Tata Cara Tarawih

Nur Jannah


Tata Cara Tarawih


Tata cara Tarawih adalah serangkaian ibadah salat sunnah yang dilakukan pada malam-malam bulan Ramadan. Ibadah ini memiliki tata cara pelaksanaan khusus yang membedakannya dengan salat sunnah lainnya, seperti adanya salat tarawih berjamaah di masjid atau musala, dilaksanakan pada bulan Ramadan saja, dan memiliki jumlah rakaat yang banyak.

Tata cara tarawih memiliki banyak keutamaan, seperti mendapatkan pahala yang berlipat ganda, menghapus dosa, dan melatih diri untuk beribadah dengan tekun. Secara historis, tata cara tarawih pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW pada bulan Ramadan tahun kedua hijriah di Masjid Nabawi, Madinah.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang tata cara pelaksanaan salat tarawih, keutamaan ibadah tarawih, dan sejarah perkembangannya dalam agama Islam.

Tata Cara Tarawih

Tata cara tarawih merupakan aspek penting dalam pelaksanaan ibadah salat tarawih, yang meliputi berbagai ketentuan dan aturan yang harus diikuti. Berikut adalah 9 aspek penting dalam tata cara tarawih:

  • Niat
  • Waktu
  • Tempat
  • Jumlah Rakaat
  • Tata Cara Rakaat
  • Doa Setelah Salat
  • Sunnah Tarawih
  • Makmum dan Imam
  • Hukum Tarawih

Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk tata cara tarawih yang utuh. Misalnya, niat merupakan syarat sah salat tarawih, yang harus dilakukan sebelum memulai salat. Waktu pelaksanaan tarawih adalah pada malam-malam bulan Ramadan, setelah salat isya hingga menjelang waktu salat subuh. Tempat pelaksanaan tarawih biasanya di masjid atau musala, namun dapat juga dilakukan di rumah jika ada uzur. Jumlah rakaat tarawih bervariasi, namun umumnya terdiri dari 8, 16, atau 20 rakaat. Tata cara rakaat tarawih meliputi gerakan dan bacaan-bacaan tertentu, seperti rukuk, sujud, dan membaca surah Al-Fatihah.

Niat

Niat merupakan aspek yang sangat penting dalam tata cara tarawih. Niat adalah tujuan atau keinginan yang dilakukan oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah, termasuk salat tarawih. Niat menjadi dasar diterimanya suatu ibadah di sisi Allah SWT. Dalam tata cara tarawih, niat dilakukan sebelum memulai salat, yaitu dengan membayangkan dalam hati bahwa akan melaksanakan sholat sunnah tarawih karena Allah SWT.

Niat menjadi komponen penting karena menentukan sah atau tidaknya salat tarawih yang dikerjakan. Tanpa niat, salat tarawih tidak akan dianggap sah dan tidak akan mendapatkan pahala. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan niat sebelum melaksanakan salat tarawih. Niat yang benar juga akan mempengaruhi kualitas ibadah yang dilakukan.

Dalam praktiknya, niat dilakukan dengan cara membayangkan dalam hati bahwa akan melaksanakan salat sunnah tarawih karena Allah SWT. Niat tersebut diucapkan secara lisan maupun tidak, namun lebih afdal jika diucapkan secara lisan. Contoh lafal niat salat tarawih adalah sebagai berikut:

Ushalli sunnatal tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala.

Dengan memahami hubungan antara niat dan tata cara tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Niat yang benar akan membuat ibadah tarawih menjadi lebih bermakna dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam tata cara tarawih. Pelaksanaan salat tarawih memiliki waktu-waktu tertentu yang harus diperhatikan agar ibadah yang dilakukan sah dan mendapatkan pahala. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait waktu dalam tata cara tarawih:

  • Awal Waktu
    Waktu awal salat tarawih adalah setelah salat isya hingga menjelang waktu salat subuh. Namun, waktu yang paling afdal untuk melaksanakan salat tarawih adalah pada sepertiga malam terakhir.
  • Akhir Waktu
    Waktu akhir salat tarawih adalah sebelum masuk waktu salat subuh. Jika salat tarawih dilaksanakan berjamaah di masjid, maka waktu akhir tarawih biasanya disesuaikan dengan waktu imsak di daerah setempat.
  • Durasi Waktu
    Durasi waktu salat tarawih bervariasi, tergantung pada jumlah rakaat yang dikerjakan. Umumnya, salat tarawih dikerjakan sebanyak 8, 16, atau 20 rakaat. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, sehingga durasi waktu salat tarawih bisa memakan waktu sekitar 30-60 menit.
  • Waktu Istirahat
    Dalam pelaksanaan salat tarawih, terdapat waktu istirahat yang disebut dengan “tasyahud awal”. Waktu istirahat ini dilakukan setelah selesai salat witir dan sebelum melanjutkan salat sunnah rawatib. Waktu istirahat ini digunakan untuk membaca doa dan dzikir.

Dengan memahami aspek waktu dalam tata cara tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Waktu yang tepat akan membuat ibadah tarawih menjadi lebih bermakna dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Tempat

Tempat merupakan salah satu aspek penting dalam tata cara tarawih yang tidak dapat dipisahkan. Pelaksanaan salat tarawih memiliki ketentuan-ketentuan tertentu terkait tempat yang harus diperhatikan agar ibadah yang dilakukan sah dan mendapatkan pahala. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait tempat dalam tata cara tarawih:

Tempat yang paling utama untuk melaksanakan salat tarawih adalah masjid atau musala. Hal ini berdasarkan pada anjuran Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk meramaikan masjid, khususnya pada bulan Ramadan. Selain itu, salat tarawih berjamaah di masjid atau musala akan mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan salat tarawih sendirian di rumah.

Namun, dalam kondisi tertentu, salat tarawih juga dapat dilaksanakan di tempat lain selain masjid atau musala. Misalnya, bagi seseorang yang sedang sakit atau memiliki uzur yang menghalangi untuk pergi ke masjid, maka diperbolehkan melaksanakan salat tarawih di rumah. Selain itu, salat tarawih juga dapat dilaksanakan di tempat-tempat umum lainnya, seperti lapangan atau gedung pertemuan, jika memang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di masjid atau musala.

Dengan memahami hubungan antara tempat dan tata cara tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Tempat yang tepat akan membuat ibadah tarawih menjadi lebih bermakna dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Jumlah Rakaat


Jumlah Rakaat merupakan salah satu aspek penting dalam tata cara pelaksanaan salat tarawih. Jumlah rakaat salat tarawih menjadi pembeda utama dengan salat sunnah lainnya. Tata cara yang benar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, yaitu salat tarawih dikerjakan dengan jumlah rakaat tertentu.

  • Jumlah Rakaat Tarawih
    Jumlah rakaat salat tarawih bervariasi, terdapat beberapa pendapat dari para ulama. Namun, yang paling umum dan diamalkan oleh mayoritas umat Islam adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat salat witir.
  • Pembagian Rakaat
    Salat tarawih dibagi menjadi dua bagian, yaitu salat tarawih yang dikerjakan berjamaah di masjid dan salat sunnah rawatib yang dikerjakan secara individu di rumah. Salat tarawih yang dikerjakan berjamaah biasanya sebanyak 8 rakaat, sedangkan salat sunnah rawatib sebanyak 12 rakaat.
  • Tata Cara Salat Tarawih
    Setiap dua rakaat salat tarawih diakhiri dengan salam, sehingga dalam satu rakaat terdapat gerakan dan bacaan-bacaan tertentu, seperti rukuk, sujud, dan membaca surah Al-Fatihah.
  • Keutamaan Jumlah Rakaat
    Jumlah rakaat dalam salat tarawih memiliki keutamaan tertentu. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, maka pahala yang didapat juga semakin besar.

Dengan memahami jumlah rakaat dalam tata cara salat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Jumlah rakaat yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW akan membuat ibadah tarawih menjadi lebih bermakna dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Tata Cara Rakaat

Tata cara rakaat merupakan bagian yang sangat penting dalam tata cara tarawih. Tata cara rakaat mengatur tentang jumlah rakaat, urutan gerakan, dan bacaan-bacaan yang dilakukan dalam salat tarawih. Tata cara rakaat ini menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan salat tarawih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Tata cara rakaat dalam salat tarawih terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Setiap bagian dari tata cara rakaat ini memiliki gerakan dan bacaan tertentu yang harus diikuti. Tata cara rakaat yang benar akan membuat salat tarawih menjadi sah dan mendapatkan pahala yang sempurna.

Memahami tata cara rakaat dalam salat tarawih memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Membantu umat Islam melaksanakan salat tarawih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
  • Menghindari kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan salat tarawih.
  • Meningkatkan kekhusyukan dan kualitas ibadah salat tarawih.

Dengan memahami tata cara rakaat dalam salat tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih baik dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Doa Setelah Salat

Doa setelah salat merupakan bagian penting dalam tata cara tarawih yang tidak boleh dilewatkan. Doa setelah salat tarawih memiliki banyak keutamaan dan manfaat, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca setelah selesai melaksanakan salat tarawih.

  • Bacaan Doa
    Bacaan doa setelah salat tarawih terdapat dalam berbagai riwayat hadis, dan terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai bacaan yang paling utama. Namun, secara umum, doa setelah salat tarawih berisi permohonan ampunan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.
  • Waktu Membaca Doa
    Waktu membaca doa setelah salat tarawih adalah setelah selesai salam terakhir. Dianjurkan untuk membaca doa dengan suara lirih dan penuh penghayatan, serta diamalkan secara istiqomah selama bulan Ramadan.
  • Keutamaan Membaca Doa
    Membaca doa setelah salat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah diampuni dosa-dosanya, dikabulkan permintaannya, dan dilindungi dari segala mara bahaya.
  • Contoh Doa
    Berikut adalah salah satu contoh doa setelah salat tarawih yang bisa diamalkan: “Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Allahumma inna nas’aluka min khayri ma sa’alaka ‘ibaduka shalihun, wa na’udzu bika min syarri masta’adza minka ‘ibaduka shalihun. Allahumma inni as’aluka ridhaka wal jannah, wa a’udzu bika min sakhatika wan naar.”

Dengan memahami aspek doa setelah salat dalam tata cara tarawih, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih baik dan khusyuk. Membaca doa setelah salat tarawih merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan, sehingga sangat disayangkan jika dilewatkan. Dengan membaca doa setelah salat tarawih, semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan mengabulkan segala permintaan kita.

Sunnah Tarawih

Dalam tata cara tarawih, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan agar ibadah tarawih menjadi lebih sempurna dan bernilai pahala yang lebih besar. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait sunnah tarawih:

  • Bacaan Al-Qur’an
    Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tadabbur menjadi salah satu sunnah tarawih. Waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur’an adalah setelah rakaat pertama dan sebelum rakaat kedua.
  • Zikir dan Doa
    Mengamalkan zikir dan doa-doa tertentu setelah salat tarawih juga termasuk sunnah tarawih. Beberapa zikir dan doa yang dianjurkan adalah membaca tasbih, tahmid, dan istighfar.
  • I’tikaf
    I’tikaf di masjid, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, juga merupakan salah satu sunnah tarawih. I’tikaf biasanya dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
  • Berjamaah
    Menjalankan salat tarawih secara berjamaah di masjid merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Salat tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan salat tarawih sendirian di rumah.

Dengan memahami dan mengamalkan sunnah-sunnah tarawih, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah tarawih mereka. Sunnah-sunnah ini akan menambah pahala dan keberkahan dalam ibadah tarawih, serta membantu memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Makmum dan Imam

Dalam tata cara tarawih, terdapat dua pihak yang berperan penting, yaitu makmum dan imam. Makmum adalah orang yang mengikuti salat di belakang imam, sedangkan imam adalah orang yang memimpin salat. Hubungan antara makmum dan imam sangat erat dan saling mempengaruhi tata cara tarawih yang dilakukan.

Peran imam sangat penting dalam tata cara tarawih. Imam bertugas memimpin jalannya salat, mulai dari niat hingga salam. Imam juga bertugas membaca doa-doa tertentu, seperti doa iftitah dan doa qunut. Makmum wajib mengikuti gerakan dan bacaan imam dengan baik. Jika imam salah dalam gerakan atau bacaan, maka makmum harus membenarkannya dengan cara mengulang gerakan atau bacaan yang benar.

Dengan demikian, hubungan antara makmum dan imam sangat penting dalam tata cara tarawih. Makmum harus mengikuti imam dengan baik, sedangkan imam harus memimpin salat dengan benar. Jika kedua pihak dapat menjalankan perannya dengan baik, maka tata cara tarawih akan berjalan dengan lancar dan khusyuk.

Hukum Tarawih

Hukum tarawih merupakan salah satu aspek penting dalam tata cara tarawih yang mengatur tentang ketentuan dan hukum pelaksanaan salat tarawih. Hukum tarawih menjadi acuan bagi umat Islam dalam melaksanakan salat tarawih sesuai dengan ajaran agama Islam.

  • Hukum Asli

    Hukum asli salat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Salat tarawih termasuk dalam kategori ibadah sunnah yang sangat ditekankan dan memiliki banyak keutamaan.

  • Pelaksanaan Berjamaah

    Pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid lebih utama dibandingkan salat tarawih sendirian di rumah. Salat tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dan pahala yang lebih berlipat ganda.

  • Jumlah Rakaat

    Jumlah rakaat salat tarawih yang paling umum diamalkan adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat salat witir. Namun, jumlah rakaat salat tarawih dapat bervariasi tergantung pada kebiasaan dan tradisi yang berlaku di suatu daerah.

Dengan memahami hukum tarawih, umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran agama Islam. Hukum tarawih menjadi pedoman dalam menentukan ketentuan dan tata cara pelaksanaan salat tarawih sehingga ibadah yang dilakukan dapat diterima dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Tata Cara Tarawih

Tata cara tarawih memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar ibadah yang dilakukan sah dan bernilai pahala. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya seputar tata cara tarawih:

Question 1: Berapa jumlah rakaat salat tarawih?

Jumlah rakaat salat tarawih yang umum diamalkan adalah 20 rakaat, termasuk 3 rakaat salat witir. Namun, jumlah rakaat dapat bervariasi tergantung pada tradisi dan kebiasaan yang berlaku di suatu daerah.

Question 2: Apa saja sunnah yang dianjurkan dalam salat tarawih?

Sunnah-sunnah yang dianjurkan dalam salat tarawih antara lain membaca Al-Qur’an setelah rakaat pertama, memperbanyak zikir dan doa setelah salat, serta melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Question 3: Apakah hukum salat tarawih?

Hukum salat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan pahala.

Question 4: Bagaimana tata cara salat tarawih berjamaah?

Salat tarawih berjamaah dilakukan dengan mengikuti gerakan dan bacaan imam. Makmum wajib mengikuti imam dengan baik, dan jika imam salah dalam gerakan atau bacaan, maka makmum harus membenarkannya.

Question 5: Apakah salat tarawih boleh dikerjakan di rumah?

Salat tarawih boleh dikerjakan di rumah, namun lebih utama jika dikerjakan secara berjamaah di masjid. Salat tarawih berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dan pahala yang lebih berlipat ganda.

Question 6: Apa keutamaan salat tarawih?

Salat tarawih memiliki banyak keutamaan, antara lain mendapatkan pahala yang berlimpah, menghapus dosa, melatih kesabaran dan ketekunan dalam beribadah, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan memahami tata cara tarawih dengan baik, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan lebih khusyuk dan bernilai pahala. Salat tarawih merupakan ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan, sehingga diharapkan setiap Muslim dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang keutamaan dan manfaat salat tarawih serta tips-tips untuk melaksanakan salat tarawih dengan lebih khusyuk.

Tips Melaksanakan Tata Cara Tarawih dengan Khusyuk

Menjalankan ibadah tarawih dengan khusyuk dan bernilai pahala memerlukan persiapan dan tips khusus. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda melaksanakan tata cara tarawih dengan lebih baik:

Tips 1: Berniat dengan Benar
Niat yang benar menjadi dasar diterimanya ibadah tarawih. Pastikan untuk berniat ikhlas karena Allah SWT dan ingin meraih pahala serta ampunan dari-Nya.

Tips 2: Berwudhu dengan Sempurna
Wudhu yang sempurna akan menyucikan diri dari hadas dan meningkatkan kekhusyukan dalam salat. Lakukan wudhu dengan tuma’ninah dan bacaan niat yang jelas.

Tips 3: Datang ke Masjid Lebih Awal
Datang lebih awal ke masjid memberikan kesempatan untuk beribadah sunnah, seperti salat sunnah rawatib dan tadarus Al-Qur’an. Hal ini juga membantu menenangkan pikiran dan mempersiapkan diri untuk salat tarawih.

Tips 4: Pilih Shaf Terdepan
Berada di shaf terdepan membantu menjaga kekhusyukan dan memudahkan mengikuti gerakan imam. Selain itu, saf terdepan juga merupakan tempat yang utama bagi jamaah laki-laki.

Tips 5: Fokus pada Gerakan dan Bacaan
Selama salat tarawih, fokuslah pada gerakan dan bacaan salat. Hindari melakukan gerakan yang berlebihan atau membaca dengan tergesa-gesa. Khusyuk dalam gerakan dan bacaan akan meningkatkan kekhusyukan dalam salat.

Tips 6: Berdoa dengan Sungguh-sungguh
Doa-doa yang dibaca setelah setiap rakaat tarawih memiliki keutamaan yang besar. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, memohon ampunan, pertolongan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Tips 7: Hindari Gangguan
Jauhkan diri dari gangguan selama salat tarawih, seperti telepon genggam atau pikiran yang mengembara. Fokuslah pada ibadah dan hadirkan hati dalam setiap gerakan dan bacaan salat.

Tips 8: Jaga Kesehatan
Menjaga kesehatan sangat penting untuk dapat melaksanakan tata cara tarawih dengan baik. Istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang sehat, dan hindari makanan yang terlalu berat sebelum salat tarawih.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan ibadah tarawih yang Anda lakukan dapat lebih khusyuk, bernilai pahala, dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Tips-tips ini sejalan dengan tata cara tarawih yang telah dibahas sebelumnya, dimana kekhusyukan dan kesungguhan dalam beribadah menjadi kunci utama.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang manfaat dan keutamaan melaksanakan salat tarawih dengan baik dan benar. Memahami manfaat dan keutamaan ini akan semakin memotivasi kita untuk melaksanakan tata cara tarawih dengan sebaik-baiknya.

Kesimpulan

Tata cara tarawih merupakan panduan penting dalam melaksanakan ibadah salat tarawih selama bulan Ramadan. Artikel ini telah mengeksplorasi berbagai aspek tata cara tarawih, mulai dari niat hingga sunnah-sunnah yang dianjurkan. Memahami tata cara tarawih dengan baik akan membantu umat Islam melaksanakan ibadah tarawih dengan sah, khusyuk, dan bernilai pahala.

Beberapa poin utama yang saling berkaitan dalam tata cara tarawih antara lain:

  1. Niat yang benar menjadi dasar diterimanya ibadah tarawih, sehingga harus diucapkan dengan ikhlas karena Allah SWT.
  2. Tata cara rakaat dalam salat tarawih memiliki ketentuan khusus, seperti jumlah rakaat, urutan gerakan, dan bacaan tertentu.
  3. Sunnah-sunnah yang dianjurkan dalam salat tarawih, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan doa, serta i’tikaf, dapat meningkatkan kualitas dan pahala ibadah tarawih.

Dengan memahami tata cara tarawih dan mengamalkannya dengan baik, umat Islam dapat meraih keutamaan dan manfaat yang luar biasa dari ibadah tarawih. Mari kita jadikan ibadah tarawih sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan hubungan kita dengan Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru