Zakat Rukun Islam Ke: Panduan Lengkap untuk Membayar dan Menerimanya

Nur Jannah


Zakat Rukun Islam Ke: Panduan Lengkap untuk Membayar dan Menerimanya

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya. Dalam ajaran Islam, zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Zakat dapat membersihkan harta dan jiwa orang yang mengeluarkannya, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam sejarah Islam, zakat telah memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah perkembangan zakat adalah ditetapkannya kadar zakat untuk berbagai jenis harta benda oleh Khalifah Abu Bakar pada masa awal Islam.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang zakat, termasuk pengertian, hukum, syarat, dan hikmah pensyariatannya. Kita juga akan mengulas berbagai aspek penting terkait zakat, seperti pengelolaan zakat, penyaluran zakat, dan dampak zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Zakat Rukun Islam Ke

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Zakat memiliki banyak aspek penting yang perlu dipahami agar dapat melaksanakannya dengan benar. Berikut adalah 9 aspek penting terkait zakat:

  • Pengertian
  • Hukum
  • Syarat
  • Jenis
  • Waktu
  • Penerima
  • Pengelolaan
  • Penyaluran
  • Hikmah

Setiap aspek zakat memiliki peran dan makna yang penting. Misalnya, pengertian zakat memberikan pemahaman dasar tentang apa itu zakat dan bagaimana cara menghitungnya. Hukum zakat menjelaskan kewajiban umat Islam untuk mengeluarkan zakat dan konsekuensi jika tidak menunaikannya. Syarat zakat menentukan siapa saja yang wajib mengeluarkan zakat dan berapa kadar zakat yang harus dikeluarkan. Jenis zakat meliputi zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi, yang masing-masing memiliki ketentuan tersendiri. Waktu zakat menentukan kapan zakat harus dikeluarkan, baik zakat fitrah maupun zakat mal. Penerima zakat adalah golongan yang berhak menerima zakat, seperti fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya. Pengelolaan zakat melibatkan pengumpulan, pencatatan, dan penyimpanan zakat. Penyaluran zakat adalah proses pendistribusian zakat kepada penerima yang berhak. Terakhir, hikmah zakat menjelaskan manfaat dan tujuan pensyariatan zakat, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Pengertian

Pengertian zakat sangat penting untuk dipahami dalam pembahasan zakat rukun islam ke, karena pengertian ini memberikan dasar pemahaman tentang apa itu zakat, jenis-jenisnya, dan ketentuan-ketentuannya. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait pengertian zakat:

  • Definisi Zakat
    Secara bahasa, zakat berarti membersihkan atau mensucikan. Secara istilah, zakat adalah mengeluarkan sebagian harta tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.
  • Tujuan Zakat
    Zakat bertujuan untuk membersihkan harta dan jiwa orang yang mengeluarkannya, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zakat juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
  • Hukum Zakat
    Hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, seperti memiliki harta yang telah mencapai nisab dan haul. Tidak menunaikan zakat bagi yang wajib hukumnya adalah dosa besar.
  • Jenis-jenis Zakat
    Terdapat dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul.

Dengan memahami pengertian zakat secara komprehensif, kita dapat melaksanakan zakat dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Zakat bukan hanya kewajiban semata, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.

Hukum

Hukum zakat merupakan aspek penting dalam pembahasan zakat rukun islam ke, karena hukum ini menjelaskan kewajiban umat Islam untuk mengeluarkan zakat dan konsekuensi jika tidak menunaikannya. Berikut adalah beberapa aspek hukum zakat yang perlu dipahami:

  • Kewajiban Zakat
    Zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, baik laki-laki maupun perempuan. Syarat wajib zakat meliputi memiliki harta yang telah mencapai nisab dan haul, serta beragama Islam.
  • Waktu Zakat
    Waktu mengeluarkan zakat berbeda-beda tergantung jenis zakatnya. Zakat fitrah wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal wajib dikeluarkan setiap tahun ketika harta telah mencapai nisab dan haul.
  • Jenis-jenis Zakat
    Terdapat dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat, berupa makanan pokok seberat 2,5 kg atau senilai harganya. Zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul, seperti zakat emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian, dan lain-lain.
  • Sanksi Tidak Menunaikan Zakat
    Tidak menunaikan zakat bagi yang wajib hukumnya adalah dosa besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak mengeluarkan zakat dari hartanya yang telah mencapai nisab, maka pada hari kiamat hartanya itu akan menjadi ular berbisa yang melingkari lehernya.”

Memahami hukum zakat secara komprehensif sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan zakat dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Zakat bukan hanya kewajiban semata, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.

Syarat

Dalam pembahasan zakat rukun islam ke, syarat merupakan aspek penting yang menentukan wajib tidaknya seseorang mengeluarkan zakat. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang wajib mengeluarkan zakat, yaitu:

  • Islam
    Orang yang wajib mengeluarkan zakat adalah seorang muslim yang berakal dan baligh.
  • Kepemilikan Harta
    Seseorang wajib mengeluarkan zakat apabila memiliki harta yang telah mencapai nisab (kadar minimal harta yang wajib dizakati) dan haul (telah dimiliki selama satu tahun).
  • Harta Produktif
    Harta yang wajib dizakati adalah harta yang dapat berkembang atau menghasilkan keuntungan, seperti emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian, dan harta lainnya yang memiliki nilai.
  • Harta Bersih
    Harta yang wajib dizakati adalah harta yang bersih dari utang dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh harta tersebut.

Memahami syarat wajib zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan zakat dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Zakat bukan hanya kewajiban semata, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.

Jenis

Jenis zakat merupakan aspek penting dalam pembahasan zakat rukun islam ke, karena jenis zakat menentukan jenis harta apa saja yang wajib dizakati dan bagaimana cara menghitungnya. Terdapat dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis zakat tersebut:

Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat pada bulan Ramadhan. Zakat fitrah dihitung berdasarkan berat makanan pokok yang dikonsumsi di daerah tersebut, seperti beras, gandum, atau kurma. Besarnya zakat fitrah adalah sebesar 2,5 kg makanan pokok atau senilai harganya.

Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab adalah kadar minimal harta yang wajib dizakati, sedangkan haul adalah jangka waktu kepemilikan harta selama satu tahun. Jenis harta yang wajib dizakati meliputi emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian, hasil perniagaan, dan harta lainnya yang memiliki nilai.

Setiap jenis zakat memiliki ketentuan dan perhitungan yang berbeda-beda. Memahami jenis zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan zakat dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Zakat bukan hanya kewajiban semata, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam pembahasan zakat rukun islam ke, karena waktu menentukan kapan zakat wajib dikeluarkan. Terdapat beberapa waktu zakat yang perlu diketahui, yaitu:

  • Waktu Zakat Fitrah
    Zakat fitrah wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, mulai dari awal bulan hingga sebelum shalat Idul Fitri.
  • Waktu Zakat Mal
    Zakat mal wajib dikeluarkan setiap tahun ketika harta telah mencapai nisab dan haul. Haul adalah jangka waktu kepemilikan harta selama satu tahun.
  • Waktu Penyaluran Zakat
    Zakat yang telah terkumpul disalurkan kepada penerima zakat sesegera mungkin setelah dikumpulkan.

Memahami waktu zakat sangat penting agar setiap muslim dapat melaksanakan zakat dengan benar dan tepat waktu. Zakat bukan hanya kewajiban semata, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.

Penerima

Dalam pembahasan zakat rukun islam ke, penerima merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan. Penerima zakat adalah golongan yang berhak menerima zakat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60:

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, khusus untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Penerima zakat sangat penting dalam pendistribusian zakat. Zakat yang dikumpulkan dari muzakki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) akan disalurkan kepada para penerima zakat yang berhak. Dengan demikian, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Penerima zakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan sosial. Zakat dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Dengan menerima zakat, masyarakat miskin dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Hal ini dapat mengurangi potensi terjadinya konflik sosial akibat kesenjangan ekonomi.

Secara keseluruhan, penerima zakat merupakan komponen penting dalam zakat rukun islam ke. Zakat tidak hanya bermanfaat bagi muzakki, tetapi juga bagi penerima zakat dan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, pendistribusian zakat harus dilakukan dengan baik dan tepat sasaran agar dapat memberikan dampak yang maksimal.

Pengelolaan

Pengelolaan merupakan elemen penting dalam zakat rukun islam ke, karena pengelolaan yang baik akan memastikan bahwa zakat dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi penerima. Berikut adalah beberapa aspek penting pengelolaan zakat:

  • Pengumpulan Zakat
    Pengumpulan zakat dilakukan melalui berbagai lembaga, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Lembaga-lembaga ini memiliki jaringan luas untuk menjangkau muzakki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) dan mengumpulkan zakat dari mereka.
  • Pencatatan dan Pelaporan
    Semua zakat yang terkumpul harus dicatat dan dilaporkan secara transparan. Pencatatan dan pelaporan yang baik akan memudahkan pengawasan dan evaluasi pengelolaan zakat.
  • Penyimpanan dan Penyaluran
    Zakat yang terkumpul disimpan dengan baik dan disalurkan kepada penerima zakat yang berhak. Penyaluran zakat dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
  • Pemberdayaan Penerima Zakat
    Selain penyaluran zakat secara langsung, pengelola zakat juga dapat melakukan program pemberdayaan penerima zakat. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk membantu penerima zakat menjadi lebih mandiri dan produktif.

Pengelolaan zakat yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa zakat dapat memberikan manfaat yang optimal bagi penerima. Pengelolaan yang baik juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga-lembaga tersebut.

Penyaluran

Penyaluran merupakan aspek krusial dalam zakat rukun islam ke, karena melalui penyaluran inilah zakat dapat memberikan manfaat langsung kepada para penerimanya. Penyaluran zakat yang tepat sasaran dan efektif akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

  • Penerima Zakat

    Penyaluran zakat harus tepat sasaran, yakni kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan syariat Islam. Golongan-golongan tersebut antara lain fakir, miskin, amil zakat, mualaf, budak, orang yang berutang, fisabilillah, dan ibnus sabil.

  • Jenis Penyaluran

    Penyaluran zakat dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pemberian uang tunai, sembako, pakaian, obat-obatan, atau bantuan modal usaha. Bentuk penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penerima zakat.

  • Waktu Penyaluran

    Zakat harus disalurkan sesegera mungkin setelah dikumpulkan. Penundaan penyaluran zakat dapat mengurangi manfaat dan nilai ibadah zakat itu sendiri.

  • Transparansi dan Akuntabilitas

    Penyaluran zakat harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Lembaga pengelola zakat wajib melaporkan dan mempertanggungjawabkan penyaluran zakat kepada masyarakat dan pihak berwenang.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penyaluran tersebut, maka zakat dapat menjadi instrumen yang efektif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Hikmah

Hikmah atau hikmah pensyariatan zakat merupakan aspek penting dalam memahami zakat rukun islam ke. Hikmah adalah kebijaksanaan atau manfaat yang terkandung dalam suatu perintah atau larangan Allah SWT. Dalam konteks zakat, hikmah memiliki beberapa dimensi, di antaranya:

  • Pembersihan Harta dan Jiwa

    Zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa orang yang mengeluarkannya. Harta yang dikeluarkan sebagai zakat akan menjadi lebih berkah dan bermanfaat, sementara jiwa orang yang mengeluarkannya akan menjadi lebih bersih dan terhindar dari sifat kikir dan tamak.

  • Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Zakat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Distribusi zakat kepada delapan golongan yang berhak akan membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

  • Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    Menunaikan zakat merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim dapat menunjukkan ketaatannya kepada Allah SWT dan mengharapkan pahala yang besar dari-Nya.

  • Membangun Solidaritas Sosial

    Zakat memperkuat solidaritas sosial antara sesama muslim. Melalui zakat, masyarakat yang mampu membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga tercipta ikatan persaudaraan dan saling tolong-menolong.

Hikmah-hikmah zakat tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya zakat dalam kehidupan seorang muslim dan masyarakat secara keseluruhan. Zakat tidak hanya sekedar kewajiban ritual, tetapi juga memiliki dampak positif yang luas bagi individu dan masyarakat.

Tanya Jawab Zakat Rukun Islam Ke

Berikut ini adalah beberapa tanya jawab seputar zakat rukun islam ke yang mungkin dapat membantu menambah pemahaman Anda:

Pertanyaan 1: Apa itu zakat?

Jawaban: Zakat adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang memiliki harta tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.

Pertanyaan 2: Siapa saja yang wajib mengeluarkan zakat?

Jawaban: Setiap muslim yang telah memenuhi syarat, yaitu beragama Islam, baligh, berakal, dan memiliki harta yang telah mencapai nisab dan haul.

Pertanyaan 3: Kapan zakat wajib dikeluarkan?

Jawaban: Waktu mengeluarkan zakat berbeda-beda tergantung jenis zakatnya. Zakat fitrah wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal wajib dikeluarkan setiap tahun ketika harta telah mencapai nisab dan haul.

Pertanyaan 4: Berapa kadar zakat yang harus dikeluarkan?

Jawaban: Kadar zakat berbeda-beda tergantung jenis hartanya. Untuk zakat emas dan perak, kadarnya adalah 2,5%, sedangkan untuk zakat hasil pertanian dan perdagangan, kadarnya adalah 5% atau 10% tergantung kondisi tertentu.

Pertanyaan 5: Apa saja manfaat menunaikan zakat?

Jawaban: Menunaikan zakat memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat, seperti membersihkan harta dan jiwa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pertanyaan 6: Apa saja golongan yang berhak menerima zakat?

Jawaban: Golongan yang berhak menerima zakat disebut asnaf, yaitu fakir, miskin, amil zakat, mualaf, budak, orang yang berutang, fisabilillah, dan ibnus sabil.

Demikianlah beberapa tanya jawab seputar zakat rukun islam ke. Semoga dapat membantu Anda memahami zakat dengan lebih baik. Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang hikmah pensyariatan zakat, yaitu hikmah di balik kewajiban menunaikan zakat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Tips Menunaikan Zakat Rukun Islam Ke

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki banyak hikmah dan manfaat. Berikut adalah beberapa tips untuk menunaikan zakat dengan baik dan benar:

Tip 1: Pahami Syarat dan Jenis Zakat

Sebelum menunaikan zakat, penting untuk memahami syarat dan jenis-jenis zakat. Syarat wajib zakat meliputi muslim, baligh, berakal, dan memiliki harta yang mencapai nisab. Jenis zakat meliputi zakat fitrah dan zakat mal.

Tip 2: Hitung Nisab dan Haul

Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Haul adalah jangka waktu kepemilikan harta selama satu tahun. Untuk zakat mal, zakat wajib dikeluarkan jika harta telah mencapai nisab dan haul.

Tip 3: Tentukan Kadar Zakat

Kadar zakat berbeda-beda tergantung jenis hartanya. Untuk zakat emas dan perak, kadarnya adalah 2,5%, sedangkan untuk zakat hasil pertanian dan perdagangan, kadarnya adalah 5% atau 10% tergantung kondisi tertentu.

Tip 4: Pilih Lembaga Penyalur Zakat Terpercaya

Salurkan zakat melalui lembaga penyalur zakat terpercaya yang memiliki jaringan luas dan kredibilitas yang baik. Hal ini untuk memastikan zakat tersalurkan kepada yang berhak secara tepat sasaran.

Tip 5: Dokumentasikan Penyaluran Zakat

Simpan bukti penyaluran zakat, seperti kwitansi atau rekening koran. Dokumentasi ini penting untuk keperluan audit dan laporan pajak.

Tip 6: Berniat dan Niatkan karena Allah SWT

Saat menunaikan zakat, niatkan karena Allah SWT dan berharap pahala dari-Nya. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan ibadah yang sangat dianjurkan.

Menunaikan zakat dengan baik dan benar akan memberikan banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Zakat dapat membersihkan harta dan jiwa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita tunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas hikmah pensyariatan zakat, yaitu hikmah di balik kewajiban menunaikan zakat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Kesimpulan

Pembahasan tentang zakat rukun islam ke dalam artikel ini memberikan beberapa insights penting, antara lain:

  • Zakat merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang memiliki harta tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.
  • Zakat memiliki banyak hikmah dan manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat, seperti membersihkan harta dan jiwa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Untuk menunaikan zakat dengan baik dan benar, perlu memperhatikan syarat dan jenis zakat, menghitung nisab dan haul, menentukan kadar zakat, memilih lembaga penyalur zakat terpercaya, mendokumentasikan penyaluran zakat, serta berniat dan niatkan karena Allah SWT.

Zakat merupakan rukun Islam yang sangat penting dan memiliki peran besar dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan sesama. Oleh karena itu, marilah kita tunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, demi terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.



Artikel Terkait

Bagikan:

Nur Jannah

Halo, Perkenalkan nama saya Nur. Saya adalah salah satu penulis profesional yang suka berbagi ilmu. Dengan Artikel, saya bisa berbagi dengan teman - teman. Semoga semua artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat. Pastikan Follow iainpurwokerto.ac.id ya.. Terimakasih..

Tags

Artikel Terbaru