Panduan Lengkap Zakat dalam Islam: Rukun Penting untuk Ketaatan

Nur Jannah


Panduan Lengkap Zakat dalam Islam: Rukun Penting untuk Ketaatan

Zakat adalah rukun Islam yang ke-3, yaitu mengeluarkan sebagian harta tertentu untuk diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Zakat wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki harta yang mencapai nisab dan telah melewati haul.

Zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi yang mengeluarkan maupun yang menerima. Bagi yang mengeluarkan zakat, zakat dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak. Selain itu, zakat juga dapat mendatangkan keberkahan dan pahala bagi yang mengeluarkannya. Bagi yang menerima zakat, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka dan meringankan beban ekonomi yang mereka hadapi.

Dalam sejarah Islam, zakat telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pada masa Rasulullah SAW, zakat dikumpulkan dan dikelola oleh negara. Namun, setelah masa Rasulullah SAW, pengelolaan zakat diserahkan kepada masing-masing individu. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan dan memastikan bahwa zakat benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya.

Zakat adalah Rukun Islam yang Ke

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang sangat penting. Ada banyak aspek penting yang terkait dengan zakat, di antaranya:

  • Kewajiban
  • Syarat
  • Jenis
  • Nisab
  • Waktu
  • Cara
  • Manfaat
  • Hikmah
  • Sejarah
  • Perkembangan

Setiap aspek zakat ini saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam pelaksanaan zakat. Misalnya, syarat wajib zakat harus dipenuhi terlebih dahulu agar seseorang diwajibkan membayar zakat. Jenis zakat yang dibayarkan juga berbeda-beda, tergantung pada jenis harta yang dimiliki. Nisab zakat menentukan batas minimal harta yang wajib dizakati. Waktu pembayaran zakat juga telah ditentukan, yaitu pada saat harta telah mencapai nisab dan telah melewati haul. Cara pembayaran zakat juga harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Manfaat zakat sangat besar, baik bagi yang membayar maupun yang menerima. Hikmah zakat adalah untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak. Sejarah zakat dapat ditelusuri sejak zaman Nabi Muhammad SAW, dan terus berkembang hingga sekarang.

Kewajiban

Kewajiban zakat adalah suatu keharusan bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Kewajiban zakat ini merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting dan memiliki banyak manfaat, baik bagi yang mengeluarkan maupun yang menerima.

  • Syarat Wajib Zakat

    Syarat wajib zakat meliputi beragama Islam, baligh, berakal, merdeka, memiliki harta yang mencapai nisab, dan harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun (haul).

  • Jenis-Jenis Harta yang Wajib Dizakati

    Jenis-jenis harta yang wajib dizakati antara lain emas, perak, uang, hasil pertanian, hasil perniagaan, hasil pertambangan, dan hasil peternakan.

  • Waktu Pembayaran Zakat

    Waktu pembayaran zakat adalah ketika harta telah mencapai nisab dan telah melewati haul. Namun, untuk zakat fitrah, waktu pembayarannya adalah pada bulan Ramadhan sebelum shalat Idul Fitri.

  • Cara Pembayaran Zakat

    Cara pembayaran zakat adalah dengan menyerahkan harta yang wajib dizakati kepada lembaga amil zakat atau langsung kepada mereka yang berhak menerimanya.

Dengan memahami kewajiban zakat, setiap muslim dapat menjalankan ibadah zakat dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama umat manusia.

Syarat

Syarat wajib zakat merupakan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang muslim agar diwajibkan untuk mengeluarkan zakat. Syarat-syarat ini ditetapkan untuk memastikan bahwa zakat hanya dikeluarkan oleh mereka yang benar-benar mampu dan layak.

  • Islam

    Syarat pertama dan utama wajib zakat adalah beragama Islam. Zakat merupakan ibadah khusus bagi umat Islam dan tidak diwajibkan bagi non-muslim.

  • Baligh

    Syarat kedua wajib zakat adalah baligh, yaitu telah mencapai usia dewasa. Zakat tidak diwajibkan bagi anak-anak yang belum baligh.

  • Berakal

    Syarat ketiga wajib zakat adalah berakal. Zakat tidak diwajibkan bagi orang yang gila atau mengalami gangguan jiwa.

  • Merdeka

    Syarat keempat wajib zakat adalah merdeka. Zakat tidak diwajibkan bagi budak atau hamba sahaya.

Keempat syarat wajib zakat ini saling berkaitan dan harus dipenuhi secara bersamaan. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka seseorang tidak diwajibkan untuk mengeluarkan zakat. Memahami syarat wajib zakat sangat penting untuk memastikan bahwa zakat hanya dikeluarkan oleh mereka yang benar-benar wajib dan layak menerimanya.

Jenis

Jenis zakat sangat erat kaitannya dengan zakat sebagai rukun Islam yang ke-3. Zakat terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada jenis harta yang dimiliki oleh seorang muslim. Jenis-jenis zakat tersebut antara lain:

  • Zakat maal (harta)
  • Zakat fitrah
  • Zakat pertanian
  • Zakat perniagaan
  • Zakat peternakan
  • Zakat emas dan perak
  • Zakat rikaz (harta temuan)

Setiap jenis zakat memiliki ketentuan dan perhitungan yang berbeda-beda. Misalnya, zakat maal dikenakan pada harta yang telah mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun (haul), sedangkan zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang telah baligh dan berakal pada bulan Ramadhan sebelum shalat Idul Fitri.

Memahami jenis-jenis zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan mengeluarkan zakat sesuai dengan jenis hartanya, seorang muslim telah memenuhi salah satu rukun Islam dan sekaligus menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama umat manusia.

Nisab

Nisab merupakan salah satu aspek penting dalam zakat. Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Harta yang telah mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun (haul) wajib dizakati. Nisab berbeda-beda untuk setiap jenis harta, sehingga setiap muslim perlu mengetahui nisab untuk harta yang dimilikinya.

  • Nisab Emas dan Perak

    Nisab emas adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram emas. Sedangkan nisab perak adalah 200 dirham atau setara dengan 595 gram perak.

  • Nisab Uang

    Nisab uang adalah setara dengan nisab emas, yaitu 85 gram emas. Uang yang telah mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun wajib dizakati.

  • Nisab Hasil Pertanian

    Nisab hasil pertanian adalah 5 wasaq atau setara dengan 653 kilogram. Hasil pertanian yang telah mencapai nisab wajib dizakati.

  • Nisab Hasil Perniagaan

    Nisab hasil perniagaan adalah setara dengan nisab emas, yaitu 85 gram emas. Barang dagangan yang telah mencapai nisab dan telah diperjualbelikan selama satu tahun wajib dizakati.

Memahami nisab sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan benar. Dengan mengetahui nisab untuk setiap jenis harta, seorang muslim dapat memastikan bahwa ia telah mengeluarkan zakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Zakat yang dikeluarkan sesuai dengan nisab akan mendatangkan keberkahan dan pahala bagi yang mengeluarkannya.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam zakat. Waktu terkait dengan kapan zakat wajib dikeluarkan dan sampai kapan batas akhir pembayaran zakat. Memahami waktu pembayaran zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan benar dan tepat waktu.

  • Waktu Wajib Zakat

    Waktu wajib zakat adalah ketika harta telah mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun (haul). Pada saat inilah zakat wajib dikeluarkan.

  • Waktu Pembayaran Zakat

    Waktu pembayaran zakat adalah secepatnya setelah zakat wajib dikeluarkan. Semakin cepat zakat dibayarkan, semakin baik. Namun, batas akhir pembayaran zakat adalah sebelum masuk waktu shalat Idul Fitri bagi zakat fitrah dan sebelum habis tahun haul bagi zakat maal.

  • Waktu Pengumpulan Zakat

    Waktu pengumpulan zakat biasanya dilakukan sebelum waktu pembayaran zakat. Hal ini dilakukan agar zakat dapat dikelola dan didistribusikan dengan baik kepada mereka yang berhak menerimanya.

  • Waktu Pendistribusian Zakat

    Waktu pendistribusian zakat adalah setelah zakat terkumpul. Zakat harus segera didistribusikan kepada mereka yang berhak menerimanya agar manfaat zakat dapat segera dirasakan.

Memahami waktu terkait zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan baik dan benar. Dengan mengeluarkan zakat tepat waktu, seorang muslim telah menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama umat manusia dan sekaligus memenuhi salah satu rukun Islam.

Cara

Cara pembayaran zakat merupakan salah satu aspek penting dalam zakat. Cara pembayaran zakat yang benar akan memastikan bahwa zakat sampai kepada yang berhak dan dapat dimanfaatkan dengan baik.

  • Pembayaran Langsung

    Cara pembayaran zakat yang paling utama adalah dengan membayar langsung kepada mereka yang berhak menerimanya. Cara ini dilakukan dengan mendatangi langsung orang yang membutuhkan atau melalui lembaga amil zakat.

  • Pembayaran Tidak Langsung

    Cara pembayaran zakat lainnya adalah dengan membayar melalui lembaga amil zakat. Lembaga amil zakat akan mengelola dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerimanya.

  • Pembayaran Kolektif

    Cara pembayaran zakat juga dapat dilakukan secara kolektif. Beberapa orang dapat mengumpulkan zakat mereka dan kemudian menyalurkannya melalui lembaga amil zakat atau langsung kepada mereka yang berhak menerimanya.

  • Pembayaran Online

    Di era digital seperti sekarang, pembayaran zakat juga dapat dilakukan secara online. Banyak lembaga amil zakat menyediakan layanan pembayaran zakat online yang memudahkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya.

Memahami cara pembayaran zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan benar. Dengan memilih cara pembayaran yang tepat, zakat dapat disalurkan dengan mudah dan tepat sasaran, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh mereka yang berhak menerimanya.

Manfaat

Zakat tidak hanya merupakan kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki banyak manfaat, baik bagi yang mengeluarkan maupun yang menerima zakat. Manfaat zakat sangat terasa dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga zakat menjadi salah satu pilar penting dalam sistem ekonomi Islam.

Manfaat zakat bagi yang mengeluarkan zakat adalah dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak. Zakat juga dapat mendatangkan keberkahan dan pahala bagi yang mengeluarkannya. Selain itu, zakat juga dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial bagi yang mengeluarkannya.

Manfaat zakat bagi yang menerima zakat juga sangat besar. Zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka yang kekurangan, meringankan beban ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Zakat juga dapat membantu memutus mata rantai kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Memahami manfaat zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan ikhlas dan penuh kesadaran. Dengan mengeluarkan zakat, seorang muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agamanya, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Hikmah

Dalam ajaran Islam, zakat memiliki hikmah atau kebijaksanaan yang mendalam. Hikmah ini menjadi alasan mengapa zakat menjadi salah satu rukun Islam yang sangat penting. Berikut adalah beberapa hikmah zakat:

  • Membersihkan Harta dan Jiwa

    Zakat dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak. Dengan mengeluarkan sebagian hartanya, seorang muslim dapat melatih diri untuk lebih dermawan dan tidak terikat dengan harta duniawi.

  • Mempererat Ukhuwah Islamiah

    Zakat mempererat ukhuwah atau persaudaraan sesama muslim. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya akan membantu memenuhi kebutuhan orang miskin, sehingga tercipta keseimbangan ekonomi dan sosial dalam masyarakat muslim.

  • Menjaga Keseimbangan Sosial

    Zakat membantu menjaga keseimbangan sosial dengan mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Zakat dapat mencegah terjadinya kesenjangan sosial yang ekstrem yang dapat memicu konflik dan ketidakstabilan.

  • Menumbuhkan Rasa Syukur

    Zakat menumbuhkan rasa syukur bagi yang mengeluarkan maupun yang menerima zakat. Bagi yang mengeluarkan zakat, zakat menjadi pengingat atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Bagi yang menerima zakat, zakat menjadi bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah SWT.

Hikmah-hikmah zakat ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya sekedar ibadah finansial, tetapi juga memiliki dampak yang luas bagi kehidupan individu dan masyarakat. Dengan memahami hikmah zakat, setiap muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Sejarah

Sejarah zakat merupakan bagian penting dalam memahami kewajiban zakat sebagai rukun Islam yang ketiga. Sejarah zakat memberikan konteks tentang bagaimana zakat telah dipraktikkan sejak zaman dahulu hingga sekarang, serta perkembangannya sepanjang waktu.

  • Zakat pada Masa Rasulullah SAW

    Pada masa Rasulullah SAW, zakat dikumpulkan dan dikelola oleh negara. Zakat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membantu fakir miskin, anak yatim, dan para pejuang di jalan Allah.

  • Zakat pada Masa Khulafaur Rasyidin

    Setelah masa Rasulullah SAW, pengelolaan zakat diserahkan kepada masing-masing individu. Namun, negara tetap memiliki peran dalam mengawasi dan memastikan bahwa zakat disalurkan dengan benar.

  • Zakat pada Masa Kerajaan Islam

    Pada masa kerajaan Islam, zakat menjadi sumber pendapatan negara yang penting. Zakat digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintahan, seperti pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

  • Zakat pada Masa Modern

    Di era modern, zakat telah mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai lembaga amil zakat didirikan untuk mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat. Zakat juga dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Sejarah zakat menunjukkan bahwa zakat telah menjadi bagian integral dari ajaran Islam sejak zaman dahulu. Zakat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman, sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi umat manusia.

Perkembangan

Perkembangan zakat merupakan aspek penting dalam memahami kewajiban zakat sebagai rukun Islam yang ketiga. Perkembangan zakat menunjukkan bagaimana zakat telah beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan terus memberikan manfaat yang luas bagi umat manusia.

  • Perkembangan Lembaga Amil Zakat

    Seiring berkembangnya zaman, lembaga amil zakat semakin berkembang pesat. Lembaga-lembaga ini memiliki peran penting dalam mengelola dan mendistribusikan zakat secara efektif dan efisien.

  • Perkembangan Program Pemberdayaan

    Zakat tidak hanya digunakan untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program-program ini bertujuan untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraannya.

  • Perkembangan Teknologi

    Teknologi juga berperan dalam perkembangan zakat. Berbagai platform online memudahkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya. Selain itu, teknologi juga digunakan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat.

  • Perkembangan Regulasi

    Dalam beberapa negara, pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait zakat. Regulasi ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat.

Perkembangan zakat menunjukkan bahwa zakat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Perkembangan ini memastikan bahwa zakat tetap menjadi ibadah yang relevan dan bermanfaat bagi umat manusia. Zakat tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Zakat

Bagian ini akan menyajikan beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering ditanyakan mengenai zakat. Pertanyaan-pertanyaan ini dipilih berdasarkan hal-hal yang menjadi perhatian umum dan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

Pertanyaan 1: Apa saja syarat wajib zakat?

Jawaban: Syarat wajib zakat meliputi beragama Islam, baligh, berakal, merdeka, memiliki harta yang mencapai nisab, dan harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun (haul).

Pertanyaan 2: Kapan waktu pembayaran zakat?

Jawaban: Waktu pembayaran zakat adalah ketika harta telah mencapai nisab dan telah melewati haul. Namun, untuk zakat fitrah, waktu pembayarannya adalah pada bulan Ramadhan sebelum shalat Idul Fitri.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara menghitung nisab zakat?

Jawaban: Nisab zakat berbeda-beda untuk setiap jenis harta. Misalnya, nisab emas adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram emas.

Pertanyaan 4: Apakah zakat harus dibayarkan langsung kepada yang berhak?

Jawaban: Zakat dapat dibayarkan langsung kepada mereka yang berhak menerimanya atau melalui lembaga amil zakat.

Pertanyaan 5: Apa saja manfaat zakat?

Jawaban: Manfaat zakat sangat banyak, baik bagi yang mengeluarkan maupun yang menerima. Zakat dapat membersihkan harta dan jiwa, mendatangkan keberkahan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan sosial.

Pertanyaan 6: Bagaimana perkembangan zakat di era modern?

Jawaban: Di era modern, zakat telah mengalami perkembangan yang pesat. Lembaga amil zakat semakin berkembang dan menggunakan teknologi untuk memudahkan masyarakat menyalurkan zakatnya. Selain itu, zakat juga dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Demikianlah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar zakat. Memahami pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa kita dapat melaksanakan kewajiban zakat dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang hikmah dan sejarah zakat.

Lanjut ke bagian selanjutnya >

Tip untuk Mengoptimalkan Pembayaran Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang penting. Bagi umat Islam yang mampu, membayar zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Untuk mengoptimalkan pembayaran zakat, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tip 1: Hitung Nisab dengan Benar

Sebelum membayar zakat, pastikan untuk menghitung nisab dengan benar. Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Nisab berbeda-beda tergantung jenis hartanya, seperti emas, perak, atau uang.

Tip 2: Catat Transaksi Keuangan

Untuk memudahkan penghitungan zakat, catatlah semua transaksi keuangan yang masuk dan keluar. Catatan ini akan membantu Anda mengetahui jumlah harta yang dimiliki dan apakah sudah mencapai nisab.

Tip 3: Pilih Lembaga Amil Zakat Terpercaya

Jika Anda tidak ingin menyalurkan zakat secara langsung, pilihlah lembaga amil zakat yang terpercaya. Lembaga amil zakat akan mengelola dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak dengan baik dan tepat sasaran.

Tip 4: Manfaatkan Teknologi

Di era digital seperti sekarang, banyak lembaga amil zakat yang menyediakan layanan pembayaran zakat online. Manfaatkan teknologi ini untuk memudahkan Anda menyalurkan zakat.

Tip 5: Berniat Ikhlas

Dalam membayar zakat, niat yang ikhlas sangat penting. Bayarlah zakat bukan karena terpaksa, melainkan karena kesadaran dan keikhlasan untuk berbagi dengan sesama.

Dengan mengoptimalkan pembayaran zakat, Anda tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Zakat yang disalurkan dengan baik dapat membantu mengurangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan membawa keberkahan bagi semua.

Lanjut ke bagian kesimpulan >

Kesimpulan

Pembahasan mengenai “Zakat adalah Rukun Islam yang Ke” memberikan banyak wawasan penting. Pertama, zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi yang mengeluarkan maupun yang menerima. Zakat dapat membersihkan harta dan jiwa, mendatangkan keberkahan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Kedua, zakat memiliki sejarah yang panjang dan telah mengalami perkembangan yang pesat di era modern. Ketiga, untuk mengoptimalkan pembayaran zakat, diperlukan perhitungan nisab yang benar, pemilihan lembaga amil zakat yang terpercaya, dan pemanfaatan teknologi.

Zakat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Zakat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga instrumen penting dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, setiap muslim yang mampu berkewajiban untuk mengeluarkan zakat dengan ikhlas dan penuh kesadaran. Dengan menyalurkan zakat secara optimal, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru