalam zakat juga berarti bebas mengelola harta. Orang yang tidak dapat mengelola hartanya dengan baik, seperti orang yang mengalami gangguan jiwa atau kecacatan mental, tidak wajib mengeluarkan zakat.

Dengan demikian, syarat merdeka dalam zakat sangat penting untuk memastikan bahwa orang yang mengeluarkan zakat benar-benar memiliki kebebasan dan kendali penuh atas hartanya, sehingga zakat yang dikeluarkan benar-benar sah dan diterima oleh Allah SWT.

Milik penuh

Milik penuh merupakan salah satu syarat sah zakat yang sangat penting. Artinya, harta yang akan dizakatkan haruslah menjadi milik penuh orang yang mengeluarkan zakat.

  • Hak milik

    Harta yang akan dizakatkan haruslah menjadi hak milik penuh orang yang mengeluarkan zakat. Artinya, harta tersebut diperoleh dari cara yang halal dan tidak sedang dalam sengketa.

  • Bebas utang

    Harta yang akan dizakatkan haruslah bebas dari utang. Artinya, harta tersebut tidak sedang dijaminkan atau digunakan untuk membayar utang.

  • Tidak sedang dalam gadai

    Harta yang akan dizakatkan tidak boleh sedang dalam keadaan digadaikan. Artinya, harta tersebut tidak boleh dijadikan jaminan untuk utang.

  • Bebas dari riba

    Harta yang akan dizakatkan haruslah bebas dari riba. Artinya, harta tersebut tidak diperoleh dari hasil riba atau digunakan untuk kegiatan yang mengandung unsur riba.

Syarat milik penuh dalam zakat sangat penting untuk memastikan bahwa harta yang dizakatkan benar-benar merupakan milik penuh orang yang mengeluarkan zakat. Selain itu, syarat ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Mencapai nisab

Mencapai nisab merupakan salah satu syarat sah zakat yang sangat penting. Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakatkan. Jika harta yang dimiliki belum mencapai nisab, maka tidak wajib mengeluarkan zakat.

  • Jenis Harta

    Nisab berbeda-beda tergantung jenis hartanya. Misalnya, nisab untuk zakat emas adalah 85 gram, sedangkan nisab untuk zakat perak adalah 595 gram.

  • Nilai Harta

    Nisab juga dapat dihitung berdasarkan nilai harta. Misalnya, nisab untuk zakat uang adalah senilai 85 gram emas.

  • Harta Produktif

    Harta yang wajib dizakatkan adalah harta produktif, yaitu harta yang dapat berkembang atau menghasilkan keuntungan. Misalnya, zakat ternak, zakat pertanian, dan zakat perdagangan.

  • Harta Bersih

    Yang dizakatkan adalah harta bersih, yaitu harta yang sudah dikurangi dengan hutang dan kebutuhan pokok.

Syarat mencapai nisab dalam zakat sangat penting untuk memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan benar-benar merupakan kelebihan harta yang dimiliki oleh orang yang mengeluarkan zakat. Selain itu, syarat ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Berlebih dari kebutuhan pokok

Syarat sah zakat selanjutnya adalah harta yang dizakatkan harus berlebih dari kebutuhan pokok. Artinya, harta yang dizakatkan adalah harta yang sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.

  • Kebutuhan Dasar

    Kebutuhan dasar adalah kebutuhan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup, seperti makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Harta yang dizakatkan haruslah harta yang sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar ini.

  • Utang

    Harta yang berlebih dari kebutuhan pokok juga harus bebas dari utang. Artinya, harta yang dizakatkan adalah harta yang sudah dikurangi dengan utang-utang yang dimiliki.

  • Biaya Pendidikan

    Biaya pendidikan juga termasuk dalam kebutuhan pokok. Artinya, harta yang dizakatkan adalah harta yang sudah mencukupi untuk membiayai pendidikan yang layak.

  • Biaya Kesehatan

    Biaya kesehatan juga termasuk dalam kebutuhan pokok. Artinya, harta yang dizakatkan adalah harta yang sudah mencukupi untuk membiayai kesehatan yang layak.

Syarat berlebih dari kebutuhan pokok dalam zakat sangat penting untuk memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan benar-benar merupakan harta yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup. Selain itu, syarat ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Harta diperoleh dengan cara yang halal

Dalam ajaran Islam, harta yang diperoleh dengan cara yang halal merupakan salah satu syarat sah zakat. Artinya, harta yang akan dizakatkan haruslah harta yang diperoleh melalui cara-cara yang dibenarkan oleh syariat Islam. Hal ini didasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 267:

Yang artinya: “Dan tunaikanlah haknya (zakat) pada waktu memetik hasilnya (panen); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Syarat harta diperoleh dengan cara yang halal dalam zakat sangat penting karena beberapa alasan berikut:

  • Zakat adalah ibadah yang bertujuan untuk membersihkan harta. Harta yang diperoleh dengan cara yang halal akan menghasilkan zakat yang bersih dan berkah.
  • Zakat adalah hak fakir miskin. Harta yang diperoleh dengan cara yang halal akan menjamin bahwa hak fakir miskin terpenuhi dengan baik.
  • Zakat dapat menjadi sarana untuk mengembangkan ekonomi umat. Harta yang diperoleh dengan cara yang halal dapat diputar kembali untuk kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Contoh harta yang diperoleh dengan cara yang halal yang dapat dizakatkan antara lain:

  • Hasil pertanian
  • Hasil perdagangan
  • Hasil peternakan
  • Hasil investasi yang sesuai dengan syariat Islam
  • Gaji atau upah yang halal

Dengan memahami hubungan antara harta diperoleh dengan cara yang halal dan syarat sah zakat, umat Islam dapat menjalankan ibadah zakat dengan benar dan optimal. Zakat yang dikeluarkan dari harta yang halal akan menjadi ibadah yang diterima oleh Allah SWT dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Harta tidak digunakan untuk maksiat

Dalam syarat sah zakat, harta yang akan dizakatkan tidak boleh digunakan untuk maksiat. Hal ini dikarenakan maksiat merupakan perbuatan dosa yang bertentangan dengan ajaran Islam. Harta yang diperoleh dari hasil maksiat atau digunakan untuk maksiat tidak dapat menjadi objek zakat yang sah.

  • Harta Haram
    Harta haram adalah harta yang diperoleh dari cara-cara yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam, seperti mencuri, merampok, atau berjudi. Harta haram tidak dapat dizakatkan karena tidak memenuhi syarat harta yang diperoleh dengan cara yang halal.
  • Investasi pada Bisnis Haram
    Harta yang diinvestasikan pada bisnis yang haram, seperti bisnis minuman keras, perjudian, atau prostitusi, tidak dapat dizakatkan. Investasi pada bisnis haram termasuk dalam kategori harta yang digunakan untuk maksiat.
  • Harta untuk Berfoya-foya
    Harta yang digunakan untuk berfoya-foya dan hidup mewah yang berlebihan juga tidak dapat dizakatkan. Berfoya-foya termasuk dalam kategori perbuatan maksiat karena menyia-nyiakan harta dan tidak sesuai dengan ajaran Islam tentang kesederhanaan.
  • Harta untuk Mendukung Kezaliman
    Harta yang digunakan untuk mendukung kezaliman, seperti menyuap pejabat atau membiayai kelompok teroris, tidak dapat dizakatkan. Mendukung kezaliman termasuk dalam kategori perbuatan maksiat karena bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Dengan memahami ketentuan tentang harta yang tidak boleh digunakan untuk maksiat, umat Islam dapat memastikan bahwa zakat yang mereka keluarkan benar-benar memenuhi syarat sah zakat dan menjadi ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Zakat yang dikeluarkan dari harta yang halal dan bersih akan menjadi berkah bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Harta tidak sedang dalam utang

Dalam syarat sah zakat, harta yang akan dizakatkan tidak boleh sedang dalam utang. Hal ini dikarenakan utang merupakan kewajiban yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan zakat. Harta yang masih terbebani utang belum dianggap sebagai milik penuh seseorang dan tidak dapat menjadi objek zakat yang sah.

  • Utang Pribadi

    Utang pribadi yang dimaksud adalah utang yang menjadi kewajiban individu yang akan mengeluarkan zakat. Utang ini dapat berupa pinjaman dari bank, pinjaman dari keluarga atau teman, atau utang lainnya yang menjadi tanggungan pribadi.

  • Utang Bisnis

    Harta yang digunakan untuk menjalankan bisnis juga tidak boleh sedang dalam utang. Utang bisnis adalah utang yang timbul akibat kegiatan usaha, seperti utang kepada pemasok, utang kepada pelanggan, atau utang kepada pihak ketiga lainnya yang terkait dengan bisnis.

  • Utang Rahn

    Utang rahn adalah utang yang dijaminkan dengan barang tertentu. Dalam utang rahn, harta yang dijaminkan tidak dapat menjadi objek zakat karena secara hukum harta tersebut menjadi milik pihak yang memberikan pinjaman.

  • Utang yang Ditangguhkan

    Meskipun utang telah ditangguhkan pembayarannya, harta yang masih terbebani utang tetap tidak dapat dizakatkan. Penundaan pembayaran utang tidak mengubah status harta sebagai harta yang sedang dalam utang.

Dengan memahami ketentuan tentang harta yang tidak sedang dalam utang, umat Islam dapat memastikan bahwa zakat yang mereka keluarkan benar-benar memenuhi syarat sah zakat dan menjadi ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Zakat yang dikeluarkan dari harta yang halal, bersih, dan bebas dari utang akan menjadi berkah bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pertanyaan Seputar Syarat Sah Zakat

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya seputar syarat sah zakat:

Pertanyaan 1: Apakah orang yang belum baligh wajib mengeluarkan zakat?

Jawaban: Tidak, orang yang belum baligh tidak wajib mengeluarkan zakat.

Pertanyaan 2: Apakah orang yang tidak berakal sehat wajib mengeluarkan zakat?

Jawaban: Tidak, orang yang tidak berakal sehat tidak wajib mengeluarkan zakat.

Pertanyaan 3: Apakah orang yang tidak merdeka wajib mengeluarkan zakat?

Jawaban: Tidak, orang yang tidak merdeka tidak wajib mengeluarkan zakat.

Pertanyaan 4: Apakah harta yang diperoleh dari hasil curian dapat dizakatkan?

Jawaban: Tidak, harta yang diperoleh dari hasil curian tidak dapat dizakatkan karena termasuk harta haram.

Pertanyaan 5: Apakah harta yang sedang dalam utang dapat dizakatkan?

Jawaban: Tidak, harta yang sedang dalam utang tidak dapat dizakatkan karena belum menjadi milik penuh.

Pertanyaan 6: Apakah harta yang digunakan untuk berjudi dapat dizakatkan?

Jawaban: Tidak, harta yang digunakan untuk berjudi tidak dapat dizakatkan karena termasuk harta yang digunakan untuk maksiat.

Sebagai kesimpulan, syarat sah zakat harus dipenuhi secara keseluruhan agar zakat yang dikeluarkan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT. Syarat-syarat ini meliputi Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, milik penuh, mencapai nisab, berlebih dari kebutuhan pokok, diperoleh dengan cara yang halal, tidak digunakan untuk maksiat, dan tidak sedang dalam utang.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang jenis-jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam.

Tips Memastikan Syarat Sah Zakat Terpenuhi

Memastikan syarat sah zakat terpenuhi merupakan kewajiban setiap muslim yang ingin menunaikan zakat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tip 1: Pahami Syarat-Syaratnya
Pelajari dan pahami 10 syarat sah zakat yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam. Pastikan setiap syarat tersebut terpenuhi sebelum mengeluarkan zakat.

Tip 2: Hitung Nisab Secara Akurat
Tentukan nisab zakat sesuai dengan jenis harta yang dimiliki. Pastikan harta yang akan dizakatkan telah mencapai batas minimal yang telah ditentukan.

Tip 3: Pastikan Bebas Utang
Harta yang akan dizakatkan harus bebas dari segala bentuk utang. Lunasi terlebih dahulu utang-utang yang dimiliki sebelum mengeluarkan zakat.

Tip 4: Bersihkan Harta dari Ketidakjelasan
Pastikan harta yang akan dizakatkan adalah harta yang halal dan tidak tercampur dengan harta yang haram atau syubhat.

Tip 5: Rekam Transaksi Zakat
Catat setiap transaksi zakat yang dilakukan, termasuk jenis zakat, jumlah zakat, dan waktu penyaluran zakat.

Tip 6: Salurkan Zakat Tepat Sasaran
Salurkan zakat kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Tip 7: Hindari Pemborosan
Hindari pemborosan dalam pengelolaan zakat. Pastikan biaya pengumpulan dan penyaluran zakat seminimal mungkin untuk memaksimalkan manfaat zakat.

Tip 8: Laksanakan Zakat dengan Ikhlas
Keluarkan zakat dengan hati yang ikhlas karena Allah SWT. Niatkan zakat sebagai ibadah dan sarana untuk membantu sesama.

Memperhatikan tips di atas dapat membantu umat Islam memastikan bahwa zakat yang mereka keluarkan memenuhi syarat sah dan diterima oleh Allah SWT. Dengan memenuhi syarat sah zakat, zakat yang dikeluarkan akan menjadi ibadah yang sempurna dan memberikan manfaat yang besar bagi diri sendiri, masyarakat, dan agama Islam secara keseluruhan.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang hikmah dan manfaat menunaikan zakat bagi individu dan masyarakat.

Kesimpulan

Syarat sah zakat merupakan aspek penting yang harus dipenuhi agar zakat yang dikeluarkan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT. Artikel ini telah membahas secara mendalam mengenai 10 syarat sah zakat, yaitu Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, milik penuh, mencapai nisab, berlebih dari kebutuhan pokok, diperoleh dengan cara yang halal, tidak digunakan untuk maksiat, dan tidak sedang dalam utang.

Memastikan terpenuhinya syarat sah zakat memiliki beberapa manfaat penting. Pertama, zakat menjadi ibadah yang sempurna dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Kedua, zakat yang dikeluarkan akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat, sesuai dengan tujuan pensyariatan zakat. Ketiga, terpenuhinya syarat sah zakat akan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, memahami dan memenuhi syarat sah zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang ingin menjalankan ibadah zakat dengan baik dan benar. Melalui zakat, umat Islam dapat menjalankan ajaran agama, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan meraih ridha Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru