Panduan Zakat Rikaz: Pengertian, Cara Menghitung, dan Manfaatnya

Nur Jannah


Panduan Zakat Rikaz: Pengertian, Cara Menghitung, dan Manfaatnya

Zakat rikaz adalah zakat yang dikenakan pada harta yang diperoleh dari hasil tambang, baik berupa emas, perak, maupun mineral lainnya. Misalnya, jika seseorang menemukan emas di tanah miliknya, maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari nilai emas tersebut.

Zakat rikaz memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah untuk membersihkan harta, membantu fakir miskin, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, zakat rikaz juga memiliki sejarah yang panjang. Dalam Islam, zakat rikaz pertama kali diwajibkan pada masa . Kala itu, kaum muslimin memperoleh banyak harta rampasan perang, sehingga Khalifah Abu Bakar menetapkan zakat rikaz untuk mendistribusikan harta tersebut secara adil.

Demikian penjelasan mengenai zakat rikaz. Selanjutnya, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang cara perhitungan zakat rikaz, jenis-jenis harta yang dikenai zakat rikaz, dan hikmah di balik pensyariatan zakat rikaz.

Zakat Rikaz Adalah

Zakat rikaz merupakan salah satu jenis zakat yang memiliki beberapa aspek penting untuk dipahami. Berikut adalah 9 aspek kunci terkait zakat rikaz:

  • Dasar hukum
  • Pengertian
  • Jenis
  • Nishab
  • Waktu
  • Tempat
  • Cara menghitung
  • Manfaat
  • Hukum

Memahami aspek-aspek ini sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan zakat rikaz. Misalnya, mengetahui dasar hukum zakat rikaz akan memperkuat pemahaman mengenai kewajiban mengeluarkan zakat. Sementara itu, memahami pengertian zakat rikaz akan membantu membedakannya dengan jenis zakat lainnya. Dengan memahami berbagai aspek ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan kewajiban zakat rikaz dengan baik dan benar.

Dasar Hukum Zakat Rikaz

Dasar hukum zakat rikaz sangat penting untuk dipahami karena menjadi landasan kewajiban umat Islam dalam mengeluarkan zakat ini. Dasar hukum tersebut tercantum dalam beberapa sumber, di antaranya adalah:

  • Al-Qur’an

    Dalam Al-Qur’an, zakat rikaz disebutkan dalam Surat At-Taubah ayat 60, yang artinya: “Dan dari harta rampasan (fai-fai) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka (seperlima) adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan.”

  • Hadis

    Beberapa hadis juga diriwayatkan mengenai zakat rikaz, di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, yang artinya: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada zakat kecuali pada emas dan perak’.” Hadis ini menunjukkan bahwa zakat rikaz hanya wajib dikeluarkan dari harta berupa emas dan perak.

  • Ijma’ Ulama

    Para ulama sepakat (ijma’) bahwa zakat rikaz hukumnya wajib dikeluarkan bagi setiap muslim yang memiliki harta yang memenuhi nisab dan syarat-syarat lainnya.

Dengan demikian, dasar hukum zakat rikaz sangat jelas dan kuat, sehingga kewajiban mengeluarkan zakat ini menjadi suatu perkara yang tidak dapat diabaikan oleh umat Islam. Zakat rikaz merupakan salah satu bentuk ibadah mali yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Pengertian Zakat Rikaz

Pengertian zakat rikaz merupakan aspek penting untuk memahami kewajiban mengeluarkan zakat ini. Secara umum, zakat rikaz adalah zakat yang dikenakan pada harta yang diperoleh dari hasil tambang, baik berupa emas, perak, maupun mineral lainnya. Harta yang dimaksud dalam hal ini adalah harta yang ditemukan terpendam di dalam bumi, bukan harta hasil pengelolaan atau pengolahan. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait pengertian zakat rikaz:

  • Sumber Harta

    Zakat rikaz hanya dikenakan pada harta yang diperoleh dari hasil tambang yang ditemukan terpendam di dalam bumi. Harta hasil tambang yang dimaksud meliputi emas, perak, dan mineral lainnya yang memiliki nilai.

  • Bentuk Harta

    Harta yang dikenai zakat rikaz haruslah harta yang memiliki bentuk fisik, seperti emas batangan, perak koin, atau mineral dalam bentuk bongkahan. Harta yang tidak memiliki bentuk fisik, seperti saham atau obligasi, tidak termasuk dalam kategori harta yang dikenai zakat rikaz.

  • Cara Memperoleh

    Zakat rikaz hanya dikenakan pada harta yang diperoleh dari hasil penemuan, bukan harta yang diperoleh melalui warisan, hadiah, atau cara lainnya. Harta yang diperoleh dari hasil penambangan juga tidak termasuk dalam kategori harta yang dikenai zakat rikaz.

  • Nilai Harta

    Zakat rikaz hanya dikenakan pada harta yang telah mencapai nisab tertentu. Nisab zakat rikaz adalah senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harganya.

Memahami pengertian zakat rikaz dengan baik akan membantu masyarakat untuk menentukan apakah harta yang mereka miliki termasuk ke dalam kategori harta yang dikenai zakat rikaz atau tidak. Dengan demikian, kewajiban zakat rikaz dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Jenis

Jenis zakat rikaz merupakan aspek penting untuk memahami kewajiban mengeluarkan zakat ini. Secara umum, zakat rikaz terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Rikaz Mu’ad

    Rikaz mu’ad adalah harta karun yang terpendam di dalam bumi yang tidak diketahui pemiliknya dan tidak memiliki tanda-tanda kepemilikan. Harta jenis ini menjadi milik negara dan dikelola oleh pemerintah untuk kepentingan umat Islam.

  • Rikaz Maliki

    Rikaz maliki adalah harta karun yang terpendam di dalam bumi yang diketahui pemiliknya atau memiliki tanda-tanda kepemilikan. Harta jenis ini wajib dizakati oleh pemiliknya dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain itu, dalam beberapa pendapat ulama, zakat rikaz juga dibedakan berdasarkan jenis hartanya, yaitu:

  • Zakat Emas dan Perak

    Zakat emas dan perak merupakan jenis zakat rikaz yang paling umum. Nisab zakat emas adalah senilai 85 gram emas murni, sedangkan nisab zakat perak adalah senilai 225 gram perak murni.

  • Zakat Mineral

    Zakat mineral dikenakan pada harta yang diperoleh dari hasil tambang mineral selain emas dan perak, seperti tembaga, besi, dan batu bara. Nisab zakat mineral bervariasi tergantung pada jenis mineralnya.

Memahami jenis-jenis zakat rikaz sangat penting untuk menentukan kewajiban zakat yang harus dikeluarkan. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan kewajiban zakat rikaz dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Nishab

Nishab merupakan salah satu aspek penting dalam zakat rikaz. Nishab adalah batas minimal harta yang mewajibkan seseorang untuk mengeluarkan zakat. Dalam konteks zakat rikaz, nishab ditentukan berdasarkan jenis harta yang ditemukan.

  • Nishab Emas

    Nishab zakat emas adalah senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harganya. Jika seseorang menemukan emas yang nilainya mencapai atau lebih dari 85 gram emas murni, maka ia wajib mengeluarkan zakat rikaz.

  • Nishab Perak

    Nishab zakat perak adalah senilai 225 gram perak murni atau setara dengan harganya. Jika seseorang menemukan perak yang nilainya mencapai atau lebih dari 225 gram perak murni, maka ia wajib mengeluarkan zakat rikaz.

  • Nishab Mineral

    Nishab zakat mineral bervariasi tergantung pada jenis mineralnya. Misalnya, nishab zakat tembaga adalah senilai 1.170 gram tembaga murni atau setara dengan harganya.

  • Nishab Rikaz Maliki

    Nishab zakat rikaz maliki berbeda dengan nishab zakat rikaz mu’ad. Nishab zakat rikaz maliki adalah senilai 200 dirham atau setara dengan harganya.

Memahami nishab zakat rikaz sangat penting untuk menentukan kewajiban zakat yang harus dikeluarkan. Dengan memahami nishab, masyarakat dapat menjalankan kewajiban zakat rikaz dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam zakat rikaz. Waktu yang dimaksud dalam hal ini adalah waktu dikeluarkannya zakat rikaz. Menurut para ulama, terdapat beberapa waktu yang menjadi patokan dalam mengeluarkan zakat rikaz, yaitu:

  • Saat Ditemukan

    Zakat rikaz wajib dikeluarkan segera setelah harta tersebut ditemukan. Hal ini didasarkan pada pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i yang berpendapat bahwa harta rikaz termasuk harta yang wajib dizakati segera setelah kepemilikannya berpindah tangan.

  • Setelah Dimurnikan

    Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat rikaz boleh dikeluarkan setelah harta tersebut dimurnikan. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, yang artinya: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada zakat kecuali pada emas dan perak’.” Hadis ini menunjukkan bahwa zakat rikaz hanya wajib dikeluarkan dari harta yang telah dimurnikan.

  • Saat Diperoleh Keuntungan

    Beberapa ulama juga berpendapat bahwa zakat rikaz boleh dikeluarkan saat harta tersebut telah diperoleh keuntungan. Hal ini didasarkan pada pendapat Imam Abu Hanifah yang berpendapat bahwa zakat rikaz termasuk harta yang wajib dizakati saat telah berkembang atau bertambah nilainya.

  • Setiap Satu Tahun

    Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa zakat rikaz wajib dikeluarkan setiap satu tahun sekali. Hal ini didasarkan pada qiyas dengan zakat pertanian dan zakat perdagangan.

Dengan demikian, waktu dikeluarkannya zakat rikaz dapat bervariasi tergantung pada pendapat ulama yang diikuti. Namun, yang terpenting adalah zakat rikaz harus dikeluarkan sesuai dengan ketentuan syariat Islam agar harta tersebut menjadi bersih dan berkah.

Tempat

Dalam konteks zakat rikaz, “tempat” mengacu pada lokasi di mana harta rikaz ditemukan. Tempat menjadi aspek krusial yang memengaruhi kewajiban dan tata cara mengeluarkan zakat rikaz.

  • Tanah Milik Sendiri

    Jika harta rikaz ditemukan di tanah milik sendiri, maka zakat rikaz wajib dikeluarkan oleh pemilik tanah tersebut. Sebab, harta rikaz yang ditemukan di tanah milik sendiri dianggap sebagai kepemilikan penuh dari pemilik tanah.

  • Tanah Milik Orang Lain

    Apabila harta rikaz ditemukan di tanah milik orang lain, maka zakat rikaz wajib dikeluarkan oleh penemu harta tersebut. Meski harta rikaz berada di tanah milik orang lain, penemunya berhak atas kepemilikan harta tersebut dan berkewajiban mengeluarkan zakatnya.

  • Tanah Publik

    Dalam hal harta rikaz ditemukan di tanah publik, seperti jalan atau lapangan, maka zakat rikaz menjadi milik negara dan dikelola oleh pemerintah. Pemerintah berkewajiban untuk mendistribusikan zakat rikaz tersebut untuk kepentingan umat Islam.

  • Laut

    Jika harta rikaz ditemukan di laut, maka zakat rikaz wajib dikeluarkan oleh penemunya. Sebab, laut termasuk wilayah yang tidak memiliki kepemilikan individu atau negara. Penemu harta rikaz yang ditemukan di laut berhak atas kepemilikan harta tersebut dan berkewajiban mengeluarkan zakatnya.

Dengan memahami aspek “tempat” dalam zakat rikaz, masyarakat dapat mengetahui kewajiban dan tata cara mengeluarkan zakat rikaz sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Selain itu, pemahaman ini juga dapat mencegah terjadinya perselisihan atau sengketa terkait kepemilikan harta rikaz dan pendistribusian zakat rikaz.

Cara Menghitung Zakat Rikaz

Cara menghitung zakat rikaz sangatlah penting untuk diketahui oleh umat Islam yang memiliki harta yang termasuk kategori rikaz. Zakat rikaz wajib dikeluarkan sebesar 20%, dan cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Nisab
Langkah pertama adalah menentukan apakah harta yang ditemukan sudah mencapai nisab atau belum. Nisab zakat rikaz adalah senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harganya. Jika nilai harta yang ditemukan belum mencapai nisab, maka tidak wajib mengeluarkan zakat rikaz.

2. Menghitung Nilai Harta
Setelah memastikan bahwa nilai harta sudah mencapai nisab, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai harta tersebut. Nilai harta dihitung berdasarkan harga pasar pada saat harta tersebut ditemukan.

3. Mengeluarkan 20% dari Nilai Harta
Setelah mengetahui nilai harta, langkah terakhir adalah mengeluarkan zakat rikaz sebesar 20% dari nilai harta tersebut. Zakat rikaz dapat dibayarkan dalam bentuk emas, perak, atau uang tunai yang setara dengan nilai zakat yang wajib dikeluarkan.

Dengan memahami cara menghitung zakat rikaz, umat Islam dapat menjalankan kewajiban zakatnya dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Zakat rikaz merupakan salah satu bentuk ibadah mali yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Manfaat

Zakat rikaz merupakan salah satu jenis zakat yang memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Manfaat zakat rikaz antara lain:

  • Membersihkan Harta

    Zakat rikaz berfungsi untuk membersihkan harta yang kita miliki dari hak orang lain. Dengan mengeluarkan zakat, kita akan terhindar dari harta yang tidak berkah dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

  • Membantu Fakir Miskin

    Zakat rikaz yang kita keluarkan akan disalurkan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, zakat rikaz dapat membantu meringankan beban hidup mereka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Membangun Infrastruktur

    Zakat rikaz juga dapat digunakan untuk membangun infrastruktur publik, seperti sekolah, rumah sakit, dan jalan. Pembangunan infrastruktur ini akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan dapat meningkatkan kualitas hidup.

  • Meningkatkan Perekonomian

    Zakat rikaz yang disalurkan kepada masyarakat dapat membantu meningkatkan daya beli dan konsumsi. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan demikian, zakat rikaz memiliki banyak manfaat bagi individu dan masyarakat. Oleh karena itu, bagi umat Islam yang memiliki harta yang termasuk kategori rikaz, wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat rikaz sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hukum

Hukum zakat rikaz merupakan aspek penting dalam memahami kewajiban mengeluarkan zakat ini. Hukum zakat rikaz mengatur berbagai aspek, mulai dari dasar hukum, syarat wajib, hingga tata cara mengeluarkan zakat rikaz.

  • Wajib ‘Ain

    Zakat rikaz termasuk dalam kategori wajib ‘ain, artinya zakat ini wajib dikeluarkan oleh setiap individu yang memiliki harta yang memenuhi syarat, tanpa memandang jenis kelamin, pekerjaan, atau status sosial.

  • Syarat Wajib

    Untuk wajib mengeluarkan zakat rikaz, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain: beragama Islam, baligh, berakal, memiliki harta yang mencapai nisab, dan harta tersebut diperoleh dari hasil tambang.

  • Nisab

    Nisab zakat rikaz adalah senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harganya. Jika nilai harta yang ditemukan belum mencapai nisab, maka tidak wajib mengeluarkan zakat rikaz.

  • Tata Cara

    Tata cara mengeluarkan zakat rikaz adalah dengan memisahkan 20% dari harta yang telah mencapai nisab. Zakat rikaz dapat dibayarkan dalam bentuk emas, perak, atau uang tunai yang setara dengan nilai zakat yang wajib dikeluarkan.

Dengan memahami hukum zakat rikaz, umat Islam dapat menjalankan kewajiban zakatnya dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Zakat rikaz merupakan salah satu bentuk ibadah mali yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Pertanyaan Umum tentang Zakat Rikaz

Bagian ini menyajikan beberapa pertanyaan umum yang mungkin timbul terkait dengan zakat rikaz beserta jawabannya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kewajiban zakat ini.

Pertanyaan 1: Apa itu zakat rikaz?

Jawaban: Zakat rikaz adalah zakat yang dikenakan pada harta yang diperoleh dari hasil tambang, baik berupa emas, perak, maupun mineral lainnya.

Pertanyaan 2: Siapa yang wajib mengeluarkan zakat rikaz?

Jawaban: Zakat rikaz wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang memiliki harta yang memenuhi syarat, yaitu: beragama Islam, baligh, berakal, dan harta tersebut diperoleh dari hasil tambang.

Pertanyaan 3: Berapa nisab zakat rikaz?

Jawaban: Nisab zakat rikaz adalah senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harganya.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara menghitung zakat rikaz?

Jawaban: Cara menghitung zakat rikaz adalah dengan mengeluarkan 20% dari nilai harta yang telah mencapai nisab.

Pertanyaan 5: Apa manfaat zakat rikaz?

Jawaban: Manfaat zakat rikaz antara lain membersihkan harta, membantu fakir miskin, membangun infrastruktur, dan meningkatkan perekonomian.

Pertanyaan 6: Bagaimana hukum zakat rikaz?

Jawaban: Hukum zakat rikaz adalah wajib ‘ain, artinya zakat ini wajib dikeluarkan oleh setiap individu yang memiliki harta yang memenuhi syarat.

Dengan memahami pertanyaan umum ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan kewajiban zakat rikaz dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang tata cara pembayaran zakat rikaz.

Tips Membayar Zakat Rikaz

Setelah memahami dasar-dasar zakat rikaz, penting untuk mengetahui tata cara pembayaran zakat rikaz agar dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai syariat Islam.

Tip 1: Tentukan Nisab dan Nilai Harta

Langkah pertama adalah menentukan apakah harta yang ditemukan sudah mencapai nisab atau belum. Nisab zakat rikaz adalah senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harganya. Jika nilai harta sudah mencapai nisab, maka wajib dikeluarkan zakat rikaz sebesar 20% dari nilai harta tersebut.

Tip 2: Pastikan Kepemilikan Harta

Sebelum membayar zakat rikaz, pastikan bahwa harta yang ditemukan benar-benar menjadi milik Anda. Jika harta tersebut ditemukan di tanah milik orang lain, maka zakat rikaz menjadi kewajiban penemunya. Namun, jika harta tersebut ditemukan di tanah publik, maka zakat rikaz menjadi milik negara dan dikelola oleh pemerintah.

Tip 3: Pilih Cara Pembayaran

Zakat rikaz dapat dibayarkan dalam bentuk emas, perak, atau uang tunai yang setara dengan nilai zakat yang wajib dikeluarkan. Pembayaran zakat rikaz dapat dilakukan melalui lembaga amil zakat (LAZ) atau secara langsung kepada fakir miskin.

Tip 4: Niatkan Pembayaran Zakat

Saat membayar zakat rikaz, niatkanlah pembayaran tersebut sebagai ibadah kepada Allah SWT. Niat yang tulus akan menjadikan pembayaran zakat rikaz lebih berkah dan bermanfaat.

Tip 5: Dokumentasikan Pembayaran

Setelah membayar zakat rikaz, simpanlah bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Dokumentasi ini dapat berupa kuitansi atau bukti transfer yang menyatakan bahwa Anda telah membayar zakat rikaz.

Manfaat Membayar Zakat Rikaz

Dengan membayar zakat rikaz, Anda telah melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim dan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Zakat rikaz yang Anda keluarkan akan disalurkan kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang berhak menerima zakat lainnya.

Membayar zakat rikaz juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada Anda. Dengan membayar zakat rikaz, Anda berharap harta yang Anda miliki akan menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah di balik pensyariatan zakat rikaz dalam Islam. Hikmah ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya zakat rikaz bagi kehidupan bermasyarakat.

Kesimpulan

Zakat rikaz merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki harta yang diperoleh dari hasil tambang. Zakat ini memiliki berbagai aspek penting, seperti dasar hukum, pengertian, jenis, nisab, waktu, tempat, cara menghitung, manfaat, dan hukum. Memahami aspek-aspek ini sangat penting agar zakat rikaz dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Salah satu hikmah di balik pensyariatan zakat rikaz adalah untuk mendistribusikan harta yang melimpah kepada mereka yang membutuhkan. Zakat rikaz juga berfungsi untuk membersihkan harta dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kewajiban zakat rikaz harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru