Urutan Sholat Tarawih

Nur Jannah


Urutan Sholat Tarawih

Urutan sholat tarawih adalah susunan tata cara melakukan sholat tarawih yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Sholat tarawih biasanya dilakukan berjamaah di masjid atau mushola, dan terdiri dari 8 rakaat atau 20 rakaat.

Sholat tarawih memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah islamiyah, dan melatih kesabaran. Selain itu, sholat tarawih juga memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi tradisi umat Islam selama berabad-abad.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang urutan sholat tarawih, termasuk niat, tata cara, dan doa-doa yang dibaca. Kita juga akan membahas tentang sejarah sholat tarawih dan perkembangannya hingga saat ini.

Urutan Sholat Tarawih

Urutan sholat tarawih merupakan aspek penting dalam pelaksanaan ibadah sholat tarawih. Urutan yang benar akan memastikan bahwa sholat tarawih dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat.

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Rakaat
  • Rukuk
  • Sujud
  • Tasyahud
  • Salam
  • Doa

Setiap aspek dalam urutan sholat tarawih memiliki makna dan tujuan tertentu. Niat, misalnya, menjadi syarat sahnya sholat. Takbiratul ihram menandai dimulainya sholat. Rakaat menentukan jumlah sholat yang akan dilaksanakan. Rukuk dan sujud merupakan gerakan inti dalam sholat. Tasyahud menjadi tanda bahwa sholat hampir selesai. Salam mengakhiri sholat. Dan doa menjadi penutup sholat.

Niat

Niat merupakan salah satu rukun sholat yang sangat penting. Niat adalah kehendak hati untuk melakukan ibadah sholat. Tanpa niat, maka sholat yang dilakukan tidak akan sah. Niat diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram.

Dalam sholat tarawih, niat yang diucapkan adalah sebagai berikut:

“Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Niat ini diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram rakaat pertama. Niat ini juga berlaku untuk rakaat-rakaat berikutnya.

Niat sangat penting dalam sholat tarawih karena menentukan sah atau tidaknya sholat yang dilakukan. Selain itu, niat juga menentukan jenis sholat yang dilakukan. Misalnya, jika seseorang berniat sholat witir, maka sholat yang dilakukannya adalah sholat witir, bukan sholat tarawih.

Memahami hubungan antara niat dan urutan sholat tarawih sangat penting agar sholat tarawih yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat dan diterima oleh Allah ta’ala.

Takbiratul ihram

Takbiratul ihram merupakan bagian awal dari urutan sholat tarawih. Takbiratul ihram adalah ucapan “Allahu Akbar” yang diucapkan ketika memulai sholat. Takbiratul ihram memiliki makna sebagai tanda masuknya seseorang ke dalam sholat.

Takbiratul ihram memiliki kedudukan yang sangat penting dalam urutan sholat tarawih. Takbiratul ihram menjadi penanda bahwa sholat telah dimulai. Tanpa takbiratul ihram, maka sholat tidak akan sah. Selain itu, takbiratul ihram juga menjadi pembeda antara sholat tarawih dengan ibadah lainnya.

Dalam praktiknya, takbiratul ihram diucapkan dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga. Setelah mengucapkan takbiratul ihram, maka dilanjutkan dengan membaca doa iftitah. Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al-Fatihah.

Dengan memahami hubungan antara takbiratul ihram dan urutan sholat tarawih, maka seseorang dapat melaksanakan sholat tarawih dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Takbiratul ihram menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari urutan sholat tarawih dan memiliki peran yang sangat penting.

Rakaat

Rakaat merupakan salah satu bagian terpenting dalam urutan sholat tarawih. Rakaat adalah satuan hitungan gerakan dalam sholat. Setiap rakaat terdiri dari beberapa gerakan, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.

Jumlah rakaat dalam sholat tarawih berbeda-beda, tergantung pada kebiasaan dan tradisi masing-masing daerah. Umumnya, sholat tarawih terdiri dari 8 rakaat atau 20 rakaat. Ada juga yang melaksanakan sholat tarawih dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, misalnya 36 rakaat atau 40 rakaat.

Rakaat memiliki peran yang sangat penting dalam urutan sholat tarawih. Jumlah rakaat menentukan banyaknya gerakan yang dilakukan dalam sholat. Selain itu, jumlah rakaat juga mempengaruhi waktu pelaksanaan sholat tarawih. Misalnya, sholat tarawih dengan 8 rakaat akan lebih cepat selesai dibandingkan dengan sholat tarawih dengan 20 rakaat.

Memahami hubungan antara rakaat dan urutan sholat tarawih sangat penting agar sholat tarawih yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan memahami hubungan ini, maka seseorang dapat melaksanakan sholat tarawih dengan benar dan khusyuk.

Rukuk

Rukuk merupakan salah satu gerakan dalam urutan sholat tarawih yang memiliki makna dan tujuan tertentu. Rukuk dilakukan dengan cara membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai. Dalam sholat tarawih, rukuk dilakukan setelah membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek.

  • Posisi Rukuk
    Dalam rukuk, posisi badan harus tegak lurus, kepala sejajar dengan punggung, dan pandangan diarahkan ke arah ujung kaki. Kedua tangan diletakkan di atas lutut, dengan jari-jari tangan terbuka.
  • Bacaan Rukuk
    Saat rukuk, dianjurkan untuk membaca bacaan tasbih, yaitu “Subhana Rabbiyal ‘Azhim” sebanyak tiga kali. Selain itu, bisa juga membaca doa-doa lainnya yang sesuai dengan sunnah.
  • Tumakninah Rukuk
    Tumakninah rukuk adalah diam sejenak dalam posisi rukuk untuk merasakan kekhusyukan dan kerendahan diri di hadapan Allah SWT.
  • I’tidal
    Setelah tumakninah rukuk, maka dilakukan i’tidal, yaitu berdiri tegak kembali seperti pada posisi awal sholat.

Rukuk memiliki beberapa manfaat dan keutamaan, di antaranya adalah melatih sikap rendah hati, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan melatih kesabaran. Dengan memahami dan melaksanakan rukuk dengan benar, maka sholat tarawih yang dilakukan akan lebih sempurna dan bermakna.

Sujud

Sujud merupakan salah satu gerakan terpenting dalam urutan sholat tarawih yang memiliki makna dan keutamaan yang besar. Sujud dilakukan dengan meletakkan dahi, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai atau tempat sujud.

  • Posisi Sujud
    Posisi sujud yang benar adalah dahi menempel di lantai atau tempat sujud, kedua tangan diletakkan di samping telinga dengan jari-jari tangan terbuka menghadap kiblat, kedua lutut dan kedua ujung kaki ditegakkan, serta perut tidak menempel di paha.
  • Bacaan Sujud
    Saat sujud, dianjurkan untuk membaca bacaan tasbih, yaitu “Subhana Rabbiyal A’la” sebanyak tiga kali. Selain itu, bisa juga membaca doa-doa lainnya yang sesuai dengan sunnah, seperti “Allahummaghfirli” (Ya Allah, ampunilah aku).
  • Tumakninah Sujud
    Tumakninah sujud adalah diam sejenak dalam posisi sujud untuk merasakan kekhusyukan dan kerendahan diri di hadapan Allah SWT.
  • I’tidal
    Setelah tumakninah sujud, maka dilakukan i’tidal, yaitu duduk di antara dua sujud dengan posisi badan tegak dan kedua tangan diletakkan di atas paha.

Sujud memiliki banyak manfaat dan keutamaan, di antaranya adalah melatih sikap rendah hati, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan melatih kesabaran. Selain itu, sujud juga dapat membantu menghilangkan rasa lelah dan pegal pada otot-otot tubuh. Dengan memahami dan melaksanakan sujud dengan benar, maka sholat tarawih yang dilakukan akan lebih sempurna dan bermakna.

Tasyahud

Tasyahud merupakan salah satu bagian penting dalam urutan sholat tarawih. Tasyahud dilakukan setelah rakaat kedua dan keempat, sebelum salam. Tasyahud memiliki makna sebagai pengakuan dan persaksian terhadap keesaan Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Tasyahud memiliki peran yang sangat penting dalam urutan sholat tarawih. Tasyahud menjadi penanda bahwa sholat hampir selesai. Selain itu, tasyahud juga berfungsi sebagai doa dan permohonan kepada Allah SWT. Dalam tasyahud, terdapat beberapa doa yang dibaca, di antaranya adalah doa untuk Nabi Muhammad SAW, doa untuk keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW, doa untuk kaum muslimin dan muslimat, serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan.

Memahami hubungan antara tasyahud dan urutan sholat tarawih sangat penting agar sholat tarawih yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan memahami hubungan ini, maka seseorang dapat melaksanakan sholat tarawih dengan benar dan khusyuk.

Salam

Salam merupakan salah satu bagian penting dalam urutan sholat tarawih. Salam memiliki makna sebagai tanda berakhirnya sholat dan sekaligus doa keselamatan dan kesejahteraan bagi yang melaksanakannya.

  • Lafadz Salam
    Lafadz salam yang diucapkan dalam sholat tarawih adalah “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” yang artinya “Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah terlimpah kepada kalian”.
  • Posisi Salam
    Salam diucapkan dengan cara menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan lafadz salam.
  • Hukum Salam
    Salam hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
  • Implikasi Salam
    Salam dalam sholat tarawih memiliki implikasi sebagai tanda berakhirnya sholat dan sekaligus doa keselamatan dan kesejahteraan bagi yang melaksanakannya.

Dengan memahami dan melaksanakan salam dengan benar, maka sholat tarawih yang dilakukan akan lebih sempurna dan bermakna. Salam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari urutan sholat tarawih dan memiliki peran yang sangat penting.

Doa

Doa merupakan bagian penting dalam urutan sholat tarawih. Doa dipanjatkan setelah salam dan berfungsi sebagai penutup sholat. Doa dalam sholat tarawih memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk memohon ampunan, keberkahan, dan keselamatan.

  • Bacaan Doa
    Terdapat beberapa bacaan doa yang bisa dibaca setelah salam dalam sholat tarawih, di antaranya adalah doa qunut, doa witir, dan doa lainnya yang sesuai dengan sunnah.
  • Keutamaan Doa
    Doa setelah salam memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Doa yang paling didengar adalah doa setelah salam.” (HR. Tirmidzi)
  • Implikasi Doa
    Doa setelah salam dalam sholat tarawih memiliki implikasi sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT dan sebagai sarana untuk memohon ampunan, keberkahan, dan keselamatan.
  • Kesunahan Doa
    Membaca doa setelah salam dalam sholat tarawih hukumnya sunnah. Namun, sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena memiliki banyak manfaat dan keutamaan.

Dengan memahami dan melaksanakan doa setelah salam dengan benar, maka sholat tarawih yang dilakukan akan lebih sempurna dan bermakna. Doa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari urutan sholat tarawih dan memiliki peran yang sangat penting.

Tanya Jawab tentang Urutan Sholat Tarawih

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan mengenai urutan sholat tarawih:

Pertanyaan 1: Berapa jumlah rakaat dalam sholat tarawih?

Jawaban: Jumlah rakaat dalam sholat tarawih berbeda-beda, tergantung pada kebiasaan dan tradisi masing-masing daerah. Umumnya, sholat tarawih terdiri dari 8 rakaat atau 20 rakaat.

Pertanyaan 2: Bagaimana posisi rukuk dalam sholat tarawih?

Jawaban: Rukuk dalam sholat tarawih dilakukan dengan cara membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai. Kepala sejajar dengan punggung, dan pandangan diarahkan ke arah ujung kaki. Kedua tangan diletakkan di atas lutut, dengan jari-jari tangan terbuka.

Pertanyaan 3: Apa bacaan yang dibaca saat sujud dalam sholat tarawih?

Jawaban: Saat sujud dalam sholat tarawih, dianjurkan untuk membaca bacaan tasbih, yaitu “Subhana Rabbiyal A’la” sebanyak tiga kali. Selain itu, bisa juga membaca doa-doa lainnya yang sesuai dengan sunnah.

Pertanyaan 4: Apa makna tasyahud dalam sholat tarawih?

Jawaban: Tasyahud dalam sholat tarawih memiliki makna sebagai pengakuan dan persaksian terhadap keesaan Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara mengucapkan salam dalam sholat tarawih?

Jawaban: Salam dalam sholat tarawih diucapkan dengan cara menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan lafadz salam, yaitu “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Pertanyaan 6: Apa keutamaan membaca doa setelah salam dalam sholat tarawih?

Jawaban: Doa setelah salam dalam sholat tarawih memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Doa yang paling didengar adalah doa setelah salam.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah beberapa tanya jawab tentang urutan sholat tarawih. Semoga bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang tata cara sholat tarawih yang benar.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah dan manfaat sholat tarawih. Mari kita simak bersama.

Tips Melaksanakan Sholat Tarawih dengan Benar

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu kita melaksanakan sholat tarawih dengan benar dan khusyuk:

1. Niatkan dengan Benar
Niatkan sholat tarawih karena Allah SWT dan mengharap ridha-Nya.

2. Berwudhu dengan Sempurna
Berwudhulah dengan sempurna sebelum melaksanakan sholat tarawih.

3. Khusyuk dan Fokus
Berusahalah untuk khusyuk dan fokus selama melaksanakan sholat tarawih. Hindari pikiran-pikiran yang mengganggu.

4. Perhatikan Bacaan dan Gerakan
Bacalah surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil dan jelas. Lakukan gerakan-gerakan sholat dengan benar dan sempurna.

5. Berjamaah
Sebisa mungkin, laksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid atau mushola. Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar.

6. Berdoa dengan Sungguh-Sungguh
Setelah salam, panjatkan doa-doa dengan sungguh-sungguh. Mohon ampunan, keberkahan, dan keselamatan dari Allah SWT.

7. Jaga Kekhusyukan
Jaga kekhusyukan selama melaksanakan sholat tarawih. Hindari berbicara atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan orang lain.

8. Menjaga Waktu
Datanglah ke masjid atau mushola tepat waktu agar tidak ketinggalan rakaat pertama sholat tarawih.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Insya Allah kita dapat melaksanakan sholat tarawih dengan benar dan khusyuk, sehingga memperoleh pahala dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT.

Tips-tips di atas merupakan langkah awal untuk melaksanakan sholat tarawih dengan baik. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah dan manfaat sholat tarawih, serta bagaimana agar sholat tarawih yang kita laksanakan dapat diterima oleh Allah SWT.

Kesimpulan

Urutan sholat tarawih merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah sholat tarawih. Urutan yang benar akan memastikan bahwa sholat tarawih dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat. Ada beberapa bagian penting dalam urutan sholat tarawih, yaitu niat, takbiratul ihram, rakaat, rukuk, sujud, tasyahud, salam, dan doa.

Setiap bagian dalam urutan sholat tarawih memiliki makna dan tujuan tertentu. Niat, misalnya, menjadi syarat sahnya sholat. Takbiratul ihram menandai dimulainya sholat. Rakaat menentukan jumlah sholat yang akan dilaksanakan. Rukuk dan sujud merupakan gerakan inti dalam sholat. Tasyahud menjadi tanda bahwa sholat hampir selesai. Salam mengakhiri sholat. Dan doa menjadi penutup sholat.

Memahami urutan sholat tarawih dengan benar akan membantu kita melaksanakan sholat tarawih dengan baik dan khusyuk, sehingga memperoleh pahala dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT. Mari kita laksanakan sholat tarawih dengan benar dan khusyuk, sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah SWT.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Artikel Terbaru